Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
171. Awal Pertarungan


__ADS_3

Setelah beberapa hari, Shin sudah merasakan kultivasinya stabil, dia merasakan jika kekuatan tingkat Martial Immortal God benar-benar berbeda dari tingkat kultivasi dibawahnya.


"Dengan kekuatan ku sekarang, mungkin aku bisa membunuh kultivator tingkat Martial God hanya dengan kibasan tangan!" Shin mengepalkan tangannya "Martial Immortal God sungguh luar biasa!"


Tiba-tiba Shin menoleh kesuatu arah dengan alis mengerut, dia bisa merasakan satu aura kuat yang sangat mengerikan.


"Ini... aura Dewa Siluman! Dan auranya terasa sangat kuat, apakah mungkin makhluk itu telah bangkit?" gumam Shin "Tapi itu tidak mungkin! Bukankah dia membutuhkan 3 gadis bertubuh khusus untuk bisa melepaskan segel"


Merasakan jika masalah besar akan datang, Shin tidak bisa membiarkan hal ini, dia dengan segera melesat menuju aura kuat yang dia rasakan.


Beberapa jam kemudian, Shin bisa melihat dari kejauhan kepulan aura kegelapan pekat yang sangat mengerikan.


Shin sekarang benar-benar yakin jika Dewa Siluman telah bebas, karena apa yang dia lihat itu adalah aura sesungguhnya dari Dewa Siluman, selain itu kultivasinya juga berada ditingkatan yang sama.


Meskipun sekarang Shin berada ditingkat Martial Immortal God tahap awal, sedangkan Dewa Siluman berada di tahap akhir.


Shin merasa pertarungan ini tidak akan mudah.


Tiba-tiba bola kegelapan raksasa melesat kearah Shin. Tidak ingin diam saja, Shin menggunakan teknik Supernova Matahari.


*BOOOOMMMM...!!


Ledakan besar terjadi membuat tanah berguncang hebat, kawah besar tercipta akibat ledakan itu.


Shin sedikit mengerut, dia tidak boleh bertarung disini karena dekat dengan beberapa kekaisaran.


Jika mereka terus bertarung maka beberapa kekaisaran pasti akan hancur, rata dengan tanah.


"Jadi kau manusia yang bernama Shin?!" Liu Renmo menatap tajam Shin dengan dengan penuh kebencian.


Liu Renmo sebenarnya agak terkejut karena kultivasi Shin berada ditingkat Martial Immortal God karena sebelumnya Lui Meiyu mengatakan Shin berada ditingkat Martial God.


Namun Liu Renmo sudah tidak peduli lagi, dia yakin bisa membunuh Shin karena kultivasinya berada diatas Shin.


Sebelumnya saja 3 Dewa Besar yang memiliki kultivasi sama dengan Liu Renmo masih tidak bisa mengalahkannya, apa lagi Shin yang hanya sendirian dengan kultivasi dibawahnya meskipun Shin merupakan pewaris dari 3 Dewa Besar.

__ADS_1


"Dewa Siluman! Aku tidak tau bagaimana kau bisa bebas dari segel, tapi aku pastikan akan mengakhiri hidup mu! Akan aku tuntaskan tugas dari guru ku!" Shin mengepalkan tangannya kemudian langsung meledakkan semua auranya.


"7 Tanda Pemahaman!"


Di kening Shin langsung terbentuk 7 tanda pemahamannya, bersamaan dengan tubuhnya yang berubah ke bentuk manusia naga sepenuhnya.


Setelah kultivasinya naik ketingkat Martial Immortal God, dia kini bisa menguasai perubahan naga sepenuhnya.


Tubuh Shin sepenuhnya dilapisi sisik emas yang mengkilap, ekor panjang dengan ujung tajam, dua tanduk yang melengkung kebelakang dari keningnya, dan sepasang sayap naga.


Shin sekarang terlihat sangat agung dengan auranya yang mendominasi.


"Manusia ini benar-benar harus dilenyapkan, aku yakin bakatnya tidak ada yang mampu menandingi bahkan jika itu jenius di Alam Surgawi sekali pun!" gumam Liu Renmo dalam hati.


Sebelumnya saat dia merasuki tubuh Liao Nie, dia bertarung melawan Shin dengan kultivasi tingkat Martial Monarc, namun hanya dalam beberapa tahun kultivasi Shin melesat menjadi Martial Immortal God.


