
Selama 1 Minggu Shin dan Xun terbang dengan kecepatan tinggi, akhirnya mereka sampai di Provinsi Pedang Ilahi.
Xun sangat ingin pergi jalan-jalan untuk melihat tradisi dari rasa manusia, namun dia sadar sekarang bukanlah saatnya.
Hal seperti itu masih bisa dilakukan dilain waktu.
Shin dan Xun terus terbang, hingga dua hari kemudian mereka berdua sampai di Sekte Pedang Ilahi.
Xun dapat melihat susunan formasi raksasa yang melindungi Sekte Pedang Ilahi, meskipun sangat besar namun masih tidak seluas dan sekuat Formasi Dewa Langit ras Elf.
"Wooow! Ternyata benar ada susunan formasi yang sangat besar disini!" Xun menatap Formasi 4 Arah Mata Angin dengan kagum
Memang semua hal yang berkaitan dengan manusia selalu membuat Xun kagum.
"Baiklah Xun'er, Ayo kita turun!" Shin pun melayang turun diikuti oleh Xun, mendarat tidak jauh dari gerbang Sekte Pedang Ilahi.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Shin melepaskan topengnya. Karena sekarang dalam kondisi perang, maka hal-hal seperti menyembuhkan penampilan akan sangat sensitif yang pastinya akan membuat kecurigaan.
Shin sudah membunyikan kultivasinya sehingga orang-orang akan melihat dia berada ditingkat Martial Anchestor tahap 1, bahkan jika itu kultivator tingkat Martial Saint sekalipun tidak akan mampu melihat kultivasi Shin yang asli.
Xun juga melakukan hal yang sama dengan Shin.
Ada sekitar 5 orang yang menjadi penjaga di luar gerbang, paling kuat berada ditingkat Martial Anchestor tahap akhir.
Para penjaga itu mengerutkan kening saat melihat Shin, mereka merasa jika wajah Shin tidak asing namun tidak mengingat dimana mereka pernah melihatnya.
Wajah tampannya dengan kulit putih halus bisa membuat para wanita iri, apa lagi mereka sebagai seorang pria.
Melihat kesamping Shin, para penjaga menemukan seseorang lagi namun tidak melihat penampilannya dengan jelas karena jubah bertedung yang orang itu gunakan.
Hal ini langsung membuat mereka waspada.
"Maaf bisakah kau menunjukkan tanda pengenal mu?" tanya salah satu penjaga.
"Ini!" Shin melemparkan sebuah token yang membuktikan jika dirinya adalah murid Sekte Pedang Ilahi.
Penjaga itu mengangguk lalu mengembalikan token itu pada Shin "Lalu bagaimana dengan orang yang ada disana?" penjaga itu melihat kearah Xun.
"Teman, sebelumnya kami bertarung melawan musuh dan dia kehilangan tokennya, selain itu wajahnya terluka parah karena itulah dia menyembunyikan wajahnya!" Shin tidak memiliki cara lain selain berbohong, karena tentu saja Xun tidak memiliki token murid.
"Maafkan aku, tapi siapa pun yang tidak memiliki tanda pengenal maka tidak diperbolehkan untuk masuk! Ini sudah menjadi peraturan yang tidak bisa dilanggar!" ucap penjaga itu dengan tegas.
__ADS_1
Shin sudah menduga hal ini, dia tidak marah melainkan memuji penjaga itu dalam hati karena mematuhi peraturan yang ada.
"Kalau begitu begini saja! Aku memiliki kenalan, bagaimana jika membawa kami masuk dan kenalan ku itu dapat menjamin jika kami adalah anggota Sekte Pedang Ilahi!" ucap Shin.
"Memangnya siapa kenalan mu itu? Jika itu seorang murid biasa maka tidak dapat menjaminnya!"
"Aku rasa kau sudah mengetahuinya, dia bernama Yin Litian!"
Mata para penjaga itu melebar mendengar itu, mereka tentu saja mengenal Yin Litian, salah satu murid paling berbakat di Sekte Pedang Ilahi.
"Apa kau sungguh mengenal Yin Litian?" tanya penjaga itu dengan nada yang sedikit lebih sopan.
"Ya, kami adalah saudara seperjuangan! Jika kalian tidak percaya cukup bawa saja kami bertemu dengannya, jika saudara Litian tidak mengenal ku maka kami siap menerima hukuman! Lagi pula dengan kultivasi kami yang berada ditingkat Martial Anchestor tahap 1, masalah apa yang bisa kami buat"
Penjaga itu berpikir sejenak, jika pemuda didepannya memang benar kenalan Yin Litian maka dia akan menanggung konsekuensinya, namun jika pemuda ini bukan kenalan Yin Litian maka dia tidak akan mendapatkan masalah apa-apa.
