Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
105. Kepulangan


__ADS_3

Shin, Guei, Luo dan Xun mendarat mulus ditanah, hanya berjarak belasan meter dari pintu gerbang formasi raksasa.


Terlihat ada beberapa Elf yang menjaga pintu gerbang itu, dan yang terkuat berada ditingkat Martial Saint tahap awal.


Seorang Martial Saint dijadikan penjaga gerbang, Benua Kegelapan memang benar-benar luar biasa.


Jika itu di Benua Langit, Martial Saint akan sangat diagungkan.


Para penjaga gerbang yang melihat kedatangan raja keluarga kerajaan langsung berlutut satu kaki dengan penuh hormat.


"Hormat pangeran Guei!"


"Berdirilah, buka gerbangnya!" perintah Guei.


"Baik!" Penjaga gerbang yang merupakan ketua mereka menyuruh seorang yang berada di bagian dalam Formasi Dewa Langit untuk membukakan gerbang.


Di bagian dalam sana, terdapat sebuah tugu yang mana diatasnya terdapat lingkaran formasi.


Seorang penjaga menaruh tangannya diatas lingkaran formasi lalu mengalirkan energi Qi.


Seketika lingkaran formasi itu bercahaya, sesaat kemudian pintu gerbang pada dinding formasi pun terbuka.


"Maaf pangeran Guei, jika boleh bertanya apakah obat untuk penawar racun Raja telah ditemukan?" ucap pemimpin penjaga dengan nada khawatir.


Guei tersenyum kemudian mengatakan "Kalian bisa tenang, obatnya telah ditemukan! Jadi kita tidak perlu menuruti keinginan para High Orc itu untuk dapat menyembuhkan raja!"


"Benarkah?" wajah semua penjaga yang mendengar itu berubah cerah.


Setelah mendengar kabar jika raja mereka sekarat karena keracunan, mereka menjadi sangat khawatir, namun sekarang obatnya telah ditemukan, jadi mereka bisa tenang.


"Ya, selain itu gadis nakal ini juga telah ditemukan" Guei melirik kearah Xun yang sekarang nyengir.


Para penjaga membungkuk hormat melihat kearah Xun, mereka juga senang mendengar kabar ini.


Sementara itu, Shin saat ini sudah memisahkan diri dari Guei dan lainnya, dia berjalan mendekati dinding formasi lalu menyentuhnya.


Shin mencoba menganalisis Formasi Dewa Langit.


Shin pun mengetahui jika Formasi Dewa Langit memang lebih kuat dari Formasi 4 Arah Mata Angin, namun formasi ini hanya fokus dalam pertahanan, sama sekali tidak ada mekanisme menyerang seperti Formasi 4 Arah Mata Angin.


Selain itu kekurangan Formasi Dewa Langit adalah membutuhkan suplai kristal energi untuk menjaga kestabilannya, tidak seperti Formasi 4 Arah Mata Angin yang menyerap energi alam disekitarnya untuk memulihkan diri.

__ADS_1


"Tapi ada yang aneh dengan Formasi Dewa Langit ini, aku bisa merasakan meskipun samar, formasi ini terus melemah" Shin berpikir mungkin itu karena kekurangan kristal formasi yang digunakan untuk menstabilkan Formasi Dewa Langit.


"Shin!" Luo memanggil Shin "Apa yang kau lakukan disana? Ayo kita harus segera menuju ke istana kerajaan!"


"Baik" Shin pun pergi menuju istana kerajaan bersama yang lainnya.


"Apa kau melihatnya barusan? Bukankah orang bernama Shin itu terlihat berbeda?" ucap salah satu penjaga.


"Ya, aku melihatnya! Telinganya tidak tajam seperti kita, selain itu rambutnya warna hitam, aku baru pertama kali melihat rambut seperti itu"


"Apakah dia berasal dari ras lain? Tapi kenapa tubuhnya tidak berbeda dengan kita"


Para penjaga itu terus berdiskusi sampai kemudian, pemimpin mereka bersuara.


"Apakah kalian tidak menyadarinya jika telinga orang bernama Shin itu mirip dengan milik Tuan Qing Juan"


Para penjaga itu terlihat berpikir sampai sesaat kemudian mata mereka melebar karena baru menyadarinya.


