Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
101. Mimpi


__ADS_3

Jendral Hong segera bergerak menjauh dari Shin, sambil memegang belakang lehernya yang berdarah.


Pertahanan kulitnya yang keras, nyatanya masih belum mampu untuk menahan ketajaman dari Pedang Bintang Emas.


Dengan cepat, Jendral Hong mengalirkan energi Qi pada luka dibelakang lehernya, membuat lukanya langsung sembuh hanya dalam beberapa detik.


"Pedang yang digunakan manusia ini benar-benar berbahaya, jika dia tidak memiliki pedang itu maka tidak ada yang perlu diwaspadai darinya!" gumam Jendral Hong, mencoba menganalisis kekuatan Shin "Teknik yang dia gunakan juga benar-benar merepotkan!"


Jendral Hong kesulitan untuk menebak kemana Shin akan berteleportasi.


Shin masih melayang ditempatnya, sampai kemudian aura dingin menusuk tulang keluar dari tubuhnya.


Shin memasang kuda-kuda dengan pedang ditangannya yang sudah dialiri energi Qi es dengan intensitas tinggi.


Shin pun melakukan gerakan menusuk, mengeluarkan semburan gelombang energi dingin yang seketika berubah menjadi burung Feniks Es.


Burung Feniks Es itu memekik keras melesat dengan kecepatan tinggi kearah Jendral Hong.


Jendral Hong juga melakukan hal yang sama, dia mengibaskan tombaknya mengeluarkan serigala petir yang melolong keras.


Namun sesaat sebelum serangan mereka berdua beradu, Feniks Es tiba-tiba menghilang membuat serigala petir terus melesat kedepan, namun tidak mengenai Shin karena Shin juga sudah menghilang.


Jendral Hong tiba-tiba merasakan lonjakan energi dibelakangnya, dia berpikir jika Shin pasti berteleportasi kebelakangnya, jadi dia langsung memutar tubuhnya dengan tebasan tombak.


Namun sayangnya yang muncul dibelakangnya adalah Feniks Es membuat Jendral Hong terkejut karena tidak menyangka akan hal ini.


Feniks Es itu akhirnya meledak keras, membuat Jendral Hong yang terkena ledakan itu terkurung dalam es batu.


Akhirnya Shin kini muncul dibelakang Jendral Hong dengan pedangnya yang sudah dilapisi aliran petir merah yang kuat.


Shin menggunakan seluruh kekuatannya dalam satu kali serangan ini.


Jendral Hong mengetahui jika Shin ada dibelakangnya dan sudah akan melancarkan serangan terakhir.


Namun dia tidak bisa bergerak karena terkurung dalam balok es, jika diberikan waktu beberapa saat saja dia akan bisa lepas, namun beberapa saat itu sudah tidak ada lagi.


Tidak ada jalan untuknya bisa lolos.

__ADS_1


Sampai akhirnya...


*Slaaassshhh...!!


Shin menebaskan pedangnya mengenai leher Jendral Hong, hingga lehernya terputus, mati dalam keadaan mata melotot seakan tidak percaya jika dia telah dijalankan atau lebih tepatnya dibunuh oleh seorang manusia yang berada ditingkat Martial Saint.


Guei yang melihat hal itu dari jauh, merasa tidak percaya dalam hatinya, Shin bisa dibilang membunuh Jendral Hong dengan cukup mudah.


Seorang High Orc yang terkenal akan kekuatannya, terlebih dengan kultivasi tingkat Martial God, telah dibunuh oleh Shin yang hanya berada ditingkat Martial Saint.


Guei mengetahui jika Shin dapat menang melawan Jendral Hong karena faktor kemampuannya yang sangat tinggi, tidak sinkron dengan kultivasinya.


Semua teknik yang Shin gunakan seharusnya dimiliki oleh kultivator tingkat Martial God atau kerasnya.


Selain itu, kemenangan Shin juga didasari oleh Pedang Bintang Emas yang sangat tajam, mampu menembus pertahanan Jendral Hong dengan mudah.


Jika bukan karena Pedang Bintang Emas, kemungkinan Shin tidak akan bisa menang melawan Jendral Hong.


Guei yang sudah memulihkan lebih dari setengah energi Qi nya, langsung terbang menuju Shin yang saat ini sudah melayang turun mendarat ditanah.


Shin baru saja mendarat ditanah, dia langsung merebahkan tubuhnya ketanah "Ya, aku baik-baik saja!"


