
Entah sudah berapa lama kedua insan itu berciuman mesra, namun terlihat mereka masih belum berniat berhenti.
Mereka berdua sudah sangat lama tidak bertemu, jadi mereka ingin melepas rindu sepuasnya.
Lidah mereka berdua masih terjalin erat satu sama lain, tidak ada yang mau lepas.
Nafsu Shin mulai bergejolak, tangan kanannya kini melingkar di pinggang Qin Zhiyun, menarik tubuh gadis itu sehingga tubuh mereka berdua menempel.
Tangan kiri Shin mulai gatal, kemudian bergerak kearah pan*tat Qin Zhiyun, mengelusnya dan sesekali meremasnya.
"Eng" terdengar erangan dari bibir Qin Zhiyun, namun Qin Zhiyun juga menikmati hal itu, dia sama sekali tidak menghentikan apa yang Shin ingin lakukan pada dirinya.
Mengetahui tidak ada penolakan dari Qin Zhiyun, tangan Shin kini mulai semakin nakal.
Tangan kanannya kini bergerak keatas, dan akhirnya menyentuh gunung surga milik Qin Zhiyun.
Gunung surga yang cukup besar, meskipun masih belum mencapai level Xiang Yue dan Ling.
Tangan Shin mulai bermain-main, merasakan kelembutan dan kekenyalan dari gunung surga Qin Zhiyun.
Erangan terdengar semakin jelas di bibir Qin Zhiyun, namun dia masih tidak melakukan penolakan, sama sekali pasrah dengan apa yang Shin lakukan padanya.
Meskipun begitu, Shin masih mengingat akan batasan, dia sekarang berada di Sekte Lembah Siluman, artinya dia sendang berada di kandang musuh.
Dia tidak bisa melakukan hal itu lebih jauh, jadi setelah merasa cukup puas, Shin menghentikan apa yang mereka lakukan.
"Terima kasih Yun'er" Shin tersenyum bahagia, merasa puas dengan apa yang dia dapatkan.
Dengan wajah yang merah padam Qin Zhiyun menjawab dengan anggukan pelan, kemudian mendengus dengan ekspresi cemberut.
"Huh, kau benar-benar nakal guru! Tidak ku sangka setelah sangat lama tidak bertemu, kau menjadi sangat mesum!"
Shin tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Itu salah mu karena begitu cantik, aku jadi tidak bisa menahan diri!"
__ADS_1
Wajah Qin Zhiyun kembali memerah mendengar itu.
"Oh ya guru! Bukankah kau bilang Yun'er hanya bisa kembali ingatannya jika Lui Meiyu sudah di bunuh?" tanya Shin pada Qing Zhizun lewat telepati.
"Yang aku tau memang seperti itu, tapi ternyata aku terlalu meremehkan tubuh khusus milik gadis ini! Tubuh khusus yang dia miliki sangat kuat, sampai segel yang menghapus ingatannya terus terkikis hingga habis!" jawab Qing Zhizun.
"Begitukah? Jadi sekuat itu tubuh khusus milik Yun'er"
"Ya, jika dia terus berkembang maka mungkin nanti kau tidak bisa menandingi kekuatannya!"
Shin cukup terkejut dengan penilaian Qing Zhizun yang begitu tinggi pada Qin Zhiyun.
"Ngomong-ngomong guru sekarang tidak memakai topeng lagi" pertanyaan Qin Zhiyun membuat Shin tersadar dari lamunannya.
Qin Zhiyun tau trauma Shin pada wanita berotot yang membuatnya tidak berani memperlihatkan wajahnya pada orang lain, namun sekarang dia melihat gurunya tidak memakai topeng.
Dia cukup penasaran dengan apa yang dilalui Shin selama ini.
Qin Zhiyun masih belum mengetahui jika Shin sekarang memiliki banyak wanita selain dirinya, entah akan seperti apa reaksi gadis itu jika mengetahuinya.
Qin Zhiyun terkekeh membayangkan seperti apa kehidupan Shin dulu di dunia terkutuk hingga meninggalkan trauma yang mendalam pada Shin.
