Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
130. Akhir Pertarungan


__ADS_3

Jendral Chong bertarung melawan Shin dengan seluruh kekuatannya, dia kali ini memusatkan serangannya pada kecepatan pergerakan.


Jendral Chong bergerak dengan sangat lincah menyerang menggunakan kedua pedang pendeknya.


Tubuhnya yang besar sangat tidak selaras dengan senjata yang dia gunakan.


Setelah pertarungan berlangsung cukup lama, jendral Chong akhirnya bisa membuat baju Shin sobek seluruhnya, hanya meninggalkan celana yang juga sudah compang camping.


Jendral Chong pun bisa melihat jika pada bagian perut Shin tidak ada sisik emas yang tumbuh.


Jendral Chong tersenyum lebar, kemudian kembali meningkatkan kecepatannya, berusaha menyerang Shin pada bagian perut.


Shin terus menghindar dan menahan serangan Jendral Chong, sambil sesekali memberikan serangan.


Wajah Shin terlihat kesulitan menghindari semua serangan Jendral Chong yang begitu lincah.


Sampai pada satu kesempatan, Jendral Chong melihat sebuah celah.


Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung memberikan tendangan yang mengenai dada Shin, hingga membuat pemuda itu terlempar puluhan meter.


Shin dengan cepat mengatur posisinya dan kembali melihat kearah Jendela Chong, namun Jendral Chong sudah menghilang dan tiba-tiba muncul di depan Shin.


"Sudah berakhir manusia...!" Jendral Chong melakukan tebasan menyilang mengincar perut Shin, berniat membelah isi perut pemuda itu.


Namun...


*DEEEENG...!!


Tebasan pedang Jendral Chong seperti menghantam sesuatu yang sangat keras.


Jendral Chong benar-benar tidak menduga hal ini, bagaimana bisa kulit Shin begitu keras pada bagian perut padahal tidak ada sisik emas yang tumbuh pada perutnya.


Shin menyeringai lebar "Benar! Ini sudah berakhir!"


Pedang Bintang Emas ditangan Shin seketika mengeluarkan cahaya emas, dia langsung menebaskan pedangnya, menebas tubuh Jendral Chong menjadi dua bagian dari pundak kanan sampai pinggang kiri.


"AAARRRGGGHHH...!!


Jendral Chong berteriak kesakitan, meskipun saat ini tubuhnya terpotong, namun sepertinya dia masih bisa hidup.


"Tidak mungkin... tidak... mungkin..." Jendral Chong pun akhirnya mati dengan mata melotot, tidak terima akan kematiannya.

__ADS_1


Dari awal Shin memang sengaja memberikan celah pada pertarungan, dia tau Jendral Chong mengincar perutnya yang tidak ditumbuhi sisik naga, namun Jendral Chong tidak mengetahui jika kulit Shin sudah dilapisi lapisan ruang.


Hingga saat Jendral Chong menebas perutnya, itulah kesalahan terbesar yang dibuat Jendral Chong, hingga Shin dapat membunuhnya.


"Kau sudah membantu ku untuk melatih kekuatan naga, jadi sebagai rasa terima kasih, aku akan mengubur jasad mu!" Shin menghentakkan kakinya, membuat tanah bergetar dan sebuah lubang sedalam puluhan atau mungkin ratusan meter terbentuk di dekatnya.


Menggunakan elemen angin, Shin membuat kedua bagian tubuh Jendral Chong melayang lalu meletakkannya di dasar lubang itu.


Shin kembali menghentakkan kakinya, membuat lubang itu tertutup tanah.


Jasad Jendral Chong pun terkubur di dalam tanah.


Bisa di bilang Jendral Chong lebih beruntung dari Raja Rou Dan, karena tubuh Raja Rou Dan dihancurkan menjadi debu hingga tidak ada yang tersisa dari tubuhnya, sedangkan tubuh Jendral Chong masih utuh dan terkubur di tanah.


Shin menghembuskan nafas lega "Akhirnya selesai juga! Aku harus kembali dulu ke wilayah Elf untuk memulihkan kondisi ku!"


Tubuh Shin perlahan berubah ke bentuk semua, tidak ada lagi ciri-ciri naga pada diri Shin.


Shin pun melesat terbang menuju Wilayah Elf.