Guei menghela nafas lega "Syukurlah kalau begitu!"


"Aku ingin istirahat sebentar, mungkin aku tidak akan bisa bergerak dalam beberapa hari kedepan!" bersamaan dengan berakhirnya kalimat Shin, seluruh aura ditubuhnya mulai menghilang, bersamaan dengan menghilangnya 7 Tanda Pemahaman di kening Shin, dan tubuh Shin yang kembali normal seperti semula, tidak lagi berwujud seperti naga.


Shin menghembuskan nafas, mungkin setelah ini tubuhnya akan mengalami rasa sakit yang sangat parah, namun itu tidak ada apa-apanya menurut Shin.


Karena sesakit apapun efek samping yang dia rasakan, masih tidak akan sebanding dengan rasa sakit yang lima bola energi sebelumnya sebabkan saat masuk kedalam tubuhnya.


Setelah beberapa saat, Shin masih tidak merasakan sakit, dia mencoba menggerakkan tangannya dan masih bisa.


"Apa yang terjadi?" pikir Shin, karena seharusnya dia tidak akan bisa bergerak bahkan seujung jarinya.


Tiba-tiba Shin merasakan energi hangat yang mengalir ke seluruh tubuhnya, energi hangat yang terasa begitu nyaman membuat Shin ingin tidur.


Benar saja, beberapa saat kemudian Shin pun tertidur, entah apa yang terjadi pada tubuhnya, namun Shin tidak peduli lagi.

__ADS_1


Dia sudah sangat lemah, ditambah dengan energi hangat yang nyaman mengalir di seluruh tubuhnya, membuat Shin tidak tahan ingin tidur.


***


Shin membuka matanya, dia menemukan dirinya berada ditempat yang gelap gulita, sejauh mata memandang hanya ada kegelapan total.


"Tempat apa ini? Apa aku bermimpi lagi" gumam Shin terus menoleh kesana kemari.


Sampai kemudian Shin tiba-tiba seperti berpindah ke suatu tempat yang berbeda.


Saat ini berada di sebuah tempat dimana banyak pegunungan berapi dengan lava panas dimana-mana.


"Kali ini tempat apa lagi, sebenarnya mimpi macam apa ini?" Shin menggerutu, merasa kesal dengan mimpi ini.


Shin melihat kesegala arah dan menemukan jika ada dua orang yang berjarak cukup jauh dari dirinya saat ini.


Shin pun terbang mendekati kedua orang yang sepertinya sedang bertarung itu.


Shin akhirnya melihat jika dua orang itu adalah pria dewasa yang terlihat sangat tampan, bahkan wajah Shin tidak bisa dibandingkan dengan keduanya.


Shin melihat jika salah satu dari dua pria itu memiliki wajah yang mirip dengan dirinya, dan pria yang mirip dengannya itu sedang terluka parah, sedangkan yang satunya terlihat baik-baik saja.


Pria yang lain itu membawa sebuah bola bercahaya ditangannya, cahaya biru cerah yang sangat indah.


Shin hanya diam dan melihat saja dari jarak puluhan meter.


"Zhu Qian! Kau benar-benar tidak tau diri! Menggunakan cara licik seperti ini untuk menjebak ku!!" Ucap pria yang mirip Shin dengan nada kemarahan.


"Hahaha...! Itu kau sendiri yang bodoh saudara ku, dengan mudahnya tertipu hanya dengan sebuah trik kecil seperti ini!" Pria lainnya tersenyum penuh kebanggaan.


"Jangan pernah panggil aku lagi sebagai saudara! Padahal aku telah menyelamatkan nyawa mu berkali-kali tapi kau malah tega mengkhianati ku!!" Nafas pria itu naik turun, dia tidak menyangka orang yang sangat dia percayai malah mengkhianatinya.


Pria lainnya tersenyum sinis lalu mengangkat bola cahaya ditangannya dengan bangga "Saudara Shin, terima kasih karena telah mendapatkan Twilight Orb ini untuk ku! Dengan Twilight Orb ini, aku bisa menjadi penguasa Alam Dewa! Jadi kau lebih baik mati dan biarkan aku yang menggantikan mu menjadi penguasa Alam Dewa!"


Pria itu kemudian bergerak cepat dan membunuh pria yang mirip Shin dengan menusuk jantungnya.


Pria itu pun jatuh kebawah dilahap lava panas hingga tidak lagi terlihat tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2