Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
172. Menggunakan Kekuatan Twilight Orb


__ADS_3

Di sebuah pulau yang terlihat berbentuk seperti pedang.


Seperti bentuknya, nama pulau itu adalah Pulau Pedang.


Di atas pulau pedang di ketinggian beberapa ribu meter, tiba-tiba muncul dua sosok yang mengeluarkan aura penuh dominasi.


Kedua sosok itu adalah Shin dan Liu Renmo, Shin menteleportasikan Liu Renmo bersamanya menuju Pulau Pedang agar tidak ada korban jiwa akibat pertarungan mereka berdua.


Shin menjadikan susunan formasi teleportasi di Pulau Pedang sebagai penghubung sehingga dia bisa berteleportasi bersama Liu Renmo.


Liu Renmo menoleh melihat sekelilingnya, menemukan jika dirinya sekarang berada ditempat yang berbeda.


Namun Liu Renmo sama sekali tidak terkejut, dia terlihat seakan sudah biasa mendapati situasi ini.


Memang dulu saat bertarung melawan 3 Dewa Besar, Liu Qing Zhizun selalu berteleportasi ke tempat lain yang tidak memiliki kehidupan manusia seperti yang dilakukan Shin saat ini.


Saat bertarung ribuan tahun lalu, jika Liu Renmo sedikit lagi akan berhasil membunuh salah satu dari mereka, maka Qing Zhizun akan langsung berteleportasi bersama 2 rekannya, kabur dari Liu Renmo.


Karena hal ini Liu Renmo menganggap Qing Zhizun adalah manusia paling merepotkan meskipun dia merupakan yang terlemah diantara 3 Dewa Besar.


"Kita akan mengakhiri semuanya disini!" ucap Shin, sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari Liu Renmo.


Liu Renmo mendengus sinis "Heh! Kau akan mati hari ini!"


Mereka saling menatap untuk beberapa saat, sebelum akhirnya melesat kearah masing-masing.


Shin memusatkan kelima elemen di kedua tangan, membuat sebuah pusaran yang berbentuk seperti bor.


Shin memukul udara, membuat pusaran lima elemen itu melesat kearah Liu Renmo, setelah mencapai jarak tertentu, kedua pusaran itu membesar hingga berkali-kali lipat.


Liu Renmo melihat itu, namun terus melesat kearah Shin.


Ketika kedua pusaran lima elemen itu berjarak beberapa meter dari Liu Renmo, kedua pusaran itu tiba-tiba menghilang lalu muncul di belakang Liu Renmo.

__ADS_1


Liu Renmo sudah menduga hal ini, namun dia sama sekali tidak berniat menahan atau menghindari serangan itu, dia justru tersenyum tipis.


*BOOOOMMMM...!!


Kedua pusaran itu mengenai punggung Liu Renmo, membuat ledakan keras yang menyebabkan Liu Renmo terpental kedepan dengan kecepatan tinggi.


Shin melebarkan matanya, dia sadar akan kesalahan yang dia lakukan.


Liu Renmo memanfaatkan kekuatan ledakan serangan Shin untuk mendorong tubuhnya kedepan hingga kecepatannya meningkat berkali-kali lipat.


Liu Renmo sama sekali tidak terluka karena dia memiliki pelindung kekosongan yang melapisi tubuhnya, meskipun pelindung kekosongan nya sudah retak akibat serangan Shin.


Shin tidak sempat menghindar Liu Renmo, untuk berteleportasi juga sudah terlambat karena Liu Renmo yang sudah berada di depannya.


Liu Renmo langsung mencengkram leher Shin dengan erat, meskipun begitu, tangan Liu Renmo tidak benar-benar mencengkeram leher Shin karena tubuhnya yang dilindungi lapisan ruang.


"Keukh!" Shin mencengkeram tangan Liu Renmo yang mencekiknya, namun cengkraman tangan Liu Renmo sangat kuat, Shin tidak bisa melepaskannya.


"Ini sudah berakhir manusia! Akan ku balaskan dendam Yu'er, dengan kematian mu, aku yakin dia akan merasa senang!" Liu Renmo berkata dengan dingin sambil memperkuat cengkeramannya.


Aura kegelapan pekat keluar dari tangan Liu Renmo, kemudian menyelimuti seluruh tubuh Shin, berusaha merusak lapisan ruang yang melindungi pemuda itu.


