
Xu Huang benar-benar terkejut melihat siapa yang datang menolongnya, dia tentu saja tau siapa gadis cantik itu.
Salah satu diantara jenius di Sekte Pedang Ilahi, Bai Lian.
Hal yang membuat Xu Huang terkejut sekaligus bingung adalah kultivasi Bai Lian yang berada ditingkat Martial Saint tahap awal, meskipun satu tahap di bawahnya namun kekuatan gadis itu sepertinya jauh berada diatas dirinya.
Bisa diketahui dari serangan kuat Bai Lian yang mampu mementalkan Tetua Lei Huo hanya dalam sekali serangan.
Sebelumnya Xu Huang mendengar jika Bai Lian sedang pingsan karena baru saja menerobos ketingkat Martial Monarc, namun bagaimana bisa gadis itu meningkat kultivasinya hanya dalam hitungan hari.
"Salam senior Huang" Bai Lian menangkupkan tangannya.
Xu Huang pun tersadar dari lamunannya dan membalas salam Bai Lian dengan sedikit membungkuk.
"Bai Lian, apa yang terjadi pada mu!" Xu Huang sedikit waspada, karena dia melihat mata Bai Lian sangat dingin sedingin es, apa lagi suaranya tadi benar-benar datar tidak seperti Bai Lian yang Xu Huang kenal.
Xu Huang berpikir Bai Lian mungkin telah dirasuki sesuatu sehingga kultivasinya meningkat.
"Tidak perlu waspada senior Huang! Aku tidak seperti yang senior Huang pikirkan, aku memang Bai Lian dan bukan orang lain" Ucap Bai Lian, masih dengan suara sedingin es.
"Siapa yang tidak akan berpikir jika kau adalah orang lain dengan kondisi mu saat ini?" gumam Xu Huang dalam hati, masih tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Aku tau itu, tapi memang seperti ini diri ku sekarang!" ucap Bai Lian.
Mata Xu Huang melebar, padahal dia tadi tidak mengucapkan apa-apa hanya bergumam dalam hati namun sepertinya Bai Lian mengetahui apa yang dia pikirkan.
"Apakah dia bisa membaca pikiran?" Xu Huang bergumam dalam hati.
"Tidak! Tapi itu terlihat jelas dari wajah senior Huang"
Perkataan Bai Lian kembali membuat Xu Huang terkejut, jadi Bai Lian bisa menebak isi pikiran orang lain hanya dengan melihat ekspresinya saja.
Seharusnya hal itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah hidup sangat lama dan sudah melihat berbagai macam jenis orang dan melihat pasang surutnya kehidupan.
Bahkan dirinya yang sudah hidup ratusan tahun tidak bisa menebak isi pikiran seseorang hanya dari ekspresinya.
"Maaf senior Huang, tapi aku tidak bisa menjelaskan kondisi ku saat ini!" Bai Lian sedikit membungkuk, lalu melihat kesuatu arah.
__ADS_1
Matanya yang dingin melihat kearah kejauhan.
Bai Lian memejamkan matanya "Aku ingin segera bertemu dengannya, entah sudah berapa tahun terlewatkan sejak saat itu!..
Yah! Meskipun sebelumnya aku sudah sering bertemu dengannya, bahkan sekarang menjadi kekasihnya!" Senyum tipis terlihat di wajah Bai Lian yang dingin "Tapi aku ingin bertemu langsung dengannya dengan diri ku yang sekarang!"
Bai Lian membayangkan wajah orang yang ingin dia temui "Dia sekarang juga sudah berubah, dulu dia sama sekali tidak pernah memikirkan tentang wanita karena fokus dengan tujuannya! Namun sekarang sudah sangat banyak wanita disampingnya" Bai Lian tiba-tiba tersenyum mengerikan "Jika itu dulu sudah pasti aku penggal kepalanya!"
Tubuh Xu Huang gemetar melihat senyuman Bai Lian, entah kenapa senyuman itu membuatnya merasakan tekanan tersendiri.
"Aku harus membereskan para sampah ini terlebih dahulu!" Bai Lian membuka matanya, dia melihat kearah kawah yang sebelumnya terbentuk karena Tetua Lei Huo menghantam tanah.
Sesaat kemudian, Tetua Lei Huo melesat keluar dari kawah itu, menatap tajam Bai Lian yang menatapnya dengan dingin.
"Siapa kau?! Beraninya kau menyerang ku secara diam-diam!!" Tetua Lei Huo berteriak marah.
"Seorang manusia yang berubah menjadi siluman demi mendapatkan kekuatan! Makhluk seperti mu sangat menjijikkan! Kau tidak pantas hidup di dunia ini!" Bai Lian berkata dengan dingin sambil mengacungkan tombaknya.
