Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
102. Siapa Sebenarnya Aku?


__ADS_3

Shin hanya diam melihat kejadian itu, sama sekali tidak melakukan apapun.


"Apa ini sebenarnya?" gumam Shin.


Awalnya dia merasa jika ini hanyalah mimpi biasa pada umumnya, namun sekarang Shin berpikir sepertinya ada makna lain yang tersembunyi dibalik mimpi ini.


Shin menoleh kearah satu pria yang tersisa dimana pria itu masih menyeringai lebar melihat kearah pria yang sebelumnya dia bunuh.


"Apa arti dari semua ini?" Shin kembali bergumam.


Entah kenapa setelah melihat semua yang terjadi, tiba-tiba saja kemarahan melonjak dalam hatinya saat melihat wajah pria itu, padahal Shin sama sekali belum pernah melihat pria itu sebelumnya.


Sampai beberapa saat kemudian, pandangan Shin tiba-tiba menjadi gelap, dan akhirnya gelap sepenuhnya.


***


Sementara itu, di dunia nyata, Guei saat ini masih menjaga Shin yang masih tertidur pulas, hanya berlalu beberapa menit semenjak Shin tertidur.


Dalam hatinya, Guei benar-benar bersyukur bisa mengenal Shin sebagai rekan atau mungkin teman, karena Shin sangatlah baik, rela mempertaruhkan nyawanya hanya demi Elf yang baru dikenal.


Jasa Shin sudah sangat besar terhadap Elf, Guei berjanji dalam hatinya tidak akan pernah mengkhianati Shin.


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba tubuh Shin mengeluarkan cahaya yang membuat Guei terkejut sekaligus merasa khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Shin.


Tubuh Shin mengeluarkan cahaya lima warna yang terasa sangat hangat dan nyaman membuat Guei merasa ingin terus berada didekat Shin, kekhawatirannya langsung menghilang seketika.


Tidak lama setelahnya, cahaya lima warna itu menghilang perlahan sampai akhirnya hilang sepenuhnya.


Sesaat kemudian, Shin membuka matanya perlahan, melihat jika dirinya sepertinya sudah tidak lagi bermimpi, kembali ke dunia nyata.


Shin mengangkat tangan kanannya, melihat telapak tangannya "Siapa sebenarnya aku?"


Shin sekarang merasa tidak yakin dengan identitas aslinya sebagai seorang manusia dari Bumi, mungkin ada sesuatu yang lebih besar dibalik identitasnya.


Shin memikirkan jika yang dia lihat sebelumnya dalam mimpi adalah sesuatu yang pernah dia alami di kehidupan sebelumnya.


Meskipun itu cuman mimpi, namun Shin yakin ada rahasia dibalik mimpinya itu.

__ADS_1


Shin masih memiliki banyak sekali pertanyaan, tentang siapa dirinya, siapa Zhu Qian, apa itu Twilight Orb yang bahkan membuat Zhu Qian tega mengkhianati sahabatnya sendiri yaitu pria yang sebelumnya mirip dengan Shin.


Shin masih diam termenung, sampai akhirnya suara Guei menyandarkan dirinya dari lamunannya.


"Tuan Shin, kau baik-baik saja?"


Shin menoleh kearah Guei "Pakan Guei, aku baik-baik saja!"


"Sebelumnya tuan Shin mengatakan tidak bisa bergerak dalam beberapa hari, tapi apakah sekarang tuan Shin sudah bisa bergerak?" Guei kembali bertanya.


Shin menaikkan alisnya mendengar perkataan Guei "Memangnya sudah berapa hari aku tertidur?"


"Berapa hari? Tidak tidak, tuan Shin hanya tertidur selama beberapa menit saja!"


"Eh?" Shin tertegun mendengar itu, dia mengira jika dia sudah tertidur paling tidak 5 hari karena bisa menggerakkan tangannya leluasa.


Beberapa saat kemudian Shin menyadari jika dia tidak hanya bisa menggerakkan tangannya, tapi juga seluruh tubuhnya sudah terasa segar, energi Qi nya juga sudah pulih sepenuhnya.


"Apa yang terjadi?" gumam Shin, dia pun mengingat jika sesaat sebelum dia tertidur, dia merasakan energi hangat dan nyaman di seluruh tubuhnya.


