
Qing Zhizun yang sedang tiduran santai didalam tubuh Shin tiba-tiba bangkit dari tidurnya.
Keningnya berkerut dengan ekspresi wajah serius.
Dia bisa merasakan ada 3 aura kuat yang melesat cepat menuju Sekte Pedang Ilahi, dan salah satu dari aura kuat itu sepertinya telah melampaui tingkat Martial Saint, meskipun masih belum berada ditingkat Martial God.
Dua aura lainnya sangat dikenal oleh Qing Zhizun, itu adalah aura Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo.
"Bukankah aku sudah membuat formasi segel pada pintu alam misterius sebelumnya, seharusnya itu bisa menahan mereka sampai setidaknya satu bulan! Kenapa mereka bisa keluar secepat ini?" gumam Qing Zhizun.
Ini adalah masalah yang besar, mungkin jika itu hanya Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo saja yang datang, itu masih bisa diatasi.
Tapi ada satu lagi tambahan orang, dan orang itu sudah melampaui tingkat Martial Saint.
Qing Zhizun keluar dari tubuh Shin lalu melihat pemuda itu yang masih dalam kondisi tidak sadar, berbaring diatas kasur.
"Sepertinya kali ini aku tidak memiliki pilihan lain! Anak muda, mungkin kau tidak akan pernah lagi melihat ku setelah ini!" Qing Zhizun tersenyum tipis, lalu segera keluar dari ruangan itu lewat atap.
Tubuhnya yang hanya jiwa saja menembus atap tanpa ada halangan sedikit pun.
Qing Zhizun berhenti setelah berada diatas atap bangunan, dia melihat ke langit Sekte Pedang Ilahi, terlihat ada 5 orang yang berada cukup jauh diatas.
Lima orang itu adalah Xu Xuan, Xu Huang, Lui Meiyu, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo.
Namun sepertinya mereka masih belum memulai pertarungan.
Qing Zhizun langsung melayang terbang menuju kearah mereka.
***
Merasakan ada suatu aura yang mendekat kearah mereka, kelima kultivator itu melihat kearah aura yang mereka rasakan.
Xu Xuan dan Xu Huang langsung memberikan salam hormat pada Qing Zhizun, mereka sebelumnya memang pernah bertemu sekali beberapa hari yang lalu.
Qing Zhizun menunjukkan dirinya pada Xu Xuan dan Xu Huang untuk menjelaskan kondisi Shin yang sekarat.
Qing Zhizun mengangkat tangannya, mengisyaratkan untuk tidak perlu bersikap terlalu formal.
"KAU!!" Tetua Lei Huo yang melihat kedatangan Qing Zhizun, wajahnya langsung berubah marah.
Sebelumnya dia sudah dibodoh-bodohi oleh Qing Zhizun, membuatnya sangat membenci Qing Zhizun.
Tanpa pikir panjang Tetua Lei Huo langsung melesat menyerang Qing Zhizun, dengan kepalan tangannya yang diselimuti kilatan petir ganas.
Dalam sekejap Tetua Lei Huo sudah berada didepan Qing Zhizun dan langsung memukul wajahnya.
Qing Zhizun hanya diam dengan ekspresi bingung melihat Tetua Lei Huo yang sudah siap memukulnya.
Pukulan Tetua Lei Huo melewati Qing Zhizun, menembus tubuhnya tanpa melukai Qing Zhizun.
__ADS_1
Qing Zhizun menghela nafas sambil membalik badan kearah Tetua Lei Huo yang berjarak belasan meter dibelakangnya.
"Kau itu benar-benar bodoh ya! Padahal aku sudah bilang jika aku ini hanyalah jiwa, jadi serangan fisik tidak akan mempan pada ku!"
"DIAM KAU!" Wajah Tetua Lei Huo memerah, sebenarnya dia malu aksi bodohnya dilihat oleh para kultivator tingkat Martial Saint lainnya.
Lui Meiyu sendiri kini mengeluarkan aura yang semakin kuat, namun kali ini auranya terpusat pada Tetua Lei Huo, matanya menatap dingin Tetua Lei Huo.
"Tua Bangka! Bukankah sudah ku bilang jangan bertindak tanpa perintah ku!"
Hati Tetua Lei Huo langsung merasa dingin yang ekstrim saat melihat tatapan Lui Meiyu kearahnya yang membuatnya berkeringat dingin "M-maafkan aku Master Sekte!"
Lui Meiyu masih menatapnya dengan dingin, Tetua Lei Huo paham maksud Lui Meiyu, dia pun kembali terbang kebelakang Lui Meiyu dengan perasaan yang tidak karuan.
Pasti dia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat nantinya.
"Siapa kau?" Lui Meiyu bertanya pada Qing Zhizun dengan tatapan tajam dan ekspresi yang tidak bersahabat.
Entah kenapa Lui Meiyu merasa tidak asing dengan wajah Qing Zhizun, karena itulah dia jadi sedikit penasaran dengan identitas Qing Zhizun.
"Uh, galak sekali! Jika kau ingin bertanya maka kau harus tersenyum, kau membuat ku takut dengan ekspresi mu itu!" Qing Zhizun mulai bertingkah konyol.
"Meskipun kau hanya seorang jiwa jangan berpikir aku tidak memiliki cara untuk melenyapkan mu! Jadi jangan bermain-main didepan ku!" Lui Meiyu merasa sedikit kesal dengan Qing Zhizun.
