
Bai Lian dan Xun baru saja sampai di tempat dimana pertarungan sebelumnya terjadi, mereka bisa melihat kehancuran total dari Pulau Pedang yang membuat pulau itu tidak lagi terlihat seperti pedang.
Mereka berdua segera mencari Shin dan menemukan pemuda itu sedang tertidur pulas bahkan sepertinya tidak menyadari kedatangan mereka.
Jika mereka berdua adalah musuh maka sudah pasti Shin akan mati saat ini.
Mereka berdua tersenyum melihat Shin yang tertidur sangat pulas, ini pertama kalinya mereka berdua melihat ini.
Mereka melihat dampak dari pertarungan Shin yang membuat satu pulau besar hancur, namun Bai Lian dan Xun sama sekali tidak terkejut, karena mereka pernah melakukan pertarungan dengan dampak yang jauh lebih besar.
Jadi dampak pertarungan Shin bisa dibilang masih kecil untuk mereka berdua.
Bai Lian dan Xun sama sekali tidak tau dengan siapa Shin bertarung dan dimana musuhnya sekarang, apakah musuhnya itu masih hidup atau tidak.
Namun satu hal yang pasti, Shin memenangkan pertarungan dengan makhluk dari Alam Neraka itu.
Bai Lian dan Xun pun duduk diaamping kiri dan kanan Shin, menunggu pemuda itu bangun, mereka berdua sangat menikmati menatap wajah Shin yang tertidur pulas.
***
Beberapa hari kemudian, Shin pun terbangun dari tidurnya.
"Kau sudah Shin Gege" ucap Bai Lian dan Xun secara bersamaan.
Shin pun melihat kedua gadis itu dengan ekspresi terkejut "Bagaimana kalian bisa ada disini? Sejak kapan kalian berada disamping ku? Aku sama sekali tidak merasakan kehadiran kalian!"
Bai Lian dan Xun terkekeh mendengar itu.
"Kau sangat lengah Shin Gege, jika kami adalah musuh sudah pasti kau terbunuh dari beberapa hari yang lalu!" ucap Bai Lian.
"Jadi aku sudah tertidur selama beberapa hari! Untung saja aku masih baik-baik saja!" gumam Shin dalam hati sambil bernafas lega.
"Aku tidak menyangka Shin Gege bisa tidur sepulas itu! Wajah Shin Gege saat tertidur sangat lucu, aku jadi ingin melihatnya lagi!" ucap Xun.
Shin tertawa kecil kemudian berkata "Kalian akan bisa melihatnya sepuas kalian saat kita malam setelah kita menikah nanti!"
Sekarang masalah Dewa Siluman sudah selesai, tugas Shin sudah tuntas jadi dia ingin menikmati hidupnya untuk saat ini.
Menikahi semua wanitanya dan hidup damai tanpa memikirkan banyak masalah merepotkan.
Wajah Bai Lian dan Xun langsung memerah mendengar itu, mereka membayangkan hal saat dimana malam setelah pernikahan.
Namun kedua gadis itu dengan cepat mengendalikan pikiran mereka.
"Ngomong-ngomong Shin Gege, dengan siapa kau bertarung?" tanya Xun.
Shin pun menjelaskan semua yang terjadi pada Bai Lian dan Xun, membuat mereka berdua terkejut karena ternyata Dewa Siluman bangkit.
Namun karena sudah berhasil dibunuh oleh Shin maka itu semua baik-baik saja.
Tidak lama setelah itu, Xu Xuan dan yang lainnya tiba disana, mereka sangat terkejut melihat dampak pertarungan yang menghancurkan Pulau Pedang.
Mereka bertanya pada Shin apa yang terjadi dan Shin menjawab semua pertanyaan mereka.
Mereka semua terkejut mendengar cerita Shin, namun juga sama-sama senang karena Dewa Siluman sudah berhasil di bunuh, dengan ini Benua Langit akan damai.
***
Setelah sedikit berbincang, mereka semua memutuskan untuk kembali ke Sekte Pedang Ilahi.
Membutuhkan sekitar 1 bulan hingga mereka tiba di Sekte Pedang Ilahi.
Semua teman-teman Shin sudah berkumpul di halaman bela diri nomor 1, disana juga sudah ada Su Xianlin.
Su Xianlin sebelumnya ikut ke Sekte Pedang Ilahi bersama Xu Xuan dan pasukannya, karena ingin bertemu dengan Shin.
Sekarang setelah bertemu dengan pemuda itu, Su Xianlin langsung memeluknya erat karena sangat merindukannya.
Wajar saja karena gadis itu sudah 2 tahun terakhir tidak bertemu Shin.
__ADS_1
Setelah itu Shin dan teman-temannya merayakan kemenangan besar mereka dalam peperangan, dengan makan besar dari masakan Shin dan Xun.
Shin menceritakan semua yang terjadi di Pulau Pedang pada teman-temannya, reaksi mereka semua tidak jauh berbeda dengan Xu Xuan.
