
Liu Renmo lah yang memberikan Teknik Segel Kehidupan pada Lui Meiyu, dia ingin mempersiapkan Lui Meiyu untuk kebebasannya nanti disama depan jika tidak ditemukan 3 gadis bertubuh khusus.
Namun seiring waktu berlalu, Liu Renmo malah menaruh perasaan pada Lui Meiyu, sehingga dia menyuruh Lui Meiyu untuk berhenti melatih teknik tersebut.
Lui Meiyu awalnya tidak paham kenapa tuannya menyuruhnya untuk berhenti melatih Teknik Segel Kehidupan, namun dia tetap melatih teknik tersebut secara diam-diam sampai akhirnya mencapai kesempurnaan.
Lui Meiyu pun telah siap untuk berkorban dan mengatakan hal itu pada Liu Renmo.
Lui Meiyu awalnya mengira akan mendapatkan pujian, namun ternyata dia malah dimarahi habis-habisan oleh Liu Renmo.
Lui Meiyu pun paham dengan perasaan tuannya terhadapnya yang membuat Lui Meiyu merasa bahagia.
Seiring berjalannya waktu, Lui Meiyu terus berlatih dengan keras dan mencari keberadaan gadis bertubuh khusus.
Namun pada akhirnya, saat ini Lui Meiyu tetap berkorban demi kebenaran Liu Renmo dengan menggunakan Teknik Segel Kehidupan.
Liu Renmo menangkap tubuh Lui Meiyu agar tidak jatuh ketanah, dia menatap wajah kering Lui Meiyu yang sekarang sudah tidak lagi bernyawa.
"Kenapa..Yu'er..?" Liu Renmo benar-benar marah "Yu'er, aku pasti akan membalas kematian mu! Akan aku musnahkan seluruh kehidupan di dunia ini sebagai persembahan untuk mu!"
Aura hitam tiba-tiba menyelimuti tubuh Lui Meiyu, sesaat kemudian aura hitam itu menghilang bersama tubuh Lui Meiyu, masuk kedalam tubuh Liu Renmo.
Liu Renmo telah melahap tubuh Lui Meiyu.
"Sekarang kita telah menyatu Yu'er! Dengan ini kita tidak akan pernah berpisah!" Liu Renmo tiba-tiba meledakkan auranya, membuat ruangan itu hancur lebur beserta gunungnya.
Liu Renmo melihat kesatu arah "Shin! Aku pasti akan membunuhmu!"
Liu Renmo mengepalkan tangannya, Shin hanya berada ditingkat Martial God, jadi tidak mungkin bisa mengalahkan dirinya yang berada ditingkat Martial Immortal God.
***
Shin masih bermeditasi untuk menstabilkan kultivasinya, sesaat kemudian dia melihat ke langit.
"Apakah ini masih belum mencapai batas dari kekuatan ku?" Shin sedikit mengerutkan kening karena sampai sekarang dia masih belum mendapatkan hukum kesengsaraan.
Seperti yang dikatakan Long Yu Zhong sebelumnya, semua kultivator akan mendapatkan hukum kesengsaraan jika kultivator itu akan melampaui batas dari kekuatannya.
__ADS_1
Para kultivator akan mendapatkan ujian dari langit yang akan membuktikan apakah mereka lantas melampaui batas kekuatan mereka atau tidak.
Selama ini semua kultivator akan menjalankan hukum kesengsaraan jika sudah naik ketingkat Martial Saint, namun sampai sekarang Shin masih belum mendapatkan hukum kesengsaraan itu, padahal kultivasinya sudah jauh di atas Martial Saint.
***
Sekte Pedang Ilahi.
Bai Lian sedang bermeditasi di kamarnya, sampai kemudian dia membuka matanya karena seseorang masuk kedalam kamarnya.
"Saudari Xun, apakah ada masalah hingga kau menemui ku?" Bai Lian tersenyum ramah, bersikap sebagaimana Bai Lian sebelumnya.
Di kehidupan sebelumnya Bai Lian memiliki sifat dingin karena perjalanan hidupnya yang benar-benar keras.
Pertarungan tanpa henti karena diincar oleh para kultivator untuk mendapatkan Tombak Naga Langit miliknya.
Namun sekarang Bai Lian ingin mengubah sifatnya itu karena sekarang kehidupannya berbeda.
Dia memiliki banyak teman dan Shin juga berada disisinya.
