Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
118. Tsundere


__ADS_3

"Hahaha! Tidak ku sangka budak itu akan berhasil secepat ini! Aku mengira dia akan membutuhkan waktu beberapa puluh tahun lagi!" Raja Rou Dan tertawa keras "Tentu saja kita akan pergi membawa semua pasukan, ini akan menjadi hadiah untuk mereka semua!"


Wajah mata-mata itu menjadi cerah, dia juga sangat menantikan saat-saat ini.


Menghancurkan Formasi Dewa Langit, memasuki wilayah Elf dan bersenang-senang dengan wanita Elf sepuasnya.


Raja Rou Dan menjilat bibirnya "Aku sudah tidak sabar dengan hal itu!" Gumam Raja Rou Dan "Cepat panggil Jendral Chong dan penasehat Hang Peng, perintahnya dia untuk mengumpulkan semua pasukan, kita akan langsung menuju wilayah Elf secepatnya!"


"Baik yang mulia!" mata-mata High Orc itu pun langsung menghilang, pergi untuk menjalankan perintah Raja Rou Dan.


Raja Rou Dan berdiri dengan seringai lebar penuh kemenangan "Elf, selama ini kalian bagaikan kura-kura dalam tempurung yang selalu berlindung di dalam Formasi Dewa Langit! Tapi tidak akan lama lagi kalian akan menjadi budak ku!"


Raja Rou Dan tertawa licik.


***


Saat ini Raja Rou Dan duduk di kursi kebesarannya dengan senyum lebar, ditemani oleh penasehat Hang Peng yang berdiri disampingnya, dan jendral Chong yang duduk di kursinya.


"Yang mulia, sesuai perintah mu, semua pasukan High Orc sudah dikumpulkan" ucap Jendral Chong, sebenarnya dia sedikit bingung kenapa Raja Rou Dan memerintahkannya untuk mengumpulkan seluruh pasukan.


Sebenarnya hal ini sudah pasti untuk menyerang wilayah Elf, namun dengan mengumpulkan semua pasukan tanpa terkecuali, ini adalah hal yang belum pernah dilakukan.


Selain itu menyerang wilayah Elf sama saja dengan sia-sia, karena Formasi Dewa Langit tidak bisa mereka hancurkan.


Satu hal lagi yang membuat Jendral Chong bingung adalah senyum lebar Raja Rou Dan, ini pertama kalinya dia melihat Rajanya tersenyum seperti itu.


Jendral Chong menduga jika pasti ada kabar baik, namun kabar baik apa yang membuat Rajanya begitu gembira sampai memamerkan senyuman yang sangat langka.


"Kalau boleh tau, kenapa yang mulia secara tiba-tiba memerintahkan saya untuk mengumpulkan semua pasukan?" Jendral Chong bertanya dengan sangat sopan dan hati-hati, takut jika itu membuat suasana hati Rajanya berubah buruk yang pastinya akan berakhir dengan menghilangnya nyawanya.


"Raja Yong atau Raja Elf telah mati!"


Jendral Chong sedikit melebarkan matanya, cukup terkejut dengan hal itu, awalnya dia mengira jika para Elf itu sudah mendapatkan obat untuk penawar racun Raja Yong, yang membuat mereka tidak mengirimkan para wanita Elf kepada mereka.


"Tidak di sangka para Elf itu ternyata memilih kematian raja mereka sendiri" ucap Jendral Chong.


"Lalu apa yang membuat yang mulia terlihat begitu senang?" tanya Penasehat Hang Peng.

__ADS_1


Menurut penasehat Hang Peng, hanya dengan kabar kematian Raja Yong, itu tidak akan cukup untuk membuat Raja Rou Dan gembira seperti itu.


Raja Rou Dan pun menjelaskan semuanya tentang rencana dari pangeran Han.


Setelah mendengar penjelasan Raja Rou Dan, Jendral Chong dan penasehat Hang Peng juga tersenyum lebar, sama seperti Raja Rou Dan, mereka berdua juga tidak sabar ingin segera pergi ke wilayah Elf untuk memulai pesta.


"Rencana ini sudah kita susun ratusan tahun, akhirnya kita akan berhasil mencapai tujuan" penasehat Hang Peng tertawa licik.


"Yang mulai, kalau begitu kapan kita akan berangkat?" tanya Jendral Chong.


"Secepatnya, kita akan segera bergerak menuju wilayah Elf!"


