Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
47. Mulai Pertarungan


__ADS_3

Shin langsung menggunakan Tanda Elemen Es, dia menyadari hanya dengan menggunakan satu tanda saja tidak akan dapat mengalahkan Tetua Jing Hu.


Shin mengetahui hal ini setelah merasakan kekuatan dari api hitam milik Tetua Jing Hu.


Sebenarnya Shin berpikir akan lebih efektif menggunakan Tanda Elemen Petir Merah, karena menggunakan es untuk melawan api itu terdengar cukup konyol.


Tapi Shin ingin mengetahui seberapa kuat elemen es nya saat melawan api, dia juga ingin memperkuat pengendaliannya terhadap elemen es.


Mata Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo melebar setelah melihat tanda kristal es diantara alis Shin, mereka jelas mengetahui hal itu.


Namun sulit di percaya jika seorang Martial Monarc mampu mencapai level maksimal dari pemahaman elemen es.


Bahkan mereka saja masih belum mampu mencapai level itu.


Jadi mereka berpikir mungkin itu hanyalah efek dari sebuah teknik khusus milik Shin.


"Guru, kita hanya harus fokus untuk melarikan diri, tidak perlu sampai membunuh mereka!" ucap Shin.


Shin sekarang hanya khawatir jika saja Lui Meiyu juga kembali dari pelatihan tertutup, jika itu terjadi maka kemungkinan mereka kabur akan semakin kecil.


Jadi Shin saat ini hanya ingin fokus untuk melarikan diri, tidak perlu sampai membunuh kedua tetua, namun jika bisa maka Shin akan melakukannya.


"Aku tau, tidak perlu memberikan perintah pada guru mu!" jawab Qing Zhizun, dia juga mengetahui apa yang Shin pikirkan.


Shin kemudian mengeluarkan Pedang Bintang Emas ditangannya, lalu mengacungkan pedangnya kearah Tetua Jing Hu.


"Aku adalah lawan mu!" Shin menatap tajam Tetua Jing Hu.


Tetua Jing Hu tersenyum sinis "Aku bisa merasakan kekuatan mu melonjak drastis, teknik yang kuat seperti itu pasti memiliki efek samping yang besar, aku ingin melihat seberapa lama kau bisa mempertahankan teknik itu!"


Shin menanggapi perkataan Tetua Jing Hu dengan langsung melesat menyerang pria paruh baya itu.


Hanya dalam sekejap mata, Shin sudah berada didepan Tetua Jing Hu dengan pedang terayun cepat, langsung mengincar leher Tetua Jing Hu.


Tetua Jing Hu cepat bereaksi dengan mengeluarkan pedangnya yang langsung diselimuti api hitam membara, kemudian menahan serangan Shin.


Hal yang tidak diduga Tetua Jing Hu adalah kekuatan Shin ternyata benar-benar diluar perkiraannya.

__ADS_1


Tebasan pedang Shin sangat bertenaga membuatnya terlempar ratusan meter jauhnya, namun Tetua Jing Hu masih baik-baik saja, tidak mendapatkan luka sedikitpun.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan bocah ini! Aku harus lebih serius!" gumam Tetua Jing Hu.


Namun baru saja pandangan Tetua Jing Hu mencari keberadaan Shin, Shin tiba-tiba muncul didepan atasnya dengan tebasan pedang vertikal dari atas ke bawah.


Tetua Jing Hu kembali bereaksi cepat dengan menghindari serangan Shin.


Tebasan pedang Shin akhirnya mengenai udara kosong, mengeluarkan gelombang tebasan energi dingin yang intens.


*BOOOMMM...!!


Energi dingin itu menghantam tanah dengan keras, membuat ledakan besar yang membekukan area ledakan.


***


Sementara itu, Qing Zhizun dan Tetua Lei Huo masih belum memulai pertarungannya, Qing Zhizun terlihat malas untuk bertarung, bahkan dia masih sempat untuk menguap.


"Aku sangat ngantuk, jadi lebih baik kita akhiri pertarungan ini secepatnya, aku ingin segera tidur kembali!" Qing Zhizun kembali menguap, terlihat sangat meregangkan lawannya.


"Bajingan!" Tetua Lei Huo merasa tersinggung dengan tingkah Qing Zhizun, dia langsung menciptakan belasan tombak petir.


Qing Zhizun sendiri masih terlihat seperti biasa, sama sekali tidak menghindari serangan itu.


