
Shin menyeringai lebar "Entah akan semarah apa nanti wanita itu jika saat dia kembali, dua aset berharganya sudah menghilang!"
Shin membayangkan akan seperti apa kemarahan Lui Meiyu nanti jika Qin Zhiyun dan Xue'er susah tidak lagi ada di Sekte setelah wanita itu kembali dari kultivasi tertutupnya.
Shin menyebarkan indera spiritualnya, mencoba mencari jalan yang aman untuk menyusup.
Setelah beberapa saat, Shin menemukan jalan yang aman, itu adalah di bagian selatan dari kediaman Lui Meiyu.
Di sana sama sekali tidak ada penjaganya, jadi Shin bisa dengan mudah masuk.
Meskipun sekarang Shin sudah menggunakan teknik formasi khusus yang membuat dirinya sulit di deteksi, namun Shin tetap waspada dan memilih jalan yang lebih aman.
Dengan cepat Shin bergerak kearah selatan, dan akhirnya bisa masuk dengan mudah.
"Baiklah, waktunya mencari keberadaan Yun'er!" Shin segera bergerak, menyebarkan indera spiritualnya untuk merasakan keberadaan Qin Zhiyun.
Shin sesekali bertemu dengan penjaga kediaman Lui Meiyu, namun tidak ada dari mereka yang menyadari keberadaannya.
Shin terus bergerak mencari Qin Zhiyun, sampai kemudian dia bisa merasakan satu aura dingin yang familiar, aura dingin yang pertama kali dia rasakan saat pertama kali masuk ke dunia kultivator ini.
Itu adalah aura Qin Zhiyun.
Wajah Shin berubah cerah, dia segera menuju ketempat dimana dia merasakan aura keberadaan Qin Zhiyun.
Meskipun Shin sudah benar-benar ingin sekali bertemu dengan Qin Zhiyun, namun dia masih tetap memperhatikan sekitarnya, menghindari semua penjaga disana, sehingga dia sampai di sebuah taman yang sangat luas.
Di taman itu Shin bisa merasakan jika hanya ada aura Qin Zhiyun saja, tidak ada aura lainnya, artinya sama sekali tidak ada penjaga di sini.
Shin berjalan santai di taman itu, menuju tempat dimana Qin Zhiyun berada.
Setelah beberapa lama berjalan, Shin akhirnya sampai di taman bunga, taman itu sangat indah dengan banyak bunga dari berbagai jenis dan warna, disertai dengan udara sejuk dan aroma harum semua bunga membuat siapa saja bisa betah berada di taman bunga itu.
Mata Shin melebar saat melihat Qin Zhiyun di taman bunga itu, sedang merawat bunga-bunga dengan senyum menawan yang tidak tertandingi.
Berbagai ingatan masa lalu tentang kebersamaannya dengan Qin Zhiyun muncul di kepala Shin.
Saat ini Qin Zhiyun sama sekali tidak menyadari kedatangan Shin, memang selain karena Shin masih menggunakan formasi khusus, Shin juga sekarang berada di belakang gadis itu.
Shin terus berjalan mendekat, melangkah tanpa ada suara yang ditimbulkan.
Sampai akhirnya Shin berada tepat di belakang gadis itu, namun Qin Zhiyun masih belum menyadari kedatangan Shin.
Jika Shin berniat jahat dengan Qin Zhiyun, maka sudah pasti gadis itu mati saat ini.
__ADS_1
Dengan satu hembusan nafas, Shin meniup belakang leher Qin Zhiyun.
"Kyaaa!" Qin Zhiyun sangat terkejut, secara refleks memegang belakang lehernya, lalu berbalik untuk melihat siapa yang berani mengagetkannya.
Mata Qin Zhiyun melebar setelah melihat Shin yang tersenyum hangat kearahnya, gadis itu membuka mulutnya namun tidak ada suara yang bisa keluar
Terjadi keheningan karena tidak ada yang bicara, tatapan mata mereka bertemu.
Sampai kemudian mata Qin Zhiyun terlihat mulai berair, lalu secara tiba-tiba memeluk Shin sambil terisak.
"Guru...!"
Shin terkejut dengan mata yang melebar.
Apakah tadi dia tidak salah dengar? Qin Zhiyun baru saja memanggilnya guru? Bukankah seharusnya Qin Zhiyun kehilangan ingatannya dan sama sekali tidak mengingat tentang dirinya?
"Guru...!" Qin Zhiyun semakin mengeratkan pelukannya, dengan isakan yang mulai terdengar semakin jelas.
Entah kenapa jantung Shin berdetak lebih cepat, dia memang tidak salah mendengar, Qin Zhiyun memang memanggilnya guru.
