
"Itulah batu pemahaman hukum waktu yang ditinggalkan tuan Qing Juan ratusan ribu tahun yang lalu!" Raja Yong berjalan mendekati batu pemahaman hukum waktu itu.
"Selama ini kami menjaga peninggalan ini untuk diberikan kepada pemuda yang dimaksud tuan Qing Juan! Jika kau bisa membuka segel ini maka itu artinya kau adalah pemuda yang dimaksud tuan Qing Juan!" Raja Yong menoleh kearah Shin.
"Karena sebelumnya pangeran Han telah dikendalikan oleh High Orc, artinya mereka mengetahui tentang batu pemahaman hukum waktu ini! Jadi kemungkinan mereka juga mengincar batu pemahaman ini" Shin berjalan mendekat.
"Ya, aku juga berpikir seperti itu! Namun sekarang Han'er tidak lagi berada pada kendali mereka, jadi mereka tidak akan pernah mendapatkan batu pemahaman hukum waktu! Selain itu aku yakin sekuat apa pun ras High Orc, tidak akan dapat menghancurkan segel ini!"
"Saudara Shin aku berdoa supaya kau bisa berhasil mendapatkan batu pemahaman hukum waktu itu!" Luo tersenyum ringan.
Shin mengacungkan jempolnya "Aku pasti akan berhasil, percaya saja pada ku!"
Shin kini berdiri di depan kubah segel, dia kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya satu jengkal dari lapisan kubah pelindung.
Shin mengalirkan kekuatan jiwanya, mencoba menganalisis seperti apa susunan formasi pada segel tersebut.
Susunan formasi segel itu sangat detail dan rumit, sehingga Shin mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menganalisa segel tersebut.
Satu jam kemudian, Shin membuka matanya lalu melakukan segel tangan, kali ini dia sudah berhasil menganalisa susunan formasi segel itu, jadi tidak akan sulit membuka segelnya, namun bukan berarti akan menjadi mudah juga.
Segel itu sangat kuat, jadi Shin akan membutuhkan tenaga ekstra dan fokus yang tinggi.
Raja Yong dan yang lainnya hanya melihat saja dari jauh, tidak mendekat karena takut akan menggangu konsentrasi Shin.
Diantara mereka, hanya Raja Yong saja yang mengetahui apa yang dilakukan Shin membuat raja Yong berdecak kagum.
"Shin memang sangat luar biasa, kemampuannya dalam hal formasi sangatlah tinggi" gumam Raja Yong, meskipun dia bukanlah seorang yang ahli dalam hal formasi, namun dia dapat melihat kehebatan Shin dalam hal formasi.
Shin terus melakukan segel tangan, hingga akhirnya beberapa jam kemudian, Shin dapat membuka segel tersebut.
Tulisan-tulisan kuno dari susunan formasi yang ada pada 6 pilar mulai menyusut, sampai kemudian hilang sepenuhnya, bersamaan dengan menghilangnya kubah energi pelindung.
Shin membuka matanya dengan senyum cerah, dengan ini dia bisa mendapatkan batu pemahaman hukum waktu.
Shin tidak sabar ingin mempelajari hukum waktu dan mengetahui seperti apa kekuatannya.
__ADS_1
Raja Yong dan yang lainnya juga terlihat takjub, awalnya aura kuat pada batu pemahaman hukum waktu hanya bisa sedikit dirasakan karena disegel, namun setelah segelnya dilepaskan, mereka bisa merasakan dengan jelas aura penuh dominasi dari batu pemahaman hukum waktu.
"Hahaha! Aku sudah menduga jika kau pasti bisa Shin! Kalau begitu kami akan meninggalkan mu di sini, aku yakin kau ingin mempelajari hukum waktu!" Raja Yong tersenyum ramah, terlihat sama sekali tidak tertarik dengan batu pemahaman hukum waktu tersebut.
Memang itu karena sifat alami Elf yang tidak serakah, lagi pula batu pemahaman hukum waktu itu tidak akan ada gunanya baginya, karena Elf sudah ditakdirkan untuk hanya bisa menguasai hukum cahaya.
Ras Elf sama sekali tidak bisa menguasai hukum lain selain cahaya.
