
Xiang Yue mengatur nafasnya selama beberapa saat kemudian menoleh kearah Ling "Memang kalau masalah latihan fisik tidak ada yang bisa mengalahkan mu saudari Ling!"
"Itu karena kondisi tubuh ku, jika bukan karena hal itu mungkin kekuatan fisik ku tidak akan berbeda jauh dari kalian!" Ling juga mengatur nafasnya.
Dengan staminanya yang besar, Ling hanya sedikit kelelahan.
Sekarang mereka sudah menjadi sangat akrab, meskipun pada awalnya situasi mereka agak canggung, namun seiring berjalannya waktu mereka menjadi sangat dekat.
Bing Qiaoyu dan Qin Zhiyun menghampiri mereka berdua kemudian berbincang tentang beberapa masalah teknik yang mereka miliki.
Sementara itu, Chu Yan dan Yin Litian masih mengobrol sambil melihat keempat gadis itu.
"Lihatlah mereka begitu bersinar! Saudara Chu Yan, apa kau tidak pernah berpikir untuk mengikuti langkah saudara Shin, memiliki banyak wanita?" ucap Yin Litian.
"Apa kau ingin aku di bunuh oleh Wen'er?" Chu Yan jadi terlihat kesal, Bagaimana mungkin dia berani mencari wanita lain disaat Li Yuwen yang memiliki sifat begitu sensitif "Lalu Bagaimana dengan mu saudara Litian? Saudari Yiren memiliki sifat berkebalikan dengan Wen'er, aku rasa dia tidak akan mempermasalahkan jika kau menambah wanita?"
"Jangan samakan aku dengan saudara Shin! Meskipun Ren'er setuju akan hal itu, namun aku akan tetap setia dengannya!" jawab Yin Litian.
Li Yiren dapat mendengar perkataan Yin Litian meskipun jaraknya cukup jauh, jantung gadis itu langsung berdetak kencang dengan pipi sedikit memerah, dia merasa bahagia mendengar perkataan Yin Litian.
Memang dia tidak mempermasalahkan jika Yin Litian mengikuti langkah Shin, asalkan Yin Litian tidak meninggalkannya.
Chu Yan sendiri mendengus mendengar perkataan Yin Litian "Huh! Kau sungguh menyia-nyiakan hadiah surga! Jika itu aku maka..." Chu Yan tidak melanjutkan perkataannya, Chu Yan melirik sekilas kearah Li Yuwen yang saat ini menatapnya dengan sangat tajam.
"Maka apa?" Yin Litian tersenyum lebar.
"Bukan apa-apa!"
"Hahaha...!" Yin Litian pun tertawa lepas.
"Awas saja kau saudara Litian!" Chu Yan baru sadar jika Yin Litian hanya memancingnya, dia jadi benar-benar kesal.
***
Setelah latihan yang cukup melelahkan untuk mereka, mereka semua memutuskan untuk makan di tempat biasa mereka makan.
Kali ini untuk merayakan kenaikan kultivasi dari Chu Yan dan Yin Litian, kedua pemuda itu mentraktir semua teman-temannya.
Mereka menyewa satu lantai paling atas dari restoran agar mereka lebih merasa nyaman.
__ADS_1
Mereka semua sudah memesan makanan masing-masing dan makan sepuasnya.
"Entah kenapa meskipun kita makan sangat ramai namun tetap saja terasa ada yang kurang!"
Ucapan Chu Yan membuat mereka semua memancarkan ekspresi sedikit sedih, memang hal yang kurang adalah Shin.
"Ya, jika tidak ada saudara Shin berkumpul seperti ini akan selalu terasa kurang! Entah kemana perginya saudara Shin, padahal ini sudah satu tahun lebih!" Yin Litian mengingat saat-saat kebersamaan mereka bersama Shin.
"Mungkin saudara Shin sudah menemukan wanita lain di luar sana hingga membuatnya betah dan lupa untuk pulang!" celetuk Lan Ma.
Seketika punggung Lan Ma terasa dingin, membuatnya merinding, dia menyadari jika saat ini ada lima pasang mata yang menatapnya dengan dingin.
Xiang Yue, Ling, Qin Zhiyun, Bing Qiaoyu dan Bai Lian.
Lan Ma menelan ludah kasar, sadar telah mengucapkan hal yang salah.
Hun Fan yang duduk di samping menepuk bahu Lan Ma "Semoga kau masih bisa hidup setelah ini Saudara Lan Ma!"
