
Saat ini Shin masih dalam keadaan koma, kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, meskipun tidak benar-benar pulih sepenuhnya.
Masih banyak organ dalamnya yang mengalami pembekuan yang masih harus dirawat.
Qin Zhiyun sendiri saat ini sudah mulai mengakrabkan diri dengan Sekte Pedang Ilahi dan teman-teman barunya.
Qin Zhiyun sudah mulai akut dengan teman-teman Shin, termasuk para wanitanya.
Merasakan kehangatan dalam hubungan mereka semua, Qin Zhiyun mulai berpikir jika berbagai suami mungkin tidak terlalu buruk.
Namun dia masih belum menyerah untuk menjadi istri pertama.
Sekte Pedang Ilahi sendiri, saat ini sedang dalam masa pemulihan.
Cukup banyak korban yang jatuh di pihak mereka saat perang terjadi, karena itulah Sekte Pedang Ilahi sekarang tertutup untuk pemulihan.
Sementara itu, Qin Zhiyun sekarang sedang berada dikamar tempat Xue'er berada.
Xue'er sekarang sudah sadar, namun masih terkurung dalam formasi yang membuatnya tidak dapat bergerak bebas.
Ekspresi wajahnya masih sangat dingin, bahkan sekarang lebih dingin dari sebelumnya.
Meskipun bahkan jika formasi kurungan itu dilepas, tetap saja Xue'er tidak akan dapat bergerak bebas karena kultivasinya telah tersegel.
Sekarang gadis itu tidak lebih dari sekedar orang biasa tanpa kultivasi.
"Xin'er, kenapa kau mengkhianati Sekte Lembah Siluman?" tanya Xue'er dengan suara sedingin es.
"Aku sama sekali tidak mengkhianati Sekte Lembah Siluman, karena dari awal aku memang bukan bagian dari sekte itu! Sekarang ingatan ku sudah pulih sepenuhnya, aku telah mengingat semuanya!" jawab Qin Zhiyun.
"Jadi begitu" Xue'er menundukkan kepalanya, entah apa yang dipikirkan gadis itu sebenarnya.
"Dan juga jangan panggil aku Xin'er lagi, panggil aku Qin Zhiyun atau Zhiyun saja!" ucap Qin Zhiyun.
"Kau seharusnya mengingat bagaimana sebelumnya Lui Meiyu menculik ku! Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan gadis bertubuh khusus dan setelah mendapatkannya, dia akan menghapus ingatannya!" Qin Zhiyun berkata dengan suara halus "Aku yakin kau memiliki nasib yang sama seperti ku, apa kau tidak mengingat sesuatu tentang masa lalu mu?"
"Aku..." Xue'er menunduk semakin dalam, merenung mencoba mengingat masa lalunya "Tidak mengingat apa-apa"
Entah kenapa saat mencoba mengingat masa lalu, kepala Xue'er selalu merasa sakit, jadi dia tidak lagi pernah berusaha untuk mengingat masa lalunya.
Karena semakin keras dia berusaha mengingat masal lalunya, maka kepalanya akan terasa semakin sakit.
__ADS_1
Jadi dia berpikir masa lalu itu tidaklah penting dan lebih baik menjalankan apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Kau tenang saja, guru pasti memiliki cara untuk mengembalikan ingatan mu!" Qin Zhiyun tersenyum hangat.
"Guru? Apakah guru yang kau maksud adalah orang yang sebelumnya menyegel kultivasi ku?" Xue'er menoleh kearah Qin Zhiyun.
"Ya, dia adalah guru ku yang sebelumnya bertarung melawan Lui Meiyu di Hutan Tengkorak"
Xue'er sedikit terkejut mendengarnya, namun sama sekali tidak ada perubahan dalam ekspresi wajahnya.
"Bukankah dia sudah mati sebelumnya? Aku yakin jika dia tidak mungkin selamat dari serangan Master sebelumnya!" Xue'er mengingat jika sebelumnya Shin sudah terkapar tidak dapat bergerak.
Dengan serangan dahsyat dari Lui Meiyu sebelumnya, dia yakin jika Shin sudah berubah menjadi debu.
"Tapi nyatanya guru masih bisa selamat, bahkan sekarang kekuatannya sudah lebih kuat dari sebelumnya" terdengar kebanggaan dalam perkataan Qin Zhiyun barusan.
