
"Sepertinya lain kali aku harus lebih kejam terhadap sesuatu yang kemungkinan menjadi musuh ku!" gumam Shin.
"Paman Guei! Mohon kerjasamanya!" Shin memasang kuda-kudanya.
"Ya" Guei juga sudah bersiap, dia mengeluarkan sebuah pedang yang langsung dilapisi cahaya terang.
Jendral Hong mengacungkan tombaknya kearah mereka berdua "Maju!"
Bersamaan dengan itu, mereka semua melesat cepat kearah masing-masing.
Pertarungan pun terjadi diantara mereka bertiga, pertarungan dengan tingkat dewa yang begitu dahsyat.
Untuk pemanasan, mereka hanya beradu senjata, namun dalam hal ini Jendral Hong sudah terlihat kewalahan.
Teknik pedang yang Shin gunakan benar-benar mematikan dan sulit ditebak, selain itu pedang yang Shin gunakan dapat merobek kulit kerasnya hingga berdarah.
Jendral Hong melihat jika pedang yang Shin gunakan sangatlah berbahaya, jika dia lengah sedikit saja maka mungkin kepalanya bisa melayang.
Jadi Jendral Hong memfokuskan perhatian pada Shin sedangkan Guei dikesampingkan, meskipun serangan Guei cukup sering mengenai Jendral Hong, namun semua serangannya tidak ada yang bisa menggores kulit keras jendral Hong.
Meskipun Jendral Hong memfokuskan perhatian pada Shin, namun dia juga tidak pernah lengah terhadap Guei, dia selalu mencari kesempatan untuk menyerang Guei.
Sampai sesaat kemudian, Jendral Hong mengeluarkan tenaga yang lebih kuat untuk menyerang Shin, tapi berhasil ditahan oleh pemuda itu.
Namun Shin tetap terlempar belasan meter.
Hal ini langsung dimanfaatkan oleh Jendral Hong, seringai lebar langsung muncul di bibirnya.
"Mati Kau!!" Jendral Hong berniat memusatkan energi Qi pada tangan kirinya lalu menusuk perut Guei dengan jari-jari tangannya.
Namun tiba-tiba, energi yang sudah terkumpul di tangan kirinya menghilang seketika.
"Apa yang terjadi?" gumam Jendral Hong, merasa terkejut dengan apa yang dia alami.
Guei melihat celah besar itu, dia tidak ingin menyia-nyiakan hal ini jadi dengan cepat dia memusatkan energi Qi pada pedangnya, membuat pedangnya bercahaya semakin terang.
Guei langsung menebaskan pedangnya, mengincar leher Jendral Hong.
Meskipun dalam keadaan lengah, reaksi Jendral Hong cukup cepat dengan menahan serangan Guei menggunakan tombaknya.
__ADS_1
Jendral Hong terpental sejauh beberapa ratus meter, dengan cepat Jendral Hong mendapatkan kembali keseimbangannya.
Tiba-tiba Shin muncul didepan atas Jendral Hong dengan pedang besar warna coklat yang sudah siap ditegaskan secara vertikal dari atas kebawah.
Jendral Hong terkejut melihat kemunculan Shin, dia dengan cepat memposisikan tombaknya didepan atas untuk menahan serangan Shin.
*BOOOMMM...!!
Pedang dan tombak berbenturan membuat gelombang ledakan kejut keras.
Meskipun sudah ditahan, Jendral Hong tetap terpental kebawah.
Jendral Hong masih belum menghantam tanah Shin sudah kembali tiba-tiba muncul dibawah, kali ini pedang ditangannya diselimuti aliran petir ganas.
"Sialan!!" Jendral Hong mengumpat keras dalam hati, jendral Hong berpikir cepat.
Dia tidak akan sempat menghindar, sebelumnya saat akan menyerang Guei energi yang dia kumpulkan langsung menghilang, dia menduga jika itu adalah ulah Shin.
Jadi dia berpikir menggunakan teknik pertahanan saat ini akan percuma saja, Jendral Hong pun dengan sekuat tenaga memutar tubuhnya menghadap Shin lalu membuat pertahanan dengan tombaknya.
*BOOOMMM...!!
Jendral Hong kali ini terpental keatas, diatas Guei sudah menunggu Jendral Hong dengan tubuhnya yang sepenuhnya sudah mengeluarkan cahaya terang.
Di atas Guei sudah terbentuk sebuah lingkaran besar bercahaya, lingkaran itu mengeluarkan ribuan pedang cahaya dengan berbagai macam ukuran.
