Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
110. Pemilihan Secara Adil


__ADS_3

Shin, Raja Yong dan yang lainnya ngobrol didalam ruangan itu, Shin sedikit menceritakan tentang dirinya dari Benua Langit, lalu memberitahu jika mungkin Han masih akan tertidur selama beberapa minggu.


Jadi raja Yong memutuskan untuk menjamu Shin, sekaligus sebagai rasa terimakasih terhadap bantuan yang dia berikan.


Raja Yong juga memerintahkan kepada para prajurit untuk menyebarkan kabar jika dirinya sudah sembuh dan Xun juga sudah ditemukan, hal ini bertujuan agar para rakyatnya tidak khawatir dan murung karena dirinya yang terkena racun.


Selain itu Raja Yong juga menyuruh prajuritnya untuk memberikan tentang keberadaan Shin yang merupakan manusia dan kabar keberanian Shin untuk membantu ras Elf, dimana Shin telah mendapatkan Bunga Seribu Racun untuk menyembuhkannya dan telah menyelamatkan Guei, Xun, dan Luo dari serangan Jendral Hong.


Kabar ini pun menyebar dengan sangat cepat, semua Elf sangat gembira atas kesembuhan raja mereka dan putri Xun yang telah ditemukan, artinya mereka tidak perlu lagi menyerahkan ribuan wanita ras Elf untuk menyembuhkan raja.


Awalnya rumor tentang seorang manusia yang dibawa oleh Guei sebenarnya sudah menyebar cukup cepat diantara para Elf, banyak yang percaya namun banyak juga yang menganggap jika itu mungkin hanya rumor belaka.


Namun setelah mendengar kabar tentang manusia itu memang benar, para Elf menjadi sangat heboh, mereka jadi ingin melihat seperti apa manusia itu secara langsung.


Selama ini mereka hanya bisa melihat manusia yaitu patung Qing Juan yang berada di tengah-tengah ibu kota kerajaan, mereka selalu berharap dapat melihat manusia secara langsung.


Dan sekarang setelah mendengar jika sekarang manusia telah datang dan berada di istana kerajaan, banyak orang mulai berdatangan ke ibu kota kerajaan, berharap bisa melihat Shin yang seorang manusia.


***


Awalnya Raja Yong ingin menjamu Shin dengan makanan paling enak dari kerajaan Elf, bahkan dia menyuruh Xun untuk memasak langsung, karena masakan Xun adalah yang paling enak.


Namun karena sebelumnya Xun dan Shin memiliki janji untuk pertandingan memasak, jadi Shin yang awalnya akan dijamu, malah menjadi koki dan Raja Yong dan yang lainnya akan menjadi juri.


Raja Yong benar-benar merasa tidak enak dengan hal ini, Shin yang seharusnya menjadi tamu kehormatan malah menjadi tukang masak untuk mereka.


Awalnya Raja Yong tidak setuju dengan itu, dia meminta agar Shin setidaknya makan dahulu barulah melakukan pertandingan, namun Shin bersikeras, dibantu oleh Xun membuat raja Yong tidak bisa melawan lagi, akhirnya dia pun dengan berat hati menyetujuinya.


Hanya Luo sendiri yang antusias dengan ini, dia sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan Shin.


Xun dan Shin sekarang berada di dapur khusus tempat mereka akan memasak, semua alat dan bahan sudah tersedia disana, mereka bisa membuat masakan apa pun yang mereka inginkan.


Xun terlihat sangat acuh tak acuh pada Shin, seperti Xun memiliki masalah dengan Shin.

__ADS_1


"Xun, ada apa dengan mu? Apakah aku pernah berbuat salah pada mu?" Shin sedikit merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini.


Sebelumnya mungkin Xun akan mengoceh terlebih dahulu, namun sekarang Xun seperti tidak menganggapnya ada.


"Apa kau tidak sadar jika kau memang selalu berbuat salah pada ku?" ucap Xun tanpa menoleh kearah Shin.


Shin tersenyum kecut karena dari kata-kata Xun barusan, sepertinya apa pun yang dia lakukan akan terlihat salah Dimata gadis itu.


Mereka berdua pun mulai membuat masakan masing-masing dan dengan cara masing-masing.


