Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
153. Ketularan Virus Chu Yan


__ADS_3

Shin menyambut serangan Yin Litian, mereka beradu pukulan keras hingga menyebabkan gelombang kejut keras.


Yin Litian terlempar belasan meter sementara Shin masih diam di tempat, jelas sekali jika Shin unggul dari Yin Litian.


"Hahaha! Saudara Shin akhirnya kau kembali!" Yin Litian memeluk Shin dengan penuh persahabatan.


Yin Litian melihat Shin dari atas sampai bawah "Hm! Tidak ada yang kurang! Aku kira sebelumnya kultivasi mu menurun karena aku merasakan kultivasi mu berada ditingkat Martial Anchestor, namun sepertinya kau menyembunyikan kultivasi mu!"


"Haha! Saudara Litian, kultivasi mu juga sudah meningkat drastis! Hanya dalam beberapa tahun kau sudah mencapai tingkat Martial Monarc!" Shin menepuk bahu Yin Litian.


"Tapi sepertinya aku masih kalah dari mu, meskipun aku tidak bisa merasakan tingkat kultivasi mu tapi aku yakin paling tidak kau sudah mencapai tingkat Martial Monarc tahap akhir!" Yin Litian mengingat terakhir kali kultivasi Shin berada ditingkat Martial Monarc.


"A..hahaha..!" Shin tertawa canggung.


"Kau sepertinya salah Litian!" Tetua Agung menghampiri mereka berdua.


Shin langsung memberikan salam hormat.


"Shin menyembunyikan kultivasinya namun aku bahkan tidak bisa melihat berada ditingkat apa dia sekarang! Artinya dia sudah mencapai tingkat Martial Saint!"


"Benarkah?!" Yin Litian melebarkan matanya, biasanya seorang Martial Monarc akan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk naik ketingkat Martial Saint, namun Shin hanya membutuhkan waktu beberapa tahun.


Bukankah itu terlalu tidak masuk akal.


"Ya.. begitulah" Shin menggaruk pipinya sambil melirik kearah lain.


Apakah aku harus mengatakan pada mereka tentang kultivasi ku yang sesungguhnya? Mungkin sebaiknya tidak, itu mungkin akan membuat mereka mengalami tekanan mental yang akan berdampak pada kultivasi mereka.


"Kau sungguh luar biasa saudara Shin, sepertinya aku harus berlatih lebih keras agar bisa mengejar mu!" Yin Litian meneguhkan hatinya.


"Aku tidak menyangka perkembangan mu akan begitu cepat Shin! Sepertinya generasi tua seperti ku sebentar lagi akan digantikan!" ucap Tetua Agung, lalu menoleh kearah Xun "Lalu Shin, siapa teman yang kau bawa ini?"


"Namanya Xun! Xun kau boleh membuka tedung kepala mu!" ucap Shin.


"Baiklah" Xun pun membuka tedung kepalanya, memperlihatkan wajah cantiknya dengan rambut pirang panjang dan telinganya yang runcing, berbeda dari manusia pada umumnya.


Tetua Agung dan Yin Litian tampak terkejut melihat penampilan Xun, apalagi setelah melihat telinga gadis itu yang tidak biasa.


"Perkenalkan, nama ku Xun!" Xun menangkupkan tangannya.

__ADS_1


Yin Litian menepuk bahu Shin "Saudara Shin, dari mana lagi asal gadis yang menjadi korban mu ini?"


"Apa maksud mu? Korban?"


Yin Litian tidak menjawab pertanyaan Shin, dia berjalan mendekati Xun lalu menangkupkan tangannya "Nona Xun, aku Yin Litian! Dan dia adalah guru ku, Tetua Agung Sekte Pedang Ilahi!"


"Senang berkenalan dengan kalian" Xun tersenyum manis.


Yin Litian tampak kagum dengan wajah cantik Xun, Xun saat ini tampak seperti gadis berusia 16 tahun, namun aura kecantikannya benar-benar bagaikan Dewi.


Entah akan seperti apa nanti jika Xun sudah dewasa.


Yin Litian berjalan mendekati Shin lalu berbisik "Saudara Shin, aku benar-benar ingin tau kemana kau pergi selama ini hingga berhasil mendapatkan gadis secantik Nona Xun"


Meskipun Yin Litian sama sekali tidak merasa iri namun dia benar-benar bingung bagaimana bisa Shin selalu mendapatkan gadis yang sangat cantik setiap saat dia pergi keluar.


