
Ular merah raksasa terlihat penuh kemarahan karena waktu tidurnya diganggu oleh dua makhluk kecil yang sama sekali tidak berguna menurutnya.
Xun terkejut melihat keberadaan ular merah raksasa itu, jelas sekali Xun terlihat takut.
"Ular Naga Merah!" ucap Xun tanpa sadar menyebutkan nama ular itu.
"Ular Naga Merah?" Shin menoleh kearah Xun, meminta penjelasan lebih lanjut mengenai hewan spiritual itu.
"Benar, Ular Naga Merah sangatlah jarang terlihat karena mereka sangatlah langka! Ular Naga Merah cenderung hidup di bawah tanah dan sesekali keluar untuk mencari mangsa!..
Dikatakan jika Ular Naga Merah memiliki darah naga yang mengalir di tubuh mereka, dan mereka paling tidak suka diganggu saat sedang tertidur!..
Kabarnya kekuatan fisik Ular Naga Merah sangatlah kuat, bahkan lebih kuat dari para High Orc sekalipun!"
Shin menaikkan alisnya mendengar hal itu, seekor ular yang memiliki darah naga.
Meskipun begitu, Shin yakni jika darah naga ditubuhnya jauh lebih kuat, namun hanya saja dia masih belum mampu menggunakan kekuatan maksimal dari kekuatan naga yang dia miliki.
"Dasar serangga! Siapa yang telah berani mengganggu tidur ku?!" Ular Naga Merah menatap Shin dan Xun dengan penuh ***** membunuh "Siapapun itu yang menggangu tidur ku harus mati!"
"Sungguh kata yang arogan! Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan oleh ular kecil seperti mu?" Shin tersenyum mengejek, bersamaan dengan keluarnya aura naga emas dari tubuh Shin.
Tubuh Shin mulai mengalami perubahan naga, meskipun masih sangat jauh dari bentuk manusia naga, namun bentuk Shin saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya.
Perubahan naga memiliki 3 tahapan, yaitu tahapan awal, tahapan menengah dan tahapan akhir.
Shin saat ini masih berada di tahapan awal perubahan naga, kerena memang dia masih belum bisa menggunakan kekuatan naga secara maksimal.
Shin berpikir untuk melatih perubahan naganya dengan melawan ular ini, selain itu Shin juga berencana untuk mengambil esensi darah naga yang dimiliki Ular Naga Merah.
Itu pun jika Ular Naga Merah memang memiliki darah naga.
Ular Naga Merah langsung bergetar tubuhnya saat merasakan aura naga milik Shin, itu sama dengan miliknya namun jauh lebih kuat.
Ular Naga Merah juga melihat jika mata Shin adalah mata naga, begitu juga dengan sisiik yang tumbuh di tubuh pemuda itu.
__ADS_1
"Apa-apaan makhluk kecil ini? Aura yang dia keluarkan adalah aura naga, aku sangat mengenalinya, dan juga mata itu, persis seperti Mata Naga!" gumam Ular Naga Merah dalam hati.
Esensi darah naga yang dia miliki tertekan oleh darah naga milik Shin yang tentu saja jauh lebih kuat dari miliknya.
Sesaat kemudian, sebuah pemikiran muncul di kepala Ular Naga Merah.
Jika dia berhasil membunuh Shin dan memakannya maka dia bisa mendapatkan kekuatan naga yang dimiliki Shin, yang pastinya akan membuatnya menjadi semakin kuat.
"Bocah! Aku tidak tau kau datang dari mana tapi lebih baik kau serahkan diri mu dengan baik-baik maka akan kuberikan kematian yang tidak menyakitkan! Tapi jika tidak maka kau akan merima penyiksaan yang akan membuat mu memohon kematian mu!" Ular Naga Merah berkata dengan sombong.
"Ular kecil, kau terlalu menganggap tinggi dirimu! Kau tau, aku sudah bosan mendengar kata-kata seperti itu! Jadi jangan basa-basi, aku akan membunuhmu sekarang juga!"
