Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
85. Supernova Matahari


__ADS_3

"Jadi kau ingin bukti!" Shin sudah mulai kesal "Aku beritahu pada mu ya! Seorang wanita akan berdarah saat pertama kali melakukannya, jadi untuk membuktikannya, aku akan melakukan hal itu pada mu sekarang juga dan jika kau berdarah maka artinya aku tidak berbohong namun jika tidak maka aku akan mengaku salah!"


Xun tertegun mendengar perkataan Shin, dia memang mengetahui hal itu, namun untuk melakukan hal itu, Xun masih belum siap.


"J-jangan harap aku akan melakukannya dengan mu!" wajah Xun memerah.


"Lalu bagaimana? Hanya dengan ini satu-satunya cara untuk membuktikannya secara nyata jika aku tidak berbohong!"


"Meskipun begitu, aku tetap tidak akan mau melakukannya! Aku belum siap" ucap Xun dengan tegas dan wajah merah.


"Ho, lalu kapan kau akan siap?" Shin tersenyum penuh makna dengan alis yang naik turun.


Xun mendengus kesal sambil memalingkan muka, tidak menjawab perkataan Shin.


"Meskipun aku memang tidak pernah melakukan hal itu pada mu, namun jika kau merasa dirugikan maka aku akan bertanggung jawab! Aku akan menikahi mu! Baiklah, kapan kita menikah, aku akan langsung membuktikan jika aku sama sekali tidak berbohong!"


Sebuah bola energi cahaya langsung melesat kearah Shin.


Shin dengan cepat menghindar, membuat serangan itu melewatinya dan meledak keras dibelakangnya.


"Jangan membuat ku kesal lagi!" Xun menatap tajam Shin.


"Dasar galak!"


"Kalau begitu Xun, lebih baik kita akhiri masalah ini lebih dulu! Lebih baik kita pergi mencari Bunga Seribu Racun!"


"Kali ini aku setuju dengan mu, tapi jangan harap kau bisa lepas dari ku! Tunggu saja pembalasan dari ku!" Xun menatap Shin semakin tajam.


"Ya, terserah kau mau mengatakan apa! Tapi jika kau ingin bertarung dengan ku, aku siapa melayani mu! Tapi kau jangan menangis saat kening mu memerah lagi!" Shin tersenyum mengejek.


Xun mendengus kesal "Huh! Kaulah yang akan menangis oleh ku!"


"Baiklah, kalau begitu kita harus pergi kemana terlebih dahulu?" tanya Shin.


"Jangan pernah bertanya pada ku!"


"Hei gadis kecil! Kita akan mencari obat untuk menyembuhkan kakek mu dan aku terlibat dalam masalah ini karena diri mu! Aku secara suka rela membantu mu tanpa mendapatkan imbalan apa pun tapi kau malah bersikap seperti ini pada ku! Benar-benar tidak tau diri!" Shin mulai kesal dengan sikap Xun.


"Apa kau bilang? Tidak tau diri?! Seharusnya aku yang bilang seperti itu! Dan juga aku bukan gadis kecil! Umurku saat ini 160 tahun!"


Shin tertegun mendengar perkataan Xun. 160 tahun! Itu berkali-kali jauh lebih tua darinya. Dia baru mengingat jika Elf memiliki umur yang panjang.


Mental Shin langsung kena.

__ADS_1


"Lalu apa? Meskipun umur mu sudah lebih dari seratus tahun, tapi sifat mu tidak ada bedanya dengan gadis kecil!!"


Mereka berdua mulai bertengkar, adu mulut sampai akhirnya mereka lelah sendiri.


"Aku lelah berdebat dengan mu!" ucap Shin.


"Aku lebih lelah lagi!" balas Xun.


Tanpa mengatakan apa-apa, Shin langsung melesat terbang meninggalkan Xun.


"Hei! Tunggu aku!" Xun pun segera mengikuti Shin "Kau mau kemana? Bukankah kita harus pergi mencari Bunga Seribu Racun?" tanya Xun setelah berhasil mengejar Shin.


"Memangnya kau tau kemana jalan yang benar? Lebih baik kau diam dan ikuti saja aku!" ucap Shin tanpa menoleh kearah Xun.