Mungkin karena hal itu tubuhnya dapat pulih hanya dalam beberapa menit saja.


Jika diingat-ingat, bentuk dari lima bola energi itu mirip dengan bola cahaya yang sebelumnya dipegang oleh pria dalam mimpi Shin.


Pria itu menyebut bola cahaya itu sebagai Twilight Orb.


"Apakah mungkin lima bola energi sebelumnya juga merupakan Twilight Orb? Apa sebenarnya Twilight Orb itu?" pikir Shin, kemudian dia menghela nafas "Lebih baik untuk tidak memikirkan hal membingungkan seperti itu"


Shin bangkit berdiri lalu meregangkan tubuhnya "Aku sekarang sudah pulih sepenuhnya! Paman Guei, jadi lebih baik kita segera mengejar saudara Luo dan Xun!"


"Baiklah!" Guei menyetujui pendapat Shin.


Mereka berdua pun terbang melesat dengan kecepatan tinggi mengejar Luo dan Xun.


***


Saat ini, Luo masih menggendong Xun yang tidak sadarkan diri, melesat dengan kecepatan tinggi, tanpa menoleh kebelakang.

__ADS_1


Keadaan Ayahnya dan Shin adalah hal yang selalu dipikirkan Luo, dia merapatkan giginya karena marah, marah terhadap dirinya sendiri yang begitu kemah hingga harus membuat ayahnya dan juga Shin terpaksa berkorban.


Luo hanya bisa berharap ayahnya dan Shin dapat kembali dengan selamat.


Beberapa saat kemudian, Luo menghentikan laju terbangnya karena merasakan dua aura familiar yang melesat kearahnya dari arah belakang.


Lui pun membalik badan melihat kebelakang, namun dia tidak terbang menuju aura familiar yang dia rasakan.


Mata Luo pun melebar karena melihat Ayahnya dan juga Shin yang dalam keadaan baik-baik saja.


Luo ingin menangis namun sebagai seorang pria yang memiliki harga diri tinggi, dia menahan air matanya agar tidak keluar.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai Guei dan Shin tiba ditempat Luo.


"Ayah, tuan Shin, apa kalian baik-baik saja?" Luo langsung bertanya.


"Kami baik-baik saja, ini semua berkat Shin!" Guei menjawab dengan senyum bahagia, dia awalnya mengira tidak akan dapat lagi melihat kedua anaknya, namun ternyata dia selamat, dan itu semua berkat Shin.


Guei juga memanggil Shin dengan namanya karena sebelumnya saat dalam perjalanan Shin sudah bilang pada Guei untuk tidak lagi memanggilnya tuan, karena Shin merasa tidak nyaman dengan panggilan itu.


Meskipun awalnya Guei juga sedikit tidak enak, karena merasa tidak sopan, namun pada akhirnya, Guei memanggil Shin dengan namanya saja.


Shin memukul ringan dada Luo "Saudara Luo, sudah ku bilang udah tidak terlalu formal! Tidak perlu memanggil ku tuan lagi!" ucap Shin sambil tersenyum.


"A.. baiklah! Tapi bagaimana dengan Jendral Hong itu?" Luo masih bingung dengan situasi.


Menurut Luo, tidak mungkin bagi ayahnya dan juga Shin mengalahkan Jendral Hong yang berada ditingkat Martial God.


Namun ayahnya dan Shin sekarang berada disini, yang artinya mereka selamat dari Jendral Hong, namun bagaimana bisa mereka selamat, apakah ada suatu trik atau teknik yang mereka berdua gunakan sehingga bisa lolos.


Luo masih membutuhkan penjelasan.


Shin dan Guei saling pandang, dan akhirnya Guei menceritakan kejadiannya secara lengkap kepala Luo.


Setelah mendengar cerita dari ayahnya, Luo benar-benar terkejut dengan hal itu, dia melihat kearah Shin dengan tatapan tidak percaya.


Dalam pikirannya, bagaimana mungkin seorang kultivator tingkat Martial Saint seperti Shin mampu membunuh seorang High Orc dengan kultivasi tingkat Martial God.

__ADS_1


Sungguh kenyataan yang sulit dipercaya.


__ADS_2