"Apakah mungkin dia adalah manusia seperti tuan Qing Juan yang ada dalam legenda"


"Mungkin saja, sepertinya manusia itu datang untuk membantu para Elf lagi seperti tuan Qing Juan dahulu"


Para penjaga itu pun mulai ribut tentang Shin yang diduga sebagai manusia.


***


Sampai sekitar 2 jam mereka terbang melewati beberapa kota dan hutan, mereka akhirnya tiba di ibukota kerajaan Elf.


Ibu kota kerajaan memiliki aturan khusus dimana tidak diperbolehkan untuk terbang diatas kota, sebenarnya bukan hanya ibu kota namun juga kota-kota lainnya memiliki aturan yang sama.


Para penjaga awalnya bersiap untuk menghentikan beberapa orang yang terbang diatas ibu kota, namun setelah melihat jika itu adalah Guei, para penjaga tidak berani untuk menghentikan mereka, para penjaga itu malah menunduk hormat.


Shin dapat melihat patung besar dari Qing Juan berada di bagian paling tengah ibu kota kerajaan, jaraknya tidak jauh dari istana kerajaan.


Dari kejauhan Shin melihat jika banyak Elf yang berkunjung untuk melihat patung Qing Juan.


Shin, Guei, Luo dan Xun terus terbang dan akhirnya mereka mendarat didepan gerbang istana kerajaan.


Para penjaga gerbang langsung berlutut memberikan salam hormat pada mereka.


Guei memerintahkan untuk membuka gerbang.

__ADS_1


Pintu gerbang pun dibuka dan mereka berempat langsung masuk.


Para penjaga gerbang istana pun ribut setelahnya karena menyadari jika Shin sepertinya bukan Elf, namun manusia.


***


Dalam perjalanan, mereka berempat melewati banyak tempat, para prajurit dengan pangkat tinggi ataupun rendah selalu menunduk hormat saat berpapasan dengan mereka.


Shin bisa melihat jika wajah semua orang yang dia temui tidak ada yang bahagia, semuanya terlihat muram.


Sangat jelas jika mereka semua mengkhawatirkan keadaan raja mereka yang sekarang sedang sekarat karena racun.


Mereka berempat terus berjalan dan akhirnya mereka tiba di depan pintu sebuah ruangan.


Guei membuka pintu, kemudian mereka pun masuk.


Bisa dilihat di dalam ruangan itu ada 3 orang Elf.


Seorang pria yang terlihat berusia 40 an sedang berbaring lemah diatas kasur, dengan tubuh yang seluruhnya warna ungu dan urat-urat hitam yang keluar seperti cacing dibalik kulit.


Shin menduga jika itu adalah raja Elf yang bernama Yong.


Seorang lagi adalah pria yang terlihat berusia 25 tahun, memiliki wajah yang mirip dengan Guei.


Dan yang terakhir adalah sebuah wanita dewasa dengan wajah cantik dan rambut pirang panjang, wajah wanita itu sangat mirip dengan Xun.


Saat mendengar suara pintu yang terbuka, mereka berdua langsung menoleh untuk melihat siapa yang masuk.


Mereka berdua melihat ada 4 orang.


Saat melihat jika diantara 4 orang itu ada Xun, wanita itu langsung berlari dan memeluk Xun dengan erat, air matanya berlinang keluar karena senang bercampur haru.


"Xun'er, kemana saja kau? Apa kau tidak tau betapa khawatirnya ibu?" wanita itu menangis.


Wanita itu adalah ibu Xun yang bernama Yian.


Saat mengetahui jika Xun menghilang, Yian tidak pernah berhenti menangis karena mengkhawatirkan Xun.


Awalnya dia sudah sangat khawatir pada ayah mertuanya yaitu Raja Yong, kekhawatirannya bertambah lagi dengan menghilangnya putri kesayangannya.


Namun sekarang hatinya sudah merasa sedikit lega karena Xun kembali dengan selamat tanpa ada yang kurang.

__ADS_1


Xun membalas pelukan ibunya dengan mata yang berkaca-kaca, merasa bersalah telah membuat ibunya khawatir.


"Aku baik-baik saja, Maafkan aku ibu telah membuat mu khawatir!"


__ADS_2