Apa lagi kecantikan yang Shin dapatkan adalah para kecantikan tertinggi.


"Ini agak sulit untuk menjelaskannya!" Shin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak tau harus mulai cerita dari mana.


Shin pun menceritakan jika dia sebelumnya menemukan sebuah susunan formasi teleportasi kuno.


Shin menceritakan setiap kejadian yang terjadi disana secara garis besar, namun dia masih merahasiakan beberapa hal seperti bola energi yang masuk ketubannya dan beberapa hal lainnya.


Shin juga menceritakan jika disana terdapat banyak sumber daya, dan dengan keberuntungannya dia berhasil menerobos ketingkat Martial God.


Tetua Agung dan Yin Litian terdiam setelah mendengar cerita Shin, setiap bagian yang Shin ceritakan membuat mereka berdua terkejut.


Benua Kegelapan! Banyak sumber daya kultivasi! Berbagai macam ras! Dan yang paling mengejutkan, Shin ternyata sudah melampaui tingkat Martial Saint.


Dalam dua tahun kultivasi Shin melonjak dari Martial Monarc ke Martial God.


Bukankah surga terlalu tidak adil?


Namun itu semua Shin dapatkan dari perjuangannya sendiri, dibalik kekuatan yang besar, pasti ada resiko yang dilalui terlebih dahulu.


"Bakat mu sungguh menentang surga, Shin! Kau pasti mengalami masa-masa yang sulit selama 2 tahun ini!" Tetua Agung menepuk bahu Shin.


Yin Litian menghela nafas "Tadinya aku berpikir jarak antara kita berdua tidak terlalu jauh, namun ternyata sangatlah jauh!"

__ADS_1


Mereka pun sedikit melakukan obrolan selama belasan menit.


"Saudara Litian, aku membutuhkan bantuan mu untuk mengumpulkan semuanya di tempat biasa! Tapi jangan beritahu mereka jika aku sudah kembali!"


"Haha! Aku paham, ini pasti akan menjadi kejutan besar bagi mereka semua" Yin Litian membayangkan seperti apa wajah terkejut teman-temannya nanti "Ngomong-ngomong saudara Shin, kau sekarang sudah kembali dari tempat yang sangat luar biasa, apakah..."


Yin Litian tersenyum penuh makna sambil menggosok tangannya.


Shin menatap Yin Litian dengan malas "Sepertinya setelah dua tahun ini kau telah ketularan virus saudara Chu Yan!"


Yin Litian hanya nyengir sebagai jawaban.


"Tentu saja ada! Jika aku tidak membawa oleh-oleh, itu artinya aku sudah melupakan kalian!" Shin memiliki cukup banyak hadiah untuk teman-temannya.


"Heh heh! Kalau begitu aku pergi dulu untuk memanggil mereka semua berkumpul!"


***


Saat ini teman-teman Shin yang lainnya berada di kediaman guru mereka masing-masing.


Untuk Qin Zhiyun dan Bing Qiaoyu, berada di kediaman Xu Xuan bersama dengan Ling.


Yin Yihua yang merupakan adik dari Yin Litian telah menarik perhatian Tetua Kelima yang sekarang menjadi gurunya, juga merupakan guru dari Xiang Yue, Li Yuwen dan Li Yiren.


Setelah diminta oleh Yin Litian untuk berkumpul, meskipun tidak mengetahui alasannya, mereka tetap memenuhi permintaan Yin Litian.


Mereka semua berkumpul di halaman bela diri nomor 1 yang sekarang dijadikan tempat khusus untuk teman-teman Shin.


Mereka semua kini telah berkumpul di halaman bela diri nomor 1, Yin Litian berdiri di depan mereka semua dengan dua orang disampingnya.


Di samping kiri Yin Litian adalah Xun sedangkan samping kanan adalah Shin, namun Shin menggunakan jubah dan penutup kepala yang membuat wajahnya tidak bisa dilihat.


"Kakak, siapa mereka berdua?" tanya Yin Yihua.


Xun pun memperkenalkan dirinya "Kalian bisa memanggil ku Xun, aku teman Yin Litian!"


Kini semua orang menoleh kearah Shin, mereka semua bertanya siapa orang ini.


Shin pun membuka tedung kepalanya, membuat wajahnya bisa dilihat oleh mereka semua.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu, aku harap kalian semua baik-baik saja selama ini!"


__ADS_2