Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
139. Kegalauan Chu Yan


__ADS_3

Saat ini teman-teman Shin sedang latihan seperti biasa, mereka melakukan latih tanding tanpa menggunakan energi Qi.


Chu Yan sendiri hanya duduk di tepi lapangan, menonton latihan yang lainnya, pemuda itu terlihat sedang galau.


Yin Litian berjalan menghampiri Chu Yan "Ada apa dengan mu saudara Chu Yan? Orang seperti mu biasanya tidak memiliki beban pikiran, tapi sekarang kau terlihat galau!"


"Jangan mengejek ku seperti itu? Aku tau kau sudah mengetahui kenapa aku seperti ini sekarang" Chu Yan melirik sekilas kearah Yin Litian, kemudian kembali melihat Li Yuwen yang sedang latih tanding melawan Li Yiren.


"Haha! Itu salah mu sendiri karena berani jalan dengan gadis lain!" Yin Litian mengetahuinya dari Li Yiren.


"Aku sama sekali tidak jalan bersama gadis lain! Saat itu aku sedang jalan-jalan lalu seorang gadis datang dan hanya bertanya pada ku tentang beberapa hal soal teknis bela diri, jadi aku menjawabnya sambil berjalan! Setelah itu gadis itu langsung pergi, aku bahkan tidak mengetahui namanya!" Chu Yan tidak menyangka saat itu Li Yuwen melihatnya "Saat itu Wen'er pasti hanya melihat sebentar saja tanpa mengetahui kenyataannya dan mengira aku sedang selingkuh!"


"Apa kau sudah menjelaskannya pada adik Yuwen?" tanya Yin Litian.


"Aku sudah berkali-kali menjelaskannya tapi dia sama sekali tidak mendengarkan ku dan selalu menjauhi ku!"


"Padahal dulu kau yang sellau dicari oleh adik Yuwen, tapi sekarang malah sebaliknya!" Yin Litian mengingat saat dulu ada sedikit konflik antara Chu Yan dan Li Yuwen saat pertama kali bertemu.


"Itu dulu! Saat itu aku memang sedikit membenci Wen'er, tapi sekarang aku sangat mencintainya!"


Li Yuwen yang saat ini berjarak cukup jauh dari Chu Yan, namun dapat mendengar perkataan Chu Yan barusan, hal itu membuat wajahnya langsung merah padam.


Gadis itu bahkan sekarang tidak sadar jika mata pedang Li Yiren hampir menyentuh kulit lehernya.


Li Yiren tersenyum masam melihat adiknya yang seperti ini, jika tadi dia telat menghentikan serangannya maka pasti dia sudah membunuh adiknya sendiri.


Li Yiren tidak menyangka Li Yuwen akan tiba-tiba mematung dengan wajah merah, dia mengetahui penyebabnya karena dia juga bisa mendengar ucapan Chu Yan.


Li Yiren sangat mengetahui sifat adiknya yang sangat pemalu. Sebenarnya Li Yuwen juga ingin berbaikan dengan Chu Yan namun Li Yuwen tidak tau harus melakukan apa atau bagaimana cara yang tepat untuk berbaikan.


Jadi Li Yuwen hanya bisa bersikap cuek seakan tidak peduli dengan Chu Yan, meskipun dalam hatinya dia juga merasa bersalah.


Li Yiren menghela nafas "Adik Yuwen!"

__ADS_1


Li Yuwen pun tersadar dari lamunannya, barulah dia menyadari jika mata pedang Li Yiren hampir mengenai kulit lehernya.


"Sejak kapan?" Li Yuwen terkejut.


Li Yiren menghela nafas lalu menyingkirkan pedangnya "Adik Yuwen, lebih baik kau segera minta maaf pada Chu Yan! Bukankah kau sudah mendengarnya tadi, saat itu Chu Yan berjalan bersama gadis lain karena gadis itu ingin menanyakan sesuatu!"


"Hmph, tetap saja dia salah!" Li Yuwen mendengus, meskipun dalam hatinya dia berpikir sama dengan apa yang dikatakan saudarinya.


"Kenapa kau begitu keras kepala? Apa kau tidak berpikir jika kau terus seperti ini Chu Yan nanti malah akan mencari wanita lain yang lebih baik! Chu Yan sekarang sangat terkenal dikalangan para wanita, jadi akan sangat mudah baginya mencari pengganti mu!"


