Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
74. Tercapainya Sebuah Harapan


__ADS_3

"Apakah sampai disini saja?" Shin melihat tubuh pemimpin High Orc yang kini terbaring lemah ditanah.


"Kau... apa sebenarnya... tujuan mu...?" tanya pemimpin High Orc dengan nada lemas tidak bertenaga.


"Bukankah sudah ku bilang, aku menginginkan barang milik Raja High Orc!" Shin menciptakan sebuah pedang Qi ditangannya "Sebagai rasa terima kasih karena telah membantu ku melatih kekuatan naga, aku akan memberi mu kematian yang cepat!"


Pemimpin High Orc itu tersenyum tipis, sama sekali tidak merasa takut akan kematian yang sebentar lagi dia terima "Aku akan merasa bangga jika mati ditangan seseorang yang lebih kuat dari ku!"


"Kalau begitu kau bisa mati dengan tenang!" Shin langsung menebas leher pemimpin High Orc hingga kepalanya terputus, membuat pemimpin High Orc langsung mati seketika.


Shin melambaikan tangannya, seketika sebuah liang makam tercipta, dia kembali melambaikan tangannya membuat mayat Pemimpin High Orc melayang masuk kedalam liang makam, dan liang makam itu langsung tertimbun tanah setelah Shin mengibaskan tangannya.


Shin kemudian menoleh kearah para High Orc lainnya yang kini terdiam kaku ditempat semua, menatap Shin dengan penuh ketakutan.


Para High Orc itu langsung terbang kebawah dan mendarat didepan Shin dalam posisi berlutut.


"Tolong ampuni kami tuan, kami akan memberi mu barang ini asalkan tuan melepaskan kami" High Orc yang membawa karung panjang yang entah isinya apa itu meletakkan katung panjang itu didepan.


Para High Orc itu sama sekali tidak berani melawan, pemimpin mereka saja yang berada ditingkat Martial Saint kalah oleh manusia ini, bagaimana dengan mereka yang hanya berada ditingkat Martial Monarc.


Mereka hanya akan menyerahkan nyawa jika melawan, mati dengan sangat konyol, jadi lebih baik mereka menyerah dan memberikan apa yang Shin inginkan.


Shin melihat para High Orc itu, dia berpikir jika diantara mereka memang tidak ada masalah sama sekali, jadi tidak ada alasan bagi Shin untuk membunuh mereka semua.


"Baiklah, lagi pula membunuh kalian sama sekali tidak ada artinya! Kalian bisa pergi!" ucap Shin.


"Terima kasih Tuan!" para High Orc itu langsung terbang pergi.


Shin menatap karung panjang itu, dia bisa mengetahui jika ada kehidupan didalamnya dari aura tidak asing yang dia rasakan didalam karung panjang itu.


"Baiklah, mari kita lihat apa sisi didalamnya" tangan Shin mengeluarkan api, kemudian dilemparkan kearah karung panjang, membuat karung itu terbakar hangus dengan cepat tanpa mengenai isinya.

__ADS_1


Mata Shin langsung melebar setelah melihat isi dari karung panjang itu, dia tidak pernah menduga akan melihat hal seperti ini dalam hidupnya.


Ternyata isi dari karung itu adalah seorang gadis cantik bagaikan bidadari dengan rambut pirang panjang yang, yang berusia sekitar 16 sampai 17 tahun, terlihat seperti sedang tertidur lelap.


Namun bukan itu yang menjadi perhatian Shin, melainkan telinga gadis itu yang berbeda dengan manusia, telinganya berbentuk panjang dan terlihat runcing.


"Elf!" ucap Shin tanpa sadar, masih terpukau melihat kecantikan gadis Elf itu.


Pantas saja Shin merasakan aura yang tidak asing, ternyata itu adalah aura Elf.


Seorang gadis Elf yang memiliki kulit putih mulus tanpa cacat, wajah cantik jelita, rambut pirang panjang dan yang paling penting, telinga runcing yang membuat gadis Elf itu memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh wanita dari ras manusia.


