
Xun yang menunggu Shin di luar dapat mendengar teriakan itu, gadis Elf itu berdiri dengan wajah penuh kekhawatiran.
Dia mengenal suara teriakan itu adalah teriakan Shin.
"Apa yang terjadi pada Shin?" Xun tidak tau harus melakukan apa saat ini.
Masuk ke dalam Lembah Beracun hanya akan mengantar nyawa, tidak mungkin dia bisa selamat setelahnya.
Namun Xun juga khawatir dengan keadaan Shin setelah mendengar teriakkan pemuda itu sebelumnya.
Teriakan keras yang membawa rasa sakit yang begitu menyakitkan.
"Shin, cepatlah keluar dari sana" Xun berharap dalam hatinya.
Sementara itu, Shin masih tersiksa oleh rasa sakit didalam tubuhnya, pakaiannya sudah merah oleh darah yang menyembur kelat dari mulutnya.
Rasa sakit yang Shin rasakan benar-benar tidak terbayangkan, bahkan rasa sakit kali ini tidak bisa dibandingkan dengan saat Shin menyatu dengan Pedang Bintang Emas atau darah naga sebelumnya.
Ini merupakan rasa sakit nyata yang membuat Shin berharap lebih baik mati dari pada terus tersiksa seperti ini.
Ini pertama kalinya Shin berharap akan kematiannya, rasa putus asa yang sama sekali belum pernah Shin rasakan sebelumnya.
"AAARRRGGGHHH...!!" Shin berteriak semakin keras, dia ingin segera membunuh dirinya sendiri namun tubuhnya tidak ingin mengikuti kemauannya.
Organ-organ dalam tubuh Shin benar-benar sudah rusak parah, bahkan sudah ada beberapa yang hancur.
Shin sepertinya tidak akan bertahan lebih lama lagi.
Energi dari lima bola yang memiliki warna berbeda itu mengandung kekuatan yang terlalu tidak masuk akal.
Shin terus berteriak sampai dia akhirnya sudah tidak lagi bersuara, karena pita suaranya telah hancur, hanya darah yang mengalir keluar dari mulutnya.
Matanya terlihat kosong seperti orang mati, terkapar tidak berdaya ditanah dengan bersimbah darah.
Sampai akhirnya Shin pun menutup mata, sudah tidak mampu bertahan lagi karena semua organ dalamnya yang sudah hancur.
***
Saat ini, di dunia dalam tubuh Shin, lima bola energi yang sebelumnya masuk kedalam tubuh Shin melayang disana dan terus bergerak ke suatu arah.
Lima bola itu terus bergerak sampai akhirnya terlihat sebuah bola warna silver yang ukurannya berkali-kali lebih besar dari lima bola itu.
Tiba-tiba bola warna silver itu membentuk sebuah kerangka yang memiliki lima ruang yang terpisah.
__ADS_1
Lima bola energi itu pun masuk ke dalam masing-masing ruang itu.
Saat semua bola itu masuk dan terpasang sepenuhnya, kelima bola itu kemudian mengeluarkan cahaya masing-masing, cahaya yang sangat terang mengandung energi yang kuat.
Tubuh Shin yang terkapar di tanah tiba-tiba mengeluarkan cahaya lima warna, cahaya yang sangat terang membuat kabut ungu menghilang dalam radius yang cukup luas.
Organ-organ dalam tubuh Shin yang sudah hancur kini kembali terbentuk, entah itu jantung dan paru-paru yang sudah hancur total kembali beregenerasi dengan cepat.
Semua darah yang sebelumnya keluar dari tubuh Shin kini kembali masuk kedalam tubuhnya.
Hingga beberapa menit kemudian, tubuh Shin terlihat kembali seperti semula, bahkan wajahnya sekarang terlihat lebih tampan dari sebelumnya.
Tidak hanya itu, kultivasi Shin naik menjadi Martial Saint tahap akhir, selangkah lagi menuju Martial God.
Namun Shin masih belum sadarkan diri, masih terkapar ditanah dengan lemas.
Sampai beberapa menit kemudian, Shin akhirnya membuka matanya perlahan, namun masih terlihat tatapan matanya yang kosong.
Shin baru saja bangkit dari kematian.