Jadi Bai Lian ingin bersikap sebagaimana Bai Lian yang tumbuh di dunia ini.
"Ada apa dengan mu saudari Xun?" senyum Bai Lian sedikit memudar, menatap Xun dengan heran.
"Aku hanya ingin bertanya, siapa kau sebenarnya? Apakah kau adalah Bai Lian yang aku kenal?" tanya Xun.
Sebelumnya saat awal Bai Lian bangun setelah kultivasinya naik, Bai Lian terlihat sangat dingin sedingin es.
Tombak Naga Langit merupakan tombak milik Pembunuh Para Dewa yang sangat melegenda di jamannya.
Jadi Xun berpikir jika Bai Lian sekarang mungkin adalah orang yang berbeda.
Bai Lian tersenyum kecut "Sepertinya kau juga berasal dari alam surgawi ya, saudari Xun?"
Xun langsung melompat mundur, bersiap menyerang Bai Lian.
"Siapa kau sebenarnya? Apakah kau adalah orang yang disebut Pembunuh Para Dewa?"
__ADS_1
Bai Lian menaikkan alisnya, dia sudah menduga jika Xun pasti sudah berpikir jika dirinya adalah Pembunuh Para Dewa.
"Ternyata kau mengetahui tentang diri ku di kehidupan yang sebelumnya" Bai Lian berkata dengan tenang.
Mata Xun melebar, dia langsung memusatkan energi Qi ditangannya, membuat tangannya mengeluarkan cahaya.
"Apa sebenarnya tujuan mu? Kenapa kau bisa berada di tubuh saudari Lian?"
Bai Lian menghela nafas, sepertinya akan cukup sulit meyakinkan Xun. "Tenanglah saudari Xun, aku sama sekali tidak memiliki niat buruk terhadap Shin Gege dan yang lainnya"
Xun tentu saja tidak langsung percaya pada perkataan Bai Lian.
"Aku dulu mungkin dikenal sebagai Pembunuh Para Dewa! Tapi disamping itu aku adalah orang yang sangat mencintai Shin Gege di kehidupan sebelumnya!" Bai Lian menatap Xun dengan senyum ramah "Yah, walaupun orang bodoh di masa lalu itu hanya menganggap ku sebagai adiknya saja!"
Xun melebarkan matanya, di kehidupan sebelumnya, semua wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Shin pasti memanggilku 'orang bodoh' atau sebutan lainnya.
Hal itu karena sifatnya dulu yang seperti tidak peduli terhadap perasaan semua wanita terhadapnya.
Banyak wanita yang mendekati Shin, namun tidak banyak yang benar-benar memiliki hubungan dekat dengannya.
Dan semua wanita yang dekat dengan Shin hampir tidak pernah memanggil dengan namanya.
Shin selalu dipanggil orang bodoh, bajingan, tolol, dan sebagainya.
Sementara untuk wanita yang tidak dekat dengan Shin, selalu memanggilnya tuan atau panggilan hormat lainnya.
Mendengar Bai Lian memanggil Shin dengan sebutan orang bodoh, Bai Lian kemungkinan memang memiliki hubungan dekat dengan Shin.
"Aku tidak tau seperti apa kehidupannya setelah aku mati, entah apakah sifatnya yang tidak memikirkan perasaan wanita terhadapnya masih sama atau tidak" Bai Lian membayangkan Shin di kehidupan sebelumnya, membuatnya terkekeh.
Xun tersenyum kecut mendengar perkataan Bai Lian, dia sekarang cukup yakin jika Bai Lian memang kenal dekat dengan Shin di kehidupan sebelumnya.
"Jika seperti itu bukankah berarti sifatnya tidak pernah berubah! Aku sebelumnya berpikir jika bajingan itu tidak pernah menerima semua wanita karena ada wanita yang tidak pernah dia lupakan!"
Bai Lian menaikkan alisnya, lalu menepuk kasur disampingnya "Kau tidak usah terlalu waspada saudari Xun, duduklah disini! Kau pasti hidup cukup jauh setelah kematian ku, jadi aku ingin mendengar seperti apa kehidupan orang bodoh itu!"
Xun pun berjalan lalu duduk diaamping Bai Lian "Yah, aku juga ingin mendengar seperti apa kehidupan bajingan itu dulu!"
__ADS_1
Mereka berdua pun saling bercerita tentang masa kehidupan Shin dulu.