
Saat ini Shin, Raja Yong dan yang lainnya masih ngobrol di ruangan itu.
"Yang mulia, kenapa aku merasakan banyak sekali orang yang berada di luar wilayah istana? Selain itu mereka sangat ribut, aku bisa mendengar suara mereka dari sini" Shin melihat kearah pintu ruangan, namun matanya seakan melihat keluar ruangan itu.
"A... itu..." Raja Yong pun menjelaskan jika dirinya sebelumnya mengumumkan jika Shin yang merupakan seorang manusia sekarang berada di istana kerajaan, dimana Shin telah berjasa sangat besar bagi wilayah Elf.
Karena mendengar kabar tentang kedatangan seorang manusia, para Elf yang entah itu berada di ibu kota maupun di luar ibu kota mulai berdatangan untuk melihat keberadaan Shin.
Mulai dari bulan lalu, para Elf telah datang dan meminta untuk melihat Shin, Raja Yong sudah mengatakan jika sekarang Shin sedang melakukan latihan tertutup, dan mungkin akan membutuhkan waktu beberapa bulan agar dia keluar dari latihannya.
Namun karena para Elf terlalu antusias untuk melihat manusia, menunggu beberapa bulan bukan masalah bagi mereka, setiap harinya di depan gerbang istana pasti akan sangat ramai.
Mereka akan pulang jika sudah malam dan akan kembali jika sudah pagi.
Dalam satu bulan ini hal itu selalu terjadi, dan jumlah Elf yang menunggu selalu bertambah setiap harinya.
Raja Yong sudah tidak tau harus bagaimana, jadi dia akhirnya memutuskan untuk membiarkan saja mereka dan menunggu Shin selesai latihan.
"Jadi seperti itu, lalu kita harus bagaimana dengan para Elf di luar itu?" tanya Shin.
"Sebenarnya aku ingin membuat sebuah parade agar mereka semua bisa melihat dirimu Shin, namun itu tergantung pada mu apakah kau setuju atau tidak" Raja Yong berkata dengan nada sedikit tidak enak.
Shin membuka mulutnya namun tidak ada kata yang keluar, dia sebenarnya ingin menolak hal merepotkan ini namun setelah dipikir tidak ada jalan lain.
Jika Shin tidak menyetujuinya maka situasinya akan menjadi lebih parah nantinya, jika para Elf itu tidak melihat dirinya, maka mereka akan menganggap keluarga kerajaan telah berbohong dan itu akan berdampak buruk pada kepercayaan rakyat terhadap keluarga kerajaan.
"Baiklah, lagi pula aku tidak memiliki pilihan lain!" jawab Shin.
Raja Yong tersenyum canggung, benar-benar merasa tidak enak hati.
"Baiklah, paradenya kita lakukan sekarang saja agar cepat selesai dan kita bisa langsung menjalankan rencana!"
"Kalau begitu aku akan menyiapkan semuanya terlebih dahulu" ucap Guei kemudian keluar dari ruangan itu.
***
Beberapa jam berlalu.
Semua persiapan pun sudah selesai, parade ini akan dimulai dari gerbang istana sampai pintu keluar ibu kota.
Guei sudah memerintahkan kepada prajuritnya untuk mengumumkan hal ini, jadi semua Elf langsung berbaris di samping jalan menuju pintu gerbang ibu kota, mereka semua sudah tidak sabar ingin melihat manusia.
Meskipun tubuh manusia tidak berbeda jauh dengan Elf, namun mereka ingin melihat telinga manusia yang dikatakan berbeda dari Elf, sebagaimana patung Qing Juan yang selalu mereka lihat.
Ibu kota sekarang sudah ribut dengan perbincangan tentang Shin, terlihat juga sangat ramai seperti para warga yang berebutan sembako murah, benar-benar padat dan berdesak-desakan.
__ADS_1
Meskipun begitu sama sekali tidak terjadi konflik atau pertengkaran satu pun di anatar mereka.
***
Shin saat ini berjalan-jalan melihat wilayah istana kerajaan Elf, Shin sudah memakai pakaian khas para Elf yang membuatnya terlihat lebih gagah dan tampan.
Meskipun sekilas terlihat sama dengan pakaian pada umumnya yang Shin kenakan, namun pakaian khas para Elf memiliki tambahan seperti selendang dan kain pada pinggang dan punggungnya.
Hal ini membuat pakaian khas Elf memiliki daya tarik tersendiri.