***


Raja Yong merasakan ada satu aura yang mendekat, dia tersenyum tipis setelah mengenali aura itu.


"Ayah ada apa? Apakah ayah sudah pulih atau ada masalah lainnya?" Guei langsung bertanya setelah melihat Raja Yong membuka mata.


"Shin telah menyelesaikan pertarungannya, dia menang melawan Jendral Chong! Saat ini dia sedang menuju kemari" jawab Raja Yong.


"Baguslah jika begitu!" Guei dan Han langsung bernafas lega setelah mendengar itu.


"Lalu bagaimana dengan mu ayah?" tanya Han.


Raja Yong berdiri "Kondisi ku sudah lebih baik, meskipun belum pulih sepenuhnya! Kita akan menunggu Shin dulu, lalu kembali bersamanya!"


Guei dan Han mengangguk setuju dengan pendapat Raja Yong.


***


Shin pun akhirnya tiba di di wilayah Elf, Shin mendarat mulus ditanah, di bagian luar Formasi Dewa Langit karena dia melihat Raja Yong, Guei dan Han yang sedang menunggunya.


"Yang mulia, bagaimana dengan Raja Rou Dan?" Shin bertanya setelah mendarat.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat, Raja Rou Dan telah mati, tidak ada lagi yang tersisa dari tubuhnya!"


"Baguslah kalau begitu!" Shin bernafas lega.


"Lalu bagaimana dengan kondisi mu Shin?" tanya Raja Yong.


"Aku tidak mendapatkan luka yang serius, hanya saja energi Qi hampir habis!" jawab Shin sambil menggerak-gerakkan lengannya.


"Yah! Kami bisa melihatnya, kau jelas sama sekali tidak terluka!" Guei melihat Shin hanya memakai celana yang sudah compang camping, tidak layak di pakai.


Tidak terlihat luka goresan sedikitpun pada tubuh Shin membuat mereka bertiga kagum.


Namun berpikir jika kekuatan Shin memang tidak wajar, melawan Jendral Hong saja sebelumnya yang dalm kondisi prima, Shin masih bisa menang, dan sekarang dia melawan Jendral Chong yang dalam keadaan terluka, jadi jelas akan jadi lebih mudah untuk Shin.


"Shin, apa kau tidak memiliki pakaian lebih? Tidak mungkin kau kembali ke istana kerajaan dengan kondisi seperti itu kan?" ucap Han.


"A... benar juga, aku hampir melupakannya!" Shin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, membayangkan jika dia terbang di atas wilayah Elf tanpa menggunakan baju hanya dengan celana compang camping.


Itu sudah pasti akan sangat memalukan.


Shin pun mengeluarkan sepasang pakaian dari cincin penyimpanannya, dengan satu kibasan tangan, Shin sudah berganti pakaian tanpa harus repot-repot melepas pakaian dan memperlihatkan kejantanannya di depan orang-orang ini.


"Kau sangat cepat berganti pakaian, teknik macam apa yang tadi kau gunakan, aku baru melihat orang yang mengganti pakaian begitu cepat!" Han bertanya pada Shin.


"Itu adalah teknik rahasia, tidak bisa diajarkan pada orang lain!"


"Aku Hannya bertanya, memangnya siapa yang meminta mu untuk mengajarkan teknik itu?"


"Hahaha" Shin tertawa canggung "Ngomong-ngomong pangeran Han, setelah semua urusan dengan High Orc selesai, aku ingin belajar alkimia dari mu"


"Tentu saja, aku tidak akan menolak! Kau sudah banyak membantu ras Elf kami, jadi mengajari mu alkimia bukanlah masalah!"


"Benar apa yang dikatakan Han'er!" Raja Yong menepuk bahu Shin "Apa yang telah kau berikan untuk kami para Elf sudah tidak ternilai, jadi jika kau mau aku bisa mengijinkan mu untuk mempelajari hukum cahaya pada batu pemahaman hukum cahaya milik ras Elf kami!"


"Benarkah?" Shin jadi antusias.


Raja Yong menganggukkan kepalanya "Tentu saja!"


Setelah beberapa perbincangan, mereka akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke istana kerajaan.


Shin dan Raja Yong masih memerlukan waktu untuk memulihkan kekuatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2