Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
94. Pertemuan


__ADS_3

Shin melayang turun mendarat mulus di tanah.


Xun bengong melihat wajah Shin, wajah pemuda itu saat ini benar-benar tampan membuat Xun kurang yakin apakah yang ada didepannya adalah Shin atau tidak.


"Hai, ada apa dengan mu?" ucap Shin melihat Xun yang bengong menatap dirinya.


Xun akhirnya tersadar dari lamunannya, dia akhirnya memilih berpikir positif, mungkin wajah Shin terlihat tampan karena sinar matahari hari ini begitu cerah.


Entah apa kaitannya sinar matahari dengan wajah Shin sehingga Xun berpikir seperti itu.


"Kau tidak apa-apa kan?" Xun mendekati Shin.


"Apa kau mengkhawatirkan ku?" Shin tersenyum aneh sambil menaik turunkan alisnya.


"Aku sebelumnya hanya mendengar kau berteriak, teriakan mu sangat keras bahkan aku yang berada disini saja mendengarnya! Jadi aku berpikir kau kenapa-kenapa" Xun tidak ingin mengakui jika dia khawatir pada Shin.


"Tapi kau khawatir pada ku kan?" Shin tersenyum semakin lebar.


"Aku sama sekali tidak khawatir pada mu dan tidak peduli dengan mu! Aku hanya berpikir jika kau mati di dalam sana maka aku tidak akan pernah mendapatkan Bunga Seribu Racun!" Xun berkata dengan datar, kemudian menodongkan tangannya "Mana Bunga Seribu Racun itu, jangan bilang kau kembali tanpa hasil?"


"Dasar kau ini!" Shin melambaikan tangannya, mengeluarkan satu Bunga Seribu Racun lalu menyerahkannya pada Xun.


Mata Xun berbinar melihat Bunga Seribu Racun itu, dia pun mengambilnya lalu memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.


Xun merasa lega karena akhirnya dia mendapat apa yang dia cari.


Dengan Bunga Seribu Racun ini, kakeknya bisa sembuh kembali.


"Terima kasih Shin karena telah membantu ku" Xun tersenyum.


"Ternyata kau bisa juga berterima kasih"


"Memangnya kau pikir aku ini apa? Aku bukanlah orang yang tidak tau diri"


"Baiklah, kalau begitu kita harus segera pergi ke Wilayah Elf untuk menyembuhkan kakek mu! Apa kau tau dimana jalan menuju wilayah Elf?" Shin bertanya pada Xun dengan nada ragu.


Xun nyengir sambil menggaruk pipinya "Aku tidak tau"


Xun juga baru pertama kalinya berada di tempat ini, jadi dia tidak tau jalan pulang.

__ADS_1


"Sudah ku duga!" Shin menatap Xun dengan malas "Kalau begitu ikuti aku!"


"Memangnya kau tau jalan menuju wilayah Elf?"


"Apa kau pikir aku seperti dirimu yang tidak tau apa-apa?"


Xun cemberut mendengar itu.


Shin pun berniat terbang kearah timur, diikuti oleh Xun, namun belum sempat mereka berdua terbang, seseorang memanggil nama Xun.


"XUN'ER!"


Mereka berdua menoleh kearah sumber suara, dan melihat seorang pria dewasa berwajah tampan dengan rambut pendek warna pirang, satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu telinganya yang runcing menunjukkan jika pria itu adalah seorang Elf.


Pria Elf itu terbang cepat kearah mereka.


"Ayah!" wajah Xun berbinar dengan senyum cerah, lalu terbang kearah ayahnya.


"Jadi pria itu ayahnya Xun! Mungkin akan lebih cocok jika mereka menjadi saudara" gumam Shin dalam hati, karena dia melihat jika ayahnya Xun terlihat berusia 20-an.


Benar-benar sangat muda.


Namun dia adalah Elf, kemungkinan usia aslinya sudah berumur ratusan tahun, paling tidak usianya sudah 300 sampai 400 tahun.


Ayah Xun melepaskan pelukan Xun lalu memegang kedua pundak gadis Elf itu kemudian bertanya dengan ekspresi yang tidak menentu "Xun'er! Kau bisa terbang! Kau juga sudah memiliki kultivasi!"