Shin tersenyum sebagai jawaban.
Setelah mengucapkan kata-kata pamit, Raja Yong dan yang lainnya pun pergi dari ruangan itu, meninggalkan Shin sendiri untuk berlatih hukum waktu.
"Baiklah, mari kita pelajari hukum waktu!" Shin melangkah mendekati batu pemahaman hukum waktu.
Shin duduk bersila didepan batu lalu mengulurkan kedua telapak tangannya menempel pada batu pemahaman.
Shin pun mulai berkonsentrasi, merasakan setiap aliran pemahaman yang ada pada batu pemahaman itu.
***
Shin menghela nafas "Tidak ku sangka ternyata hukum waktu lebih sulit dipahami dari pada hukum ruang, dalam satu bulan ini aku hanya bisa memahami sedikit saja!"
Shin cukup kecewa dengan hal ini, awalnya dia mengira hukum waktu tidak akan jauh berbeda dari hukum ruang, ternyata hukum waktu lebih sulit.
Shin melambaikan tangannya, mengeluarkan sebuah botol kecil lalu melemparkannya ke udara setinggi satu meter.
Setelah botol itu mencapai ketinggian satu meter, botol itu tiba-tiba jatuh ke tangan Shin dengan cepat, sangat tidak wajar benda jatuh dengan kecepatan seperti itu.
Kemudian Shin melemparkan botol itu lagi dengan ketinggian yang sama, namun kali ini botol itu jatuh dengan sangat lambat.
Itu karena Shin menggunakan hukum waktu, dia dapat mempercepat dan memperlambat waktu, namun itu hanya dalam jangkauan yang terbatas.
Bisa dibilang pemahaman hukum waktu Shin saat ini tidak terlalu berguna.
"Aku harus melatih hukum waktu lebih keras lagi" gumam Shin lalu kemudian berdiri.
__ADS_1
Shin melambaikan tangannya, membuat batu pemahaman hukum waktu itu masuk kedalam cincin penyimpanannya.
Batu Pemahaman Hukum Waktu itu sudah dimiliki oleh Shin, jadi tentu saja tidak akan ada masalah jika dia mengambilnya.
Shin saat ini masih memiliki hal lain yang harus dia lakukan, yaitu tentang Han.
Dia harus melakukan satu perawatan terakhir agar Han bisa bangun, karena sebelumnya jiwa Han terluka saat proses pengambilan besi hitam yang tertanam di dalam tubuhnya.
Shin pun berjalan keluar dari ruangan bawah tanah itu.
Saat Shin baru saja menaiki anak tangga, dia berpapasan dengan Xun.
Xun terlihat terkejut melihat Shin yang sudah selesai latihan.
"Xun, apa yang kau lakukan disini?" tanya Shin dengan wajah bingung.
"Tidak ada, itu bukan urusan mu!" Xun memalingkan wajahnya.
Shin diam sejenak sebelum akhirnya tersenyum lebar penuh makna "Apakah kau merindukanku sehingga kau ingin datang kesini untuk menemui ku?"
"Jangan terlalu percaya diri! Aku..." Xun tidak tau harus berkata apa, karena memang dia datang kesini untuk melihat kondisi Shin.
"Tidak perlu membuat alasan Xun, aku tau kau menyukai ku jadi tidak perlu untuk menyembunyikannya lagi!"
"Ja-jadi kau sudah tau?" wajah Xun sudah merah padam.
"Eh, jadi itu benar?" Shin terlihat terkejut mendengar perkataan Xun yang secara tidak langsung mengatakan jika dia menyukai Shin.
Wajah Xun semakin merah, matanya berkaca-kaca seperti ingin menangis dan akhirnya Xun berlari keluar tanpa mengatakan apa-apa.
"Xun" Shin dengan cepat menaiki tangga, mengejar Xun.
Namun saat Shin sudah keluar dari ruangan bawah tanah, Xun sudah tidak lagi terlihat.
Shin menghela nafas "Sudahlah, aku memiliki urusan yang lebih penting untuk menyembuhkan pangeran Han!"
__ADS_1
Shin berpikir untuk menemui Xun nanti, untuk sekarang dia harus mengobati pangeran Han terlebih dahulu.