"A..haha...! Aku tadi hanya bercanda, jangan terlalu dipikirkan!" Lan Ma berusaha tersenyum.
Lan Ma pun berhenti mendapatkan tatapan dingin dari kelima gadis itu.
Mereka semua sangat bingung kemana Shin pergi di saat situasi perang seperti ini, entah kapan perang besar akan terjadi, namun mereka berharap Shin kembali sebelum perang besar itu.
"Selama ini masih belum ada kabar darinya, tapi aku yakin dia baik-baik saja di luar sana!" ucap Qin Zhiyun, dia sudah sangat merindukan Shin.
"Ya, sekarang kita hanya bisa berharap dia baik-baik saja dan kembali dengan selamat!" ucap Xiang Yue.
***
Benua Kegelapan
~Wilayah Elf, kediaman Han di istana kerajaan~
Saat ini Shin masih menunggu di luar bersama Luo, sudah beberapa jam namun proses alkimia Han masih belum berakhir.
"Apakah menyuling pil memang membutuhkan waktu lama seperti ini?" tanya Shin.
Jujur dia sudah cukup bosan menunggu selama beberapa jam ini, dia hanya melihat asap putih keluar dari bangunan itu.
__ADS_1
"Itu tergantung pada jenis pil yang dibuat! Jika ingin membuat pil tingkat tinggi maka pasti menghabiskan waktu lama! Bahkan pernah sekali paman Han menghabiskan waktu satu bulan untuk menyuling satu pil!"
"Selama itu!" Shin terkejut mendengarnya "Aku pernah mendengar jika alkimia hanya bisa dilakukan oleh para kultivator elemen api! Tapi semua Elf hanya bisa menggunakan elemen cahaya, bagaimana paman Han bisa menjadi alkemis?" tanya Shin.
"Itulah yang dinamakan bakat khusus! Ada suatu metode yang bisa membuat energi cahaya menjadi energi panas yang tidak kalah dari elemen api, Karena itulah kami ras Elf juga bisa menjadi alkemis! Namun hanya sedikit Elf saja yang bisa menguasai metode ini dan paman Han salah satunya dan merupakan yang terbaik diantaranya!"
"Jadi begitu" Shin berpikir itu masuk akal, bukan tidak mungkin untuk membuat suatu energi memiliki karakteristik seperti energi lain.
Seperti contoh elemen petir, dengan menggabungkan dua muatan yang berbeda, yaitu petir bermuatan positif dan negatif maka itu bisa menciptakan api api.
"Tapi apa kau pikir hanya karena itu paman Han bisa menjadi alkemis terbaik di antara para Elf?" Luo tersenyum misterius.
"Oh, memangnya apa lagi? Apakah ada metode atau teknik lainnya yang dia gunakan?"
"Bukan, tapi itu karena paman Han memiliki Inti Api!"
"Inti Api?!" Shin melebarkan matanya.
Luo tersenyum puas melihat reaksi Shin, namun perkataan Shin selanjutnya membuat Luo hampir terjatuh.
"Memangnya apa itu Inti Api?" Shin ternyata baru pertama kali ini mendengar tentang Inti Api.
"Apa kau sungguh tidak tau apa itu Inti Api?"
Shin menggeleng pelan sebagai jawaban.
Luo menepuk keningnya sambil menghela nafas, lalu menjelaskan jika Inti Api merupakan suatu yang terbentuk secara alami oleh alam.
Inti Api terbentuk karena suatu fenomena khusus yang biasanya terjadi di area-area dengan suhu panas yang tinggi.
Biasanya membutuhkan waktu ribuan tahun untuk Inti Api bisa terbentuk.
Jika seseorang dapat memurnikan Inti Api itu kedalam tubuhnya, maka orang itu pasti akan memiliki kekuatan yang besar.
Inti Api memang tidak hanya bisa digunakan untuk keperluan alkimia, tapi juga bisa digunakan dalam pertarungan.
Namun untuk memurnikan Inti Api tidaklah mudah, jika ada kesalahan yang terjadi dan orang itu tidak dapat menahan suhu panas dari Inti Api maka pasti orang itu akan mati terbakar menjadi abu.
"Paman Han cukup beruntung karena dia bisa memurnikan Inti Api itu, jadi secara otomatis kemampuannya dalam alkimia menjadi lebih tinggi!" Luo mengakhiri penjelasannya.
__ADS_1
\=\=\=\=