Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
146. Persetujuan.


__ADS_3

**(Mulai dari sini Author akan sedikit mempercepat alurnya)**


\=\=\=


Shin dan Xun masih berpeluang, sampai kemudian Xun teringat akan sesuatu, Xun pun melepaskan pelukannya.


"Tapi bukankah kau bilang sudah memiliki 7 calon istri?" Xun terlihat cemberut.


Jika Shin sudah memiliki 7 calon istri maka dirinya akan menjadi yang kedelapan, dia bahkan belum melihat seperti apa calon istri Shin yang lainnya.


"Ya, ini juga hal yang ingin aku tangannyakan pada mu! Apakah kau bisa menerima mereka juga nantinya?"


Xun menundukkan kepalanya, jujur saja dia sulit menerima hal itu "Apakah... kau tidak bisa meninggalkan mereka dan hanya hidup bersama ku?"


Shin menghela nafas ringan sambil tersenyum masam, lalu mengelus kepala Xun "Xun'er, aku tidak bisa meninggalkan mereka! Aku mencintaimu begitu juga dengan mereka...


Bayangan bagaimana perasaan mu saat orang yang kau cintai malah mengkhianati mu"


Xun tertegun mendengar perkataan Shin, dia membayangkan jika Shin meninggalkannya dengan wanita lain membuat hatinya terasa sakit.


"Baiklah, aku akan berusaha menerimanya" ucap Xun.


***


Setelah Shin pergi mencari Xun sebelumnya, Luo juga pergi untuk mencari keluarganya, meminta mereka berkumpul di ruang keluarga karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan.


Raja Yong, Guei, Han dan Yian menerima panggilan Luo, mereka tidak mengetahui hal penting apa yang ingin Luo sampaikan namun mereka tetap datang.


Shin juga ikut datang bersama Xun, karena masalah ini berkaitan dengan mereka berdua.


Xun masih sangat khawatir jika keluarganya marah karena hal ini.


Semua orang sudah datang, duduk di kursi yang melingkari sebuah meja panjang setinggi setengah meter.


Beberapa makanan dan minuman juga sudah disiapkan diatas meja.


Xun menundukkan kepalanya, tidak berani melihat wajah keluarganya.


"Tenanglah!" Shin duduk di samping Xun, memegang tangan gadis itu.

__ADS_1


Raja Yong dan yang lainnya tampak bingung melihat Xun seperti itu, terutama Han, beberapa jam yang lalu dia meninggalkan Shin untuk berlatih alkimia bersama Xun, namun sepertinya ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.


"Luo'er, hal penting apa yang ingin kau bahas?" Raja Yong bertanya.


"Ini..." Luo menoleh kearah Shin "Berkaitan dengan saudara Shin dan Xun'er!"


Raja Yong dan yang lainnya pun menoleh kearah Shin.


Shin sendiri masih terlihat santai meskipun dia cukup tegang.


"Saudara Shin sebaiknya kau sendiri yang menceritakannya!" ucap Luo.


"Baiklah!" Shin pun menceritakan kejadian sebelumnya, tentang pertaruhan antara dirinya dan Xun.


beberapa menit kemudian...


Semua orang terdiam tidak tau harus berkata apa, mereka mendengar cerita Shin dari awal sampai akhir tanpa memotong.


Disatu sisi mereka kagum dengan Shin yang sangat berbakat dalam alkimia, namun di sisi lainnya mereka marah dengan apa yang Shin lakukan.


Mereka juga tidak menyangka Xun akan membiarkan Shin menyentuh telinganya.


Xun'er hanyalah seorang gadis polos dan kau mengambil kesempatan ini untuk memanfaatkannya!"


Yian adalah seorang wanita, dan yang lebih penting dirinya adalah ibu Xun, jadi wajar saja jika dia marah karena kehormatan putrinya telah disentuh oleh Shin.


"Aku tau aku salah! Tapi sebelumnya aku tidak mengetahui tentang arti telinga untuk para Elf, sebelum saudara Luo menjelaskannya pada ku, jika aku mengetahuinya maka aku pasti tidak akan melakukannya! Meskipun begitu aku akan tetap minta maaf dan akan bertanggung jawab!" Shin berkata dengan tegas.


