
"Aku memang akan membantu mu mendapatkan Bunga Seribu Racun! Tapi sekarang apa kau tau kita berada di bagian mana Benua Kegelapan?" Shin masih belum terlalu mengenal Benua Kegelapan.
Tempat-tempat di benua ini Shin sama sekali tidak mengetahuinya, posisinya saat ini juga Shin sama sekali tidak tau.
"A-aku juga tidak tau" jawab Xun sambil melirik kearah lain.
Shin memijit keningnya sambil menghela nafas "Benar juga, seorang gadis yang bagaikan burung dalam sangkar seperti mu, mungkin pengetahuan mu tentang Benua Kegelapan tidak jauh berbeda dengan ku!"
Benua Kegelapan sangat luas, dan Xun pertama kali ini keluar begitu jauh dari wilayah Elf.
Jadi wajar jika Xun sama sekali tidak mengetahui terlalu banyak soal dunia luar.
"Lalu jika kau tidak mengetahuinya bagaimana caranya kita bisa sampai di tempat yang kau maksud untuk mendapatkan Bunga Seribu Racun?"
Shin tidak keberatan membantu Xun mendapatkan Bunga Seribu Racun karena dia kebal terhadap segala jenis racun, jadi Shin yakin tidak akan ada masalah besar untuk mendapatkan tanaman spiritual itu.
Namun masalahnya sekarang, mereka berdua tidak tau arah mana yang harus diambil untuk menuju tempat itu.
"Haaah! Sudahlah, tidak perlu memikirkan hal itu sekarang! Lebih baik kita istirahat!" Shin duduk bersandar di dinding gua lalu tidur tanpa mengatakan apa-apa setelahnya.
Xun menatap wajah Shin untuk sementara sebelum ikut tidur demgan beralasan lantai gua.
Dia juga merasa ngantuk karena saat ini sudah tengah malam.
Selang beberapa menit, Shin membuka matanya, dia sebenarnya tidak tidur ataupun mengantuk.
Dengan kultivasinya saat ini yang berada ditingkat Martial Saint, dia bisa tidak tidur sela bertahun-tahun sekalipun.
Shin berpikir akan menyusahkan membawa Xun kemana-mana, karena gadis Elf itu sama sekali tidak memiliki kultivasi jadi setiap kali ada masalah, Shin yang harus menyelesaikan dan terus melindungi Xun.
Shin benar-benar bingung kenapa Xun yang berasal dari ras Elf sama sekali tidak memiliki kultivasi.
Shin sebelumnya sudah memeriksa Dantian milik Xun secara diam-diam saat Shin membawa Xun terbang.
Saat itu Shin merasakan jika Dantian Xun masih baik-baik saja, bahkan Dantian Xun jauh lebih kuat dari semua orang yang pernah Shin temui.
Lalu apa penyebab Xun tidak memiliki kultivasi?
Shin sangat penasaran dengan hal ini.
__ADS_1
"Maafkan aku Xun, aku sama sekali tidak bermaksud jahat!" Shin menotok titik syaraf di bagian belakang leher Xun agar gadis Elf itu tidak bangun.
Shin kemudian memegang pergelangan tangan Xun lalu mengalirkan kekuatan jiwanya untuk memeriksa kondisi tubuh Xun lebih jauh.
Setelah hampir setengah jam, Shin melepas pergelangan tangan Xun.
Dia membutuhkan waktu cukup lama untuk memeriksa Xun karena Elf memiliki struktur tubuh yang cukup berbeda dengan manusia, meskipun sebagian besar sama.
Shin mengerutkan keningnya, dia bisa merasakan ada suatu kekuatan tersembunyi didalam tubuh Xun, dan kekuatan itu sangatlah kuat.
"Apakah Xun juga memiliki tubuh khusus" gumam Shin dalam hati, dia masih belum bisa memastikan hal ini.
Namun kemungkinan besar Xun memiliki kondisi tubuh khusus.
"Didalam tubuhnya terkurung kekuatan yang sangat besar, mungkin karena hal itu Xun sama sekali tidak memiliki kultivasi, namun jika kekuatannya dilepaskan maka kultivasinya akan langsung meningkat drastis!" Shin kembali bergumam.
