Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
136.Tidak Ada Perubahan


__ADS_3

"Habislah sudah!" Shin kali ini pasrah dengan apa yang akan dia alami, entah akan seperti apa nasibnya nanti, dia akan menerimanya.


Shin terjatuh kelantai ruangan, memejamkan mata, bersiap menahan rasa sakit yang akan dia dapatkan.


Namun setelah beberapa saat berlalu, Shin masih tidak merasakan ada yang aneh di tubuhnya, dia merasa biasa saja seperti sebelum bola cahaya masuk kedalam tubuhnya.


"Apa yang terjadi?" Shin segera bangun lalu meraba seluruh tubuhnya.


Tidak ada yang kurang, tidak ada yang lebih, sama sekali tidak ada yang terasa di tubuhnya.


Shin menghela nafas lega, karena tidak mengalami rasa sakit seperti apa yang dia bayangkan sebelumnya.


Raja Yong, Guei dan Luo sudah tidak lagi merasakan tekanan setelah bola cahaya itu memasuki tubuh Shin.


Mereka bertiga langsung menghampiri Shin.


"Shin, apa yang terjadi? Benda apa itu tadi?" tanya Raja Yong.


"Aku juga tidak tau benda apa itu tadi yang mulia! Aku juga tidak paham kenapa benda itu mengincar dan masuk kedalam tubuh ku" jawab Shin dengan ekspresi bingung.


"Lalu bagaimana dengan keadaan mu? Apakah kau merasakan sesuatu setelah benda itu memasuki tubuh mu?" Guru bertanya.


"Aku tidak merasakan apa pun, benda itu seakan menghilang setelah masuk kedalam tubuh ku!"


"Aneh!" Raja Yong mengingat tekanan yang diberikan oleh bola cahaya itu sangat mengerikan, energi yang terkandung di dalamnya pastilah tidak bisa dibayangkan, sangat melimpah.


Raja Yong yakin jika benda seperti itu masuk kedalam tubuhnya maka dia akan langsung meledak karena tidak sanggup menahan kekuatan dari benda itu.


Namun Shin tidak mengalami apa-apa, tidak ada suatu hal yang aneh pada tubuh Shin seperti fluktuasi energi berlebihan atau semacamnya.


Raja Yong menoleh kearah batu pemahaman hukum cahaya, bisa dia lihat batu pemahaman itu masih seperti biasa, tidak ada yang terlihat aneh, bahkan aura yang dikeluarkan juga sama seperti sebelumnya.


Bola cahaya sebelumnya keluar dari batu pemahaman hukum cahaya, siapa yang akan mengira jika batu pemahaman yang selama ini mereka jaga ternyata menyimpan suatu benda yang sangat mengerikan seperti itu.


Namun setelah bola cahaya itu keluar, tidak ada perubahan apa pun yang terjadi pada batu pemahaman hukum cahaya.

__ADS_1


"Lalau bagaimana selanjutnya Shin? Apakah kau ingin beristirahat atau akan lanjut untuk mempelajari hukum cahaya?" tanya Raja Yong.


Shin menghela nafas "Aku akan bermeditasi disini sebentar lalu lanjut mempelajari hukum cahaya, kalian bisa meninggalkan ku disini!"


Sebelumnya Shin mengalami tekanan mental karena dikejar oleh bola cahaya, jadi dia ingin bermeditasi untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Jika dia mempelajari hukum cahaya dalam keadaan tidak tenang maka itu bisa saja menyebabkan dampak buruk untuk Shin nantinya.


"Baiklah, kalau begitu kami akan keluar!" Raja Yong pun berjalan keluar diikuti oleh Guei dan Luo.


"Saudara Shin, semoga beruntung!" ucap Luo lalu pergi bersama Raja Yong dan Guei.


Setelah mereka bertiga keluar, Shin langsung duduk bersila sambil menghembuskan nafas panjang.


Shin mulai memejamkan mata, menenangkan hati dan pikirannya.


Setelah pikirannya mulai tenang, Shin berkonsentrasi mencoba merasakan energi di dalam tubuhnya.


Shin dapat merasakan kekuatan dari lima bola elemen dan satu lagi energi yang terasa sangat samar, Shin bahkan hampir tidak bisa merasakan keberadaan energi tersebut.


Shin menebak jika energi yang terasa samar itu adalah bola cahaya sebelumnya, namun ada satu hal yang terasa aneh.