Serangan itu akhirnya mengenai Qing Zhizun, namun nyatanya semua tombak petir itu melewati tubuh Qing Zhizun, tembus tanpa melukainya sedikit pun.


Qing Zhizun kembali menguap, dengan wajah malas kemudian berkata "Ternyata selain bodoh kau juga tolol ya! Apa kau tidak melihat jika aku hanyalah jiwa, jadi serangan fisik tidak akan mempan pada ku!"


"Kau..." urat-urat kemarahan mencuat muncul di wajah Tetua Lei Huo, bagaikan cacing dibalik kulit.


Dia melupakan hal itu, dan sekarang dia tidak tau harus melawan Qing Zhizun bagaimana, dia bukanlah seorang ahli formasi yang bisa menggunakan serangan dengan kekuatan jiwa.


Semua teknik yang dimiliki Tetua Lei Huo hanya serangan fisik, jadi tidak mungkin bisa mengalahkan Qing Zhizun.


"Baiklah bocah tua, kota akhiri ini secepatnya!" Qing Zhizun menggunakan segel tangan.


Seketika tulisan-tulisan kuno muncul dan mengikat tubuh Tetua Lei Huo dengan cepat.

__ADS_1


"Kwk! Apa ini?!" teriak Tetua Lei Huo "Jangan pikir kau bisa menghentikan ku hanya dengan hal semacam ini!"


Kilatan petir tiba-tiba keluar dari tubuh Tetua Lei Huo yang kemudian semakin ganas, membuat tulisan-tulisan kuno yang mengikat tubuh Tetua Lei Huo itu putus.


Qing Zhizun menghela nafas, dia sudah menduga hal ini, dia kemudian melihat telapak tangannya.


Terlihat tubuhnya semakin hari semakin transparan, hal ini juga karena dia sudah terlalu banyak menghabiskan Kekuatan jiwanya, sehingga dia semakin melemah.


Jika kondisi Qing Zhizun saat ini sama dengan saat dirinya pertama kali bertemu dengan Shin, maka dia yakin bisa mengalahkan Tetua Lei Huo dengan cukup mudah.


Namun sekarang dia sudah semakin melemah, akan membutuhkan usaha yang cukup keras hanya untuk mengalahkan Tetua Lei Huo.


Entah sampai kapan Qing Zhizun bisa bertahan.


Meskipun Qing Zhizun tidak pernah memberitahukan hal ini pada Shin, Qing Zhizun mengetahui jika Shin menyadari hal ini.


Karena itulah Shin bilang jika tidak perlu sampai membunuh mereka.


Meskipun Shin mengetahui cepat atau lambat Qing Zhizun pasti akan menghilang, namu. setidaknya Shin ingin agar waktu Qing Zhizun lebih lama.


Meskipun memang benar memang benar Qing Zhizun sering kali mengganggu Shin, namun dalam hati Shin tetap menganggap Qing Zhizun sebagai gurunya.


"Bocah tua, tidak ada cara yang bisa kau lakukan untuk mengalahkan ku, jadi lebih baik kau menyerah saja!" Qing Zhizun berkata dengan senyum sombong dan mengejek.


Tetua Lei Huo tidak menjawab perkataan Qing Zhizun, dia masih terlihat marah dengan tatapan tajam.


Qing Zhizun melayang maju mendekati Tetua Lei Huo dengan sangat santai tanpa beban.


Tetua Lei Huo segera bersiaga dengan segala kemungkinan.


"Kau tenang saja bocah tua! Aku tidak akan menyakiti mu" ucap Qing Zhizun.


"Siapa yang akan mempercayai perkataan musuhnya?" tatapan mata Tetua Lei Huo masih menatap Qing Zhizun tanpa berkedip.


Meskipun dia bisa merasakan jika Qing Zhizun memang tidak berniat menyerang sama sekali, namun dia tidak akan menurunkan kewaspadaannya.


Sampai kemudian Qing Zhizun berada didepan Tetua Lei Huo, namun dia masih tetap melayang maju dengan kecepatan tetap.

__ADS_1


Akhirnya tubuh Qing Zhizun menabrak Tetua Lei Huo, lebih tepatnya tembus melewati Tetua Lei Huo.


Setelah mencapai jarak tertentu, Qing Zhizun membalik badan menghadap Tetua Lei Huo.


__ADS_2