Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
126. Mulainya Pertarungan


__ADS_3

Shin saat ini menatap Jendela Chong, begitu juga sebaliknya.


"Manusia, meskipun aku sedang mendapat luka yang cukup parah, jangan pikir bisa mengalahkan ku" Jendral Chong merasakan kultivasi Shin berada ditingkat Martial Saint tahap akhir.


Sedangkan dirinya berada ditingkat Martial God, perbedaan kekuatan antara Martial Saint dan Martial God sangatlah jauh, sama sekali tidak bisa dibandingkan.


Meskipun Jendral Chong sedang terluka, namun dia yakin dirinya masih bisa melawan 100 kultivator tingkat Martial Saint tahap akhir dengan mudah.


"Tidak perlu banyak bicara, akan ku bunuh kau sekarang juga!" Shin mengeluarkan Pedang Bintang Emas.


"Sungguh arogan, aku ingin melihat bagaimana kau akan membuktikan perkataan mu itu!" Jendral Chong mengeluarkan dua pedang pendek dari cincin penyimpanannya.


Tidak lama kemudian, aura di tubuh Shin meluap keluar, aura emas yang mendominasi bersamaan dengan tubuhnya yang mengalami perubahan.


Sisik-sisik emas mulai muncul di seluruh tubuhnya, gigi taringnya sedikit memanjang dan dua tanduk tumbuh di dahinya, tanduk bagian kiri lebih pendek dari bagian kanan, mata Shin juga berubah berwarna emas dengan pupil tajam.


Jendral Chong secara tidak sadar mundu satu langkah karena merasakan tekanan dari aura yang dikeluarkan Shin, terlebih saat melihat bentuk tubuh Shin yang saat ini mirip dengan naga yang dikatakan dalam legenda.


"Apa-apaan manusia ini, apakah dia benar-benar seorang manusia? Aura dan bentuk tubuhnya, aku merasa seperti sedang berhadapan dengan seekor naga yang legendaris!" gumam Jendral Chong, meningkatkan kewaspadaannya, mulai merasa jika pertarungan ini tidak akan mudah meskipun Shin berada ditingkat Martial Saint tahap akhir.


Shin melihat perubahan pada tubuhnya "Aku sudah mencapai tahap kedua dari perubahan naga!"


Shin benar-benar senang dengan pencapaiannya, hanya tinggal selangkah lagi dia bisa mencapai tahap terakhir dari perubahan naga.


Kali ini Shin tidak berpikir untuk menggunakan kekuatan penuhnya, karena ini kesempatan untuk melatih kekuatan naga yang dia miliki.


Ini adalah kesempatan langka karena tidak banyak yang bisa melawannya di dunia ini, akan sulit baginya menemukan kesempatan untuk melatih kekuatan naga seperti ini.


Sebelumnya Shin juga sudah melatih beberapa teknik yang dimiliki Dewa Naga.


Kebanyakan teknik itu adalah teknik yang menggunakan tombak, namun Shin dapat sedikit memodifikasinya menjadi teknik pedang.


Jadi Shin dapat mengkombinasikan Kekuatan naga dengan teknik pedang yang dia pelajari.


Ini merupakan pertarungan serius yang menentukan kemenangan, namun Shin menganggap pertarungan ini sebagai latihan.


Shin melihat kearah Jendral Chong "Pertarungan ini tidak akan mudah, aku tidak boleh lengah melawannya!"

__ADS_1


Shin memasang kuda-kuda, sesaat kemudian dia langsung mengambil inisiatif untuk menyerang duluan.


Jendral Chong yang melihat itu juga ikut melesat menyerang Shin.


Pertarungan pun terjadi.


***


Sementara itu, pertarungan antara Raja Rou Dan melawan Raja Yong sudah berlangsung, pertarungan antara dua raja dari ras yang berbeda itu berlangsung sangat sengit.


Pedang dan tombak beradu membuat ledakan gelombang kejut di setiap serangan mereka.


Mereka bertarung dari satu tempat ke tempat lain membuat semua lokasi pertarungan mereka hancur.


Pertarungan keduanya terlihat imbang, setara satu sama lain.


Namun ini semua juga karena luka yang diterima Raja Rou Dan, jika bukan karena hal itu sudah pasti Raja Yong terdesak.