Acara parade masih belum di mulai karena beberapa hal yang harus diurus terlebih dahulu.
Parade ini dilakukan secara mendadak jadi segala persiapan dilakukan terburu-buru, jadi semua persiapan tidak bisa selesai dengan cepat.
Jadi Shin memilih untuk berkeliling untuk menghabiskan waktu sampai acara parade dimulai.
Shin menghentikan langkahnya karena melihat pandangannya tiba-tiba melihat Xun.
Xun saat ini sedang berada di atas jembatan melengkung ditengah sebuah danau kecil, Xun menyandarkan dagunya pada pegangan jembatan itu, entah apa yang gadis itu pikirkan.
Shin tersenyum lalu berjalan menghampiri Xun.
"Gadis cantik, boleh aku menemani mu" Shin berkata setelah dia baru saja menaiki jembatan.
Mendengar itu membuat Xun menjadi kesal, tidak pernah ada di istana kerajaan yang berani memanggilnya seperti itu.
Mata Xun melebar sama sekali tidak berkedip melihat Shin yang sekarang ini.
Shin sebelumnya sudah terlihat sangat tampan, namun saat ini setelah memakai pakaian khas para Elf, Xun sudah tidak bisa lagi berkata-kata melihat penampilan Shin.
Sulit untuk dijelaskan, namun intinya sangat tampan di mata Xun.
Shin menaikkan alisnya melihat Xun yang hanya diam menatap dirinya tanpa berkata-kata.
Sesaat kemudian Shin tersenyum lalu menyentil kening Xun hingga membuat gadis itu kembali sadar.
"Kenapa kau malah melamun?"
Xun yang tersadar dari lamunannya menjadi salah tingkah, dia menundukkan wajahnya yang seketika memerah.
Xun berniat melangkah pergi, namun segera dihentikan oleh Shin dengan memegang tangannya.
"Kau mau kemana?"
"Lepaskan aku! Itu bukan urusan mu" Xun sama sekali tidak melihat wajah Shin, dia berusaha melepaskan diri namun tidak bisa.
__ADS_1
"Xun, apa kau tidak tau kalau sekarang akan ada acara parade?" tanya Shin.
"Parade apa maksud mu?" Xun sama sekali tidak menoleh kearah Shin.
Shin pun menjelaskan maksud dan tujuan dari parade ini sampai selesai, namun Xun masih tidak menoleh kearahnya membuat Shin menjadi sedikit kesal.
"Hei, kenapa kau sama sekali tidak melihat kearah ku! Apakah penampilan ku ini memalukan?" Shin masih belum melepaskan tangan gadis itu.
"Lepaskan aku dulu!"
"Tidak mau!"
"Aku akan berteriak jika kau tidak melepaskan ku!"
"Teriak saja, aku tidak peduli!"
"Kamu..." Karena kesal, tanpa sadar Xun menoleh kearah Shin, membuat pemuda itu tersenyum.
"Apa sebenernya mau mu?" Xun menatap mata Shin, dia menahan agar wajahnya tidak memerah.
"Aku hanya ingin mengajak mu ikut dalam parade"
"Aku tidak mau" Xun langsung menolak.
"Kau tidak bisa menolaknya"
"Memangnya kenapa kalau aku menolak?"
"Aku akan menyeret mu ikut secara paksa!"
"Kamu...! kenapa begitu menyebalkan?!" Xun benar-benar kesal, berbicara dengan Shin membuatnya ingin menangis.
Sesaat kemudian, Xun mendengus "Jika para calon istri mu tau hal ini, mereka pasti akan marah!"
"Mereka tidak akan marah" ucap Shin dengan santai, namun dalam hatinya dia berkata "Mungkin!"
Lagi pula seingat Shin, dia sama sekali tidak pernah dimarahi oleh para calon istrinya saat nambah lagi, setidaknya itulah yang Shin ingat.
Shin sama sekali tidak mengingat saat dimana dia dipukuli sampai pingsan oleh Qin Zhiyun.
"Jadi, apa kau ingin ikut?" tanya Shin.
"Memangnya aku punya pilihan lain?"
Shin tersenyum "Acaranya akan segera dimulai, jadi lebih baik kau bersiap-siap"
__ADS_1
"Kalau begitu lepaskan dulu tangan ku"
Shin pun melepaskan tangan Xun, lalu Xun pun pergi tanpa mengatakan apa-apa pada Shin.