
Setelah cukup puas mendengar para istrinya yang memanggilnya Onii-chan, Shin batuk dua kali untuk menstabilkan kesenangannya.
"Baiklah, setelah ini aku ingin kita pergi ke rumah ku terlebih dahulu!" Shin melihat kesatu arah, arah dimana rumahnya berada "Aku ingin memberikan salam pada ayah dan ibu ku dan meminta maaf karena tidak pulang untuk waktu yang lama!"
Wajah Shin terlihat sedih, bahkan matanya sedikit berkaca-kaca mengingat kedua orang tuanya "Rumah sekarang pasti sangat sepi, mungkin aku akan dimarahi ayah dan ibu karena sudah belasan tahun tidak pulang!"
Mendengar dan melihat ekspresi sedih Shin yang sangat jarang sekali suami mereka itu perlihatkan membuat mereka tersenyum lembut.
Yin Yihua berjalan mendekati Shin lalu memeluknya dari belakang "Kau tenang saja Shin Onii-chan, kami akan terus bersama dengan mu sampai ajal menjemput!"
Yin Yihua berkata dengan suara lembut, membuat hati Shin merasa tenang.
"Terima kasih Hua Chan!" Shin pun tersenyum lembut, merasa bahagia bisa memiliki istri yang baik seperti mereka.
Shin berbalik lalu membalas pelukan Yin Yihua sesaat sebelum menatap istrinya itu "Hua Chan, bisa panggil nama ku lagi"
Dengan wajah polos Yin Yihua menyebut nama Shin.
"Shin Onii-chan!"
Mendengar itu membuat Shin memasang senyum aneh yang terlihat mencurigakan, seperti senyuman seorang yang melihat gadis kecil imut yang siap dimasukkan ke karung.
Yin Yihua hanya memasang ekspresi polos, sementara istri Shin yang lainnya terlihat mulai merasa aneh.
Xiang Yue menarik tangan Yin Yihua, menjauh dari Shin.
"Saudari Hua, mulai sekarang jangan pernah lagi memanggil orang itu dengan sebutan seperti itu bahkan jika dia memohon!" Xiang Yue terlihat serius, membuat yang lainnya mengangguk.
"Eh? Kenapa?" Yin Yihua memiringkan kepalanya, sementara Shin terkejut.
"Apa kau tidak melihat ekspresi anehnya tadi? Itu terlihat mencurigakan, jadi jangan pernah lagi memanggilnya seperti itu" kali ini Qin Zhiyun yang berbicara, sedangkan yang lainnya mengangguk bersamaan.
"Hua Chan, jangan terpengaruh oleh mereka!" ucap Shin.
"Hmmm..." Yin Yihua berpikir, menoleh kearah Shin lalu melihat kearah para saudarinya.
Yin Yihua pun mengangguk "Baiklah, aku akan mengikuti perkataan saudari Zhiyun!"
"Tidak... Hua Chan..." Shin terlihat lesu, sekarang dia tidak lagi bisa mendengar suara imut para istrinya yang memanggilnya 'Shin Onii-chan' "Yue Chan, Yun Chan, kenapa kalian begitu jahat?"
"Hmph, kaulah yang aneh!" Xiang Yue mendengus kesal.
***
Shin berjalan bersama para istrinya di trotoar jalan, dimana karena sekarang adalah hari tahun baru, banyak orang juga berlalu lalang, berjalan bersama pasangan masing-masing.
Sementara Shin yang berjalan bersama 8 wanita cantik menarik perhatian setiap orang yang berpapasan dengan mereka.
Apakah ke delapan wanita itu adalah pacar pemuda itu? Tidak mungkin kan bisa seperti itu? Hukum dunia ini adalah hanya memiliki satu pacar! Ya... satu disini dan satu disana, tidak mungkin berada di tempat yang sama.
Kira-kira seperti itulah pemikiran orang-orang.
Seharusnya sekarang para pria hanya akan berjalan dengan satu wanita, itulah yang membuat banyak orang bingung.
Para istri Shin tampak kagum dengan semua apa yang mereka lihat. Dimana sebelumnya semua ini hanya mereka tau dari cerita Shin saja, dan sekarang mereka bisa melihatnya secara nyata dengan mata kepala mereka
Ini juga membuat orang-orang merasa aneh melihat mereka yang tampak seperti orang pedalaman yang baru pertama kali melihat perkotaan.