"Hahaha! Memangnya kau pikir kau siapa?! Kau begitu sombong hanya karena berhasil menyerang ku secara diam-diam!! Kau pikir bisa mengalahkan ku dengan kultivasi tingkat Martial Saint tahap awal?!" Tetua Lei Huo meremehkan Bai Lian.
Bai Lian tidak berkata apa-apa, dari ujung mata tombaknya tiba-tiba mengeluarkan kilatan cahaya sebesar jari telunjuk.
"Ghouk!" Tetua Lei Huo memuntahkan seteguk darah hitam dengan mata melotot, tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Tiba-tiba Bai Lian menghilang lalu muncul di depan Tetua Lei Huo "Apakah sekarang kau percaya jika aku bisa membunuhmu?"
Tetua Lei Huo terdiam, menatap mata dingin Bai Lian yang membuat tubuhnya gemetaran.
Jantungnya sudah tembus, hanya tinggal menunggu waktu sampai dia mati. Sebelumnya Tetua Lei Huo berpikir akan meledakkan diri, namun setelah melihat mata Bai Lian, tubuhnya seakan membeku, tidak bisa melakukan apa-apa.
Ini pertama kalinya Tetua Jing Hu melihat tatapan yang begitu mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari Lui Meiyu saat sedang marah.
Bai Lian menebaskan tombaknya, memotong leher Tetua Lei Huo, membuatnya mati seketika.
Bai Lian kembali melihat kearah kejauhan kemudian bergumam "Shin Gege, kali ini aku tidak akan melepaskan mu!"
Di kehidupan sebelumnya dirinya hanya dianggap sebagai adik oleh Shin, itu membuat hati Bai Lian sakit, namun dia berpikir selama terus bersama Shin maka itu tidak masalah baginya.
__ADS_1
Tapi seiring mereka bersama, Shin terus melindunginya dan membuat Bai Lian merasa tidak berguna karena selalu menjadi beban bagi Shin.
Akhirnya Bai Lian memutuskan untuk meninggalkan Shin.
Dalam perjalanannya, dia mendapatkan banyak rintangan, bertemu berbagai jenis orang.
Bai Lian mendapatkan keberuntungan yang bagus dengan menemukan Tombak Naga Langit dalam perjalannya di sebuah tempat rahasia.
Tombak Naga Langit adalah salah satu pusaka tertinggi di Alam Surgawi, tombak itu dibuat dari sebuah Twilight Orb dan tulang punggung leluhur naga kuno.
Twilight Orb adalah sebuah benda dengan kekuatan luar biasa yang sudah ada semenjak terbentuknya alam semesta ini.
Bisa dibilang Twilight Orb adalah perwujudan dari masing-masing jenis kekuatan terbesar yang ada di alam semesta.
Ada berbagai jenis Twilight Orb di alam semesta ini dan benda ini sangatlah langka.
Banyak sekali kultivator di Alam Surgawi yang mencari keberadaan Twilight Orb ini.
Karena itulah setelah para Kultivator mengetahui tentang Tombak Naga Langit berada di tangan Bai Lian, semua kultivator mengincarnya.
Namun tidak ada yang berhasil mendapatkannya, malahan semuanya dibunuh oleh Bai Lian.
Sehingga Bai Lian mendapatkan julukan Pembunuh Para Dewa.
Namun pada suatu saat, Bai Lian dikepung oleh banyak kultivator dewa hingga dia tidak lagi bisa melawan.
Bai Lian pun menggunakan sebuah batu yang bernama batu reinkarnasi.
Batu reinkarnasi adalah benda yang langka, seperti namanya, batu reinkarnasi berguna untuk membuat seseorang bereinkarnasi.
Meskipun begitu tidak ada yang tau kapan waktu reinkarnasi akan tiba setelah memasuki jalur reinkarnasi, entah itu ribuan sampai jutaan tahun, atau bisa juga seseorang akan gagal bereinkarnasi dan jiwanya hancur.
Karena hal ini para kultivator jarang menggunakan batu reinkarnasi jika tidak dalam kondisi terdesak.
Setelah menggunakan batu itu, Bai Lian berhasil kabur melalui jalur reinkarnasi dengan membawa Tombak Naga Langit bersamanya.
Sebelum memasuki jalur reinkarnasi, Bai Lian menyegel sebagai besar kekuatan dan ingatannya kedalam Tombak Naga Langit, sehingga jika dia kembali mendapatkan tombak itu, Kekuatan dan ingatannya bisa kembali.
__ADS_1
Tombak Naga Langit yang ikut terbawa ke jalur reinkarnasi terombang-ambing disana, hingga akhirnya jatuh ke dunia ini.
\=\=\=\=