Namun Shin sama sekali tidak merasakan dampak dari aksi saling menekan kelima bola energi dengan bola cahaya.


Shin berpikir jika bola cahaya tidak ingin menempati tempat yang sama dengan lima bola energi dan ingin mengeluarkan lima bola energi dari tubuh Shin.


Begitu juga dengan lima bola energi yang seperti tidak suka dengan kehadiran bola cahaya sehingga terjadi pertengkaran diantara mereka.


Namun sepertinya mereka tau batasan sehingga tidak membuat kekacauan di dalam tubuh Shin karena itu bisa menyebabkan dampak buruk bagi Shin.


Jadi mereka hanya menekan satu sama lain, saling mengintimidasi.


Yah! Itu hanya spekulasi Shin saja, belum tentu benar dan entah apa sebenarnya yang terjadi pada keenam benda itu, Shin tidak tau kepastiannya.


Shin membuka matanya sambil menghela nafas "Sudahlah tidak perlu memikirkan hal itu, yang penting saat ini keenam benda itu tidak menyebabkan kerugian untuk ku! Lagi pula aku tidak memiliki cara untuk mengeluarkannya, jadi sebaiknya untuk saat ini aku mempelajari hukum cahaya!"

__ADS_1


Shin berdiri lalu berjalan memasuki wilayah pemahaman, Shin duduk bersila disana lalu berkonsentrasi untuk mempelajari hukum cahaya.


Elemen cahaya adalah suatu elemen yang memiliki kekuatan diatas elemen lainnya seperti api, air, dan lain-lain.


Jika seorang kultivator yang memiliki pemahaman terhadap elemen biasa lalu bertarung dengan seseorang dengan elemen cahaya, jika tingkat pemahaman mereka berdua sama dalam elemen masing-masing, maka kultivator elemen cahaya yang akan menjadi pemenangnya.


Hanya elemen kegelapan saja yang bisa sebanding dengan elemen cahaya.


Jika ada dua kultivator dengan elemen cahaya dan kegelapan bertarung maka yang akan menentukan pemenangnya tergantung pada pengendalian dan cara mereka memanfaatkan elemen masing-masing.


Setelah beberapa saat bermeditasi, Shin mulai mendapatkan pemahaman hukum cahaya secara perlahan.


***


1 bulan pun berlalu.


Shin membuka matanya, terlihat pemuda itu tersenyum pahit "Ternyata hukum cahaya sama sulitnya dengan hukum ruang, dalam satu bulan pemahaman ku hanya mencapai tingkat rendah saja"


Shin awalnya berpikir meskipun hukum cahaya lebih kuat dari elemen lainnya, namun untuk kesulitan memahaminya tidak jauh dari elemen biasa.


Namun ternyata hukum cahaya kesulitannya sama dengan menguasai hukum ruang.


Shin membuka telapak tangan kanannya, seketika cahaya keluar, namun tidak terlalu terang sampai bisa menyilaukan mata.


"Yah! Elemen cahaya ku saat ini mungkin hanya bisa digunakan untuk menerangi jalan!" Shin tersenyum kecut "Tapi setidaknya aku sudah paham dasar-dasar dari elemen cahaya!"


Dengan memahami dasar-dasar dari elemen cahaya, Shin sudah bisa meningkatkan pemahamannya terhadap elemen cahaya dengan bermeditasi tanpa bantuan batu pemahaman.


Meskipun dengan bermeditasi memahami suatu hukum akan lebih lambat dari menggunakan batu pemahaman, namun menurut Shin ini sudah cukup.


Lagi pula dia tidak akan terlalu lama lagi di Benua Kegelapan, jadi tidak akan bisa terus-terusan bergantung pada batu pemahaman hukum cahaya.


Shin mengepalkan tangannya, menghilangkan cahaya ditangannya.


Meskipun dia cukup kecewa dengan pencapaiannya, namun dia sama sekali tidak berkecil hati, justru Shin malah semakin bersemangat untuk terus berlatih.

__ADS_1


"Latihan hukum cahaya sebaiknya aku sudahi dulu sampai disini! Sekarang aku harus mencari paman Han untuk berlatih alkimia, karena alkimia akan sangat berguna nanti dimasa depan!" Shin pun berdiri kemudian keluar dari ruangan itu, mencari Han.


\=\=\=\=


__ADS_2