
Shin benar-benar kejam terhadap musuh-musuhnya, sama sekali tidak ada ampun untuk mereka semua.
Bahkan setelah membunuh mereka semua dengan kejam, Shin masih mempertahankan seringai lebarnya.
Qin Zhiyun bahkan merasa sedikit ketakutan melihat ekspresi Shin yang seperti itu.
"Yun'er, apakah kau lupa dengan apa yang aku ajarkan? Jika kau berhadapan dengan musuh maka jangan pernah memperlihatkan sisi lembut mu atau kau akan mengalami nasib buruk!" Shin berkata tanpa melihat kearah Qin Zhiyun.
"Aku tidak mungkin melupakan apa yang guru ajarkan, hanya saja aku masih belum terbiasa melihat pembunuhan seperti ini"
"Apakah menurut mu aku ini kejam?"
"Guru memang kejam, bahkan menurut ku terlalu kejam" Qin Zhiyun menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum manis "Tapi guru juga sangat baik disaat yang sama"
Qin Zhiyun dari dulu memang menganggap Shin itu sangat kejam, namun itu hanya berlaku untuk musuh-musuhnya, sedangkan untuk orang-orang terdekatnya, Shin adalah orang yang sangat baik.
Qin Zhiyun merasa bersyukur karena orang seperti Shin menuruti permohonannya untuk tidak membunuh Xue'er.
"Baiklah, kalau begitu kita tidak bisa membuang waktu lebih lama di tempat ini! Kita harus segera menuju pintu keluar alam misterius ini!" Shin bisa merasakan jika banyak anggota Sekte Lembah Siluman yang bergerak menuju ke tempatnya saat ini.
Suara pertarungan dan teriakan dari para penjaga sebelumnya telah menarik perhatian yang lainnya.
Qin Zhiyun menganggukkan kepalanya, dia juga ingin segera meninggalkan Sekte Lembah Siluman.
Tanpa menunggu lama, Shin terbang dengan membawa tubuh Xue'er menuju pintu keluar alam misterius, diikuti oleh Qin Zhiyun.
Tidak membutuhkan waktu lama sampai mereka melihat para anggota Sekte Lembah Siluman yang sedang terbang menuju kearah mereka.
Kebanyakan dari mereka berada ditingkat Martial Emperor sampai tingkat Martial Anchestor, dan hanya ada dua kultivator tingkat Martial Monarc tahap 1.
Shin bersiap untuk menyerang semua orang itu, agar tidak ada lagi yang menghalangi jalan mereka.
Namun Qin Zhiyun menghentikannya.
"Biar aku yang melakukannya guru, aku akan memperlihatkan perkembangan kekuatan ku selama ini!" ucap Qin Zhiyun sambil tersenyum.
Shin menaikkan alisnya "Baiklah"
Dia juga ingin melihat seperti apa kekuatan Qin Zhiyun saat ini.
"Itu nona Xin'er, apa yang dia lakukan disana?"
__ADS_1
"Entahlah, tapi sebaiknya kita tanyakan padanya apa yang terjadi"
Orang-orang itu terus terbang kearah Qin Zhiyun dan Shin, tanpa mengetahui jika kedua orang itu adalah malaikat maut untuk mereka semua.
Beberapa saat kemudian, mereka semua terkejut saat melihat Qin Zhiyun yang sepertinya mempersiapkan serangan kuat untuk menyerang mereka.
Qin Zhiyun menggunakan gerakan tangan yang gemulai dan indah, membuat sebuah pusaran energi dingin didepannya.
Pusaran energi dingin itu dengan cepat membesar, memberikan hawa intimidasi yang kuat dan mengerikan.
"Musim Dingin Abadi!" Qin Zhiyun lalu mengibaskan tangannya, membuat pusaran energi dingin itu meledak mengarah pada orang-orang itu.
Mata mereka semua terbelalak, tidak menduga jika Qin Zhiyun akan menyerangnya dengan teknik yang begitu mengerikan.
Namun sekarang sudah terlambat, mereka tidak bisa menghindar juga tidak sempat membuat teknik bertahan, sehingga mereka semua dengan telak terkena serangan Qin Zhiyun.
