
Setelah mendengar kabar tentang Bai Lian, Shin bergegas untuk melihat kondisi gadis itu
Setelah diperiksa, Shin tidak menemukan ada yang aneh pada tubuh Bai Lian, tingkat kultivasinya masih Martial Monarc tahap 1, fluktuasi energi didalam tubuhnya juga masih normal.
Shin sama sekali tidak paham apa yang terjadi pada Bai Lian sehingga membuatnya pingsan.
"Dalam dua hari lagi kita akan berangkat menuju Paviliun Matahari Emas! Sekarang keadaan Lian'er masih stabil" Shin menoleh kearah Qin Zhiyun dan Bing Qiaoyu "Yun'er! Yu'er, karena kalian tidak mungkin bisa ikut dalam peperangan jadi aku meminta kalian untuk menjaga Lian'er selama kami semua pergi!"
Qin Zhiyun dan Bing Qiaoyu saat ini menjadi incaran Lui Meiyu, jadi tidak mungkin mereka berdua akan ikut dalam peperangan.
"Baiklah" Qin Zhiyun dan Bing Qiaoyu hanya bisa pasrah, dia memahami situasi.
Selama ini mereka berdua hanya berada di dalam Formasi 4 Arah Mata Angin, tidak pernah keluar.
Bai Xu dan Jia Yu, meskipun ingin tetap menjaga Bai Lian, namun dia paham saat ini bukan waktunya bertindak egois.
Dia harus ikut dalam peperangan karena kekuatannya pasti akan dibutuhkan disana nanti.
***
Setelah memeriksa kondisi Bai Lian, Shin pergi mengunjungi Xue'er bersama Qin Zhiyun dan Ling.
Teman-teman Shin yang lainnya memiliki urusan masing-masing jadi tidak bisa ikut.
Saat ini Xue'er duduk di halaman depan kediamannya, menatap langit dengan ekspresi datar.
Entah apa yang gadis itu pikirkan.
Shin dan Qin Zhiyun baru saja memasuki wilayah kediaman Xue'er.
Saat melihat wajah Xue'er, emosi Shin langsung melonjak, dia ingin langsung membunuh gadis itu secepat mungkin.
Namun dia sudah berjanji pada Qin Zhiyun untuk tidak membunuh Xue'er sebelum identitas dan masa lalu Xue'er terungkap.
"Kau sudah datang Xin'er" Xue'er menoleh kearah Qin Zhiyun lalu melihat Shin "Dan kau..."
Xue'er tidak mengingat nama Shin, jadi dia tidak menyebutkannya.
"Shin!" Ucap Shin dengan nada ketus.
Qin Zhiyun tersenyum melihat Shin, dia paham kebencian Shin terhadap Xue'er tidak akan hilang semuda itu.
"Kau masih membenci ku?" tanya Xue'er.
"Ya, aku sangat membenci mu sampai ingin langsung membunuh mu" ucap Shin.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tidak membunuh ku?"
"Aku tidak bisa melakukannya"
Xue'er kembali me atap langit "Kau ini sangat aneh! Padahal kultivasi ku masih tersegel jadi kau seharusnya bisa membunuh ku dengan mudah, tapi kau bilang tidak bisa membunuhku!"
"Aku baru menyadari ternyata kau sangat menyebalkan" Tangan Shin tiba-tiba diselimuti kobaran api.
"Guru hentikan, Xue'er memang seperti ini, jadi jangan menyalahkannya!" Qin Zhiyun panik, dia berusaha menenangkan Shin.
Shin menghela nafas, kemudian menghilangkan api ditangannya.
"Xue'er, guru datang kesini untuk melepaskan segel yang menyegel ingatan mu! Apakah kau tidak ingin mengetahui identitas asli mu?" Qin Zhiyun memegang tangan Xue'er.
"Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan masa lalu ku, aku merasa hidup ku sudah tidak ada gunanya karena tidak lagi berguna untuk master!" ucap Xue'er, masih dengan nada datar.
"Jangan berkata seperti itu Xue'er! Jika ingatan mu kembali maka mungkin kau bisa menemukan tujuan hidup yang baru!" Qin Zhiyun meyakinkan Xue'er.
Xue'er menatap mata Qin Zhiyun sejenak sebelum akhirnya mengangguk "Baiklah"
Qin Zhiyun tersenyum bahagia mendengar jawaban Xue'er.