Shin masih mengingat dengan jelas rasa sakit yang baru saja dia rasakan, benar-benar sesuatu yang mengerikan.
Meskipun Shin baru saja naik kultivasi dan energi Qi nya meningkat pesat, namun tubuhnya terasa lemas tidak bisa digerakkan.
Shin memejamkan mata bersamaan dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya perlahan.
Shin membuka matanya, sekarang terlihat matanya kembali cerah, penuh dengan kehidupan.
"Apa sebenarnya itu tadi?" Shin memijit kepalanya.
Dalam hatinya, Shin berharap tidak merasakan rasa sakit seperti itu lagi.
Itu pertama kalinya Shin merasakan hal yang membuatnya merasa lebih baik mati, rasa putus asa yang nyata.
Shin juga bingung kenapa tubuhnya tidak meledak setelah mendapatkan energi yang begitu kuat dari lima bola itu, dan juga kenapa kultivasinya hanya naik satu tahap saja, padahal lima bola energi itu mengandung kekuatan yang luar biasa besar.
Shin tidak mengetahui apa sebenarnya lima bola energi yang mengandung lima elemen itu, dan kenapa setelah lima bola itu masuk kedalam tubuhnya, dia sama sekali tidak merasakan apa-apa kecuali kultivasinya yang meningkat.
Shin melihat sekitarnya dan melihat jika kabut ungu sudah mulai mendekat kearahnya, tidak ada lagi yang menahan kabut ungu ke tempat ini karena lima bola energi itu sudah masuk kedalam tubuh Shin.
Kabut ungu sebelumnya menjauh namun kini mendekat, bahkan sudah mengenai rerumputan hijau membuat rumput itu langsung layu dan menguap seketika.
Tanaman-tanaman spiritual yang ada disana juga mulai layu dan menguap.
__ADS_1
Shin kemudian mengibaskan tangannya, menggunakan kekuatan angin lalu mencabut semua tanaman spiritual dari tanah.
Semua tanaman spiritual itu melayang kemudian masuk kedalam cincin penyimpanan Shin.
Shin menghela nafas, dia terlihat malas untuk bergerak, namun tidak punya pilihan lain.
Akhirnya Shin menciptakan lapisan ruang yang melindungi tubuhnya, disertai dengan susunan formasi untuk memperkuat lapisan ruang.
Tidak membutuhkan waktu lama, kabut asap ungu itu akhirnya menutupi seluruh area itu.
Shin masih berbaring ditanah yang kini sudah tandus tanpa rerumputan hijau seperti sebelumnya.
Shin menoleh kesamping, dimana kerangka tulang siluman itu berada.
"Yah, setidaknya aku tidak bernasib sama seperti siluman ini!" Shin pun bangkit berdiri lalu meregangkan tubuhnya "Aku harus cepat kembali, gadis itu mungkin akan bertindak sembrono jika aku terlalu lama"
Shin langsung melesat dengan kecepatan tinggi, keluar dari area Lembah Beracun.
***
Di luar area Lembah Beracun.
Xun masih menunggu dengan dilema dihatinya, benar-benar mengkhawatirkan Shin, takut terjadi sesuatu pada pemuda itu.
Jika sebelumnya Xun tidak mendengar teriakkan Shin maka dia tidak akan sekhawatir ini.
Sudah satu hari Shin masih belum kembali, tentu saja Xun khawatir, terlebih karena Shin melakukan hal ini semua karena dirinya.
Dia akan merasa bersalah jika Shin mati di dalam Lebah Beracun.
"Shin cepatlah kembali" batin Xun.
Tidak lama setelah itu, Xun melihat dari kejauhan sesosok orang keluar dari Lembah Beracun.
Wajahnya langsung berbinar karena mengetahui jika itu adalah Shin.
Xun berniat langsung terbang memeluk Shin, namun dia segera mengurungkan niatnya.
Xun mengusap air matanya, menghilangkan jejak jika dia pernah menangis sebelumnya.
Apa yang akan Shin katakan jika pemuda itu mengetahui dia mengkhawatirkannya.
Tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya Shin tiba di tempat Xun.
__ADS_1
Shin melayang turun mendarat mulus ditanah.