Sebelumnya di dunia terkutuk, Shin memang sering melihat para gadis Elf, namun tubuh mereka berotot yang membuat wajah cantik mereka seketika hilang dimata Shin.


Namun sekarang gadis Elf yang ada didepan mata Shin sangat sesuai dengan Elf yang selama ini dia bayangkan.


Gadis Elf normal yang memiliki tubuh langsing, dan juga cukup besar, tidak terlalu kecil, pas digenggaman.


Dari dulu, Shin berharap bisa menyentuh telinga runcing gadis Elf cantik seperti di animasi yang dia tonton.


Namun harapannya itu seketika hancur setelah dipanggil ke dunia terkutuk, dia tidak pernah lagi berharap bisa menyentuh telinga gadis Elf cantik karena para gadis Elf disana semuanya berotot kekar.


Dan sekarang harapan Shin untuk menyentuh telinga gadis Elf kembali muncul, dia sangat ingin menyentuhnya, tatapan Shin sudah terpaku pada telinga runcing gadis Elf didepannya.


"Aku harap ini bukan mimpi" ucap Shin kemudian tangannya bergerak kearah telinga gadis Elf yang masih tertidur pulas.


Shin menelan ludahnya, ada sedikit keraguan dihatinya.


Bagaimana jika gadis Elf ini bangun nanti?


Namun sesaat kemudian Shin tidak lagi mempedulikan hal itu atau hal lainnya, dia sudah tidak tahan ingin menyentuh telinga gadis Elf itu.

__ADS_1


Tangan Shin terus bergerak semakin mendekat, sampai akhirnya tangan Shin menyentuh telinga gadis Elf itu.


Shin mulai mengelusnya.


"Sangat lembut!" Shin terus mengelus telinga gadis Elf itu.


Kelembutan dan kehalusan telinganya membuat Shin ingin terus mengelus telinga gadis Elf itu.


Sampai kemudian kantung mata gadis Elf terlihat bergerak, begitu juga dengan jari-jari tangannya, namun Shin tidak menyadari hal itu karena terlalu terbuai dengan kelembutan dan kehalusan telinga gadis Elf.


Beberapa saat kemudian, mata gadis Elf mulai terbuka, sampai akhirnya terbuka sepenuhnya, namun dia masih dalam kondisi setengah sadar.


Hal pertama yang gadis Elf itu lihat adalah wajah tampan dari seorang pemuda yang tidak lain adalah Shin.


Sesaat kemudian, kesadaran gadis Elf kembali sepenuhnya, dia pun menyadari jika pemuda itu sedang mengelus telinganya.


"KYAAA...!!" Gadis Elf langsung bergerak menjauh, menggunakan kedua kaki untuk mendorong tubuhnya kebelakang, sampai punggungnya menabrak batang pohon tumbang dibelakangnya.


"Kau... kau... siapa kau..." gadis Elf menutup telinga kanannya dengan kedua tangannya yang dari tadi disentuh Shin.


Mata gadis Elf mulai berkaca-kaca seperti ingin menangis.


"Apa yang telah kau lakukan pada ku?" tanya gadis Elf dengan air mata yang sudah mengalir keluar, berpikir jika Shin sudah berbuat yang tidak-tidak pada dirinya.


"Tunggu dulu nona Elf, jangan salah paham, tadi aku hanya..." Shin terlihat berpikir sejenak untuk mencari alasan "Membersihkan debu ditelinga mu"


Gadis Elf masih menutup telinga kanannya dengan kedua tangan, masih menangis, sama sekali tidak merasa tenang setelah mendengar perkataan Shin.


Shin menghela nafas "Nona Elf, aku tadi menyelamatkan mu dari para High Orc yang menculik mu! Apakah kau mengingat hal terakhir yang terjadi sebelum kau pingsan?"


Gadis Elf sedikit tertegun mendengar perkataan Shin, dia tidak mengingat apa-apa tentang dirinya yang diculik.

__ADS_1


Dia hanya mengingat jika dirinya sebelumnya pergi keluar untuk mencari tanaman obat dan setelah itu dia tidak mengingat apa-apa.


__ADS_2