Setelah acara makan besar selesai, Shin meminta semua wanitanya untuk bertemu di kamarnya untuk membahas sesuatu yang penting.
Sekarang Qin Zhiyun, Xiang Yue, Su Xianlin, Yin Yihua, Xu Lingling, Bing Qiaoyu, Bai Lian dan Xun sudah berada di kamar Shin, tentu saja Shin juga berada di sana.
"Hal penting apa yang ingin Shin Gege bicarakan?" tanya Xiang Yue dan untuk pertama kalinya gadis itu memanggil Shin dengan tambahan 'Gege'.
Sebelumnya Xiang Yue hanya memanggilnya Shin saja.
"Kau memanggil ku apa tadi Yue'er?" Shin tersenyum penuh makna.
Xiang Yue pun baru menyadarinya, wajahnya menjadi memerah lalu menoleh kearah lain, tidak menjawab pertanyaan Shin.
Hal ini membuat Shin dan yang lainnya terkekeh melihat Xiang Yue yang malu-malu.
"Sebenarnya aku memanggil kalian semua karena..." Shin menggaruk belakang lehernya karena tidak tau harus mulai dari mana.
"Karena sekarang Dewa Siluman sudah mati, begitu juga dengan Lui Meiyu dan Sekte Lembah Siluman pun sudah hancur maka tidak ada lagi masalah atau tugas yang harus aku selesaikan!" Shin diam sejenak lalu melihat kearah para wanitanya, melihat seperti apa reaksi mereka.
Karena mereka semua diam maka Shin pun melanjutkan "Tapi masih ada satu tugas penting lagi yang harus aku lakukan!"
"Tugas apa?"
"Memangnya hal apa yang harus Shin Gege lakukan?"
"Apakah itu adalah masalah besar?"
Para gadis itu pun bertanya karena mereka memang tidak tau tugas apa lagi yang Shin emban.
Shin pun tersenyum hangat menatap para wanitanya dengan penuh kasih sayang lalu mengatakan "Tentu saja tugas terakhir yang harus aku lakukan adalah menikahi kalian semua!"
Mereka semua pun tertegun, itu adalah hal yang paling mereka inginkan namun karena banyaknya hal yang harus Shin lakukan, mereka tidak memiliki waktu untuk melangsungkan pernikahan.
"Tapi Shin Gege, aku rasa kau masih melupakan satu tugas lagi!" ucap Ling yang membuat yang lainnya sama-sama menganggukkan kepalanya.
Para gadis saling memandang satu sama lain lalu menoleh kearah Shin kemudian bertanya secara bersamaan.
"Tugas mu adalah untuk memilih siapa yang harus menjadi istri pertama!!"
***
Beberapa bulan kemudian.
Acara pernikahan pertama pun dilangsungkan di Kekaisaran Awan.
Sebelumnya Shin di buat pusing untuk memilih siapa, setelah melalui perdebatan panjang yang membuat Shin menerima hantaman pukulan dan tendangan dari para wanitanya, akhirnya satu keputusan pun didapat.
Shin akan menikahi mereka berdasarkan urutan, mana yang paling dulu bertemu dengan Shin.
Karena Qin Zhiyun adalah gadis pertama yang Shin temui, akhirnya Qin Zhiyun menjadi istri pertama dan sekarang acara pernikahan berlangsung di Kekaisaran Awan.
Qin Zhiyun tidak ingin pesta pernikahan yang terlalu meriah dan dihadiri banyak orang, jadi yang hadir dalam pernikahan itu hanyalah orang-orang penting dari kekaisaran Awan dan Sekte Pedang Ilahi, tentu saja beberapa orang dari Paviliun Matahari Emas dan Sekte Es Abadi juga ikut, serta teman-temannya.
Shin dan Qin Zhiyun sekarang sudah berpakaian serba merah, Qin Zhiyun terlihat sangat cantik dengan riasan pengantin yang membuat Shin tidak sabar untuk menggendong Qin Zhiyun kekamar khusus mereka.
Para tamu memberikan selamat untuk mereka berdua.
Kali ini para calon madu Qin Zhiyun juga sudah datang dan memberikan selamat untuk mereka berdua.
Qin Zhiyun terus menatap Ling, entah apa yang dipikirkannya.
"Ada apa saudari Zhiyun?" Ling pun bertanya.
Qin Zhiyun meraih tangan Ling lalu membawanya sedikit menjauh dari Shin, yang lainnya juga secara alami ikut untuk mendengar apa yang akan Qin Zhiyun katakan pada Ling.
"Saudari Ling, aku ingin bertanya" ucap Qin Zhiyun dengan nada berbisik, wajahnya terlihat sangat serius membuat Ling dan yang lainnya juga serius.
__ADS_1
"Bertanya apa?" Ling terlihat serius.
"Bagaimana rasanya..." Qin Zhiyun diam sejenak wajahnya merah sebelum akhirnya melanjutkan "Melakukan hal itu?"
