
Petir-petir yang terpusat di satu titik itu kini sudah membentuk kepala serigala raksasa.
*Rroooaaarrrhhh...!!
Kepala naga petir raksasa itu meraung keras, bersamaan dengan serigala petir yang langsung menyambar tubuh Xun.
*JEDDEEERRR...!!
*BOOOOMMMM...!!!
Ledakan dahsyat terjadi, membuat tanah berguncang bagaikan gempa.
Meskipun begitu, Xun masih tidak terluka sama sekali, serangan sedahsyat itu masih tidak mampu menembus aura pelindung miliknya.
Tidak berhenti sampai disana, kini aliran petir terpusat di beberapa titik pada awan hitam.
Suara guntur terus terdengar menggelegar kesegala arah.
Dari jarak yang jauh dari tempat Xun menerima hukum kesengsaraan, serigala berkepala dua yang merupakan penguasa hutan itu melihat fenomena hukum kesengsaraan Xun.
Dia merasa ngeri melihat hukum kesengsaraan itu.
"Hukum kesengsaraan macam apa itu? Benar-benar mengerikan! Intensitas energinya bahkan membuat ku yang berada dalam jarak jauh masih merasa merinding!" Serigala berkepala dua menatap ngeri kearah kejauhan, dimana awan hitam berkumpul "Siapa sebenarnya yang sedang menerima hukum kesengsaraan itu?"
Selama ini kejadian seperti itu sudah biasa di Benua Kegelapan, karena memang banyak hewan spiritual yang mencapai tingkat Martial Saint mendapatkan hukum kesengsaraan mereka.
Namun ini pertama kalinya serigala berkepala dua melihat hukum kesengsaraan yang begitu mengerikan seperti itu.
Bahkan dia tidak berani mendekat kesana meskipun dia merupakan penguasa wilayah ini.
Sementara itu, Shin sendiri tidak merasa ngeri dengan hukum kesengsaraan itu, karena dia sama sekali tidak mengetahui jika hukum kesengsaraan Xun tidak seperti pada umumnya.
Xun sudah berkali-kali disambar oleh petir serigala raksasa, namun masih tidak ada yang bisa menembus aura pelindung miliknya.
"Sepertinya kekuatan yang melindungi Xun itu adalah kekuatan milik wanita itu! Aku bisa merasakan aura yang sama" gumam Shin dalam hati "Siapa sebenarnya wanita itu? Apakah mungkin Xun adalah reinkarnasi dari wanita itu"
Shin terus memikirkan hal itu selama beberapa saat sebelum kemudian, Shin mendongak ke langit, melihat jika terlihat suatu perubahan pada aliran petir pada awan hitam itu.
Aliran petir itu berubah menjadi warna ungu.
"Apa yang terjadi?" gumam Shin merasa jika sepertinya hukum kesengsaraan Xun sudah melebihi batas normal.
__ADS_1
Ini baru pertama kalinya Shin melihat petir warna ungu yang terbentuk secara alami oleh alam.
Sekarang Shin kurang yakin apakah Xun mampu bertahan dari hukum kesengsaraannya atau tidak.
*JEDDEEERRR...!!
Satu sambaran petir ungu menyambar Xun dengan ganas, membuat ledakan yang lebih keras dari sebelumnya.
Petir-petir ungu lainnya segera menyusul menyambar Xun secara terus menerus tanpa henti.
Sampai beberapa menit kemudian, sambaran petir ungu berakhir.
Shin melihat aura pelindung Xun yang tadinya sangat kokoh, kini terlihat mengalami keretakan di beberapa bagian.
Jika sambaran petir seperti kembali terjadi maka Shin tidak yakin Xun dapat bertahan.
"Apakah aku harus membantunya" gumam Shin merasa ragu untuk membantu Xun, takut sesuatu yang buruk terjadi nanti.
Sesaat kemudian Shin mendongak keatas, melihat jika kejadian seperti sebelumnya kembali terjadi.
Aliran petir ungu memusat dalam satu titik, mengumpulkan intensitas energi yang mengerikan.
Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda, aliran petir itu tidak membentuk kepala serigala namun kepala harimau.
Kepala harimau petir itu meraung keras, kemudian langsung menyambar Xun.