"Guru, cepat lakukan!"
Shin bisa merasakan segel di dalam tubuh Xue'er, sekarang kultivasinya berada ditingkat Martial God, jadi mudah saja bagi Shin untuk melepaskan segel itu.
Hanya dalam hitungan nafas, segel yang menyegel ingatan Xue'er akhirnya hancur.
Tubuh Xue'er menjadi lemas, dia tiba-tiba kehinaan kesadarannya sesaat setelah segelnya hancur.
Sebelum tubuh Xue'er jatuh ketanah, Qin Zhiyun menangkapnya.
"Bagaimana guru?" tanya Qin Zhiyun.
"Semuanya sudah selesai, dia hanya pingsan karena efek hancurnya segel, paling lama dia akan siuman dalam 1 minggu" jawab Shin.
Qin Zhiyun bernafas lega "Terima kasih guru!"
"Tidak masalah! Sekarang lebih baik bawa dia ke kamarnya dan jaga dia sampai aku kembali nanti!"
"Baik" Qin Zhiyun langsung membawa Xue'er kedalam kamarnya.
***
Dua hari pun berlalu, kini semua pasukan Sekte Pedang Ilahi sudah siap menghadapi perang besar.
__ADS_1
Hanya ada beberapa kultivator tingkat Martial Monarc ditugaskan untuk menetap di sekte sebagai penjaga.
Termasuk juga Qin Zhiyun, Bing Qiaoyu, Xu Lingling dan Xun.
Xun sebelumnya sama sekali belum pernah membunuh, jadi meskipun kultivasinya berada ditingkat Martial Saint tahap menengah, namun dia tetap akan menjadi beban disana.
Tangannya yang belum pernah berdarah akan dihadapkan pada peperangan besar yang mengharuskan untuk membunuh tanpa ampun, pastinya Xun tidak bisa melakukan hal itu.
Jadi Xun tetap tinggal di Sekte Pedang Ilahi.
Xue'er dan Bai Lian saat ini masih belum sadarkan diri, kedua gadis itu masih terbaring di ranjang mereka masing-masing.
Semua anggota Sekte Pedang Ilahi sudah siap berangkat menuju Paviliun Matahari Emas, mereka akan menggunakan susunan formasi teleportasi.
Jika mereka terbang maka akan membutuhkan waktu lama, mungkin saat mereka tiba, Paviliun Matahari Emas sudah rata dengan tanah.
Jadi akan lebih bagus menggunakan formasi teleportasi.
Shin sendiri sudah berangkat duluan menuju perbatasan untuk menunggu kedatangan Lui Meiyu.
Entah nanti Lui Meiyu akan datang membawa pasukan atau datang sendiri, Shin tidak tau pasti.
***
Pasukan Sekte Lembah Siluman saat ini masih dalam perjalanan, mereka terbang diudara dalam jumlah besar bagaikan burung yang bermigrasi.
Pasukan itu dipimpin oleh Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo.
Kedua tetua itu terlihat menyeramkan karena memang sekarang mereka sudah menjadi siluman seutuhnya, bukan lagi manusia.
Selama 2 tahun ini, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo terus melatih kekuatan siluman didalam tubuh mereka, hingga mereka dapat menguasai sepenuhnya kekuatan mereka.
Sementara itu, Lui Meiyu sekarang juga sedang dalam perjalanan menuju Wilayah Timur, lebih tepatnya Sekte Pedang Ilahi.
Wanita itu memimpin sekitar 5 juta pasukan dan yang terlemah diantara mereka berada ditingkat Martial Anchestor tahap 1.
Lui Meiyu sangat percaya diri dengan rencananya kali ini, dia berpikir rencananya pasti akan sukses.
Namun entah kenapa perasaannya mengatakan hal yang berbeda, entah kenapa hatinya merasa tidak tenang.
Dalam 1 Minggu, Lui Meiyu kini sudah hampir mencapai perbatasan.
Sesaat kemudian Lui Meiyu menyipitkan matanya, berusaha menajamkan pengelihatannya.
Dari jarak jauh dia akhirnya bisa melihat jika ada seseorang yang melayang, entah apa tujuan orang itu, dia sangat berani sampai melayang di jalan yang dia lewati.
__ADS_1