Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
129. Shin VS Jendral Chong


__ADS_3

Raja Rou Dan melayang turun mendarat mulus di tanah, tidak jauh dari gerbang masuk Formasi Dewa Langit.


Tiba-tiba gerbang itu terbuka dan dua orang langsung melesat keluar.


"Ayah!!"


Dua orang itu adalah Guei dan Han, mereka dari awal menyaksikan pertarungan antara Raja Rou Dan melawan Raja Yong.


Mereka berdua benar-benar lega karena Raja Yong memenangkan pertarungan dan Raja Rou Dan mati tanpa sisa dari tempat tubuhnya.


"Ayah baik-baik saja?" tanya Guei dan Han dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja, luka ku bukanlah luka yang mengancam nyawa! Dan juga energi Qi ku hampir terkuras habis, jadi aku hanya perlu memulihkan diri selama beberapa hari!"


Guei dan Han langsung bernafas lega mendengar itu.


"Lalu bagaimana dengan Shin?" tanya Guei.


Raja Yong menoleh kearah pertarungan Shin melawan Jendral Chong "Saat ini dia masih sedang bertarung, tapi kalian jangan khawatir, aku yakin anak muda itu bisa mengatasinya!"


Raja Yong menepuk bahu Guei "Kau sudah menyaksikan seperti apa kekuatan Shin sebelumnya saat melawan salah satu Jendral High Orc yang berada ditingkat Martial Saint! Jadi kau seharusnya tau seperti apa kekuatan anak muda itu"


"Meskipun begitu, kita harus tetap membantu Shin!" Han masih khawatir dengan Shin.


"Adik Han, apa yang ayah katakan benar! Jika kita pergi kesana, meskipun membawa 100 kultivator tingkat Martial Saint, itu percuma saja, kita hanya akan menjadi penghambat untuk Shin!" Guei menepuk bahu Han "Jangan pernah meremehkan kekuatan Shin karena kekuatannya berada di luar nalar kita semua!"


Han tidak bisa lagi membantah perkataan Guei, meskipun dia masih mengkhawatirkan Shin, namun benar apa yang Guei katakan.


Mereka hanya akan menjadi penghambat.


"Kalau begitu sebaiknya ayah memulihkan diri, ku sudah menyiapkan semua pasukan yang siap untuk menghancurkan para High Orc yang tersisa di wilayah mereka!" ucap Guei.


Raja Yong menganggukkan kepalanya "Aku akan memulihkan diri disini saja, kita akan kembali ke istana kerajaan setelah Shin menyelesaikan pertarungannya!" Raja Yong menoleh kearah Han "Han'er, apa kau membawa pil pemulihan?"


"Tentu saja ayah, aku membawanya!" Han mengeluarkan satu botol giok yang berisi pil pemulihan tingkat tinggi.

__ADS_1


Raja Yong mengambilnya, lalu duduk bersila mengkonsumsi pil, menyerap khasiat dari pil tersebut.


Han dan Guei memutuskan untuk tetap berada di tempat ini untuk menjaga Raja Yong, tidak mungkin mereka meninggalkan Raja Yong di luar dalam keadaan lemah seperti ini.


***


Pertarungan antara Shin melawan Jendral Chong masih terus berlanjut.


Mereka terus beradu serangan satu sama lain, membuat area tempat mereka bertarung sampai hancur berantakan.


Shin memberikan satu tebasan kuat dari atas, namun mampu ditahan oleh Jendral Chong dengan menyilangkan kedua pedangnya.


Shin menarik nafas dalam sampai dada mengembung.


Melihat hal itu membuat mata Jendral Chong melebar, dia dengan segera membuat lapisan pertahanan di seluruh tubuhnya.


*ROOOAAARRRHHH...!!


Shin mengeluarkan suara raungan keras tepat di depan Jendela Chong, suara raungan yang membawa gelombang suara dan energi keras.


Dengan jarak sedekat itu, Jendral Chong tidak bisa menghindar dan terkena serangan itu, membuat tubuhnya menghantam tanah dan terus masuk kedalam tanah.


Shin tidak menyia-nyiakan kesempatan, Shin melesat kebawah, berdiri di tepi kawah kemudian kembali menarik nafas dalam sampai dada mengembung.


"Gawat!" Jendral Chong melihat hal itu, dia menyadari Shin akan kembali melakukan serangan.