Jika itu di Alam Surgawi atau Alam Neraka maka hal itu bukanlah sesuatu yang luar biasa, namun di Alam Tengah yang memiliki energi alam tipis, tentu saja merupakan pencapaian yang mencengangkan.


Shin masih menatap Liu Renmo dengan matanya yang memiliki pupil tajam, Pedang Bintang Emas sudah digenggaman tangannya.


Aura merah darah keluar menyelimuti tubuh Shin, bercampur dengan 7 aura lainnya.


Liu Renmo sedikit mengerutkan kening, dia bisa merasakan tekanan dari aura merah darah itu.


"Meskipun kultivasi ku berada di bawah mu, aku tidak akan kalah!" ucap Shin dengan dingin lalu menyiapkan kuda-kudanya.


"Dewa Halilintar Timur!"


Kedelapan aura Shin tiba-tiba diselimuti kilatan petir ganas, dia langsung melesat dalam garis lurus meninggalkan kilatan petir di tempatnya sebelumnya.


Seketika Shin sudah berada di depan Liu Renmo, namun terlihat Liu Renmo masih tidak bergerak.


Shin langsung menebaskan pedangnya, mengincar leher Liu Renmo.


Tiba-tiba Liu Renmo melakukan pergerakan dan seketika Shin langsung menghilang lalu muncul di belakang Liu Renmo dengan mata pedang yang hanya beberapa inci lagi mencapai kulit leher Liu Renmo.

__ADS_1


Dengan cepat, Liu Renmo menghindari tebasan itu dengan membungkuk lalu kepalan tangannya yang sudah dilapisi energi kegelapan pekat memukul wajah Shin.


Shin terkena pukulan Liu Renmo, membuatnya terpental puluhan meter, meskipun begitu Shin sama sekali tidak mendapatkan luka karena seluruh tubuhnya dilindungi oleh lapisan ruang.


"Aku sudah sering melihat trik seperti itu sebelumnya, jadi jangan pikir bisa menggunakan trik seperti itu pada ku!" Mata Liu Renmo sedikit menyipit karena melihat Shin tidak mendapatkan luka setelah terkena pukulan diwajahnya.


Sesaat kemudian Liu Renmo melebarkan matanya karena merasakan suatu energi yang melapisi tubuh Shin.


"Kekuatan ruang?! Bagaimana bisa kau menguasai kekuatan ruang?!" Liu Renmo yakin jika di Alam Tengah tidak akan ada sesuatu hal yang akan membuat seseorang menguasai hukum ruang, bahkan untuk tingkatan terendah sekalipun.


Individu yang menguasai kekuatan ruang sangatlah langka, bahkan jika itu di Alam Neraka atau Alam Surgawi sekalipun.


Meskipun sekarang Liu Renmo melihat Shin hanya menguasai kekuatan ruang tingkatan terendah, namun jika Shin terus hidup, bisa dipastikan kekuatan ruang Shin akan terus berkembang sampai dimana dia akan bisa merobek ruang.


"Apa kau pikir aku akan menjawab pertanyaan mu?" ucap Shin dengan dingin.


"Kalau begitu akan aku buat kau mengatakannya!" Liu Renmo mengeluarkan dua belati hitam pekat yang dipenuhi aura kematian.


Belati itu pasti sudah mengambil nyawa yang tidak terhitung jumlahnya.


Shin langsung waspada, dia bisa merasakan belati itu sangat berbahaya.


Tidak membuang waktu, Liu Renmo langsung melesat menyerang Shin.


Ratusan belati hitam terbentuk disekitar Liu Renmo, kemudian ratusan belati itu dilesatkan berturut-turut.


Shin juga tidak tinggal diam, dia mengaktifkan kekuatan Tubuh Pedangnya, menangkis semua belati hitam yang mengarah padanya.


Sesaat kemudian, Liu Renmo muncul dibelakang Shin dengan belati yang mengarah ke jantungnya.


"Teleportasi!" Shin tiba-tiba menghilang lalu muncul di tempat lain, membuat serangan Liu Renmo hanya mengenai udara kosong.


"Cih, inilah kenapa aku sangat membenci ahli formasi!" Liu Renmo berdecak kesal.


"Aku tidak ingin kita melanjutkan pertarungan disini! Aku akan membawa mu ke tempat lain!" ucap Shin kemudian melakukan segel tangan.

__ADS_1


Seketika mereka berdua menghilang di tempat, entah kemana Shin menteleportasikan Liu Renmo.


__ADS_2