Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
96. Permintaan Maaf


__ADS_3

Shin tidak lagi berani bicara setelah merasakan aura kemarahan seorang ibu dari Xun.


Entah bagaimana Xun memiliki aura seperti itu, padahal dia hanyalah seorang gadis Elf yang bisa dibilang masih polos.


Melihat Shin yang sudah diam, Xun pun berbalik menghadap ayahnya, lalu menceritakan kejadian yang dia alami dan juga alasan kenapa dia keluar dari wilayah Elf.


Xun menceritakan jika saat dia keluar dari wilayah Elf secara diam-diam, para High Orc langsung menangkapnya dan membawanya pergi, berniat untuk diserahkan pada Raja High Orc.


Namu untung saja ada Shin yang menyelamatkan dirinya, setelah itu mereka berdua saling kenal.


"Jadi maksud mu pemuda itu adalah orang baik dan tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak pada mu? Lalu bagaimana kau bisa memiliki kultivasi sedangkan hanya ada satu cara untuk membuat mu memiliki kultivasi?" sekarang ayah Xun jadi bingung.


"Itu..." Xun juga saat ini tidak tau harus menceritakan seorang tentang hal itu.


Masalah tentang kenapa dia memiliki kultivasi, dia sendiri juga masih belum tau pasti.


Pada akhirnya, Xun mengatakan yang sejujurnya "Sebenarnya aku juga tidak tau pasti! Saat itu aku tertidur dan saat bangun aku sudah memiliki kultivasi, Shin bilang jika dia membantu ku melepaskan segel kekuatan ku saat aku sedang tidur, tapi aku juga tidak bisa memastikan perkataannya benar atau tidak!"


Wajah ayah Xun kembali berubah muram, kemarahannya sepertinya akan kembali memuncak.


Ayah Xun berpikir dengan wajah Xun yang begitu cantik, pasti seorang pemuda seperti Shin akan sulit menahan godaan terlebih Xun tidak memiliki kultivasi dan tidak akan bisa melawan saat itu.


Sebelum kemarahan ayahnya kembali memuncak, Xun segera menenangkan ayahnya "Tapi ayah, Shin sangatlah baik, bahkan dia rela masuk kedalam Lembah Beracun untuk mendapatkan Bunga Seribu Racun demi menyelamatkan kakek!"


Xun melambaikan tangannya, mengeluarkan Bunga Seribu Racun lalu menyerahkannya pada ayahnya.


Luo yang juga mendengar hal itu segera mendekat untuk melihat Bunga Seribu Racun lebih teliti.


Apakah itu benar-benar Bunga Seribu Racun atau tidak.

__ADS_1


"Ini..." Ayah Xun mengambil Bunga Seribu Racun itu "Ini benar-benar Bunga Seribu Racun, dengan ini ayah dapat diselamatkan!"


Wajah ayah Xun berubah cerah, sebelumnya dia sudah putus asa dengan hal itu.


Jika dia tidak menuruti keinginan para High Orc untuk memberikan mereka para gadis dari ras mereka, maka dia tidak akan pernah bisa menyelamatkan raja Elf yang merupakan ayahnya.


Namun jika dia menuruti keinginan para High Orc maka harga diri ras Elf akan hilang, raja Elf juga pasti tidak akan setuju dengan hal itu dan akan marah besar pada dirinya.


Namun sekarang Bunga Seribu Racun yang menjadi kunci permasalahannya sudah berada ditangannya.


"Selain itu, apakah ayah tidak melihat perbedaan pada Shin dan kita? Telinganya tidak runcing seperti Elf, yang artinya dia adalah manusia!" Xun menoleh kearah Shin.


Mendengar kata manusia, ayah Xun dan Luo segera menoleh kearah Shin dan melihat jika memang telinga milik Shin berbeda dengan Elf.


Bentuk telinganya sama seperti patung Qing Juan yang berada di wilayah Elf.


Mata ayah Xun dan Luo langsung melebar melihat itu, dia mengingat jika pada jaman dahulu, Qing Juan berpesan pada leluhurnya jika nanti di masa depan akan ada seorang pemuda yang datang ke Benua Kegelapan, dan Qing Juan meminta untuk memberikan peninggalannya pada pemuda itu.