Shin tiba-tiba menghilang dari tempatnya lalu seketika muncul didepan kepala Ular Naga Merah.
Dengan kepalan tangan yang sudah dialiri energi Qi pelat disertai aura naga, Shin memukul kepala Ular Naga Merah dengan keras.
*BAAAMMM...!!
Ular Naga Merah yang memiliki ukuran tubuh raksasa langsung terpental jauh hanya dengan satu pukulan dari Shin.
Tidak ingin memberikan kesempatan, Shin menarik nafas dalam sampai dada mengembung, kemudian menghembuskan nafas yang mengeluarkan semburan api emas membara.
*BOOOOMMMM...!!
Ledakan keras terjadi membuat tubuh Ular Naga Merah masuk lebih dalam kedalam tanah, tertimbun oleh reruntuhan tanah hingga tubuh hewan spiritual itu tidak lagi terlihat.
Shin berniat kembali melancarkan serangan, namun tiba-tiba sebuah bola api raksasa melesak keluar dari dalam kawah tempat Ular Naga Merah tertimbun.
Shin melakukan gerakan memutar dengan tendangan yang mengenai bola api raksasa itu hingga membuat bola api raksasa terbang ke langit.
*BOOOMMM...!!
Bola api raksasa itu pun meledak keras.
"Tsssaaahhh...!!" Ular Naga Merah keluar dari tanah tempatnya tertimbun dengan mendesis keras.
__ADS_1
Ular Naga Merah yang sudah dipenuhi kemarahan menatap Shin dengan penuh kebencian.
Tanpa menunda waktu, Ular Naga Merah langsung melesat kearah Shin dengan kecepatan tinggi.
Ternyata meskipun tubuh Ular Naga Merah sangat besar, namun dia dapat bergerak cepat dan lincah.
Shin juga tidak diam saja, dia ikut melesat kearah ular itu.
Dalam sekejap mata jarak mereka sudah terpaut beberapa meter.
Shin ingin kembali memberikan pukulan pada Shin, namun Ular Naga Merah sudah terlebih dahulu mengibaskan ekornya kearah Shin.
Shin menyadari jika dia menyerang maka dia akan terkena serangan terlebih dahulu, jadi Shin memilih untuk bertahan menggunakan lengannya yang sudah dilapisi aura naga pekat.
*Baaammm!
*Boooommmm...!!
Meskipun Shin sudah bertahan, tetap saja dia masih terlempar jauh hingga menghantam tanah dan terus masuk kedalamnya.
Walaupun mendapatkan serangan itu, Shin sama sekali tidak mendapatkan luka sedikitpun, ini menunjukkan jika ketahanan fisiknya sangat kuat.
Saat ini Shin seperti berada di dalam sebuah sumur yang dalam.
Dia langsung melompat keluar dari lubang itu, namun Shin tiba-tiba melihat sebuah bola api raksasa dari atas yang melesat kearahnya.
Sepertinya Ular Naga Merah ingin membalas serangan Shin seperti apa yang Shin lakukan padanya sebelumnya.
Shin mempercepat laju terbangnya, dalam sekejap Shin sudah berada di ujung lubang bersamaan dengan bola api raksasa yang sedikit lagi menghantam dirinya
Dengan menarik kepalan tangan kanannya yang sudah dilapisi aura naga, Shin memukul bola api itu dengan keras, membuat bola api itu memantul kembali kearah Ular Naga Merah.
Namun belum sempat bola api itu mengenai Ular Naga Merah, bola api sudah terlebih dahulu meledak keras.
"Serangan yang bagus, tapi sepertinya kejadian yang kau alami tidak akan berlaku pada ku" Shin tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Aku akui telah meremehkan mu bocah! Kau sebelumnya hanya beruntung dapat memukul ku karena karena aku lengah dan terlalu meremehkan mu!" Ular Naga Merah kali ini tidak akan meremehkan Shin lagi, dia akan bertarung serius.
Dalam hati, Ular Naga Merah mengakui kekuatan Shin itu kuat dan pantas menjadi lawannya.