Ledakan keras terjadi membuat tanah berguncang hebat.
Area di tempat itu kini sudah benar-benar hancur total, kawah besar dengan cekungan yang sangat dalam terbentuk akibat ledakan yang terjadi secara terus menerus.
Shin kali ini dapat melihat jika aura pelindung Xun sudah hancur, namun sepertinya hukum kesengsaraannya masih belum berakhir.
Kali ini aliran petir ungu itu memusat di beberapa titik yang membentuk kepala harimau.
"Gawat!!" Dengan cepat, Shin bergerak melesat kesamping Xun lalu membuat pelindung yang berbentuk kubus dari hukum ruang.
Shin berpikir ini masih belum cukup untuk menahan sambaran petir itu secara terus menerus, jadi Shin segera mengaktifkan tanda jiwanya.
Dia kemudian melakukan segel tangan, melapisi pelindung hukum ruang dengan susunan formasi yang kuat.
"Seharusnya ini sudah cukup! Aku harap tidak terjadi sesuatu yang diluar dugaan!" ucap Shin "Aku tidak menyangka akan menjadi sangat merepotkan seperti ini!"
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama sampai sambaran petir ungu menyambar kearah Xun, namun tentu saja tidak mengenai gadis Elf itu karena sudah dilindungi oleh Shin.
Sambaran petir ungu berbentuk kepala harimau itu terus berlangsung sampai belasan menit, sampai akhirnya tidak lagi terjadi.
Namun tiba-tiba, aliran petir ungu kini memusat di satu titik namun energi yang terpusat sangatlah besar, jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Sepertinya langit tidak terima dengan hal ini" ucap Shin namun masih tetap tenang, karena merasa yakin dengan kekuatannya yang mampu menahan serangan petir macam apapun.
Kali ini petir ungu yang terpusat membentuk kepala naga raksasa yang meraung keras.
Shin melihat jika tatapan naga petir itu seakan menatapnya dengan tajam dan penuh ***** membunuh.
Sampai kemudian, naga petir itu langsung menyambar kubus ruang.
Ledakan yang jauh lebih keras dari sebelumnya terjadi, membuat kawah yang sebelumnya besar, kini menjadi sangat besar.
Meskipun dengan kekuatan serangan yang begitu kuat, masih belum mampu menghancurkan kubus ruang milik Shin.
Ini juga disebabkan karena Shin yang menggunakan tanda jiwa untuk memperkuat pertahanan kubus ruang.
"Sepertinya itu adalah serangan terakhir!"
Awan hitam pun mulai memudar memperlihatkan langit biru sebagaimana biasanya.
Shin menghela nafas lega "Akhirnya selesai juga"
Tanda jiwa di kening Shin menghilang bersamaan dengan menghilangnya kubus ruang yang melindungi mereka.
Shin melihat kearah Xun yang masih melayang di udara dalam kondisi tidak sadarkan diri, terlihat masih sedang tertidur pulas.
Sesaat bayangan wanita cantik yang sebelumnya Shin temui muncul di wajah Xun.
"Xun, siapa dirimu sebenarnya? Dan juga siapa diri ku yang sebenarnya?"
Shin berpikir jika Xun merupakan reinkarnasi dari wanita yang sebelumnya dia temui, maka mungkin dirinya merupakan reinkarnasi dari seseorang yang dahulu dikenal oleh wanita itu.
Karena sepertinya wanita itu sangat mengenal dirinya.
Shin menghela nafas "Memikirkan semua itu membuat kepala ku pusing! Lebih baik untuk saat ini aku membawa Xun pergi karena sepertinya hukum kesengsaraannya barusan telah menarik perhatian banyak hewan spiritual dan makhluk lainnya untuk datang!"
Shin bisa merasakan dari jarak yang jauh, para hewan spiritual mulai berdatangan dan juga Shin merasakan ada juga para High Orc yang datang.
__ADS_1
Dengan hukum kesengsaraan yang begitu dahsyat, sudah pasti akan menarik perhatian banyak penghuni Benua Kegelapan untuk datang melihat siapa gerangan yang telah mendapatkan hukum kesengsaraan itu.
Shin pun menyambar tubuh Xun lalu membawanya pergi.