Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
48. Pertarungan Sengit


__ADS_3

Para anggota Sekte Lembah Siluman yang sebelumnya mengejar Shin, kini sudah tiba di sana, namun mereka semua tidak berani mendekat setelah melihat pertarungan dahsyat antara Shin melawan Tetua Jing Hu.


Mereka semua diam di tempat yang cukup jauh, hanya berani menonton tanpa berani ikut campur dalam pertempuran.


Jelas sekali mereka hanya akan mengantarkan nyawa jika ikut campur dalam pertarungan dahsyat itu.


Selain ngeri mereka juga merasa kagum melihat pertarungan antara Shin dan Tetua Jing Hu, karena ini pertama kalinya mereka semua melihat pertarungan tingkat Martial Saint.


Pandangan seorang tetua jatuh pada Qin Zhiyun dan Xue'er yang masih tidak sadarkan diri.


Tetua itu pun memerintahkan dua orang kultivator tingkat Martial Monarc untuk menangkap Qin Zhiyun.


Dia sama sekali tidak melihat jika sekarang Qin Zhiyun berada dalam sebuah ruang dimensi yang berbeda.


Dua orang kultivator tingkat Martial Monarc awalnya tampak ragu, jelas karena mereka takut terkena dampak dari serangan.


Namun setelah mendapatkan tatapan tajam dari tetua itu, dia orang itu tidak lagi berani membantah, mereka berdua langsung melesat cepat kearah Qin Zhiyun.


Hanya dalam waktu beberapa saat, jarak mereka menipis. Dua orang itu berniat langsung melumpuhkan Qin Zhiyun, namun belum sempat mereka menyentuh gadis itu, kedua orang itu menabrak sebuah dinding yang tidak terlihat.


Qin Zhiyun membalik badan karena mendengar suara, dia akhirnya melihat dia orang anggota Sekte Lembah Siluman.


Gadis itu terlalu fokus melihat pertarungan antara Shin melawan Tetua Jing Hu sampai-sampai tidak menyadari kedatangan dua orang itu.


Dia benar-benar lengah, untung saja ada dimensi ruang yang melindunginya, jika tidak maka entah apa yang akan terjadi padanya.


Dua orang itu menggedor-gedor dinding ruang dimensi.


"Apa ini, kenapa kita tidak bisa mendekat?"


"Aku juga tidak tau, dinding tak terlihat ini sangat kuat!"


Tiba-tiba dua bilah es melesat dengan kecepatan tinggi kearah dua orang itu.


Dua orang itu tidak sempat menghindar karena mereka bahkan tidak menyadari serangan yang datang, akhirnya leher kedua orang itu terputus oleh bilah es.


Tubuh dan kepala mereka berdua langsung terjun bebas menghantam tanah.


Para anggota Sekte Lembah Siluman sangat terkejut melihat hal itu, mereka melihat kearah sumber serangan dan ternyata yang melakukan hal itu adalah Shin.


Siapa yang menyangka jika dalam pertarungan dahsyat seperti itu, Shin masih memperhatikan Qin Zhiyun.


Akhirnya tidak ada lagi yang berani mendekati Qin Zhiyun, karena kematian yang menanti mereka.


***


*Boooommmm...!!!

__ADS_1


*Boooommmm...!!!


*Boooommmm...!!!


Ledakan-ledakan besar terus terjadi akibat dari pertarungan antara Shin melawan Tetua Jing Hu.


Mereka menggunakan teknik masing-masing dari elemen yang berbeda, elemen es melawan api hitam.


Benturan antara kedua energi itu menyebabkan ledakan keras, membuat kawah dengan berbagai macam ukuran dimana-mana.


Shin terlihat cukup kesusahan melawan Tetua Jing Hu, namun n begitu juga sebaliknya.


Bisa dibilang pertarungan mereka berdua imbang.


Shin menarik nafas dalam hingga dada mengembung, lalu menyemburkan badai angin salju dari mulutnya.


Badai angin salju itu memiliki jangkauan yang luas, mengarah pada Tetua Jing Hu.


Tetua Jing Hu juga menyiapkan tekniknya, dia merentangkan kedua tangannya yang diselimuti api hitam membara.


Tetua Jing Hu memusatkan energi Qi lebih banyak sehingga membuat api hitam pada kedua lengannya semakin berkobar ganas.


Dia langsung mengayunkan tangannya kedepan, bersamaan dengan itu semburan gelombang api besar keluar dari tangannya.