Meskipun disana sudah tersedia alat-alat untuk memasak, namun Shin menggunakan alat dan bahan miliknya sendiri.


Benar! kompor gas langsung dia keluarkan, lalu mulai memasak dengan caranya sendiri.


Melihat benda aneh itu membuat Xun jadi sedikit penasaran.


"Benda apa itu?"Xun bertanya.


"Ini namanya kompor gas!" Shin menjawab dengan bangga.


Shin langsung batuk mendengar itu, seratus tahun itu adalah waktu yang lama, dan Xun dengan mudahnya mengatakan hal itu.


Xun sudah mulai memasak selama 100 tahun, sedangkan Shin sendiri mungkin baru 10 tahun, perbedaan pengalaman mereka dalam memasak sangatlah jauh.


Hal ini membuat Shin kurang percaya diri, namun dia akhirnya meyakinkan dirinya pasti bisa menang.


Mereka berdua sama-sama memasak daging dengan beberapa variasi masakan, entah itu digoreng atau dibuat menjadi sup.


Setelah satu jam akhirnya mereka selesai.


Aroma masakan mereka berdua benar-benar harum, bahkan Raja Yong dan yang lainnya yang berada di ruangan berbeda masih bisa mencium aroma harum dari masakan mereka berdua.


Raja Yong dan yang lainnya menelan ludah, awalnya mereka sama sekali tidak lapar namun setelah mencium aroma masakan itu membuat perut mereka minta diisi.

__ADS_1


Akhirnya Xun dan Shin datang dengan membawa nampan yang berisi masakan masing-masing di kedua tangan mereka.


(Ngapa jadi ajang master chef ya? Mungkin nanti bakalan ganti judul jadi Chef Di Dunia Kultivator!)


Masakan Xun dan Shin pun dihidangkan di atas meja makan.


Mereka semua yang sudah lapar dan tidak sabar ingin merasakan masakan Xun dan Shin, akhirnya dengan lahap memakan masakan itu, dengan tenang mereka menikmati setiap gigitan dan kunyahan dari masakan mereka berdua.


Tidak terasa akhirnya semua masakan Xun dan Shin habis oleh raja Yong dan yang lainnya, mereka benar-benar puas dengan masakan itu.


"Bagaimana kakek! Ayah! Ibu! Kakak! Masakan ku yang paling enak kan?" Xun langsung bertanya setelah mereka semua menghabiskan makanannya.


Shin tersenyum pahit "Aku hanya berharap kalian memilih secara adik!"


Xin baru mengingat jika semua juri adalah keluarga Xun, jadi ada kemungkinan besar terjadinya pilih kasih disini.


"Hahaha! Kau bisa tenang Shin, kami pasti akan memilih secara adil" Raja Yong tertawa bahagia karena dapat merasakan masakan Shin yang benar-benar enak.


"Baiklah aku yang menilai duluan!" ucap Guei kemudian melanjutkan "Masakan kalian berdua benar-benar enak, aku sampai sulit untuk memilih, tapi aku merasa masakan Xun'er lebih enak!"


Shin tersenyum pahit, sudah ku duga!, itulah yang Shin pikirkan.


"Jangan salah paham Shin, aku memang benar-benar memilih dari penilaian ku, bukan karena Xun adalah putri ku!" Guei takut Shin salah paham dengan hal itu.


Xun tersenyum bangga karena telah mendapatkan satu poin.


"Aku sependapat dengan ayah jika masakan Xun'er dan saudara Shin sama-sama enak! Namun aku lebih menyukai masakan saudara Shin!" ucap Luo.


Xun langsung menatap Luo dengan tajam, jelas sekali dia kesal karena kakaknya tidak memilih dirinya.


Sekarang hanya tersisa Yian dan Raja Yong, namun sayang sekali, mereka berdua memilih Xun hingga akhirnya Xun menjadi pemenangnya.


\=\=\=\=

__ADS_1


**Yang minta untuk cerita bagian sininya dipersingkat dan tidak terlalu detail, author udah mempersingkatnya biar hanya jadi 1 chapter, sebenarnya jika author mau bagian master chef ini mungkin bisa menjadi 3-5 chapter**


__ADS_2