
"Tidak tidak! Aku hanya ingin menyentuh telinga mu selama beberapa menit" Shin menyentuh telinga Xun tahun lalu, jadi Shin cukup merindukan sensasi lembut dari telinga gadis Elf itu.
"Apa maksud mu? Menyentuh telinga ku?" Xun secara refleks mundur satu langkah sambil menutup kedua telinganya dengan tangan.
"Kenapa? Apa kau takut? Jika takut maka aku tidak akan memaksa melanjutkan pertaruhan ini" Shin tersenyum mengejek, mengembalikan perkataan Xun.
"Baiklah, aku setuju" Xun menatap Shin dengan tajam, pada akhirnya dia tidak memiliki alasan untuk menolak.
Shin pun tersenyum lebar "Kalau begtu berapa kali percobaan agar aku berhasil membuat pil tingkat 2?"
Xun terlihat berpikir sejenak, wajahnya terlihat serius, tidak ingin kalah dari Shin dalam pertaruhan ini.
Sebenarnya permintaan Xun sebelumnya hanya bertujuan untuk membuat Shin tinggal lebih lama di sini, dia tidak ingin berpisah dengan Shin begitu cepat.
"Sekitar 10 kali!" ucap Xun.
"Baiklah kalau begitu, aku akan langsung mulai!" Shin pun memulai proses penyulingan dengan memasukkan semua bahan kedalam tungku.
Di dalam buku yang sebelumnya Shin baca, sudah dijelaskan berapa derajat suhu panas yang dibutuhkan dari masing-masing tanaman spiritual.
Dengan pengendalian Shin terhadap elemen api yang sangat mendalam, sangat mudah baginya untuk mengatur suhu panas yang sesuai seperti yang tertulis di buku.
Tidak membutuhkan waktu sampai 1 menit, Shin berhasil menyelesaikan proses penyulingan.
Shin pun tersenyum setelah itu "Berhasil!"
Jantung Xun hampir berhenti berdetak karena terkejut, dia segera memeriksa kedalam tungku dan menemukan sebuah pil yang sudah terbentuk sempurna.
Xun mengambil Pil itu lalu melihatnya lebih teliti.
"Ini benar-benar pil tingkat dua! Bahkan kualitasnya juga sangat tinggi" Xun menoleh kearah Shin "Kau... bagaimana bisa?"
Xun melihat Shin sekarang hanya tersenyum lebar menatapnya membuat pipinya sedikit merah.
Dia mengingat pertaruhan mereka dan sekarang dia kalah, tebakannya sangat jauh dari hasil yang diharapkan, Shin ternyata dapat membuat pil tingkat 2 dalam sekali percobaan.
"Sesuai dengan perjanjian Xun" Shin menggosok kedua tangannya dengan senyum aneh membuat Xun merinding.
__ADS_1
"K-kau..." Xun mundur satu langkah.
"Jangan coba-coba untuk mengingkari janji" Shin maju satu langkah.
"B-baiklah" Xun akhirnya pasrah, wajahnya semakin merah, sebenarnya dia masih belum siap dengan hal ini.
"T-tapi, jangan terlalu lama" ucap Xun dengan suara lirih yang terdengar sangat imut, apa lagi dengan wajahnya yang malu-malu membuat wajah Shin sedikit merah.
"Kau tenang saja" ucap Shin lalu tangannya bergerak kearah telinga tajam Xun.
Xun memejamkan matanya.
Tidak terhentikan lagi, tangan Shin pun menyentuh telinga gadis Elf itu dan mulai mengelusnya dengan lembut.
"Hmmm..."
Terdengar suara erangan kecil dari mulut Xun, membuat Shin menelan ludah.
Shin terus mengelus telinga Xun, menikmati kelembutan dan kehalusannya.
Setelah hampir 3 menit berlalu, Shin akhirnya menyadari jika Xun saat ini menangis, air mata gadis itu mengalir namun tidak ada suara yang keluar, hanya sesekali terdengar suara erangan kecil yang hampir tidak bisa didengar.
Shin pun segera melepaskan telinga Xun, membuat gadis itu langsung jatuh tertunduk dilantai.
"X-xun?" Shin tidak tau harus melakukan apa, dia tidak paham kenapa gadis itu jadi menangis.
Wajah Xun masih memerah, gadis itu pun mengusap air matanya.