"Ho!" Qing Zhizun tersenyum tipis, lalu tiba-tiba Qing Zhizun yang tadinya terlihat konyol entah kenapa kini dia terlihat berkarisma dan penuh wibawa.
"Sungguh kata-kata bualan yang konyol! Apa kau pikir bisa mengalahkan ku?" Lui Meiyu berkata dengan angkuh.
"Yah, aku akui jika memang aku tidak bisa mengalahkan mu, tapi akan ku buktikan jika aku sama sekali tidak membual!" Qing Zhizun menyentuh keningnya dengan dua jari tangan kanannya.
Tiba-tiba cahaya biru cerah keluar sari kening Qing Zhizun. Saat dia menyingkirkan dua jarinya dari keningnya, terlihat sebuah tanda bulat sempurna berwarna biru cerah di kening Qing Zhizun.
"Tanda Jiwa!"
Mata Lui Meiyu melebar melihat Tanda Jiwa itu, dia akhirnya mengingat siapa Qing Zhizun sebenarnya.
"Dia adalah Dewa Formasi!" gumam Lui Meiyu.
Pantas saja dia merasa tidak asing dengan wajah Qing Zhizun, ternyata dia adalah salah satu dari 3 Dewa Besar, sang Dewa Formasi.
Pancaran Kekuatan jiwa keluar dari tubuh Qing Zhizun, sangat kuat, bahkan Kelima orang disana terpaksa harus mundur belasan meter.
Mereka semua sangat terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan Qing Zhizun, terutama Tetua Lei Huo.
Dia tidak pernah menduga sebelumnya Qing Zhizun menyimpan kekuatan sebesar ini.
"Ini akan membutuhkan waktu, jadi kalian lebih baik diam ditempat!" Qing Zhizun melihat kearah Lui Meiyu dan dia tetua, lalu melakukan segel tangan.
Seketika tulisan-tulisan kuno menjerat tubuh mereka bertiga, membuat mereka tidak dapat bergerak, bahkan untuk Lui Meiyu sekali pun.
__ADS_1
"Tuan!" Xu Xuan dan Xu Huang terlihat khawatir melihat Qing Zhizun.
Qing Zhizun menoleh kearah mereka berdua dengan senyum hangat "Mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya kita bertemu, jadi aku akan memberikan hadiah perpisahan untuk kalian! Dan juga aku memiliki satu permintaan terakhir, tolong sampaikan salam perpisahan ku pada bocah itu!"
Setelah mengatakan itu, Qing Zhizun melakukan segel tangan.
Dua butir cahaya sebesar kelereng keluar lalu melayang masuk kedalam tubuh Xu Xuan dan Xu Huang.
"Aku sudah memberikan tanda pada jiwa kalian berdua! Setelah ini kalian bisa mengendalikan formasi yang akan aku buat!"
Qing Zhizun kemudian kembali melakukan segel tangan.
"APA YANG KAU RENCANAKAN?! CEPAT LEPASKAN AKU!!" Lui Meiyu berteriak marah, menatap Qing Zhizun dengan penuh kebencian.
"Berteriaklah sepuasnya, dan berusahalah sebisa kalian! Kalian tetap tidak akan bisa lepas dari formasi yang menjerat kalian!" ucap Qing Zhizun sambil masih melakukan segel tangan.
"Aku akan membuat susunan formasi terkuat yang pernah aku ciptakan! Susunan Formasi 4 Arah Mata Angin! Meskipun ini akan lebih lemah karena kekuatan jiwa ku saat ini tidak cukup! Tapi setidaknya ini bahkan bisa menahan kultivator tingkat Martial God" gimana Qing Zhizun.
Formasi 4 Arah Mata Angin adalah susunan formasi pelindung sekaligus menyerang.
Namun untuk menciptakan formasi ini, Qing Zhizun harus mengorbankan jiwanya sendiri.
Setelah ini dia akan langsung menghilang.
Tubuh Qing Zhizun perlahan berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil.
Qing Zhizun tiba-tiba mengingat wajah Shin, dia kemudian tersenyum.
"Selamat tinggal bocah, aku harap kau tidak akan cepat-cepat menyusul ku!" Qing Zhizun memejamkan matanya, tubuhnya mulai semakin pudar.
"Setidaknya aku mati tanpa penyesalan! Yah, mungkin penyesalan ku hanya tidak bisa melihat wajah babak belur bocah itu yang dihajar oleh para wanitanya!"
"Sungguh konyol!"
Tubuh Qing Zhizun semakin memudar dan akhirnya menghilang, berubah menjadi jutaan butiran-butiran cahaya kecil yang menyebar kesegala arah Sekte Pedang Ilahi.
Butiran cahaya itu pun membantu lapisan dinding energi yang terus meluas melingkupi seluruh area Sekte Pedang Ilahi.
Semua anggota Sekte Pedang Ilahi melihat kejadian ini.
Lapisan dinding energi itu terus terbentuk, membentuk kubah besar menutupi seluruh area Sekte Pedang Ilahi.
Akhirnya Formasi 4 Arah Mata Angin pun tercipta seutuhnya.
Tubuh Xu Xuan dan Xu Huang bergetar melihat Qing Zhizun yang menghilang sepenuhnya.
Mereka benar-benar sedih dan terharu akan pengorbanan Qing Zhizun.
Qing Zhizun mengorbankan dirinya demi keselamatan mereka semua.
__ADS_1