
Setelah mencapai jarak tertentu, Qing Zhizun membalik badan menghadap Tetua Lei Huo.
"Ahhh! Entah kenapa udara di sini terasa lebih segar!" Qing Zhizun menghirup udara dengan senyuman, dia seakan tidak menganggap Tetua Lei Huo didepannya sebagai lawan.
"Pa yang kau lakukan, kita adalah lawan kenapa kau terlihat sangat santai?" Tetua Lei Huo masih tidak menurunkan kewaspadaan terhadap Qing Zhizun.
"Yah, lagi pula kau sama sekali tidak akan bisa menyerang ku, jadi kenapa kita tidak ngobrol santai saja! Mungkin kita bisa minum segelas teh panas terlebih dahulu!" Qing Zhizun terlihat sangat santai dan berkarisma, dia menaruh kedua lengannya di belakang punggung.
Tetua Lei Huo tentu saja sangat curiga dengan tingkah Qing Zhizun, dia menduga pasti ada sesuatu yang Qing Zhizun rencanakan.
Tapi dia tidak mengetahui apa itu.
"Apa sebenarnya yang kau rencanakan?" Tetua Lei Huo menatap tajam Qing Zhizun.
"Bukankah sudah ku bilang, aku ingin kita ngobrol santai sambil minum segelas teh hangat" Qing Zhizun tersenyum ramah "Tapi aku tidak memiliki teh! Bukankah kau adalah tetua Sekte Lembah Siluman, bisakah kau mengambil teh di Sekte mu lalu bawa kesini, barulah kita ngobrol!"
"Jangan bicara omong kosong! Mana mungkin aku mau melakukannya!"Tetua Lei Huo membentak, dia sudah mulai kesal dengan Qing Zhizun.
"Galak sekali, aku ingatkan pada mu, jika kau sering-sering marah maka kau akan cepat tua!"
"Aku memang sudah tua!"
"Tuh kan, apa aku bilang! Sekarang kau jadi terlihat sangat tua, lihatlah diri ku yang tidak pernah marah! Muda dan tampan!" Qing Zhizun tersenyum bangga.
Qing Zhizun sebenarnya secara diam-diam melakukan segel tangan di belakang punggung, dia berniat membuka pintu keluar alam misterius.
Namun untuk membuka pintu keluar itu membutuhkan waktu beberapa menit, jadi Qing Zhizun berniat mengulur waktu dengan mengajak Tetua Lei Huo berbicara.
Meskipun memang Qing Zhizun tidak dapat terluka oleh serangan fisik apa pun, namun jika dia sedang menggunakan suatu formasi atau segel tangan, maka jiwanya bisa terluka oleh serangan fisik.
Karena itulah Qing Zhizun melakukan segel tangan dengan tangan dibelakang punggung, supaya tidak terlihat oleh Tetua Lei Huo.
Tetua Lei Huo sendiri, meskipun sudah sangat kesal dan gatal ingin menyerang Qing Zhizun, namun dia berpikir itu percuma.
Menyerang Qing Zhizun juga tidak akan melukai orang itu.
Jadi Qing Zhizun terus saja ngebacot sementara Tetua Lei Huo hanya menanggapi bacotan Qing Zhizun dengan kesal, tanpa melakukan serangan.
__ADS_1
Sampai akhirnya Qing Zhizun selesai melakukan segel tangan untuk membuka pintu keluar alam misterius, namun dia tidak membukanya langsung.
Qing Zhizun menyeringai lebar, senyum ramah yang sebelumnya di perlihatkan langsung menghilang.
Hal ini membuat Tetua Lei Huo mengerikan keningnya "Ada apa dengan mu? Kenapa ekspresi mu tiba-tiba berubah?"
"Tidak, hanya saja tujuan ku sudah tercapai!" Qing Zhizun tiba-tiba melakukan segel tangan, namun kali ini dia tidak menyembunyikannya.
Tetua Jing Hu langsung bersiaga, namun dia telat beraksi sebelum akhirnya tulisan-tulisan kuno dari susunan formasi mengikat seluruh tubuhnya, namun kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Qing Zhizun kembali melakukan segel tangan membuat lingkaran portal pintu keluar alam misterius terbuka dibelakangnya.
Tetua Lei Huo melebarkan matanya, dia akhirnya paham kenapa dari awal Qing Zhizun hanya mengajaknya ngobrol tanpa menyerang.
