Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
142. Pil Pertama


__ADS_3

Mulai dari hari itu, Shin belajar menyuling pil dari Han. Han pertama yang dilakukan Shin adalah menghapal dan memahami jenis-jenis tanaman spiritual.


Shin memang disuruh melakukan ini oleh Han, karena ini adalah langkah awal dari menjadi seorang alkemis.


Mempelajari berbagai jenis tanaman spiritual dan memahami setiap kegunaannya. Hal ini bertujuan agar Shin nanti tidak salah dalam mengenali tanaman spiritual dan tidak salah dama memakai resep dari menyuling pil.


Shin mempelajari semua itu di perpustakaan khusus milik Han sendiri, disana terdapat banyak sekali buku tentang berbagai jenis tanaman spiritual dan kegunaannya secara lengkap.


Karena jika satu bahan saja salah dan tidak sesuai takaran dari pil yang dibuat, maka itu akan membuat tungku penyulingan meledak .


Shin memang sudah mengenal banyak tanaman spiritual dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi dan juga kegunaannya.


Namun Shin hanya mengetahui kegunaan sederhana dari tanaman spiritual.


Seperti tanaman spiritual berjenis petir bisa meningkatkan kekuatan kultivator elemen petir.


Meskipun begitu Shin juga terkadang salah dalam mengenal tanaman spiritual, karena banyak tanaman spiritual yang memiliki karakteristik mirip yang hanya memiliki sedikit perbedaan.


Shin mendapatkan banyak pelajaran dari mempelajari berbagai jenis tanaman spiritual ini.


Tanaman spiritual memang dapat di konsumsi secara langsung, namun akan menjadi lebih bermanfaat jika dibuat menjadi pil.


Misalnya tanaman spiritual berkualitas rendah jika dibuat menjadi pil maka kualitasnya akan sama dengan tanaman spiritual berkualitas menengah.


Shin akhirnya sadar jika dirinya selama ini telah menyia-nyiakan banyak sumber daya.


Dia sudah mengkonsumsi banyak tanaman spiritual, dari yang berkualitas rendah sampai berkualitas tinggi.


Padahal jika itu dibuat menjadi pil maka akan menjadi lebih berharga, namun selama ini Shin tidak memiliki kenalan seorang alkemis, jadi dia tidak pernah berpikir untuk membuat pil dari tanaman spiritual yang dia punya.


Setelah satu minggu penuh Shin belajar tanpa henti, tanpa tidur dan makan, sama sekali tidak membuang waktu untuk hal lain selain mempelajari berbagai jenis tanaman spiritual, dia akhirnya sudah siap melakukan penyulingan Pil.


Shin merasakan ada dua aura yang mendekat, dia pun melihat kearah pintu ruangan.


Tidak lama kemudian pintu dibuka, memperlihatkan Han dan seorang gadis disampingnya yang tidak lain adalah Xun.


Sudah satu bulan lebih Shin tidak melihat gadis itu, dan entah kenapa sekarang Xun terlihat lebih cantik dari sebelumnya.


Shin menyadari jika itu karena Xun sedikit merias wajahnya.


"Bagaimana Shin, apa kau sudah mempelajari semua buku yang ada di perpustakaan ini?" Han berjalan masuk, diikuti oleh Xun.

__ADS_1


"Sudah, dan aku juga sudah menghapal semua jenis dan kegunaannya!" jawab Shin.


Mata Han melebar, padahal dia tadi hanya iseng bertanya, dia sama sekali tidak mengharapkan jawaban itu dari Shin.


Ada ratusan buku di perpustakaan ini, dan Shin sudah menghapal semuanya. Bukankah itu terlalu berlebihan.


"Apakah ada yang aneh paman Han?" Shin melihat reaksi tidak biasa dari Han.


"Shin, apa kau yakin telah mempelajari semuanya? Bahkan menghapal semua kegunaannya?" Han berniat memastikannya kembali.


"Ya" jawab Shin.


"Kau ini memang luar biasa! Aku membutuhkan bertahun-tahun untuk mempelajari semua buku ini, tapi kau hanya membutuhkan waktu satu minggu!"


"Paman Han terlalu memuji!" Shin menoleh kearah Xun "Lalu apa yang Xun lakukan disini? Apakah dia juga ingin belajar alkimia?"


"Tidak, aku tidak ingin belajar alkimia! Aku datang kesini untuk membantu paman Han!" ucap Xun.


Sebenarnya itu hanya salah satu alasan Xun, dia datang kesini juga untuk bertemu dengan Shin karena sudah satu bulan lebih dia tidak melihatnya.