Entah sudah sejak kapan terakhir kali Shin mendengar gadis itu memanggilnya guru, dia merasa senang dalam hatinya.
Shin membalas pelukan Qin Zhiyun sambil mengelus kepala gadis itu dengan lembut.
"Yun'er!" ucap Shin sambil tersenyum hangat.
"Yun'er, apakah kau sudah mengingat semuanya? Kau sekarang sudah mengingat ku?" tanya Shin kemudian.
"Aku sudah mengingat semuanya guru! Aku juga mengingat semua tentang mu" Qin Zhiyun tersenyum manis, senyum manis yang sangat menawan, membuat hati Shin meleleh.
"Tapi bukankah ingatan mu sudah di hapus oleh Lui Meiyu?" Shin kembali bertanya.
Qin Zhiyun kemudian menjelaskan apa yang terjadi dan kenapa dia bisa mengingat semuanya.
Memang benar jika ingatannya telah di hapus oleh Lui Meiyu, dan dia sama sekali tidak mengingat apa-apa soal masa lalunya.
Namun setelah bertemu dengan Shin di Hutan Kabut sebelumnya, dan kembali ke Sekte Lembah Siluman, entah kenapa secara perlahan ingatannya kembali pulih.
Namun Qin Zhiyun merahasiakan hal ini dari orang lain, termasuk Lui Meiyu, jika Lui Meiyu mengetahui tentang ingatannya yang kembali maka sudah pasti ingatan gadis itu akan kembali di hapus.
Jadi selama ini Qin Zhiyun bertindak seperti biasa untuk menghilangkan kecurigaan.
Qin Zhiyun ingin menyusun rencana untuk bisa keluar dari Sekte Lembah Siluman, namun dia tidak menyangka Shin akan bisa mengetahui letak Sekte Lembah Siluman dan akan datang menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"Aku sudah pasti akan menyelamatkan mu, Bagaimana mungkin aku mengabadikan murid kesayangan ku" Shin mengelus kepala Qin Zhiyun.
Qin Zhiyun benar-benar merasa senang, dia sudah sangat merindukan Shin, guru sekaligus orang yang dia cintai.
Qin Zhiyun berpikir Shin pasti sudah berjuang keras demi untuk menyelamatkan dirinya, dia kembali merasa menjadi seorang beban untuk Shin.
Shin melihat perubahan pada ekspresi Qin Zhiyun, dia mengerti apa yang dipikirkan gadis itu.
"Tidak perlu di pikirkan Yun'er! Kau adalah murid ku, jadi sudah kewajiban ku untuk melindungi mu!" Shin mengelus pipi mulus Qin Zhiyun, sambil tersenyum hangat Shin melanjutkan "Lagi pula aku sudah berjanji pada Kaisar Qin Zhi untuk melindungi mu, selain itu aku juga mencintaimu Yun'er!"
Qin Zhiyun segera menatap Shin dengan ekspresi tertegun, ada sebuah gejolak di hatinya, dia merasa sangat senang mendengar hal itu.
Ini sudah kedua kalinya Shin mengatakan hal itu.
"Aku juga mencintaimu guru!" Qin Zhiyun tersenyum manis.
Tatapan mata mereka berdua bertemu satu sama lain, tatapan mereka berdua mengandung sejuta makna.
Shin mendekatkan wajahnya membuat wajah Qin Zhiyun memerah padam, dia mengetahui apa yang akan Shin lakukan.
"A-apakah guru akan mencium ku?" gumam Qin Zhiyun dalam hati.
Jika hal itu benar maka ini akan menjadi ciuman pertama bagi Qin Zhiyun, dia merasa tegang.
Melihat wajah Shin yang semakin mendekat, secara refleks Qin Zhiyun memejamkan matanya.
Sampai kemudian, Qin Zhiyun merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibirnya.
Itu adalah bibir Shin.
Shin mencium Qin Zhiyun, merasakan bibir halus dan lembut gadis itu.
Qin Zhiyun masih belum berpengalaman dalam hal itu, jadi dia tidak tau apa yang harus dilakukan setelahnya.
Jadi Shin membimbing Qin Zhiyun, membuka mulut gadis itu dengan lidahnya, namun masih ada deretan gigi Qin Zhiyun yang menghalangi.
Dengan sedikit usaha, akhirnya Qin Zhiyun membuka mulutnya.
Shin pun tidak melewatkan kesempatan, dia bermain dengan ludah Qin Zhiyun.
Qin Zhiyun hanya pasrah, masih menutup matanya, mengikuti setiap arahan dari Shin.
\=\=\=
__ADS_1
\=\=\=\=>>
\=\=\=