Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
90. Cukup Merepotkan


__ADS_3

Xun melihat kepergian Shin menuju Lembah Beracun, ada rasa kekhawatiran dihatinya, namun dia tau tidak bisa menghentikan Shin.


"Semoga kau bisa kembali dengan selamat!" gumam Xun dalam hati, kemudian melayang turun mendarat mulus ditanah, menunggu Shin kembali.


Sementara itu, Shin sudah berada beberapa kilometer dari Lembah Beracun, semua pepohonan di bawahnya hanya pepohonan mati tanpa daun, hanya memiliki dahan dan ranting yang sudah kering.


Shin sama sekali tidak merasakan tanda-tanda kehidupan hewan spiritual dalam jarak ini, sekitarnya hanya ada asap beracun yang tipis.


Sangat jelas jika para hewan spiritual tidak mampu untuk bertahan di wilayah ini.


Semakin mendekat, Shin melihat semakin banyak tanaman spiritual jenis racun, semuanya tumbuh subur.


Shin juga melihat ada beberapa tulang belulang hewan spiritual yang telah mati.


Ini menunjukkan jika Lembah Beracun memang tidak terbentuk secara alami, pasti ada sesuatu yang menyebabkan Lembah Beracun terbentuk.


Shin bisa merasakan semakin dia mendekat, kandungan racun pada asap beracun semakin pekat, namun dia sama sekali tidak terganggu dengan hal itu.


Sebanyak apa pun Shin menghirup asap beracun, dia masih terlihat baik-baik saja.


"Lembah Beracun ini sangat luas! Aku yakin meskipun tempat ini sangat beracun, tapi pasti ada makhluk yang hidup didalamnya!" Berpikir jika sebelumnya di Hutan Kabut, Shin juga bertemu dengan hewan spiritual, di Lembah Beracun ini kemungkinan ada hewan spiritual yang dapat bertahan hidup didalamnya.


Meskipun Lembah Beracun mengandung racun yang jauh lebih mematikan dari Hutan Kabut.


Shin akhirnya kini berjarak beberapa meter dari wilayah Lembah Beracun, didepannya hanya terlihat asap kabut ungu pekat yang bahkan Shin hanya bisa melihat dalam jarak beberapa puluh meter.


"Baiklah, semoga saja aku bisa menemukan hal yang menarik di dalam sana!" Shin pun langsung melesat masuk kedalam Lembah Beracun.


Shin sudah masuk sejauh hampir 10 kilometer dari Lembah Beracun, dan benar saja, di dalam Lebah Beracun memang terdapat hewan spiritual yang hidup.


Shin langsung disambut dengan kibasan ekor dari seekor hewan spiritual, namun Shin dapat menghindar dengan cukup mudah.


Bisa Shin lihat hewan spiritual itu sangat besar, memiliki sayap lebar seperti kelelawar namun memiliki ekor panjang berduri, kepalanya berbentuk kambing dengan dua tanduk, namun memiliki mulut lebar dengan gigi tajam.

__ADS_1


Karena kabut asap beracun ini, Shin juga cukup kesulitan untuk merasakan hawa kehadiran dari hewan spiritual itu, sehingga saat hewan spiritual itu terbang menjauh, Shin sama sekali tidak dapat melihat atau merasakan keberadaannya.


"Kau ingin bermain petak umpet, maka akan ku layani!" Shin menekan semua aura kehadirannya sehingga dia saat ini sama sekali tidak memancarkan aura keberadaan.


Shin baru pertama kali berada di tempat seperti ini, jadi wajar jika dia masih belum terbiasa dengan lingkungan ini, dia masih perlu beradaptasi supaya dia tidak kesusahan kedepannya.


Shin kemudian terbang mencari keberadaan hewan spiritual yang sebelumnya menyerangnya.


Shin pun akhirnya bisa melihat keberadaan hewan spiritual itu, dia langsung terbang diatas makhluk itu kemudian dengan cepat mendarat di punggungnya.


Tidak ingin membuang waktu lama, Shin menempelkan telapak tangannya pada punggung hewan spiritual tersebut.


Shin pun menggunakan sebuah teknik formasi dengan mengalirkan kekuatan jiwanya kedalam tubuh makhluk itu, yang membuat aliran energi Qi pada tubuh makhluk itu kacau.