Xun mendengus kesal dengan ekspresi cemberut yang cenderung imut "Dasar menyebalkan! Laki-laki menyebalkan seperti mu pasti tidak ada wanita yang mau!"


"Pffft!" Shin menutup mulutnya, hampir tertawa mendengar perkataan Xun.


"Apanya yang lucu?"


"Tidak! Hanya saja perkataan mu barusan adalah kesalahan besar!"


"Salah apanya? Aku yakin orang menyebalkan seperti mu pasti dijauhi oleh para wanita!"


"Hah?!" Xun terkejut mendengar hal itu.


7 calon istri! Bukankah itu sudah terlalu banyak? Memangnya ada wanita yang mau berbagi suami?


Yang Xun ketahui seharusnya tidak mungkin ada wanita yang mau berbagi suami, karena dalam ras Elf, semua Elf sangat setia terhadap pasangan mereka masing-masing.


Di dalam ras Elf sama sekali tidak diperbolehkan memiliki lebih dari satu istri ataupun suami.


Dengan hal ini, ras Elf sangat menjunjung tinggi kesetiaan terhadap pasangan mereka, bahkan banyak ras Elf yang tidak ingin menikah lagi meskipun pasangan mereka sebelumnya telah mati.


Jadi tentu saja Xun terkejut mendengar pernyataan bahwa Shin memiliki 7 calon istri.


Namun di samping itu, entah kenapa Xun merasa kesal dan tidak nyaman dalam hatinya, entah kenapa tapi dia memang merasa tidak nyaman.


"Hmph! Aku yakin semua calon istri mu itu adalah wanita yang jelek semua! Atau mungkin semua calon istri mu dari ras High Orc" ucap Xun dengan wajah kesal.


"Jangan salah, semua calon istri ku tidak kalah cantiknya dengan mu! Atau jika kau mau, kau bisa menjadi yang kedelapan" Shin tersenyum penuh makna.


"Berharap saja! Bahkan dalam mimpi mu, itu tidak akan pernah terjadi!" Xun kembali mendengus kesal.

__ADS_1


Mereka berua terus terbang sambil ngobrol, terkadang memperdebatkan masalah kecil yang tidak berguna.


Sampai akhirnya Shin tiba-tiba berhenti membuat Xun juga ikut berhenti.


"Kenapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Xun.


"Tentu saja karena kita sudah sampai di tujuan!" jawab Shin tanpa melihat kearah Xun.


"Sampai di tujuan apanya? Bunga Seribu Racun berada di Lembah Beracun, bukan tempat seperti ini!" Xun melihat sekitar, dimana hanya dipenuhi pepohonan tinggi besar dan lebat.


Saking lebatnya, bahkan Xun tidak bisa melihat tanah di area itu.


"Aku tau itu! Jadi lebih baik kau diam dan lihat saja!" Shin berkata dengan acuh tak acuh.


Meskipun kesal, namun Xun tetap menuruti perkataan Shin.


Shin pun mengangkat jari telunjuk kanannya menghadap langit.


Seketika energi api muncul dan memusat membentuk bola api yang terus membesar seiring waktu.


Sampai akhirnya, bola api itu terlihat seperti matahari sebesar mobil.


"Supernova Matahari!" Shin mengibaskan tangannya kebawah, membuat Supernova Matahari itu meluncur kebawah dengan cepat.


*BOOOMMM...!!


Supernova Matahari langsung meledak keras menyebabkan tanah berguncang bagaikan gempa, membuat kawah besar dengan jutaan retakan berbagai macam ukuran.


Asap debu mengepul menutupi area ledakan.


Sesaat kemudian...


*Grroaaarrrhhh...!!


Sebuah raungan keras memekakkan telinga menggema dari kepulan debu itu, membuat gelombang angin kencang yang menerbangkan semua debu.


Akhirnya bisa terlihat makhluk apa tadi yang mengeluarkan suara raungan keras itu.


Itu adalah seekor ular merah raksasa dengan satu tanduk melengkung ditengah kepalanya.


Bisa dirasakan dari auranya, ular merah raksasa itu berada ditingkat Martial Saint.


Entah apa yang Shin rencanakan dengan membangunkan seekor hewan spiritual kelas atas itu.

__ADS_1


__ADS_2