"Xun'er memang sering datang kesini untuk membantu ku dalam proses alkimia! Biasanya Xun'er datang bersama Luo'er, tapi sekarang Luo sedang berlatih" ucap Han kemudian melanjutkan "Baiklah, karena kau sudah mempelajari semua buku yang ada disini, maka kita bisa mulai dalam praktek membuat Pil!"


"Ikuti aku!" Han berjalan keluar, diikuti oleh Shin dan juga Xun.


Sekarang bangunan itu sudah diperbaiki kembali seperti semua, terlihat tidak ada perbedaan dari sebelumnya.


Di dalam bangunan kecil itu sudah terdapat dua tungku alkimia.


"Baiklah Shin, aku akan sedikit menjelaskan tentang proses penyulingan!"


Han pun menjelaskan jika untuk membuat suatu pil maka dibutuhkan bahan-bahan dengan takaran yang tepat.


Selain itu dibutuhkan juga yang namanya suhu panas untuk mengeluarkan kotoran yang terkandung didalam tanaman spiritual.


Dalam setiap proses itu dibutuhkan suhu panas yang berbeda-beda dari tiap bahan yang digunakan, karena setiap bahan pastinya memiliki karakteristik yang berbeda.


Hal ini adalah bagian paling sulit karena itu dilakukan di dalam tungku, karena itulah seorang alkemis memerlukan pengendalian suhu panas yang baik.


"Ingat, satu kesalahan bisa membuat semuanya hancur berantakan! Jadi kau harus sangat teliti!" Han pun mengakhiri penjelasannya.


"Aku mengerti!" Shin mengangguk.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan mulai memberikan contoh!" Han mengeluarkan beberapa bahan untuk membuat pil tingkat rendah.


Itu hanya bahan-bahan untuk membuat pil tingkat 1.


"Perhatian baik-baik dan pelajari!" Han memasukkan semua bahan kedalam tungku kemudian mulai menyalurkan elemen cahayanya kedalam tungku.


Shin memejamkan matanya, merasakan apa yang terjadi di dalam tungku dengan indera spiritualnya.


Setelah kurang dari satu menit, prosesnya pun selesai. Han mengeluarkan pil di dalam tungku, bisa dilihat pil itu hanya pil biasa untuk mengobati luka ringan.


"Apa kau mendapatkan sesuatu pelajaran Shin?" tanya Han.


"Biar aku mencobanya" Shin berjalan maju kedepan tungku yang satunya.


Han tersenyum tipis lalu menepuk bahu Shin "Melakukan proses alkimia bagi pemula itu cukup sulit! Akan terjadi beberapa kegagalan dalam proses sebelum mencapai keberhasilan, jadi jangan berkecil hati jika kau gagal di awal!"


Han memberikan satu set bahan untuk membuat pil yang sama pada Shin lalu berjalan menjauh.


Shin pun memulai proses alkimia, melakukan hal yang sama seperti apa yang Han lakukan.


Shin sebelumnya sudah merasakan apa yang terjadi di dalam tungku saat Han memurnikan pil, suhu panas yang digunakan memang berbeda-beda di setiap bahan, Shin sudah mengingat semuanya.


Setelah kurang dari satu menit, Shin pun selesai memutuskan pil.


"Berhasil" Shin tersenyum puas, meskipun ini hanya pil peringkat terendah namun ini merupakan pil pertama yang dia buat.


"Apa?" Han terkejut, lalu segera memeriksanya.


Dia pun menemukan satu pil yang sama seperti yang dia buat sebelumnya.


"Kau berhasil dalam satu kali percobaan!!" Han memeriksa pil itu, dan kualitasnya lebih bagus dari yang dia buat.


"E.. apakah ini adalah sesuatu yang aneh?" Shin menggaruk pipinya.


"Ini bukan aneh lagi, tapi tidak masuk akal! Dalam percobaan pertama , aku bahkan gagal belasan kali sebelum berhasil! Tapi kau malah berhasil dalam sekali percobaan!"


"Belasan kali" Kali ini Shin yang bereaksi.


Belasan kali kegagalan bukankah itu terlalu banyak.


Han menghela nafas "Belasan kali kegagalan dalam percobaan pertama bisa dibilang merupakan jenius yang langka! Pada umumnya seseorang akan gagal sebanyak 30 sampai 50 kali barulah mereka bisa berhasil!" Han belum pernah mendengar sebelumnya ada seseorang yang dapat berhasil dalam sekali percobaan.

__ADS_1


Sekarang Han berpikir Shin sangat berbakat dalam segala hal, tidak hanya dalam bela diri, namun juga alkimia.


Setelah ini mungkin dia harus mempersiapkan mentalnya untuk mendapatkan kejutan tidak masuk akal lainnya dari Shin.


__ADS_2