Ling adalah satu-satunya dari mereka yang pernah merasakan hal itu, jadi Qin Zhiyun yang tidak akan lama lagi melakukannya menjadi penasaran dengan rasanya.
"Eh" Ling tertegun, wajahnya juga merah mengingat apa yang sebelumnya dia lakukan bersama Shin.
Yang lainnya juga kini menajamkan pendengaran, mereka juga ingin mengetahui seperti apa rasanya.
Selama dua kehidupan, Bai Lian dan Xun sama sekali belum pernah merasakannya.
"Hm..." Ling berpikir, tidak tau harus mulai menjawab dari mana "Sebenarnya... rasanya sedikit sakit diawal, tapi setelah itu..." Ling kembali diam, wajahnya semakin merah "Setelah itu... rasanya..."
"Aku tidak bisa menjawabnya...!" Ling pun berlari kabur karena tidak bisa menjawab.
"Saudari Ling!" Xiang Yue dan yang lainnya pun mengejar Ling, tentu saja kecuali Qin Zhiyun yang sekarang dilema berjalan kembali kearah Shin.
***
Waktu pun berlalu, kini Qin Zhiyun berada di kamar pengantin yang sudah dihias sedemikian rupa dengan dominan warna merah.
Qin Zhiyun duduk di tepi ranjang dengan perasaan yang tidak karuan, jantungnya berdebar semakin kencang saat mendengar suara pintu kamar di buka yang mana itu adalah Shin.
Qin Zhiyun sama sekali tidak melihat kearah Shin karena dia benar-benar merasa tegang.
Shin tersenyum melihat Qin Zhiyun yang menurutnya terlihat sangat imut saat ini.
Shin berjalan lalu duduk di samping Qin Zhiyun "Apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"Mana aku tau!" Qin Zhiyun berkata dengan nada sedikit tinggi.
Dia adalah seorang wanita, bagaimana mungkin dia akan menjawab pertanyaan seperti itu yang mana tidak perlu dijawab karena jawabannya sudah sangat jelas.
"Kalau begitu kita tidur saja!" Shin pun langsung berbaris diatas ranjang, memejamkan matanya terlihat seperti tidur sungguhan.
Qin Zhiyun tertegun mendengar itu, dia langsung menoleh kearah Shin yang sudah tertidur.
Bibir Qin Zhiyun langsung mengerut, dia menjadi kesal dengan Shin, padahal dari awal dia sudah sangat tegang, mempersiapkan dirinya untuk ritual malam pernikahan, tapi Shin malah tertidur, tidak melakukan apa-apa padanya.
Karena kesal, Qin Zhiyun bergerak lalu duduk diatas Shin, tepatnya menduduki bagian bawah perutnya.
"Guru..." Qin Zhiyun menggoyangkan dada Shin, membangunkan suaminya.
Shin membuka matanya, melihat wajah Xun yang merah malu-malu "Apa kau akan terus memanggil ku guru, Yun'er? Sekarang kita adalah suami istri"
Dengan malu-malu Qin Zhiyun pun mengatakan "Shin Gege~h"
Shin tersenyum lebar kemudian dengan lembut membuat Qin Zhiyun berbaring dengan dirinya yang menindih Qin Zhiyun.
"Kau tidak boleh tidur malam ini!" Shin pun mencium bibir lembut Qin Zhiyun dengan panas.
Singkat cerita, Shin pun menikahi semua wanitanya sesuai urutan, diawali oleh Qin Zhiyun, lalu Xiang Yue, Su Xianlin, Yin Yihua, Xu Lingling, Bing Qiaoyu, Bai Lian dan yang terakhir adalah Xun.
Setelah Shin selesai menikahi para wanitanya, dia pun memutuskan untuk mengasingkan diri bersama para istrinya, karena Shin ingin hidup santai untuk sementara tanpa memikirkan masalah berat yang membuat kepalanya pusing.
Sekarang Shin tinggal di bagian pinggir Wilayah Timur, cukup dekat dengan lautan, disana Shin dan para istrinya membangun sebuah rumah.
Tidak terdapat pemukiman manusia disana jadi sangat sesuai dengan apa yang Shin inginkan, dia bisa hidup santai disana.
Sekarang Shin dan para istrinya bermain-main di pinggir pantai, melihat pemandangan indah dari matahari terbenam.
Xun melihat Shin dan yang lainnya bermain-main dari jarak puluhan meter, dia tersenyum bahagia.
"Kehidupan seperti ini sangatlah damai, lebih baik dari kehidupan sebelumnya yang dipenuhi dengan peperangan!" ucap Xun dalam hatinya.
"Xun'er! Kemarilah" Shin memanggil Xun untuk ikut bergabung.
"Baik Shin Gege!" Xun pun berlari kearah mereka.
__ADS_1
"Aku harap kehidupan seperti bisa terus berlanjut sampai akhir!"
......\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>TAMAT<<\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......