Angin dingin melesat melewati mereka, seketika membuat semua yang terkena angin dingin itu berubah menjadi patung es, tidak terkecuali dua kultivator tingkat Martial Monarc tersebut.
Tubuh mereka semua yang sudah berubah menjadi patung es pun terjun bebas kemudian menghantam tanah dengan keras, membuat tubuh mereka hancur berkeping-keping.
Ribuan orang langsung mati dalam sekejap mata oleh Qin Zhiyun.
Jelas sekali terlihat dari ekspresi Qin Zhiyun jika gadis itu menginginkan pujian dari Shin.
Shin menjawab "Biasa aja!"
Qin Zhiyun segera memasang ekspresi cemberut, mendengus lalu memalingkan wajahnya.
"Ayo Yun'er, kita harus bergegas atau anggota Sekte Lembah Siluman lainnya akan segera mengejar kita!" Ucap Shin, tanpa merasa bersalah telah menghancurkan harapan Qin Zhiyun.
"Ya!" Qin Zhiyun menjawab dengan setengah hati.
Mereka berdua kemudian kembali melesat dengan kecepatan tinggi.
Tidak lama setelah itu, mereka kembali bertemu dengan anggota Sekte Lembah Siluman, namun kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.
Ada sekitar belasan sampai puluhan ribu.
Jumlah ini sudah terlalu banyak untuk Qin Zhiyun atasi sendiri, jadi mereka harus mengatasinya berdua.
Dengan jumlah sebanyak itu tentu saja bahkan jika mereka berdua bekerja sama masih akan menghabiskan waktu sampai orang-orang di belakangnya sampai mengejar mereka berdua.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Qin Zhiyun.
Saat ini sua orang itu masih belum mengetahui jika Shin adalah seorang penyusup dan dirinya telah berkhianat.
Qin Zhiyun segera menjelaskan idenya pada Shin supaya Shin tidak langsung menyerang.
Shin setuju dengan ide Qin Zhiyun.
Tidak membutuhkan waktu lama sebelum puluhan ribu orang itu tiba di tempat mereka.
"Nona Xin'er apa yang terjadi? Kami tadi mendengar keributan di kediaman Master Sekte" ucap salah satu orang yang memimpin pasukan.
Sesaat kemudian pandangannya jatuh pada tubuh Xue'er yang masih dalam formasi kurungan.
"Nona Xue'er! Apa yang terjadi padanya Nona Xin'er?" orang itu bertanya dengan wajah khawatir.
"Ada seseorang tari yang menyusup dan berhasil melukai Xue'er! Kalian cepat pergi ke sana dan bantu untuk membunuh penyusup itu!" ucap Qin Zhiyun.
"Penyusup! Baiklah nona Xin'er, orang yang telah berani membuat nona Xue'er terluka tidak bisa dimaafkan! Ayo semuanya! Kita beri pelajaran penyusup itu!!" orang itu berteriak dengan kemarahan.
"Yaaaa! Bunuh penyusup itu!" semua orang menjawab serentak.
Mereka semua adalah penggemar Qin Zhiyun dan Xue'er, tentu saja tidak akan memaafkan orang yang telah melukai salah satu dari kedua gadis itu.
Mereka semua mempercayai perkataan Qin Zhiyun tanpa keraguan sedikitpun.
Mereka semua segera kembali melesat pergi meninggalkan Qin Zhiyun dan Shin.
Qin Zhiyun menoleh kearah Shin sambil tersenyum penuh makna, menginginkan pujian dari Shin "Bagaimana guru, apakah aku pintar?"
"Tidak, itu hanya mereka saja yang terlalu bodoh!" jawab Shin.
Qin Zhiyun kembali mendengus kesal, lalu segera terbang meninggalkan Shin menuju pintu keluar alam misterius.
Shin tersenyum, dia merasa sifat Qin Zhiyun masih tidak berubah, masih saja seperti anak kecil.
Shin pun melesat mengikuti Qin Zhiyun.
Sekarang semua anggota Sekte Lembah Siluman kocar-kacir mencari siapa pelaku dari pembunuhan di kediaman Lui Meiyu.
Semua anggota Sekte Lembah Siluman dikerahkan untuk mencari siapa orang yang berani menyusup ke kediaman Lui Meiyu, bahkan membunuh para penjaga disana.
__ADS_1