"A-apa yang terjadi pada mu Xun? Kenapa kau tiba-tiba menangis?" Shin merasa bersalah jika Xun menangis karena dirinya yang menyentuh telinga gadis itu.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, Shin menoleh dan melihat Luo datang.
Melihat Xun yang menangis, Luo langsung berlari menghampirinya "Xun'er apa yang terjadi?"
Namun saat Luo sudah tiba disana, Xun langsung berdiri dan berlari keluar tanpa mengatakan apa-apa.
Shin dan Luo tidak mengejar gadis itu karena mereka berpikir mungkin Xun butuh waktu sendiri.
__ADS_1
"Saudara Shin, apa yang terjadi pada Xun'er? Kenapa dia menangis?" Luo menatap tajam Shin, merasa jika pemuda itu adalah penyebab adiknya menangis.
"Aku juga tidak paham! Tadi aku hanya menyentuh telinganya" jawab Shin.
"APA?! KAU MENYENTUH TELINGANYA!!" nada suara Luo benar-benar tinggi, dia mencengkram bahu Shin dengan cukup erat.
Shin benar-benar terkejut mendengar nada suara Luo, ini pertama kalinya Luo berbicara dengan nada tinggi padanya.
Shin hanya diam bengong, melihat ekspresi Lui yang terlihat marah.
Beberapa saat kemudian Luo menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya, bersamaan dengan ekspresinya yang kembali normal lalu melepaskan bahu Shin.
"Saudara Shin, jika aku tidak mengenal mu maka mungkin aku sudah membunuh mu saat ini!"
Shin kembali terkejut "Memangnya apa kesalahan ku?"
Luo kembali menghela nafas "Yah, wajar jika kau tidak mengetahuinya! Telinga adalah adalah salah satu bagian paling sensitif dari para Elf, terutama bagi Elf wanita yang masih suci!" Luo memijit keningnya "Jika bagian telinga dari wanita Elf disentuh terlalu lama maka itu bisa membuat hasrat mereka muncul! Karena itulah wanita Elf menganggap telinga adalah salah satu kehormatan mereka, dan hanya akan membiarkan pasangan mereka yang menyentuhnya!"
"Apa?! Tapi kenapa Xun sama sekali tidak mengatakan hal itu pada ku?" Shin benar-benar terkejut mendengar kenyataan ini, jika dia mengetahuinya dari awal maka Shin tidak akan melakukannya.
"Xun'er adalah seorang wanita, bagaimana mungkin dia mengatakan hal seperti itu pada mu!" Luo sampai menunjuk Shin, jelas sekali jika dia masih menahan marahnya "Saudara Shin, kau masih belum menjelaskan kenapa kau menyentuh telinga Xun'er"
Shin pun menjelaskan tentang taruhan sebelumnya yang dimenangkan oleh dirinya.
"APA?! KAU BERHASIL MENYULING PIL TINGKAT 2 DALAM SEKALI PERCOBAAN!!" Luo sudah sangat sering mencoba menyuling pil namun selalu gagal, jadi dia paham bagaimana sulitnya membuat Pil itu.
Bahkan dia tidak bisa membuat pil tingkat 1, apalagi tingkat 2.
Luo menghembuskan nafas untuk menenangkan dirinya "Yah, seperti yang diharapkan dari saudara Shin! Tapi aku memiliki satu pertanyaan, kenapa kau ingin menyentuh telinga Xun'er?"
"Itu... sebenarnya itu karena telinga Elf bentuknya berbeda dari manusia, jadi aku ingin menyentuhnya" jawab Shin.
Luo menyipitkan matanya, merasa jika masih ada yang Shin sembunyikan.
Melihat itu membuat Shin merasa sedikit terintimidasi "Sebenarnya saat aku pertama kali aku menyelamatkan Xun, aku sudah menyentuh telinganya!"
"Jadi ini yang kedua kalinya!" Luo menepuk jidatnya, dia sudah menduga hal ini.
__ADS_1
"Lalu saudara Luo, apa yang harus aku lakukan? Sebelumnya dia sudah setuju jika aku menyentuh telinganya, tidak mungkin sekarang dia akan membenciku kan?"
"Kalau soal itu aku juga tidak tau! Tapi satu hal yang haus kau lakukan, karena kau telah menyentuh telinga Xun'er, terlebih sudah dua kali maka kau harus menikahinya!"