Ayah Xun dan Luo terbang mendekat dan mendarat didepan Shin.


"Maaf sebelumnya Tuan Shin atas kesalahannya dan hampir saja membunuh mu! Jika berkenan saya mengundang tuan Shin untuk datang ke wilayah Elf dan menjamu tuan Shin sebagai permintaan maaf!" Ayah Xun membungkuk, begitu juga dengan Luo.


Ayah Xun benar-benar menyesali perbuatannya yang hampir membunuh Shin, jika saja Shin terbunuh olehnya maka dia akan menyesal seumur hidupnya karena telah membunuh seorang manusia.


Bagi para ras Elf, manusia adalah keberadaan yang agung, karena manusia yang mereka tau hanyalah Qing Juan saja, dan menganggap jika semua manusia itu memiliki kekuatan yang hebat serta hati yang baik.


Setelah mengetahui jika Shin adalah manusia, ayah Xun yakni jika Shin sama sekali tidak melakukan hal yang tidak-tidak pada putrinya, karena dia percaya manusia itu adalah makhluk agung yang memiliki hati baik.


Pemikiran Lui juga sama dengan ayahnya, dari dulu dia sudah sering mendengar kisah kehebatan sesosok manusia bernama Qing Juan.

__ADS_1


Hal ini membuatnya berharap dapat bertemu dengan manusia suatu hari nanti, dan sekarang dia sudah bertemu dengan seorang manusia, masih muda dan memiliki kekuatan yang berada diatas dirinya.


Harapannya telah terwujud, dia merasa senang namun juga menyesal disaat yang bersamaan, karena sebelumnya sudah menyerang Shin.


Shin sendiri agak bingung melihat perubahan sikap ayah Xun dan Luo terhadapnya. Sebelumnya mereka sangat ingin membunuhnya namun sekarang mereka terlihat sangat menghormatinya.


"E... sebelumnya aku minta agar kalian mengangkat kepala, aku sudah memaafkan kalian, lagi pula aku sama sekali tidak mendapatkan luka! Dan juga apakah kalian percaya pada ku jika aku sama sekali tidak pernah menodai Xun?"


Ayah Xun dan Luo mengangkat kepalanya lalu sama-sama mengangguk.


"Aku percaya tuan Shin adalah pemuda yang diramalkan oleh tuan Qing Juan, jadi tidak mungkin tuan Shin melakukan hal b*ejat seperti itu!" ucap ayah Xun.


Shin diam sejenak sebelum berkata "Baiklah aku memaafkan kalian! Lagi pula aku sama sekali tidak terluka, dan juga sudah dari dulu aku ingin mengunjungi wilayah para Elf!"


Shin tersenyum, membayangkan negeri para Elf yang sangat ingin dia kunjungi saat masih di bumi.


Negeri Elf yang damai, tentram, sejuk, dan pastinya tidak terlupakan para wanita ras Elf yang merupakan keindahan yang tidak terkalahkan.


Itulah yang Shin bayangkan sebelum terpanggil ke dunia Terkutuk, dan sekarang bayangan itu kembali muncul di kepala Shin.


Wajah ayah Xun dan Luo berubah cerah, mereka senang dengan keputusan Shin.


Itu artinya Shin sama sekali tidak mempermasalahkan masalah sebelumnya.


Manusia memang memiliki hati yang baik, pikir mereka berdua.


"Kalau begitu kita harus segera kembali ke wilayah Elf, karena Bunga Seribu Racun ini harus segera diberikan pada ayah ku! Mari tuan Shin, ikuti aku!" ayah Xun pun terbang diikuti oleh Luo, Xun dan tentu saja Shin.


Dengan ini Shin yakin dapat mendapatkan batu pemahaman hukum waktu itu, Shin sudah tidak sabar untuk mempelajari hukum waktu.

__ADS_1


Sudah pasti dengan mempelajari hukum waktu, kekuatan Shin akan meningkat pesat.


__ADS_2