***


Dalam beberapa hari ini, Shin bekerja keras untuk memperkuat Formasi Dewa Langit hingga menjadi sekuat yang dia bisa.


Dia bahkan menggunakan Tanda Jiwa untuk mempermudah proses memperkuat Formasi Dewa Langit.


Shin sudah berhasil memperbaharui semua susunan formasi pada Formasi Dewa Langit, dan menambahkan Kekuatan serangan pada formasi tersebut.


Jadi saat ini, Formasi Dewa Langit tidak hanya bisa digunakan untuk bertahan, namun juga menyerang.


Shin menghembuskan nafas, mengeluarkan asap putih "Akhirnya selesai juga, ini benar-benar melelahkan"


Shin mengusap keringat diwajahnya, meskipun dia kelelahan namun dia tersenyum puas karena berhasil memperkuat Formasi Dewa Langit.


"Ahem!"


Tiba-tiba Shin mendengar suara di belakangnya, dia sangat mengenal suara itu.


Shin menoleh kebelakang, dan benar saja, itu adalah Xun.


"Xun, apa yang kau lakukan disini?" Shin menaikkan alisnya.


Xun melambaikan tangannya, mengeluarkan sebuah kotak kayu dari cincin penyimpanannya.


"Kau pasti lapar setelah bekerja keras memperbaiki Formasi Dewa Langit, jadi aku menawarkan mu makanan!" Xun menodongkan kotak kayu itu, menoleh kearah lain dengan pipi sedikit memerah.

__ADS_1


Shin tersenyum, meskipun nada perkataan Xun sangat acuh tak acuh, namun Shin tidak menyangka gadis itu akan berani menemuinya dan membawakannya makanan.


"Kau sangat pengertian, aku akan memakannya dengan senang hati" Shin mengambil kotak makanan itu, duduk kemudian membukanya.


Seketika Shin menjadi lapar setelah mencium aroma makanan yang begitu menggugah selera.


Xun menoleh kearah Shin, wajahnya terlihat penuh harap, berharap Shin akan menyukai masakan buatannya.


Shin menyadari hal itu, dia menoleh kearah Xun namun gadis itu langsung memalingkan wajahnya mambuat Shin terkekeh.


"Xun, sepertinya kau terlalu bersemangat untuk menyiapkan makanan ini untuk ku, kau bahkan sampai lupa meletakkan sendok atau semacamnya!" ucap Shin.


Xun langsung menoleh kearah kotak makanan itu, dan melihat jika memang dia tidak menyiapkan alat untuk makan.


"A... itu..." wajah Xun memerah, merasa malu karena hal ini "A-aku akan mengambilkannya untuk mu"


Xun berniat berbalik, pergi untuk menarikan Shin sendok atau semacamnya, namun Shin menghentikannya.


"Tidak perlu Xun, kau tidak perlu melakukannya"


Xun tertegun, dia menundukkan kepalanya, merasa ingin menangis sampai mengigit bibir bawahnya.


Shin menoleh kearah Xun yang terlihat sedih, dia merasa bersalah karena hal itu.


"Maksud ku kau tidak perlu mengambilnya karena aku bisa membuatnya, jadi kau tidak perlu repot-repot" Tangan Shin tiba-tiba bercahaya, kemudian sebuah sumpit dari energi Qi terbentuk di tangannya "Lihat sangat mudah membentuknya, karena itu kau tidak perlu bersedih"


"Siapa yang bersedih!" Xun membalik badan lalu mengusap matanya "A-aku akan pergi dulu, jadi kau bisa makan dengan tenang"


Xun pun meninggalkan Shin, tanpa mengatakan apa-apa setelahnya.


"Hei, apakah kau tega meninggalkan ku sendiri disini? Apakah kau tidak ingin menemaniku makan untuk sejenak?" suara Shin cukup keras karena memang Xun sudah berjalan cukup jauh.


"Siapa juga yang ingin menemani mu?!" Xun tetap berjalan, tidak menoleh kearah Shin.


"Dasar tsundere!" Shin tersenyum melihat kepergian Xun, sifatnya yang tsundere membuatnya ingin terus menggoda gadis itu.


(Shin berasal dari Jepang, jadi secara otomatis dia mengetahui istilah tsundere!)

__ADS_1


Setelah itu, Shin langsung memakan masakan Xun dengan lahap.


\=\=\=


__ADS_2