Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
160. Mulai Serius


__ADS_3

Xu Xuan, Xu Huang dan Su Huangli menjadi pemimpin dari pasukan aliansi, Bing Zheng juga ikut dalam baris depan pasukan, namun tidak memegang komando.


Karena sekarang kultivasinya telah menurun akibat sebelumnya menggunakan teknik terlarang miliknya saat melawan Wu Zhong.


Sekarang Bing Zheng sudah digantikan menjadi Master Sekte oleh anak tertuanya yang sekarang berada ditingkat Martial Monarc tahap 3, bernama Bing Wu.


Bing Wu lah yang sekarang memegang komando pasukan Sekte Es Abadi.


Dari kejauhan mereka sudah dapat melihat pasukan Sekte Lembah Siluman yang juga terbang kearah mereka.


"PASUKAN KU! MUSUH KITA ADA DIDEPAN MATA! BERTARUNGLAH SEKUAT TENAGA KARENA PERANG INI AKAN MENENTUKAN NASIB SELURUH BENUA LANGIT! KEKALAHAN AKAN MEMBERIKAN KEHANCURAN DAN KEMENANGAN AKAN MEMBERIKAN KEJAYAAN!" Xu Huang berteriak untuk meningkatkan moral pasukannya.


Para pasukannya pun berteriak penuh semangat juang, mereka memahami jika perang ini akan menentukan nasib seluruh manusia di Benua Langit.


Jika mereka kalah maka keluarga dan orang terdekat mereka akan menerima dampak yang sangat buruk.


Jadi apapun yang terjadi mereka harus menang.


Xu Huang, Xu Xuan dan Su Huangli mempercepat laju terbang mereka, meninggalkan pasukannya.


Pemimpin pihak musuh juga melakukan hal yang sama, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo melesat terbang meninggalkan pasukannya.


Meskipun mereka hanya memiliki 2 kultivator tingkat Martial Saint, namun mereka tidak berpikir akan kalah.


Setelah dua tahun ini mereka sudah melatih kekuatan siluman mereka, jadi kekuatan mereka lebih kuat dari pada kultivator ditingkatan yang sama.


Namun meskipun mereka berdua menang dalam kekuatan individu, mereka masih kalah dalam jumlah.


Jadi pertarungan ini pasti akan merepotkan.


"Aku akan melawan Tetua Lei Huo, kalian berdua bisa melawan Tetua Jing Hu!" ucap Xu Huang.


Xu Huang berniat melawan Tetua Lei y karena dia bisa melihat kekuatan Tetua Lei Huo berada di bawah Tetua Jing Hu.


Namun bukan itu alasan utamanya, itu karena Xu Huang yakin jika Xu Xuan atau Su Huangli bertarung melawan Tetua Lei Huo seorang diri, maka Tetua Lei Huo pasti akan menang.


Tapi jika dirinya yang melawan Tetua Lei Huo pemenangnya masih belum di tentukan.


Kekuatan Tetua Jing Hu Sendy berada diatas Xu Huang, meskipun begitu jika Xu Xuan dan Su Huangli melawannya secara bersamaan maka mereka memiliki kesempatan untuk menang.


Dengan begini maka pertarungannya bisa setara, tidak ada yang berat sebelah.


Xu Xuan dan Su Huangli mengangguk setuju, mereka paham apa yang dipikirkan Xu Huang.

__ADS_1


Xu Huang melesat lebih cepat, pandangannya terkunci pada Tetua Lei Huo, sudah sangat jelas jika dia ingin melawan Tetua Lei Huo.


Tetua Lei Huo menyeringai lebar, lalu mengeluarkan sebuah tongkat baja.


Aura kegelapan langsung keluar menyelimuti seluruh tubuhnya, disertai dengan kilatan petir hitam.


Hanya dalam beberapa saat kini mereka berdua sudah saling berhadapan dengan senjata yang diayunkan kearah masing-masing.


Tongkat dan pedang berbenturan menyebabkan gelombang angin kencang disekitar mereka.


Tetua Jing Hu sendiri tidak mempedulikan pertarungan mereka, karena lawannya adalah dua orang didepan sana.


Tetua Jing Hu membuka kedua telapak tangannya, mengeluarkan api hitam, dia kemudian mengibaskan tangannya, melemparkan dua bola api hitam kearah Xu Xuan dan Xu Huang.


Xu Xuan dan Xu Huang bersiap, mereka bisa merasakan api hitam itu mengandung energi yang kuat.


Xu Xuan menebaskan pedangnya, mengeluarkan kilatan petir, sementara Su Huangli mengeluarkan kertas formasi yang membentuk susunan, menembakkan gelombang angin.