Shin menatap wajah Xun, kecantikan gadis Elf itu benar-benar mempesona, terlebih dengan telinga runcing yang memberikan daya tarik tersendiri.
Sesaat pikiran jahat melintas di kepala Shin, namun dia segera menyingkirkan pikiran itu.
"Tidak ada salahnya membantu gadis ini melepas kekuatannya, lagi pula itu akan mempermudah perjalanan ku nanti! Tidak akan ada lagi yang menyusahkan dalam perjalanan!" Shin pun mengubah posisi tidur Xun menjadi terlentang.
Setelah itu, Shin melakukan segel tangan beberapa kali sebelum menyentuh perut Xun dengan dua jari tangan kanan.
Shin memasukan kesadarannya kedalam tubuh Xun, terus masuk sampai menuju tempat kekuatan besar milik Xun yang tersegel.
Shin pun melihat cahaya terang.
Itu adalah segel yang mana didalamnya tersegel kekuatan besar Xun.
Shin mendekat kearah cahaya terang itu, namun tiba-tiba, cahaya itu mengeluarkan daya hisap kuat yang berusaha menarik kesadaran Shin.
"Apa yang terjadi?!" Shin berusaha menjauh dari cahaya itu, namun daya tariknya semakin kuat dan akhirnya, Shin terhisap masuk kedalam cahaya itu.
***
Shin membuka matanya, menemukan dirinya berada ditempat yang sangat asing.
Dia sekarang seperti berada di bagian dalam sebuah istana yang mewah, tiang-tiang menjulang tinggi menopang langit-langit istana itu.
__ADS_1
Shin melihat kedepan, yang mana dari jarak ratusan meter didepannya, terlihat sebuah pilar tinggi dengan ukuran besar yang terbuat dari emas.
Di pilar itu terlihat seorang wanita dewasa yang memiliki wajah secantik Dewi, namun wanita itu dirantai seluruh tubuhnya dengan rantai emas, wanita itu sepertinya tidak sadarkan diri.
Shin pun berjalan mendekat kearah wanita itu, semakin dekat dan Shin akhirnya bisa melihat jika wajah wanita itu mirip dengan Xun, hanya saja wanita itu terlihat jauh lebih dewasa dan juga pastinya terlihat jauh lebih cantik.
Mungkin Xun nanti akan menjadi secantik itu jika sudah dewasa.
Shin akhirnya tiba didepan wanita itu, Shin melihat wajah cantik jelita wanita itu yang membuatnya enggan untuk memalingkan wajah.
Sesaat kemudian, Shin menemukan jika wanita ini sedikit berbeda dengan Xun, yaitu pada telinga wanita itu yang tidak seperti telinga Elf.
Telinganya sama sekali manusia pada umumnya.
"Siapa sebenarnya Xun? Kenapa bentuk kekuasaan tersembunyi didalam tubuhnya adalah bentuk manusia dewasa?" gumam Shin dalam hati.
"Tidak perlu memikirkan hal itu! Lebih baik aku segera melepas segel yang mengikat kekuatan Xun!" Shin melakukan segel tangan kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya kedepan, kearah wanita itu.
Sebua lingkaran formasi langsung keluar, bersamaan dengan munculnya tulisan-tulisan kuno pada rantai-rantai yang mengikat tubuh gadis itu.
Tulisan-tulisan kuno itu kemudian masuk meresap kedalam rantai.
Shin memejamkan matanya, berusaha fokus untuk melepaskan segel, karena segel itu benar-benar kuat.
Tiba-tiba kening Shin mengeluarkan cahaya biru cerah, kemudian membentuk sebuah tanda jiwa diantara alis Shin.
Shin mengeluarkan kekuatan yang lebih besar untuk melepaskan segel itu, sampai wajahnya mengeluarkan keringat.
"Benar-benar segel yang kuat" gumam Shin karena masih belum mampu melepaskan segel.
Shin berkonsentrasi lebih keras dan mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Setelah berjam-jam berlalu, akhirnya ratai rantai yang mengikat wanita itu retak.
Retakan itu terus semakin besar sampai akhirnya rantainya hancur berkeping-keping.
Wanita itu pun membuka matanya dengan pandangan yang langsung mengarah pada Shin.
Tiba-tiba wanita itu bergerak dan memeluk Shin dengan erat.
__ADS_1