
Tubuh serigala berkepala dua gemetaran, dia masih menggeram namun kepalanya terus semakin merendah.
Dia merasa seperti seekor semut didepan naga yang perkasa, sungguh tidak pantas untuk dibandingkan.
Shin berjalan mendekat sambil menyeringai lebar.
"Ternyata aura naga dapat memberikan tekanan intimidasi kuat pada hewan spiritual" gumam Shin dalam hati, merasa cukup puas dengan hal ini.
Namun dia masih belum mengetahui apakah aura naga dapat memberikan intimidasi kuat pada hewan spiritual yang berada diatas kultivasi Shin.
Semakin Shin berjalan mendekat, kedua kepala serigala itu semakin merendah, meskipun sekarang terlihat serigala itu masih menggeram dengan air liur yang keluar, seperti tidak sabar ingin memangsa Shin secepatnya, namun kenyataannya serigala itu sama sekali tidak berani.
Sampai akhirnya Shin sudah berada tepat didepan serigala itu, bersamaan dengan kedua kepala serigala itu yang merendah sampai menyentuh tanah.
Shin menyentuh bulu lebat serigala itu kemudian berkata "Kau beruntung karena saat ini suasana hati ku sedang baik! Jadi aku beri kau kesempatan, pergi sebelum aku berubah pikiran!"
"Baik Tuan!" Tanpa menunda waktu, Serigala itu langsung melesat pergi tanpa menoleh kebelakang.
Shin menghembuskan nafas bersamaan dengan aura naga yang masuk kedalam tubuhnya dan juga matanya yang kembali normal.
Shin diam berdiri sejenak, entah kenapa dia merasa telah melupakan sesuatu.
Shin menepuk jidatnya "Benar juga, kenapa aku tidak menanyakan tentang benua ini pada serigala itu!" Shin menghela nafas "Ini memang kebiasaan buruk ku yang sulit dihilangkan!"
"Baiklah, tidak perlu terlalu memikirkan hal itu! Aku masih harus menjelajahi area benua ini untuk memanen tanaman spiritual!" Shin kemudian langsung melesat mencari tanaman spiritual lainnya.
Dalam perjalanan, Shin cukup sering bertemu dengan hewan spiritual yang berada ditingkat Martial Anchestor kebawah, dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan hewan spiritual tingkat Martial Monarc.
Shin sama sekali tidak membunuh hewan spiritual yang dia jumpai, hanya mengeluarkan sedikit aura naga maka para hewan spiritual akan langsung lari menjauhinya.
Malam pun tiba, Shin mencari gua untuk beristirahat dan mengkonsumsi tanaman spiritual yang dia dapatkan.
Tidak membutuhkan waktu lama sampai Shin menemukan sebuah gua yang berada di tengah tebing gunung, gua itu berukuran kecil namun cukup untuk Shin tinggal sendiri.
Dia langsung masuk kedalam gua dan segera mengkonsumsi tanaman spiritual yang dia dapatkan.
Shin mendapatkan cukup banyak tanaman spiritual, namun jelas itu masih jauh dari kata cukup untuk membuatnya menerobos ketingkat Martial Saint tahap akhir.
__ADS_1
Shin dengan tenang dan santai mengkonsumsi tanaman spiritual sambil bermeditasi dan perapian sederhana sebagai penerang.
Setelah berjam-jam Shin akhirnya membuka mata, menghembuskan nafas mengeluarkan asap putih.
Dia sudah mengkonsumsi semua tanaman spiritual yang dia miliki.
"Masih sangat jauh untuk mencapai tingkat Martial Saint tahap akhir, aku harus mengumpulkan tanaman spiritual lebih banyak untuk menerobos kultivasi ku!" Shin mengepalkan tangannya, membulatkan tekad.
Sekarang dia tidak terlalu khawatir dengan teman-temannya di Sekte Pedang Ilahi karena keberadaan susunan Formasi 4 Arah Mata Angin.
Lui Meiyu tidak akan bisa menghancurkan formasi itu.
Angin dingin tiba-tiba berhembus, membuat perapian Shin padam.
Shin pun berdiri kemudian berjalan ke ujung mulut goa yang mana adalah sebuah tebing.