"Aku juga bisa merasakan kekuatan orang itu lebih kuat dari sebelumnya" Xue'er mengingat aura yang Shin pancarkan saat akan menyegel kultivasinya.
Itu sudah lebih kuat dari saat pertama kali bertemu Shin.
Qin Zhiyun merasa sangat senang masih bisa berbicara dengan normal bersama Xue'er.
Namun Qin Zhiyun harus menahan rasa rindunya, karena sekarang dia menjadi incaran Lui Meiyu, jika keluar secara sembarangan maka dia bisa saja ditangkap kembali.
"Aku harap masalah ini bisa cepat selesai, supaya aku bisa kembali bertemu dengan ayah, ibu dan juga Feng'er"
Bagi yang lupa siapa yang Qin Zhiyun masuk Feng'er adalah adiknya yang bernama Qin Feng.
"Kalau begitu aku akan pergi dulu, kau lebih baik istirahat!" Qin Zhiyun berniat keluar dari ruangan itu.
"Xin'er!" Xue'er memanggil Qin Zhiyun.
"Sudah ku bilang kan jangan panggil aku Xin'er, lebih baik jika kau memanggil ku Zhiyun!"
"Akan aku usahakan, aku terbiasa memanggil mu Xin'er!"
"Aku mengerti, jadi..ada apa?" tanya Qin Zhiyun.
"Bolehkah aku meminta satu permintaan?"
Qin Zhiyun menaikkan alisnya "Permintaan apa? Akan aku dengarkan!"
__ADS_1
"Bisakah kau menyingkirkan formasi kurungan ini, lagi pula meskipun aku keluar aku tetap tidak bisa melakukan apa-apa karena kultivasi ku yang tersegel!" Xue'er merasa kurang nyaman berada didalam formasi kurungan itu.
"Kalau itu aku sepertinya harus mengecewakan mu, karena yang memasang formasi itu adalah guru ku, jadi aku tidak bisa melepaskan formasi itu! Lagi pula aku juga sama sekali tidak memahami tentang ilmu formasi!" Qin Zhiyun sebenarnya juga ingin melepaskan Xue'er dari awal, namun apa daya, dia sama sekali tidak bisa.
Shin sekarang juga masih tidak sadarkan diri, dan meskipun Shin sudah sadar kembali, pemuda itu akan kembali tertidur oleh Qin Zhiyun.
"Apakah tidak ada hal lain yang kau inginkan?"
"Tidak ada, itu saja!"
"Kalau begitu aku pergi dulu!"
Qin Zhiyun pun melangkah keluar dari ruangan itu, meninggalkan Xue'er yang terlihat termenung.
Entah apa yang gadis itu pikirkan.
***
Membutuhkan beberapa hari sampai akhirnya Lui Meiyu selesai menstabilkan kultivasinya.
Sekarang dia sudah siap menuju Sekte Pedang Ilahi untuk merebut kembali dua kunci kebebasan tuannya.
Saat ini tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Lui Meiyu, bahkan jika itu ada lusinan kultivator tingkat Martial Saint tahap akhir tetap tidak akan dapat mengalahkan dirinya.
Kultivasinya telah berada diatas tingkat Martial Saint, namun masih berada dibawah Tingkat Martial God.
Bisa dibilang kultivasi Lui Meiyu saat ini adalah setengah langkah Martial God.
Meskipun Lui Meiyu yakin dengan kekuatannya saat ini dia dapat meratakan Sekte Pedang Ilahi seorang diri, namun dia tetap akan membawa Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo.
Untuk berjaga-jaga, siapa tau dia nanti membutuhkan bantuan mereka berdua, entah sebagai perisai daging atau semacamnya.
"Kita akan berangkat sekarang!" ucap Lui Meiyu.
"Siap Master Sekte!" Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo yang berlutut satu kaki dibelakang Lui Meiyu menjawab dengan serentak.
"Ingat, kalian harus siapa dengan hukuman yang akan ku berikan setelah misi ini selesai!" Lui Meiyu berkata dengan suara dingin.
"Kami siap Master Sekte!" mereka berdua menjadi serentak dengan suara bergetar.
Setelah itu mereka bertiga pergi menuju Sekte Pedang Ilahi.
__ADS_1