Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
91. Hewan Spiritual Yang Ramah


__ADS_3

Sekitar 1 jam kemudian, energi Qi Shin akhirnya pulih sepenuhnya.


Memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena energi Qi Shin terkuras cukup banyak.


Bukan hanya karena bertarung melawan makhluk itu, nun sebelumnya Shin bertarung melawan Ular Naga Merah dan dia kehabisan hampir setengah energi Qi, kemudian terbang selama hampir 4 minggu tanpa istirahat, itu sudah menghabiskan cukup banyak energi Qi.


Jadi Shin membutuhkan waktu lebih untuk memulihkan energi Qi nya.


Setelah energi Qi nya pulih sepenuhnya, Shin berdiri "Baiklah, waktunya melanjutkan pencarian!"


Dalam perjalan sebelumnya, Shin sama sekali tidak menemukan keberadaan Bunga Seribu Racun.


Kemungkinan besar tanaman spiritual itu masih berada di bagian yang lebih dalam dari Lembah Beracun ini.


Shin terbang dengan kecepatan sedang dan dalam jarak rendah, karena jika terlalu tinggi akan sulit baginya melihat dengan jelas bentuk dari tanaman spiritual yang tumbuh di tanah.


Setelah berjam-jam mencari kesana kemari, Shin masih tidak menemukan keberadaan Bunga Seribu Racun.


Sesekali Shin juga bertemu dengan beberapa monster, namun monster yang Shin temukan tidak berkelompok seperti sebelumnya, sehingga dia dapat mengalahkan para monster itu dengan mudah.


Shin akhirnya memutuskan untuk mencari ke bagian yang lebih dalam dari Lembah Beracun.


Sekitar 3 jam kemudian, Shin akhirnya melihat keberadaan Bunga Seribu Racun, namun Bunga Seribu Racun itu sepertinya dijaga oleh seekor hewan spiritual, bukan monster bermutasi seperti yang Shin kawan sebelumnya.


Shin melihat ada cukup banyak Bunga Seribu Racun yang dijaga oleh hewan spiritual itu.


Ini merupakan hal yang bagus, dia dapat memberikan satu Bunga Seribu Racun pada Xun nanti sedangkan sisanya bisa dia miliki sendiri.


Mungkin dia membutuhkannya nanti di masa depan.


Shin sebenarnya berniat memberikan satu serangan menyelinap yang mematikan untuk langsung membunuh makhluk itu, karena bisa dilihat hewan spiritual itu sedang tertidur, namun sesaat sebelum Shin memulai aksinya, hewan spiritual itu sudah membuka matanya dengan tatapan yang langsung tertuju pada Shin.


"Aku yakin sudah menyembunyikan aura ku, namun sepertinya aku terlalu meremehkan insting dari hewan buas!" Shin tersenyum kecut.


Hewan spiritual itu memiliki tubuh yang tidak sebentar monster yang Shin temukan sebelumnya, ukurannya mungkin 5 kali lebih kecil, tubuhnya terlihat seperti ular yang panjang namun memiliki 4 kaki dengan kepala laba-laba bermata delapan.

__ADS_1


Hewan spiritual itu benar-benar terlihat aneh, bahkan lebih aneh dari makhluk-makhluk yang Shin temui sebelumnya di dalam Lembah Beracun ini.


"Makhluk kecil, kau sepertinya bukan berasal dari Lembah Beracun ini! Bagaimana kau bisa bertahan di dalam Lembah Beracun?" Hewan spiritual itu bertanya.


Dari yang dia tau, semua hewan spiritual di Lembah Beracun memiliki bentuk tubuh yang aneh, tidak seperti makhluk pada umumnya.


Namun Shin bisa dibilang memiliki tubuh yang sempurna meskipun dengan ukuran yang kecil.


"Aku memang bukan berasal dari Lembah Beracun, aku dapat bertahan di tengah ganasnya racun di tempat ini karena tubuh ku kebal terhadap segala jenis racun! Dan tujuan ku datang kemari untuk mendapatkan Bunga Seribu Racun!" Shin menjelaskan secara jujur, tanpa kebohongan sedikit pun.


Hewan spiritual itu masih tenang, sama tidak terlihat ada niatan untuk menyerang.