"Hehehe!" Shin tertawa kecil, dia sama sekali tidak terlihat tertekan dengan perkataan Liu Renmo.


"Apanya yang lucu? Apakah kau sadar akan kematian mu sehingga kau menjadi gila?"


Shin tiba-tiba tertawa "Hahaha! Siluman sialan, apakah kau yakin bisa membunuh ku?"


"Apa kau tidak sadar dengan situasi mu saat ini? Kau sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa! Riwayat mu sudah berakhir!" Liu Renmo sedikit waspada, mengantisipasi kemungkinan Shin bisa lolos.


Namun tiba-tiba hawa panas yang intens keluar dari tubuh Shin.


Hawa panas itu bukanlah sesuatu yang main-main, bahkan Liu Renmo dapat merasakannya meskipun tubuhnya dilindungi pelindung kekosongan.

__ADS_1


Hawa panas itu terus meningkat hingga tangan Liu Renmo sudah merasa terbakar, aura kegelapan yang menyelimuti tubuh Shin langsung terbakar dan menghilang begitu saja.


Liu Renmo sudah tidak bisa menahannya lagi, dia langsung menendang perut Shin, hingga membuat pemuda itu terpental ke bawah menghantam tanah dengan keras, membuat Pulau Pedang bergetar.


"Apa itu tadi?" Liu Renmo melihat tangannya yang mendapatkan luka bakar cukup parah "Hawa panas seperti itu tidak seharusnya dimiliki oleh seorang manusia sepertinya! Itu berasal dari sesuatu yang lain!"


Liu Renmo menduga Shin memiliki sebuah artefak yang kuat, namun artefak macam apa yang ada di dunia ini yang mampu melukainya.


Sementara itu, Shin melesat keluar dari dasar kawah yang sebelumnya terbentuk karena tubuhnya yang menghantam tanah.


"Dengan kekuatan ku saat ini, masih belum cukup untuk menggunakan kekuatan kelima bola energi, namun jika hanya satu, aku masih bisa menggunakan sedikit kekuatannya! Tapi itu sudah cukup untuk melawan makhluk ini!" gumam Shin.


"Apa yang kau lakukan? Hawa panas seperti itu tidak seharusnya kau miliki?" Liu Renmo kali ini lebih waspada pada Shin.


Shin menyeringai lebar "Kau memang benar, hawa panas itu bukan sepenuhnya milik ku!"


Sesaat kemudian, hawa panas intens keluar dari tubuh Shin, hawa panas itu semakin panas dengan cepat, membuat Liu Renmo tanpa sadar bergerak mundur beberapa meter.


"Ini..." Mata Liu Renmo melebar, dia dapat menebak dari mana Shin mendapatkan kekuatan ini "Twilight Orb!"


Liu Renmo tentu saja mengetahui tentang Twilight Orb karena alasan pasukan Alam Neraka ingin menguasai Alam Tengah karena mereka ingin mencari keberadaan Twilight Orb.


Selama jutaan tahun, Twilight Orb sudah tidak ditemukan lagi di Alam Neraka, karena itulah penghuni Alam Neraka berpikir jika mungkin Twilight Orb tersembunyi di Alam Tengah, saat itulah mereka mulai menginfasi Alam Tengah.


Namun tidak semudah itu untuk masuk ke Alam Tengah karena terdapat sebuah penghalang kuat yang melapisi Alam Tengah, tidak ada yang bisa menghancurkan penghalang itu.


Namun pada saat-saat tertentu, penghalang itu akan membuka jalan masuk, namun tidak sepenuhnya bisa dimasuki sembarangan.


Biasanya akan terdapat ketentuan khusus untuk memasuki pintu penghalang itu, seperti tingkat kultivasi tertentu dan jumlah individu yang bisa masuk.


"Oh, jadi nama lima bola energi itu adalah Twilight Orb!" Shin baru mengetahui nama dari kelima bola energi.


"LIMA!! MAKSUD MU KAU MEMILIKI LIMA TWILIGHT ORB?!!" Liu Renmo benar-benar sulit untuk mempercayai hal ini.

__ADS_1


Satu Twilight Orb saja sudah sangat langka dan sulit ditemukan, apa lagi lima, itu sangat tidak terbayangkan.


__ADS_2