Tiba-tiba Shin melihat ada beberapa bayangan hitam yang terbang melewatinya.
"Apa itu?" Shin melihat kearah bayangan hitam yang sudah menghilang di kegelapan malam.
Selain itu, ada sesuatu yang sangat familiar Shin rasakan pada bayangan hitam itu, namun Shin tidak ingat dimana dia pernah merasakan aura tersebut.
Karena penasaran, Shin akhirnya mengikuti kemana beberapa bayangan hitam itu pergi, dengan menyembunyikan auranya agar tidak dideteksi oleh para bayangan hitam itu.
Tidak membutuhkan waktu lama sampai Shin dapat melihat keberadaan para bayangan hitam itu.
Karena bulan sekarang tertutup awan tebal, jadi malam ini sangatlah gelap, Shin tidak dapat melihat dengan jelas seperti apa bentuk dari para bayangan hitam itu.
Namun Shin melihat jika para bayangan hitam itu memiliki tangan dan kaki seperti manusia, ukuran tubuh mereka juga tidak jauh berbeda dengan manusia, hanya saja badannya lebih besar.
Shin terbang semakin mendekat, menajamkan pengelihatannya, dia pun melihat jika salah satu dari bayangan hitam itu sedang membawa sesuatu yang seperti karung besar atau bantal panjang.
Entahlah, karena Shin tidak melihatnya dengan jelas.
Sampai akhirnya, awan hitam mulai menghilang membuat sinar bulan purnama menerangi Benua itu.
Mata Shin langsung melebar setelah melihat bentuk asli dari para bayangan hitam itu.
__ADS_1
"Orc! Bagaimana mungkin di dunia ini ada Orc?!"
Meskipun Shin melihat cukup jauh dari belakang, namun dia sangat mengenali ciri fisik dari ras Orc.
Di dunia terkutuk sebelumnya, ras Orc merupakan sekutu dari para iblis dan memiliki ketahanan dan kekuatan fisik yang melebihi ras lainnya.
Bahkan kekuatan fisik Orc melebihi ras iblis, namun ras Orc sangat sedikit jumlahnya.
Mungkin Orc tidak bisa disebut sebagai sekutu ras iblis, melainkan budak bagi ras iblis.
Di dunia terkutuk sebelumnya, menurut Shin, yang paling menyeramkan dari ras Orc bukanlah ketahanan dan kekuatan fisiknya, namun yang paling menyeramkan adalah bentuk dan sifatnya.
Terutama untuk Orc betina yang paling menyeramkan bagi Shin.
Karena Orc betina selain memiliki otot-otot yang jauh lebih kekar dari para wanita berotot, juga hawa ***** mereka benar-benar diluar kendali.
Banyak sekali pria dari ras manusia yang 'diperas' sampai habis oleh para Orc betina, dan tidak hanya itu, pejantan dari ras Orc bahkan hampir punah karena kegilaan Orc betina dalam ***** mereka.
Karena itulah para Orc betina mengabdi pada bangsa iblis dengan syarat ***** mereka bisa terpenuhi.
Shin pernah sekali dikejar-kejar oleh para Orc betina, dan itu meninggalkan trauma yang cukup besar bagi Shin.
Namun sekarang Shin sudah tidak takut lagi dengan hal-hal seperti itu, namun tetap saja dia masih tidak menyukai para makhluk itu.
Dan yang Shin lihat sekarang adalah para Orc jantan yang sedang membawa sebuah karung yang entah isinya apa.
Berpikir jika yang ada didalam katung itu mungkin adalah seorang manusia yang diculik oleh para Orc itu, Shin memutuskan untuk bertarung melawan para Orc.
"Sudah lama sekali aku tidak bertarung melawan Orc, dan aku juga tidak pernah bertarung melawan para Orc jantan yang memiliki otot cantik seperti itu!" gumam Shin merasa sedikit lebih nyaman hatinya tidak bertemu dengan Orc betina yang memiliki otot kekar.
Shin bergerak cepat lalu menghadang jalan para Orc itu.
\=\=\=\=
**Mati lampu, jadi baru bisa up sekarang**
\=\=\=\=
__ADS_1