Ternyata Qing Zhizun fokus untuk membuka pintu keluar alam misterius.
"Karena bajingan!" Tetua Lei Huo berteriak marah, dia berusaha melepaskan diri dari jeratan formasi itu, namun tidak bisa, atau lebih tepatnya sangat sulit.
Qing Zhizun kembali melakukan segel tangan, seketika Shin tiba-tiba muncul disampingnya.
Dia sebelumnya sengaja melarikan diri dari Tetua Jing Hu, menjauh dari posisi Qing Zhizun saat ini.
Hal ini bertujuan agar jika Shin sudah berteleportasi ke tempat Qing Zhizun, Tetua Jing Hu akan membutuhkan waktu lama supaya tiba disini.
"Kau jangan banyak mengeluh! Cepat teleportasi kan kedua gadis itu kemari! Kita tidak punya banyak waktu!" balas Qing Zhizun.
Shin menganggukkan kepalanya, lalu melakukan segel tangan.
Tiba-tiba Qin Zhiyun dan Xue'er muncul disampingnya, mereka masih berada di dalam dimensi ruang.
Shin sebelumnya memang memasang formasi teleportasi pada dimensi ruang itu, tujuannya adalah untuk rencana ini.
"Guru!" wajah Qin Zhiyun berbinar melihat Shin baik-baik saja.
Sebelumnya dia sudah sangat khawatir karena Shin melarikan diri hingga dia tidak melihat keberadaan pemuda itu lagi.
Shin menghancurkan dimensi ruang itu "Baiklah, kita keluar sekarang!"
__ADS_1
"Jangan harap kalian bisa lari!" aura kegelapan mulai keluar dari tubuh Tetua Lei Huo.
Shin mengetahui apa yang akan terjadi pada Tetua Lei Huo, dia akan berubah menjadi siluman.
Shin melemparkan puluhan sampai ratusan kertas formasi kearah Tetua Lei Huo, menempel ke seluruh tubuhnya.
"Tetaplah tenang!" Shin melakukan segel tangan, membuat aura kegelapan di tubuh Tetua Lei Huo menghilang.
Shin menekan kekuatan Tetua Lei Huo supaya tidak bisa berubah.
Sebelum keluar, Shin menyempatkan memberikan ejekan "Selamat tinggal orang-orang tolol! Hahaha...!"
Shin, Qing Zhizun, Qin Zhiyun dan Xue'er yang masih pingsan akhirnya keluar dari alam misterius ini, meninggalkan Tetua Lei Huo yang berteriak penuh kemarahan.
Lingkaran portal itu pun langsung menghilang setelah mereka berempat keluar dari alam misterius.
"KURANG AJAR! TUNGGU SAJA KALIAN, AKU PASTIKAN KALIAN AKAN MATI!" Tetua Lei Huo terus berteriak, meskipun orang yang dia teriaki sudah menghilang.
Tetua Lei Huo berusaha keras lepas dari susunan formasi yang mengikatnya, namun susunan formasi itu sangat kuat.
Dia tidak berhasil menghentikan mereka keluar dari alam misterius, dan yang lebih parahnya, Qin Zhiyun dan Xue'er telah dibawa pergi.
Padahal kedua gadis itu adalah aset penting untuk kebangkitan Dewa Siluman, namun kini mereka berdua telah dibawa pergi.
Lui Meiyu sekarang tidak ada di sini, entah apa yang akan Lui Meiyu lakukan pada dirinya jika mengetahui Qin Zhiyun dan Xue'er telah dibawa pergi oleh penyusup.
"SIALAN! SIALAN! SIALAN! AKAN KU CARI KALIAN KEMANAPUN KALIAN PERGI! DAN AKU PASTIKAN KALIAN AKAN MATI DITANGAN KU!" Tetua Lei Huo masih berteriak tidak jelas, menatap penuh kemarahan ke depan, tanpa ada orang satu pun di sana.
Sebenarnya sekarang dia tidak memikirkan Qin Zhiyun dan Xue'er, yang dia pikirkan adalah nasibnya setelah ini.
Lui Meiyu pasti akan sangat marah dan dia akan terkena imbas dari kemarahan wanita itu.
Entah hukuman mengerikan macam apa yang dia dapatkan nanti.
\=\=\=
\=\=\=\=]>LUKE<[\=\=\=
__ADS_1