"Lalu bisakah guru ceritakan apa saja yang guru alami selama ini?" Qin Zhiyun bertanya dengan antusias, dia sangat ingin mengetahui apa saja yang Shin lalui setelah kejadian di Hutan Tengkorak sebelumnya.
Shin pun menceritakan tentang apa saja yang dia alami sebelumnya, mulai dari kejadian-kejadian di Kekaisaran Matahari, sampai dimana dia berada di Sekte Pedang Ilahi, dan perang besar yang terjadi sebelumnya.
Shin tidak menceritakannya secara detail, dia hanya menceritakan secara garis besar, tidak memberitahu Qin Zhiyun tentang beberapa wanita yang dia temui sehingga menjadi kekasihnya.
Yah, mungkin Shin akan memberitahu Qin Zhiyun nanti setelah kembali, dan mempertemukan mereka semua.
Lagi pula Shin tidak bisa berlama-lama di tempat ini, dia harus segera pergi membawa Qin Zhiyun.
Qin Zhiyun dengan antusias mendengar semua cerita Shin, sesekali ekspresinya berubah-ubah.
__ADS_1
"Yun'er, lalu dimana organ bernama Xue'er itu? Bukankah seharusnya dia berada di Sekte Lembah Siluman juga?" Wajah Shin seketika berubah sedikit gelap.
Wajah Qin Zhiyun sendiri sekarang terlihat rumit, dia tau jika gurunya memiliki dendam yang besar pada Xue'er karena telah membunuh Drago.
Namun selama ini, setelah tinggal di Sekte Lembah Siluman, dan bertemu dengan Xue'er, Xue'er menjadi satu-satunya teman Qin Zhiyun.
Mereka berdua menjadi semakin dekat, meskipun wajah Xue'er tampak dingin tanpa emosi, tapi Qin Zhiyun tau jika Xue'er adalah gadis yang baik.
Qin Zhiyun yakin jika Xue'er memiliki nasip yang sama seperti dirinya, dimana ingatan gadis itu dihapus semua sehingga menjadi orang yang dingin tanpa emosi.
Selama ini Xue'er selalu mengikuti perintah Lui Meiyu, entah seperti apa perintahnya Xue'er akan menjalankannya tanpa bertanya dan tanpa ragu sekalipun, bahkan jika Lui Meiyu menyuruh Xue'er untuk mati, Xue'er akan langsung melaksanakannya.
Xue'er tidak lebih dari sekedar boneka bagi Lui Meiyu.
"Guru, aku tau guru memiliki dendam pada Xue'er karena telah membunuh Drago, tapi apakah guru bisa memaafkannya?" Qin Zhiyun berkata dengan ragu, sekarang dia merasa takut jika saja Shin memarahinya, atau membencinya karena hal ini.
"Apa maksud mu Yun'er?" Shin mengerutkan keningnya, melihat Qin Zhiyun dengan tatapan sedikit dingin.
Qin Zhiyun pun memberitahu Shin alasannya kenapa dia ingin Shin memaafkan Xue'er.
Setelah mendengar penjelasan Qin Zhiyun, Shin merenung sejenak, memang benar apa yang dikatakan Qin Zhiyun, namun hal itu tidak lebih dari sekedar dugaan semata.
Bagaimana jika itu memang sifat Xue'er yang sebenarnya, dan bagaimana jika ingatan Xue'er tidak dihapus oleh Lui Meiyu seperti Qin Zhiyun.
Meskipun dugaan Qin Zhiyun benar, tapi tetap saja Xue'er telah membunuh Drago.
"Guru, aku tau guru pasti sangat membenci Xue'er, tapi apakah guru tidak bisa memberikan kesempatan untuk Xue'er" Mata Qin Zhiyun berkaca-kaca yang kemudian meneteskan air mata.
"Aku mohon guru!" Qin Zhiyun membungkukkan badannya.
Dia sudah menganggap Xue'er sebagai keluarganya, dia tidak ingin Xue'er mati ditangan orang yang dia cintai.
Bagaimana pun juga, setidaknya dia sudah berusaha untuk melindungi Xue'er, meskipun dia tidak tau keputusan apa yang akan Shin ambil.
__ADS_1
Jika pun Shin tidak mengabulkan permohonannya, dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Dia memahami seperti apa dendam Shin atas kematian Drago.