Ayah Xun mengetahui jika Xun sama sekali tidak memiliki kultivasi karena segel di dalam tubuhnya, dan segel itu akan terlepas jika Xun sudah berhubungan dengan seorang pria.


Semenjak Xun menghilang dari rumah, ayah Xun langsung memerintahkan pasukan untuk mencari keberadaannya, namun setelah dicari ke seluruh tempat di wilayah Elf, Xun sama sekali tidak ditemukan.


Ayah Xun akhirnya berpikir jika gadis itu telah melakukan hal yang sembrono dengan keluar dari formasi pelindung secara diam-diam untuk mencari obat yang bisa menyembuhkan kakeknya.


Semenjak itu ayah Xun mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan gadis itu, bahkan dia sendiri turun tangan dalam pencarian.


Sampai akhirnya dia menemukan Xun.


Namun sesuatu yang mengejutkan langsung menyambutnya setelah bertemu kembali dengan putri tercintanya.


Xun sudah bisa terbang, bahkan memiliki kultivasi tingkat Martial Saint.

__ADS_1


"A..itu..." Xun tidak tau harus menjelaskan seperti apa pada ayahnya, secara refleks Xun menoleh kearah Shin yang masih berdiri ditempatnya memandang mereka berdua.


Pandangan ayah Xun pun mengikuti tatapan Xun, dan melihat seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah Shin.


Wajahnya langsung berubah marah atau lebih tepatnya murka karena berpikir jika Shin telah melakukan hal yang tidak-tidak pada putrinya.


"BIADAB!!" Tanpa menunggu lagi, ayah Xun langsung melesat cepat kearah Shin dengan aura kuat yang meledak keluar, berkobar bagaikan api.


Dengan kepalan tangan yang sudah dilapisi energi cahaya kuat, ayah Xun langsung memukul kearah Shin.


Shin sudah menduga hal ini akan terjadi, jadi dia sudah bersiap dengan hal ini.


Dia bisa merasakan jika kultivasi ayah Xun berada ditingkat setengah langkah Martial God.


Namun Shin masih tenang, dia tidak berpikir akan kalah dengan mudah dari ayah Xun, namun yang pasti Shin tidak akan pernah bisa menang melawan ayah Xun.


Shin melapisi kepalan tangannya dengan hukum ruang disertai dengan aliran petir yang menggelegar, lalu membalas pukulan ayah Xun.


*BOOOOMMMM...!!!


Ledakan gelombang kejut keras terjadi saat pukulan mereka beradu, kawah besar langsung tercipta dibawah kaki mereka berdua.


Ayah Xun terkejut melihat Shin dapat menandingi kekuatan pukulannya, padahal kultivasi Shin berada ditingkat Martial Saint tahap akhir.


Meskipun dalam hal tingkat kultivasi, mereka berdua hanya berbeda setengah langkah, namun seharusnya perbedaan kekuatan mereka sudah tidak bisa dibandingkan lagi.


Awalnya ayah Xun mengira tubuh Shin akan langsung hancur setelah membalas pukulannya, namun dia tidak menyangka Shin ternyata baik-baik saja.


"Kau salah paham paman, aku tidak..." Shin berniat menjelaskan pada ayah Xun.


Namun belum sempat Shin menyelesaikan kalimatnya, ayah Xun sudah lebih dulu memotong dengan nada membentak.


"DIAM KAU BIADAB!! AKU PASTI AKAN MEMBUNUH MU!!" Ayah Xun menendang kearah kepala Shin.


Shin menggunakan lengannya untuk menahan serangan itu, namun tendangan ayah Xun sangat kuat membuatnya terpental jauh.


"Shin!" Xun yang melihat kejadian itu menjadi khawatir pada Shin "Ayah hentikan itu! Jangan menyerangnya lagi!!"


Xun tidak ingin melihat mereka berdua bertarung.

__ADS_1


Dia paham kenapa ayahnya marah besar seperti itu, namun kenyataan yang sebenarnya masih belum pasti.


Xun juga tidak mengetahui apakah Shin benar-benar sudah melakukan hal itu padanya atau tidak.


__ADS_2