Energi Qi pada tubuh makhluk itu akhirnya tumpang tindih membuat ledakan-ledakan kecil didalam tubuhnya, hingga organ-organ dalam tubuh makhluk itu hancur, membuatnya mati seketika dan jatuh menghantam tanah.


"Apakah ini dapat disebut sebagai hewan spiritual? Meskipun memiliki energi Qi, tapi tidak memiliki kultivasi yang pasti! Sepertinya makhluk ini awalnya hanya hewan biasa yang bermutasi karena asap beracun ini!" Shin merasa benar-benar aneh dengan kondisi makhluk ini.


Memiliki energi Qi namun tidak memiliki kultivasi yang pasti, bertubuh besar layaknya hewan spiritual tingkat Martial Saint, namun sangat lemah.


Sesaat kemudian Shin membalik badan, tatapan matanya terarah kedepan seakan pengelihatannya dapat menembus tebalnya asap racun.


Meskipun Shin tidak dapat merasakan apa-apa, namun instingnya mengatakan jika masalah yang merepotkan akan datang sebentar lagi.


Dan benar saja, tidak lama kemudian, teriakan-teriakan aneh terdengar di balik asap beracun, dan suara teriakan ini sangat banyak.


Terdengar sangat menyeramkan.


Dalam kurun waktu yang cukup singkat ini, Shin sudah cukup terbiasa dengan kabut beracun yang tebal, pengelihatannya juga semakin jauh sehingga dia dapat melihat samar-samar ada puluhan makhluk raksasa yang terbang kearahnya.


Makhluk raksasa itu memiliki bentuk yang sama seperti makhluk yang baru saja Shin bunuh.


"Merepotkan!" Shin terlihat malas untuk berurusan dengan puluhan makhluk itu "Tapi tidak masalah, mungkin aku bisa sedikit bersenang-senang dengan melawan para makhluk itu!"

__ADS_1


Shin menarik nafas lalu mengeluarkannya, bersamaan dengan itu, Shin menggunakan perubahan naga.


"HORREAAAA!!!" Shin berteriak kemudian melesat menerjang kearah puluhan makhluk yang terbang kearahnya.


Dalam sekejap Shin sudah berada didepan salah satu makhluk itu, dengan kepalan tangan yang sudah dialiri energi Qi kuat dan aura naga yang pekat, Shin secara telak memukul kepala makhluk itu.


*BAAAMMM...!!


Pukulan Shin begitu keras bahkan sampai membuat tulang makhluk itu mengalami keretakan, bisa diketahui dari suara retakannya yang begitu keras.


Tidak berhenti sampai disana, Shin bergerak cepat kearah atas kepala makhluk itu kemudian kembali memberikan sebuah pukulan yang lebih keras dari sebelumnya.


Kali ini bisa dilihat bagian atas kepala makhluk itu benar-benar remuk sampai ke bagian dalamnya.


Makhluk itu pun jatuh kebawah, menghantam tanah dengan nyawa melayang.


Kejadian itu terjadi sangat cepat, bahkan makhluk lainnya tidak sempat bereaksi sebelum salah satu jawabannya langsung mati oleh Shin.


Teriakan makhluk itu kini semakin keras, jelas sekali mereka marah karena salah satu kawanan mati.


"BERISIK!!" Shin kembali melesat kearah makhluk lainnya, dan memberikan serangan yang sama.


***


"Haaah! Akhirnya selesai juga!" Shin menghembuskan nafas lega.


Hanya membutuhkan beberapa menit sampai Shin dapat membunuh semua makhluk raksasa.


Meskipun tidak mendapatkan luka, Shin masih menghabiskan energi Qi yang cukup banyak.


"Aku tidak bisa melanjutkan perjalanan dalam kondisi seperti ini! Aku harus memulihkan energi Qi terlebih dahulu!" Shin berpikir mungkin ada makhluk lainnya yang lebih kuat jauh di dalam Lembah Beracun.


Walaupun bisa di bilang kekuatan makhluk yang baru saja Shin kawan itu kemah, namun pertahanan mereka sangat keras.

__ADS_1


Ini baru berada di bagian tepi dari Lembah Beracun dan Shin sudah bertemu lawan yang cukup merepotkan, bukan tidak mungkin semakin dalam nanti, akan semakin banyak makhluk aneh seperti itu.


Shin pun duduk bersila kemudian mengkonsumsi pil untuk memulihkan energi Qi nya.


__ADS_2