Menyadari jika mereka sudah menarik terlalu banyak perhatian, Shin membuat formasi ilusi agar semua orang melihat para istrinya seperti biasa.
Sambil berjalan, Shin juga terus berbicara, menjelaskan semua yang para istrinya tanyakan.
Memang semua istrinya tidak bisa diam karena terlalu antusias.
__ADS_1
"Apakah masih lama kita akan sampai di rumah Shin?" Xiang Yue masih antusias melihat sekitarnya.
Sementara Shin tersenyum kecut mendengar itu.
"Yue Chan, tidak bisakah kau memanggil suami mu ini dengan tambahan kata 'gege'? Akan lebih baik jika menambahkan 'onii-chan'" Shin berkata dengan lemas.
Xiang Yue mendengus lalu berkata dengan tegas "Huh, kami sudah setuju jika masih berada di bumi kami hanya akan memanggil nama mu, tidak ada lebih tidak ada kurang!"
Istri Shin yang lainnya mengangguk setuju membuat Shin semakin lemas.
"Tidak akan lama lagi kita akan sampai tujuan!"
Mereka semua terus berjalan, hingga 1 jam berlalu mereka sudah tiba di komplek perumahan.
Tidak terlihat ada orang dijalan, karena memang sekarang hampir semua orang pergi ke kota untuk merayakan tahun baru.
Akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah. Rumah itu tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, memiliki dua lantai seperti kebanyakan rumah disekitarnya.
"Selamat datang, ini adalah rumah ku" Shin tersenyum lembut kearah para istrinya.
Semua istri Shin juga tersenyum lembut, mereka merasa senang dan bahagia bisa pergi ke rumah Shin, namun entah kenapa mereka juga merasa tegang disaat bersamaan.
Di bagian samping pintu gerbang rumah, terdapat tulisan 'Kiriya'.
Memang itu adalah nama keluarga Shin, Kiriya Shin.
Satu hal yang membuat Shin bingung adalah rumah itu masih terlihat bagus, tidak berdebu padahal sudah ditinggalkan selama belasan tahun.
Halaman rumah itu juga masih sangat terawat.
Shin membuka gerbang "Ayo masuk!"
Mereka semua mengangguk lalu berjalan memasuki rumah.
Lantai 1 dibagi menjadi dua ruangan dengan tangga lantai 2 sebagai pemisah, di bagian kanan adalah ruang keluarga serta dapur dan kamar mandi, sedangkan bagian kiri adalah ruang tamu. Untuk lantai 2 sendiri adalah kamar tidur.
"Ikuti aku" Shin berjalan menuju ruang keluarga, dimana bagian samping TV terdapat foto kedua orangtuanya.
(Ini susahnya Author untuk menggambarkan sesuatu pake bahasa Indonesia, karena disini Author pake bahasa daerah (Sasak) jadi sering kali Author lupa bahasa Indonesia nya suatu kata yang bikin pusing)
Shin membuka laci di bawah TV, mengambil beberapa dupa lalu membakarnya. Menaruh dupa di depan foto ayah dan ibu Shin, pemuda itu lalu duduk bersama para istrinya dan mulai berdoa.
"Ayah, ibu, aku pulang! Maafkan anak mu ini yang tidak berbakti dan tidak mengunjungi kalian setelah sekian lama" Shin terlihat sedih, membayangkan saat-saat dimana dia bersama ayah dan ibunya membuat matanya berkaca-kaca.
"Sekarang aku pulang dan membawakan kalian banyak menantu yang sangat cantik dan baik! Mereka selalu menemani ku dan merawat ku sepenuh hati"
Para istri Shin pun mulai memperkenalkan diri, mulai dari Qin Zhiyun, Xiang Yue dan terus sampai Xun yang terakhir.
"Kalian bisa tenang di alam sana ayah, ibu, kami disini akan baik-baik saja" ucap Qin Zhiyun.
"Ya, meskipun Shin terkadang menyebalkan tapi dia sangat baik pada kami!" Xiang Yue melanjutkan.
"Shin sangat kuat, dia selalu melindungi kami semua, jadi maafkan dia karena tidak pulang sangat lama" Su Xianlin menambahkan.
Setelah mereka mengucapkan pesan masing-masing, mereka pun berdiri.
"Bukankah kalian selalu bilang ingin menonton TV?" Shin langsung menyalahkan TV membuat para istrinya jadi antusias.