Badai angin salju dan gelombang api hitam pun bertabrakan.


Hal itu menyebabkan ledakan keras yang membuat tanah berguncang hebat.


Ledakan itu membuat gelombang kejut keras yang bahkan membuat Shin dan Tetua Jing Hu terpaksa mundur beberapa meter.


Tatapan mata keduanya bertemu, menatap tajam satu sama lain sebelum bergerak maju melesat kedepan.


Hanya dalam sekejap mata mereka berdua sudah berhadapan dengan pedang masing-masing yang terayun kuat.


Pedang Bintang Emas dan pedang Tetua Jing Hu yang diselimuti api hitam pun berbenturan, dan lagi-lagi Tetua Jing Hu terlempar jauh.


Tetua Jing Hu dengan cepat mengatur posisinya lalu kembali menatap Shin dengan tajam.


Dia akhirnya menyadari jika kekuatan tebasan Shin sangat kuat karena pedang emas yang dia gunakan.


Setelah diperhatikan lebih teliti, pedang itu memancarkan aura emas yang penuh dengan dominasi, aura emas itu hampir tidak terlihat karena tersamarkan oleh aura dingin milik Shin.


Dia memperkirakan paling tidak pedang itu adalah senjata suci dengan tingkat tertinggi.


Sebuah pemikiran serakah terlintas di kepala Tetua Jing Hu, dia ingin mendapatkan pedang itu untuk dirinya sendiri.


Shin tentu saja mengetahui apa yang Tetua Jing Hu pikirkan, itu terlihat jelas dari wajah tuannya itu.

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah mendapatkan pedang ini!" Shin berkata dengan dingin.


Tetua Jing Hu tersenyum sinis "Heh, Aku pasti akan mendapatkan pedang itu, apa pun caranya!"


Mereka berdua saling menatap untuk sesaat sebelum mereka tiba-tiba menghilang ditempat.


*Booommm...!!


Seketika mereka berdua muncul ditempat lain dengan pedang yang beradu membuat ledakan gelombang kejut keras.


Mereka kembali menghilang kemudian tiba-tiba muncul di tempat lain dengan pedang yang beradu.


Hal ini terus terjadi sampai ratusan kali atau mungkin lebih, dan kejadiannya sangatlah cepat.


Qin Zhiyun yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa melihat ledakan-ledakan yang terjadi dimana-mana, tanpa melihat apa penyebab dari ledakan itu.


Namun dia bisa menebak jika itu adalah akibat dari pertarungan Shin dan Tetua Jing Hu.


Pertarungan sengit kedua orang itu masih terus berlanjut sampai kemudian Shin terpukul mundur puluhan meter.


Tetua Jing Hu mengalihkan energi Qi yang besar ke pedangnya, membuat kobaran api hitam pada pedangnya semakin ganas.


Tetua Jing Hu langsung menebaskan pedangnya dengan kecepatan tinggi, mengeluarkan gelombang api hitam kearah Shin.


"Dinding Ruang!" Shin yang melihat itu langsung menciptakan dinding ruang sebagai perisai.


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


Gelombang api hitam membentur dinding ruang Shin, menyebabkan ledakan terus menerus tanpa henti.


"Hahaha...! Aku ingin melihat sampai mana kau bisa bertahan!" Tetua Jing Hu tertawa keras, tanpa henti terus menebaskan pedangnya mengeluarkan gelombang api hitam.


Ledakan-ledakan terus terjadi, Shin sudah terlihat mulai kesusahan mempertahankan teknik dinding ruangnya karena serangan Tetua Jing Hu tidak memberikan jeda sedikit pun.


Saat menggunakan tanda elemen gabungan, Shin tidak bisa memaksimalkan kekuatan yang tidak dia gunakan.


Seperti saat ini, Shin menggunakan Tanda Elemen Es, dia tidak bisa maksimal dalam menggunakan teknik ruang, sehingga dia kesusahan menahan serangan Tetua Jing Hu.


Dengan usaha yang cukup keras, Shin akhirnya dapat menciptakan satu dinding ruang lagi, sehingga membuat pertahanan berlapis.


Dia kemudian melemparkan satu kertas formasi jauh kearah lain.


Shin melakukan segel tangan lalu dia menghilang dari tempatnya, berteleportasi kearah dia melemparkan kertas formasi tadi.

__ADS_1


Dinding Ruang berlapis itu akhirnya hancur.


__ADS_2