Mereka semua pun terdiam, karena Shin yang melakukan hal ini maka mereka tidak tau harus memutuskan seperti apa.


Karena menurut peraturan seharusnya Shin dibunuh, namun tidak mungkin mereka membunuh Shin karena jasa Shin terhadap ras Elf sudah tidak terukur.


"Lalu Shin, bagaimana kau akan bertanggung jawab?" tanya Raja Yong.


"Aku akan menikahi Xun'er!" jawab Shin dengan tegas.


Raja Yong dan yang lainnya sedikit melebarkan mata, sebenarnya mereka juga berpikir jika Shin harus menikahi Xun untuk bertanggung jawab.


"Apakah kau ingin menikahi Xun'er hanya karena untuk bertanggung jawab?" tanya Guei.

__ADS_1


"Tidak hanya itu, aku ingin menikahi Xun'er karena aku memang mencintainya, selain itu Xun'er juga memiliki perasaan yang sama dengan ku!" Shin melirik kearah Xun sambil tersenyum hangat, membuat gadis itu menunduk malu.


"Kalau begitu aku bisa tenang" Guei tersenyum, dia merasa lega mendengar jawaban Shin.


"Tapi Shin, bukankah kau bilang sebelumnya jika sudah memiliki 7 calon istri? Apakah kau bisa memperlakukan Xun dengan baik tanpa membedakannya dengan para calon istri mu yang lainnya?" tanya Yian.


"Yian'er, aku rasa kau sudah mengetahui seperti apa sifat Shin, tidak mungkin Shin memperlakukan Xun dengan buruk! Shin adalah pria yang baik dan bertanggung jawab!" Guei menjawab, dia sudah sangat yakin dengan sifat dan kepribadian Shin tidaklah buruk.


"Ya, sepertinya aku memang terlalu khawatir soal itu! Tapi Xun'er, apakah kau yakin bisa berbagi suami dengan wanita lain?" tanya Yian.


"Aku yakin ibu" jawab Xun.


"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan! Shin akan menikahi Xun bulan depan!" ucap Raja Yong.


Shin bereaksi mendengar itu "Tunggu dulu yang mulia..."


"Jangan panggil aku yang mulia lagi, kita sekarang adalah satu keluarga jadi kau bisa memanggilku kakek!" ucap Raja Yong.


"Baiklah kakek! Tapi aku rasa itu terlalu terburu-buru! Hal ini masih belum di ketahui oleh para calon istri ku di Benua Langit! Jadi aku harus memberitahu mereka dulu, selain itu aku sudah memutuskan jika tidak akan menikah dulu sebelum masalah di Benua Langit terselesaikan!" ucap Shin.


"Kalau memang seperti itu maka kami tidak akan memaksa" Raja Yong menghargai keputusan Shin.


***


Setelah menemukan keputusan yang tepat untuk masalah itu, keesokan harinya, Shin kembali melanjutkan latihan alkimia nya.


Shin sangat rajin melatih teknik alkimia nya.


Semua hal yang dibutuhkan dalam alkimia sudah dimiliki oleh Shin.


Pengendalian elemen api yang sangat mendalam membuatnya lebih mudah dalam menyuling pil.


Selain itu untuk membuat pil yang lebih bagus diperlukan kekuatan jiwa yang kuat. Kekuatan jiwa sangat diperlukan untuk mengetahui situasi di dalam tungku dan lebih mudah mengatur suhu api di dalamnya.


Sebagai seorang ahli formasi, Shin pastinya memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat.


Dalam satu bulan ini Shin terus berlatih menyuling berbagai macam jenis pil dari tingkat satu sampai tingkat 4.


Meskipun Shin memang sangat jenius, namun tetap saja dia mendapatkan beberapa kali kegagalan dalam menyuling pil.

__ADS_1


Dalam satu bulan Shin sudah menjadi alkemis tingkat 4 yang dapat membuat Pil tingkat 4 berkualitas tinggi.


__ADS_2