Namun dalam situasinya saat ini, dia tidak memiliki ruang untuk menghindar, jadi dia hanya bisa membuat teknik pertahanan terkuat yang dia miliki.


Shin pun menyemburkan nafas api yang berbentuk naga.


*BOOOOMMMM...!!


Ledakan keras terjadi membuat tanah berguncang, lubang yang tadinya berbentuk sumur dalam, kini menjadi sebuah kawah besar yang lebih dalam.


Kepulan debu mengepul diarea ledakan, sesaat kemudian sosok tubuh melesat keluar dari kepulan debu, itu adalah Jendral Chong.

__ADS_1


Jendral Chong terengah-engah, dia terlihat mendapatkan beberapa luka di tubuhnya, namun tidak terlalu parah.


"Api naga ku masih belum cukup kuat untuk menembus pertahanannya! Sepertinya aku harus melatih kekuatan naga lebih keras" Shin merasa sedikit kecewa dengan hasil yang dia dapatkan.


Jendral Chong merapatkan giginya "Manusia ini benar-benar tidak bisa diremehkan! Meskipun dalam hal kekuatan dan kecepatan aku masih berada diatasnya! Tapi dia sangat cerdik dan teknik-teknik yang dia gunakan sangat aneh, selain itu pertahanannya benar-benar sulit ditembus!"


Selama pertarungan ini, Jendral Chong masih belum melukai Shin, dia berhasil menyobek pakaian Shin pada bagian lengan dan paha, namun itu semua sudah dilapisi sisik emas yang tidak bisa di tembus.


Dia masih belum menemukan kelemahan dari pertahanan Shin.


"Apakah kau sudah menyerah? Hanya inikah kekuatan dari ras High Orc yang dikatakan ras terkuat di Benua Kegelapan? Tidak ku sangka ternyata kalian sangat lemah!" Shin memprovokasi Jendral Chong.


"SIALAN! JIKA BUKAN KARENA SISIK EMAS MU ITU, KAU PASTI SUDAH MATI SAAT INI!" Jendral Chong pun terpancing, dia semakin marah dan aura di tubuhnya meningkat.


"Ini adalah bagian dari diri ku, namun kau mengeluh karena hal itu! Kalau begitu aku juga bisa bilang jika kau tidak bergerak dari awal pertarungan maka aku sudah pasti membunuh mu!" Shin tersenyum mengejek.


"Mulut mu itu memang pandai bicara! Tapi itu tidak akan lama lagi sebelum aku merobeknya!" Jendral Chong semakin marah, ledakan aura di tubuhnya semakin kuat.


Bukannya merasakan tekanan atau khawatir, Shin justru tersenyum lebar.


Jendral Cong langsung melesat cepat kearah Shin, menyerang dengan dua pedang pendeknya.


Kecepatan Jendral Chong lebih cepat dari sebelumnya, jadi dia yakin serangannya mampu mengenai Shin.


Namun ternyata Shin mampu menghindarinya, dengan bergerak kebelakang.


"Apa?!" Jendral Chong terkejut "Bagaimana dia menghindarinya? Kecepatannya juga meningkat!"


Jendral Chong bisa melihat jika kecepatan Shin melebihi sebelumnya, dia tidak tau apa penyebab ini terjadi.


Shin sebenarnya menggunakan kekuatan hukum waktu untuk membuat gerakannya lebih cepat, jadi dia bisa mengimbangi kecepatan Jendral Chong saat ini.


Dengan bergerak memutar, Shin menendang kepala Jendral Chong dengan keras, hingga membuatnya terpental jauh.


"Sial! Bagaimana bisa manusia ini meningkatkan kecepatannya? Aku bisa merasakan auranya masih stabil! Apakah dia dari awal memang menahan diri melawan ku?" pikir Jendral Chong, mengeratkan genggaman pedangnya "Aku harus membunuh manusia ini secepatnya!"

__ADS_1


Shin dan Jendral Chong saling tatap untuk sementara, sebelum akhirnya melesat kearah masing-masing, kembali melanjutkan pertarungan.


Meskipun Jendral Chong sudah meningkatkan kekuatan dan kecepatannya, namun sekarang Shin bisa mengimbanginya dengan menggunakan hukum waktu untuk mempercepat gerakannya.


__ADS_2