"Kalau begitu kau bisa mengambilnya sepuas mu" Hewan spiritual itu kembali berbaring, sepertinya dia ingin melanjutkan tidurnya.


"Eh?!" Shin bingung dengan perkataan hewan spiritual itu, apakah mungkin ini jebakan "Apa kau benar-benar akan memberikan ku semua Bunga Seribu Racun itu? Bukankah kau menjaga tanaman spiritual itu?"


"Aku sama sekali tidak menjaga atau menginginkan tanaman spiritual tidak berguna ini, tanaman spiritual ini hanya tumbuh saja di dekat tempat ku tidur"


"Tidak berguna" gumam Shin.


Jadi jelas sekali hewan spiritual di dalam Lembah Beracun ini akan menganggap Bunga Seribu Racun sebagai tanaman spiritual tidak berguna.


"Kalau begitu aku mengucapkan terima kasih pada mu kawan!" Shin menangkupkan tangannya sambil tersenyum senang.


Ini baru pertama kalinya Shin bertemu dengan hewan spiritual yang begitu ramah, tidak pemarah, sama sekali tidak cock dengan tubuhnya yang aneh dan menyeramkan.


Jika begini, Shin tidak perlu repot-repot bertarung melawan hewan spiritual itu untuk mendapatkan Bunga Seribu Racun.


"Tidak perlu berterima kasih, segera ambil dan cepat pergi dari sini, aku tidak ingin waktu tidur berharga ku terganggu.


"Akan ku lakukan secepat mungkin!" Shin pun segera memanen semua Bunga Seribu Racun yang ada disana.


Membutuhkan beberapa menit sampai Shin memanen semua Bunga Seribu Racun tanpa sisa.


"Aku pergi dulu kawan!" Shin langsung melesat pergi dari sana, tanpa menunggu jawaban dari hewan spiritual itu.

__ADS_1


Ini merupakan pengalaman pertama bagi Shin, bertemu dengan hewan spiritual yang bisa di bilang cukup ramah.


Meskipun telah mendapatkan apa yang dia cari, Shin masih tidak berniat keluar dari Lembah Beracun ini, dia ingin menjelajah tempat-tempat di Lembah Beracun ini terlebih dahulu, berharap dapat menemukan rahasia dari Lembah Beracun.


Baru saja beberapa ratus meter Shin terbang hewan spiritual itu memberikan peringatan pada Shin.


"Satu hal lagi makhluk kecil!"


Shin langsung berhenti mendengar perkataan hewan spiritual itu.


"Kau jangan pernah menuju ke tengah-tengah Lembah Beracun, karena disana terdapat sebuah area terlarang yang bahkan kami yang tinggal lama di Lembah Beracun tidak berani pergi kesana!"


Shin menaikkan alisnya "Memangnya ada apa di tengah-tengah Lembah Beracun?"


"Dalam jarak beberapa kilometer di tengah-tengah Lembah Beracun, disana terdapat kadar racun yang jauh lebih pekat yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan tempat ini! Sekeras apa pun kulit mu akan langsung mencair seketika masuk kesana!"


Shin tersenyum, hewan spiritual itu benar-benar peduli terhadap dirinya "Terima kasih peringatannya!"


Meskipun telah di peringatkan, Shin justru makin berniat untuk pergi ke tengah-tengah Lembah Beracun.


Dia berpikir kemungkinan rahasia Lembah Beracun ini ada di sana.


Shin pun pergi menuju tengah-tengah Lembah Beracun.


Melihat kepergian Shin yang menuju tempat yang dia peringatkan membuat dia menggerutu"Dasar makhluk kecil tidak tau diri! Sudah aku peringatkan tapi masih saja dilanggar!"


Tidak ingin mempedulikan soal Shin, hewan spiritual itu tidur kembali.


Sementara itu, di bagian luar Lembah Beracun, Xun masih setia menunggu kembalinya Shin.


Dia saat ini sudah gelisah karena memang Shin sudah cukup lama berada di dalam Lembah Beracun.


Ini sudah hampir satu hari Shin masih belum juga kembali.


Xun hanya bisa berharap Shin dapat kembali dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2