Sesaat kemudian, mereka berdua sama-sama mengambil jarak.


Raja Rou Dan masih terlihat marah, menatap Raja Yong dengan penuh kebencian yang mendalam.


"Ini semua terjadi karena kebodohan mu! Kau tidak bisa menyalahkan orang lain!"


"Kau benar-benar membuat ku marah! Sudah cukup main-mainnya, kau akan ku bunuh hari ini!" Raja Rou Dan berkata dengan dingin.


Seketika ledakan aura meluap keluar dari tubuh Raja Rou Dan, bersamaan dengan tubuhnya yang membesar dan tanduk di keningnya yang memanjang.


Raja Yong langsung bersiaga, dia bisa merasakan kekuatan Raja Rou Dan meningkat drastis.


"Tebasan Cahaya!" Raja Yong menebaskan pedangnya berkali-kali, mengeluarkan energi cahaya dengan kecepatan tinggi kearah Raja Rou Dan.


*Deng...!!


*Deng...!!


*Deng...!!

__ADS_1


Semua serangan Raja Yong mengenai sasaran, namun semua serangannya seperti mengenai baja keras, sama sekali tidak melukai Raja Rou Dan.


"Kulitnya benar-benar keras, aku harus lebih waspada!" gumam Raja Yong.


Tiba-tiba Raja Rou Dan menghilang lalu Seketika muncul di depan Raja Yong dengan tombak yang siap menebas lehernya.


"Cepat sekali!" Raja Yong benar-benar terkejut melihat kecepatan Raja Rou Dan, meskipun begitu dia masih bereaksi cukup cepat dengan menangkis serangan itu menggunakan pedangnya.


Serangan Raja Rou Dan begitu keras dan bertenaga, meskipun sudah ditahan, Raja Yong tetap terpental sejauh 1000 meter lebih.


"HAHAHA...! AKU AKAN MEMBUNUH MU HARI INI!!" Raja Rou Dan kembali melesat kearah Raja Yong.


Raja Rou Dan kembali muncul diatas Raja Yong, tombaknya sudah siapa menebas kepala Raja Yong dari atas.


Kali ini Raja Yong sudah mengantisipasi serangan ini, jadi dia cukup cepat menghindar jauh kebelakang.


Raja Rou Dan tidak ingin memberikan waktu bernafas, terus menerus mengejar Raja Yong sambil menyerang tanpa henti.


"HAHAHA! APA KAU HANYA TAU CARA MENGHINDAR DAN BERLARI SEPERTI TIKUS?!" Raja Rou Dan terus menyerang, sama sekali tidak memberi jeda.


Raja Yong sendiri hanya menangkis dan menghindari serangan Raja Rou Dan, sama sekali tidak membalas serangannya.


Dia saat ini sudah cukup kerepotan mengatasi kecepatan Raja Rou Dan, terlebih setiap serangannya benar-benar kuat.


***


Di tempat lain, Shin saat ini juga sedang melakukan pertarungan melawan Jendral Chong.


Pertarungan mereka berdua tidak kalah dahsyatnya dari pertarungan dua raja itu.


Shin dapat bertarung setara melawan Jendral Chong yang berada ditingkat Martial God, lebih tepatnya Shin terlihat sedikit unggul.


Hal ini karena Pedang Bintang Emas dan perubahan naga yang Shin gunakan, selain itu Jendral Chong dalam keadaan terluka cukup parah, jika tidak Shin pasti sudah kerepotan.


Jendral Chong sama sekali tidak berani menangkis serangan Shin dengan kulitnya, meskipun pertahanannya sangat kuat, namun dihadapan Pedang Bintang Emas, itu semua tidak ada artinya.


Jendral Chong sudah mendapatkan beberapa luka melawan Shin, namun sampai saat ini dia tidak bisa memberikan luka pada pemuda itu.

__ADS_1


Meskipun serangannya sudah beberapa kali mengenai Shin, namun pedangnya seperti menghantam besi keras yang tidak tertembus.


Hal ini sangat wajar karena dengan perubahan naga Shin saat ini, kekuatan dan ketahanan fisiknya melampaui High Orc, terlebih Shin juga melapisi sisik naga ditubuhnya dengan lapisan ruang sehingga senjata Jendral Chong sama sekali tidak bisa menembus pertahanan Shin.


__ADS_2