Mereka semua langsung duduk untuk menonton sementara remote diberikan pada Qin Zhiyun.
Shin sendiri langsung menuju la tau 2 untuk melihat kamarnya.
Sampai di lantai 2, Shin melihat kamarnya tidak berubah sama sekali.
__ADS_1
Shin tersenyum lalu berkeliling kamarnya melihat barang satu persatu dengan khidmat.
Tanpa Shin sadari, dua tangan melingkari pinggangnya dari belakang.
Shin pun menyadari jika itu adalah Yin Yihua.
"Ada apa sayang?" tanya Shin dengan lembut.
Yin Yihua masih memeluk Shin, kepalanya bersandar pada punggung lebar suaminya "Tidak apa-apa, aku hanya ingin bilang jika kami tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi"
Shin tersenyum hangat, berbalik lalu memeluk istrinya itu. Memang diantara semua istrinya, Yin Yihua adalah yang paling patuh, tidak pernah marah sekalipun pada Shin.
Beberapa saat kemudian Shin menggendong Yin Yihua lalu menaruhnya diatas ranjang dengan dirinya menindih istrinya.
Tanpa basa-basi mereka berdua langsung melakukan kegiatannya, berolahraga disiang hari.
Sementara itu, istri Shin yang lainnya masih asyik menonton TV, mengganti-ganti tayangan, mencari yang cocok.
Setelah 1 jam penuh berolahraga, tubuh Yin Yihua penuh keringat dengan sesuatu yang putih di beberapa bagian tubuhnya, hanya sedikit disudut bibirnya tapi itu langsung dijilat olehnya kemudian ditelan.
Meskipun masih bisa tahan namun Yin Yihua tau mereka tidak bisa terus melanjutkannya, dia juga sudah cukup puas, bisa dilihat dari senyumannya.
Ya, Yin Yihua yang polos sudah tidak ada lagi setelah menikah.
Menggunakan elemen air, Shin membersihkan tubuhnya dan Yin Yihua.
"Aku akan turun dulu" ucap Shin setelah memasang pakaiannya.
Yin Yihua mengangguk sebagai jawaban. Shin mencium kening istrinya itu sebelum turun.
***
Shin menuruni tangga menuju ruang keluarga tempat para istrinya menonton TV.
Sesampainya dibawah, Shin tiba-tiba mendengar sebuah lagu dari TV.
"Ku menangis~ membayangkan~ betapa kejamnya..."
Shin memiringkan kepalanya lalu melihat kearah TV.
Di bagian pojok kiri atas terlihat nama siaran TV itu "Indosiar"
Shin sedikit mengerut karena yah...itu adalah sinetron yang sering ditonton oleh emak-emak.
Shin awalnya mengabaikan itu, namun setelah merasakan aura yang keluar dari para istrinya, dia langsung menoleh kearah mereka, melihat wajah semua istrinya sangat marah.
"DASAR PRIA TIDAK TAU DIRI! KENAPA DIA MALAH MENGKHIANATI WANITA YANG SETIA!?" Xiang Yue berdiri dengan auranya yang membuat rumah berguncang.
"PRIA SEPERTI ITU TIDAK MEMILIKI HATI NURANI! DIA HARUS DIBUNUH!!" Ling menyiapkan kepalan tangannya, berniat memukul TV.
Wajah Shin sedikit pucat, dengan cepat dia menghalangi Ling agar tidak menghancurkan TV.
"Hentikan itu Ling Chan, jangan melakukan itu!" Shin merentangkan tangannya didepan TV.
"KENAPA LAU MALAH MENGHENTIKAN KAMI?! MINGGIR!!" wajah Xing Yue semakin muram membuat Shin bergidik ngeri.
"Aku tau! Kau pasti menghalangi kami karena mendukung pria pengkhianat itu!! Kau pasti juga ingin mengkhianati kami!" ucap Ling dengan aura yang semakin kuat.
"Eh?!" Shin terkejut mendengar perkataan Ling, tidak menyangka akan menjadi seperti ini "Tunggu dulu, kalian salah paham..."
Shin berniat menjelaskan namun terlambat.
"SEMUANYA! HAJAR DIA DAN BUNUH PRIA PENGKHIANAT ITU!!" Ling langsung menerjang menghajar Shin diikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
"TIDAK....."