Jadi dari pada mengambil resiko, penjaga itu memutuskan untuk membawa kedua orang ini masuk.
"Baiklah, kami akan membawa kalian berdua masuk! Tapi jika kalian berbohong maka tidak ada yang bisa menjamin nyawa kalian bisa selamat!"
"Aku mengerti!"
Shin dan Xun pun di bawa masuk oleh satu penjaga yang berada ditingkat Martial Anchestor tahap akhir.
***
Yin Litian menyerang dengan kecepatan tinggi, melesat bagaikan angin, menyerang Tetua Agung.
Tetua Agung masih dengan santai menghadapi Yin Litian, bergerak secepat kilat, membalas dan menangkis serangan Yin Litian.
Suara dentingan pedang terus terang disertai dengan gelombang ledakan terus menerus. Benturan antara gelombang angin dan kilatan petir membuat fluktuasi energi yang menyebabkan beberapa retakan pada lapangan latihan.
Pertarungan mereka berlangsung selama beberapa jam, sampai kemudian mereka mengakhiri latihan.
"Ilmu pedang mu lagi-lagi mengalami peningkatan! Yin Litian, aku rasa tidak akan lama lagi sampai kau bisa melampaui ku!" Tetua Agung tersenyum bangga.
"Guru terlalu memuji, murid ini masih jauh untuk mengejar kekuatan guru!" Yin Litian menangkupkan tangannya.
Sesaat kemudian, mereka berdua merasakan 3 aura yang memasuki wilayah kediaman Tetua Agung.
Dari aura yang mereka rasakan, ada satu aura yang terasa tidak asing namun sangat samar yang membuat Yin Litian dan Tetua Agung tidak dapat mengenali siapa pemilik aura itu.
__ADS_1
Satu lagi adalah anggota Sekte Pedang Ilahi dan yang terakhir bahkan mereka berdua tidak mengenalinya sama sekali.
"Apakah guru juga bisa merasakannya?" tanya Yin Litian
"Ya, ada tiga aura yang datang! Satu anggota sekte, satu lagi tidak diketahui dan yang terakhir tidak asing namun sangat samar!" jawab Tetua Agung.
"Apakah 'Dia' sudah kembali?" ucap Yin Litian.
"Saat pergi 2 tahun lalu dia berada ditingkat Martial Monarc, namun aura itu hanya berada ditingkat Martial Anchestor tahap 1" balas Tetua Agung.
***
Shin dan Xun sudah memasuki area kediaman Tetua Agung.
Shin tersenyum, dia melihat sekitarnya yang tidak berubah sama sekali sejak terakhir kali dia datang.
Penjaga yang mengantarkan Shin bertanya pada penjaga kediaman Tetua Agung, menanyakan tentang keberadaan Yin Litian.
Setelah mengetahui keberadaan Yin Litian, penjaga itu mengantarkan Shin menuju halaman latihan.
Saat memasuki gerbang halaman latihan, Shin langsung melihat Yin Litian dan Tetua Agung yang juga melihat kearahnya.
Kedua orang itu sangat terkejut melihat kedatangan Shin, mereka melihat Shin tampak jauh lebih tampan dari sebelumnya.
Wajah terkejut Yin Litian bertahan selama beberapa saat sebelum menatap Shin dengan tajam kemudian melompat menyerang Shin.
Shin tersenyum tipis sebelum melesat menyerang Yin Litian.
Penjaga itu terkejut menyaksikan hal ini "Jadi kalian adalah penyusup!!"
Penjaga itu mengeluarkan pedangnya lalu diarahkan pada Xun.
Penjaga itu berniat langsung menyerang Xun namun tiba-tiba Tetua Agung muncul di samping penjaga.
"Hentikan!" Tetua Agung menghentikan penjaga itu.
"Tapi...Tetua Agung...!"
Belum sempat penjaga itu menyelesaikan kalimatnya, Tetua Agung sudah memotong.
"Tenang saja, mereka bukan penyusup, kau bisa pergi dan melanjutkan pekerjaan mu!"
__ADS_1
"Baik Tetua Agung!" Penjaga itu menangkupkan tangannya sebelum beranjak pergi dari sana.