*BOOOOMMMM...!!


*BOOOOMMMM...!!


Serangan mereka berbenturan menyebabkan ledakan keras.


Pertempuran tingkat Martial Saint pun terjadi.


Kedua kubu memiliki pikiran yang sama, mereka terbang lebih rendah dan akan melakukan pertarungan di bawah.


Mereka tidak mungkin berperang disekitar pemimpin mereka karena itu hanya akan merugikan kedua kubu.


Jika mereka terkena serangan nyasar dari para pemimpin maka kematian akan sangat dekat dengan mereka.


***


Pertarungan antara Shin melawan Lui Meiyu masih berlangsung, mereka berdua masih tidak bertarung serius, hanya memperhatikan dan mempelajari lawan mereka.


Namun meskipun pertarungan mereka hanya pemanasan saja, area disekitar mereka sudah hancur lebur, entah sudah berapa gunung yang hancur.


Untung saja mereka berdua bertarung di perbatasan yang tidak memiliki pemukiman, jadi mereka bisa lebih leluasa dalam bertarung.


Shin mengetahui saat ini Lui Meiyu memiliki kekuatan fisik yang tidak kalah dari miliknya saat dalam perubahan naga, selain itu kecepatannya juga sedikit berada diatas Shin.


Meskipun begitu Shin masih bisa bertarung setara dengan Lui Meiyu.

__ADS_1


Lui Meiyu menyadari jika Shin masih menyimpan kekuatan yang besar, dalam pertarungan ini Shin hanya menganalisa kekuatannya saja.


Namun dirinya juga sama.


"Apakah kau sudah puas bermain-main?" ucap Lui Meiyu dengan nada datar.


Shin tersenyum tipis "Sebelumnya saat kita bertarung kau terlihat seperti wanita jala*ng penggoda! Tapi sekarang kau terlihat berbeda!"


Lui Meiyu mengerutkan keningnya "Apa maksud mu?"


Lui Meiyu sama sekali tidak mengingat pernah bertarung melawan Shin sebelumnya, bahkan seingatnya ini baru pertama kali mereka bertatap muka.


"Apa kau tidak mengingatnya saat kita bertarung di Hutan Tengkorak beberapa tahun lalu?"


Seketika mata Lui Meiyu melebar, dia mengingat sebelumnya di Hutan Tengkorak dia bertarung melawan seorang pria bertopeng.


Jadi Lui Meiyu tidak mengetahui seperti apa wajah pria itu, namun saat itu dia yakin sudah membunuh pria itu.


Dan juga sekitar 5 tahun lalu pria itu berada ditingkat Martial Saint dan memiliki energi aneh yang bukan merupakan energi Qi.


Jika Shin adalah pria bertopeng itu lalu kenapa 2 tahun lalu kultivasi Shin berada ditingkat Martial Monarc dan dia menggunakan energi Qi.


"Jadi ternyata pria bertopeng itu kau!!"


"Hahaha! Akhirnya kau mengingatnya, hari itu aku kalah karena kultivasi ku berada dibawah mu, namun sekarang kita memiliki kultivasi yang sama! Jadi tidak mungkin aku akan kalah!"


"Huh! Jangan sombong dulu! Aku masih belum mengeluarkan kekuatan penuh ku!"


Aura di tubuh Lui Meiyu semakin kuat, tanduk di kepalanya semakin panjang, begitu juga dengan kukunya yang hitam keunguan.


Lui Meiyu terlihat semakin menyeramkan, namun masih mempertahankan kecantikannya.


Sebelumnya mungkin masih akan ada pria yang bernafsu pada Lui Meiyu, namun sekarang tidak lagi, meskipun dia masih terlihat cantik tapi lebih cenderung ke menyeramkan.


Tubuh Shin juga mengeluarkan aura kuat dari lima elemen, sesaat kemudian Kening Shin terbentuk tanda teratai lima warna, tanda pedang emas diatasnya dan bulan sabit di kiri dan kanan tanda pedang.


"7 Tanda Pemahaman!" Shin kali ini tidak akan menahan diri melawan Lui Meiyu.


Apa pun yang terjadi, dia harus membunuh wanita itu.


\=\=\=\=


**Sebelumnya Author berpikir akan pindah jika awal bulan ini MT/NT mengecewakan Author lagi.

__ADS_1


Tapi tidak, tadi pagi lvl novel ini naik jadi lvl 10, jadi author berpikir akan tetap menulis di platform ini lagi.


Namun jika author kena bully lagi Ama platform ini, maka author akan langsung pindah atau mungkin tidak akan menulis lagi**


__ADS_2