Guei mengibaskan pedangnya, membuat ribuan pedang cahaya itu melesat kesatu titik, yaitu Jendral Hong yang sedang terpental keatas.
Jendral Hong melebarkan matanya, jika dia terkena semua serangan itu secara telak maka kemungkinan besar dia akan terluka parah.
Jendral Hong mengambil resiko, dia mencoba memfokuskan semua kekuatannya untuk membuat teknik pertahanan, kali ini Jendral Hong melakukan pembentukan energinya dengan cepat sehingga dia akhirnya berhasil menciptakan teknik pertahanan.
*Booommm...!!
*Booommm...!!
*Booommm...!!
Ledakan-ledakan terus terjadi saat ribuan pedang cahaya menghantam teknik pertahanan milik Jendral Hong.
__ADS_1
Jendral Hong menoleh kebawah karena merasakan intensitas energi yang tinggi, matanya pun melebar saat melihat Shin yang kini terlihat diselimuti kobaran api.
Shin mengumpulkan energi api dengan intensitas tinggi, kemudian Shin menebaskan pedangnya, mengeluarkan gelombang api raksasa yang seketika berubah menjadi burung Feniks.
*KYIIIIIKKKK...!!
Burung Feniks itu memekik keras melesat cepat kearah Jendral Hong yang saat ini masih bertahan dari gempuran ribuan pedang cahaya.
Jendral Hong melepaskan tombaknya, tombak itu melayang diudara dengan aura kuat disertai kilatan petir yang keluar.
Tombak itu kemudian berputar-putar dengan kecepatan tinggi dibawah Jendral Hong, membuat perisai energi.
*BOOOOMMMM...!!!
Ledakan keras pun terjadi, bersamaan dengan semua pedang cahaya yang sudah habis dikeluarkan.
"Apakah berhasil?" gumam Guei dengan nafas terengah-engah, energi Qi nya sudah terkuras cukup banyak setelah menggunakan teknik Pedang Cahaya Langit barusan.
Kepulan asap tebal menutupi area ledakan sehingga Guei tidak dapat melihat didalamnya apakah Jendral Hong mendapatkan luka parah atau tidak.
Tiba-tiba angin berhembus kencang dari dalam kepulan asap itu, membuat asap itu tersebar menghilang memperlihatkan sosok Jendral Hong yang masih terlihat baik-baik saja, tidak terluka sama sekali.
Mata Guei melebar, dia tidak menduga jika Jendral Hong tidak mendapatkan luka sedikitpun, padahal dia sudah terkena dua serangan dahsyat dari dirinya dan Shin.
Sementara itu, Shin sendiri terlihat biasa saja karena dia sudah menduga hal ini.
"HAHAHA!" Jendral Hong tertawa keras "Tidak ku sangka kalian malah akan bisa membuat ku tersudut sampai seperti ini! Aku akui aku terlalu meremehkan kalian! Kekuatan kalian berdua benar-benar diluar dugaan!"
Entah sejak kapan terakhir kali dia bertarung dengan sengit seperti ini, sebagai seorang dari ras High Orc yang merupakan ras petarung, Jendral Hong menikmati hal ini.
Jendral Hong menoleh kearah Shin "Terutama kau manusia, padahal kau hanya berada ditingkat Martial Saint tahap akhir namun sudah bisa mencapai pemahaman puncak dari 5 elemen! Aku rasa sekarang aku paham kenapa raja memerintahkan ku untuk turun tangan membunuh mu!"
Sebelumnya Jendral Hong berpikir melakukan tugas ini benar-benar tidak pantas untuk dirinya, namun sekarang berbeda, dia merasa sangat senang karena dapat bertarung dengan seorang manusia seperti Shin.
Shin mengacungkan pedangnya kearah Jendral Hong "Aku rasa kau terlalu merendah, aku tau kau masih menyimpan kekuatan mu!"
Shin mengetahui hal itu, dia berpikir tadi Jendral Hong terdesak hanya karena meremehkan mereka berdua dan tidak menggunakan kekuatan penuh.
Jendral Hong menyeringai lebar, sama sekali tidak membantah perkataan Shin.
__ADS_1
"Kau sepertinya tidak hanya memiliki kemampuan yang mengerikan, tapi juga mata yang tajam!" ucap Jendral Hong, merasa jika sekarang menjadi lebih tertarik dengan Shin.