"Aku..." Li Yuwen menunduk, merenungkan perkataan Li Yiren.


Membayangkan jika Chu Yan benar-benar meninggalkannya dan mencari wanita lain, itu langsung membuat hatinya sakit.


Li Yiren mengelus kepala Li Yuwen "Sudahlah tidak perlu dipikirkan! Tapi ingat kau harus segera berbaikan dengan Chu Yan sebelum semuanya terlambat!"


Li Yuwen mengangguk pelan sebagai jawaban.


Li Yuwen kembali menjawab dengan anggukan, lalu mereka berdua menoleh kearah pertarungan antara Xiang Yue, Xu Lingling Bing Qiaoyu dan Qin Zhiyun.


Karena ini merupakan pertarungan yang tidak menggunakan energi Qi, jadi Ling yang paling diuntungkan karena kekuatan fisiknya yang sangat mengerikan. Namun Ling masih menahan kekuatan fisiknya karena jika dia serius maka dia bisa melukai yang lainnya.


Lagi pula ini hanya latih tanding jadi tidak perlu terlalu serius.


Meski begitu, Xiang Yue juga tidak kalah, meskipun kekuatan fisiknya berada di bawah Ling, namun kecepatan dan kelincahannya dapat menyaingi kekuatan fisik Ling.


Dalam hal ini Qin Zhiyun dan Bing Qiaoyu yang tidak diuntungkan karena kekuatan mereka sangat bergantung terhadap energi Qi.


Namun mereka berdua tetap memberikan perlawanan yang intens.


Setelah bertarung cukup lama, Bing Qiaoyu adalah yang tumbang paling awal, dia sudah kehabisan bstamina dengan nafas memburu.


Tidak lama setelah itu, Qin Zhiyun tumbang menyusul Bing Qiaoyu, kondisinya sama dengan Bing Qiaoyu, kelelahan karena kehabisan stamina.

__ADS_1


Dan akhirnya hanya Ling dan Xiang Yue yang tersisa.


"Stamina saudari Yue dan saudari Ling sungguh luar biasa, terutama saudari Ling! Kekuatan fisiknya sungguh mengerikan, tangan ku masih terasa keram setelah berkali-kali beradu pukulan dengannya!" ucap Bing Qiaoyu.


"Itu wajar saja, dengan kondisi tubuh kita berdua, kita hanya mengutamakan melatih penguasaan dan pengendalian energi Qi, sangat jarang melatih fisik!" Qin Zhiyun memiliki jenis tubuh Feniks Es, sedangkan Bing Qiaoyu memiliki jenis tubuh Primordial Yin.


Menurut saudari Zhiyun siapa yang akan menang?" tanya Bing Qiaoyu.


"Tentu saja saudari Ling!" Qin Zhiyun mengetahui tentang jenis tubuh Ling.


Tubuh Dewi Perang memiliki fisik yang kuat dan stamina yang besar, jadi menurut Qin Zhiyun, Ling lah yang akan menang.


Meskipun Xiang Yue unggul dalam hal kecepatan, namun Ling juga tidak kalah jauh dalam hal itu.


Sementara yang lainnya saat ini sudah menghentikan latihan masing-masing, jadi mereka menonton pertarungan antara Ling melawan Xiang Yue.


Ling terus menyerang, dan Xiang Yue lebih memilih menghindari semua serangan Ling dari pada menyambutnya.


Meskipun begitu masih ada beberapa serangan tidak bisa dihindari Xiang Yue, namun masih bisa ditahan.


Setiap kali Xiang Yue menahan atau menangkis serangan Ling, tangannya akan langsung menjadi keram.


Karena itulah Xiang Yue lebih memilih menghindari serangan Ling.


Yang lainnya tampak kagum menyaksikan pertarungan mereka berdua.


Gerakan Ling dan Xiang Yue bisa dibilang cukup cepat meskipun tidak menggunakan energi Qi.


Pertarungan Ling melawan Xiang Yue sudah memberikan kerusakan yang cukup berat untuk lantai arena


Kedua gadis itu bertarung selama sekitar 1 jam dan akhirnya Ling keluar sebagai pemenangnya.


Meskipun Xiang Yue kalah, namun Xiang Yue tetap merasa puas karena mampu bertahan selama itu melawan Ling yang memiliki tubbuh khusus.

__ADS_1


__ADS_2