Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
149. Menanyakan Situasi


__ADS_3

Shin, Xun dan Qin Feng melesat terbang menuju istana kekaisaran awan.


"Waaah! Ini sangat luar biasa! Aku bisa melihat semua semuanya dari atas!" Qin Feng terlihat sangat senang karena ini pertama kalinya dia terbang.


"Haha! Jika kau sudah berada ditingkat Martial Emperor maka kau bisa terbang sepuasnya!" ucap Shin.


"Benarkah?"


Shin menganggukkan kepalanya "Tentu saja! Karena itulah kau harus lebih giat berlatih agar kau bisa mencapai tingkat Martial Emperor!"


Qin Feng mengangguk dengan wajah penuh tekad "Lalu kultivasi kakak Shin sekarang berada ditingkat apa?"


"Kultivasi ku sekarang berada ditingkat Martial God!"


"Martial God? Aku tidak pernah mendengar ada tingkat kultivasi seperti itu" Qin Feng memikirkan semua tingkatan kultivasi namun tidak ada yang disebut Martial God.


"Tentu saja kau tidak pernah mendengarnya, karena tingkat Martial God itu berada diatas tingkat Martial Saint!"


Mata Qin Feng langsung berbinar menatap Shin dengan penuh kekaguman.


"Liar biasa! Bukankah itu artinya kakak Shin sekarang adalah orang terkuat di dunia, sama kuatnya dengan 3 Dewa Besar!"


"Haha! Aku masih tidak bisa dibandingkan dengan mereka! Setidaknya untuk saat ini" Shin yakin jika hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kultivasinya naik ketingkat Martial God


Meskipun Shin tidak tau seberapa lama waktu yang dibutuhkan karena dirinya bisa merasakan kultivasi diatas Martial Saint itu sangat berbeda jauh dari kultivasi dibawahnya.


"Kalau begitu tujuan ku tidak hanya tingkat Martial Emperor, tapi juga tingkat Martial God seperti kakak Shin!" ucap Qin Feng dengan penuh tekad.


"Bagus! Tapi ingat Feng'er, gunakanlah kekuatan mu untuk melindungi orang-orang yang kau sayangi!"


Qin Feng mengangguk kemudian menoleh kearah Xun "Lalu kultivasi kakak Xun sendiri berada ditingkat apa?"


"Kultivasi ku masih berada satu tingkat dibawah kultivasi Shin Gege!" jawab Xun.


"Waaah! Bukankah itu artinya kakak Xun berada ditingkat Martial Saint" Qin Feng juga menatap Xun dengan penuh kekaguman "Kakak Xun tidak hanya cantik tapi juga sangat kuat, pantas menjadi saingan kakak ku untuk merebut kakak Shin!"


Shin tertawa konyol sambil menggaruk pipinya mendengar perkataan Qin Feng.


Xun sendiri hanya tersenyum.


***


Membutuhkan sekitar 10 menit sampai akhirnya mereka tiba di luar ibu kota kekaisaran.


Agar tidak menarik perhatian yang tidak perlu, Shin dan yang lainnya mendarat 1 kilometer dari gerbang ibu kota kekaisaran.

__ADS_1


Tidak hanya itu, Shin memberikan Xun sebuah jubah putih dengan tedung kepala agar penampilannya tidak dilihat banyak orang.


Rambut pirang dan juga telinganya yang tajam pasti akan menarik perhatian banyak orang, selain itu wajahnya yang cantik akan membuat banyak pria hidung belang mengincar Xun.


Pastinya itu nanti akan berakhir dengan pembunuhan jika Xun kesal dengan pria macam itu.


Mereka bertiga pun berjalan sampai tiba di depan gerbang ibu kota kekaisaran.


Banyak orang mengenal Qin Feng langsung menunduk hormat, penjaga gerbang juga langsung membiarkan Qin Feng dan orang-orangnya masuk.


Ketampanan Shin menarik banyak perhatian dari para wanita di sana, mereka hampir tidak bisa berkedip karena ini pertama kalinya mereka melihat pria setampan Shin.


Xun yang kesal mencubit pinggang Shin "Kau bilang wajah ku akan menarik perhatian jadi aku harus memakai jubah ini! Tapi wajah mu sendiri sekarang sudah mendatangkan banyak masalah!!"


Xun mendengus kesal.


"A..haha! Aku melupakan hal itu" Shin tertawa canggung.


Tidak ada yang menghalangi jalan mereka, karena mereka mengetahui identitas Qin Feng.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai mereka tiba di depan pintu gerbang istana kekaisaran.


Para penjaga gerbang langsung berlutut satu kaki setelah melihat kedatangan Qin Feng.


"Ya! Rombongan kami diserang oleh segerombolan hewan spiritual yang menyebabkan semua pengawal ku mati!"


"Apa?! Lalu apakah pangeran baik-baik saja" penjaga itu bertanya dengan wajah khawatir, begitu juga dengan yang lainnya.


"Aku baik-baik saja! Untung saja kakak Shin datang menyelamatkan ku!" Qin Feng menoleh kearah Shin.


Para penjaga melihat kearah Shin, merak mengagumi wajah Shin yang begitu tampan.


"Terima kasih Tuan! karena telah menyelamatkan pangeran!" para penjaga mengucapkan terima kasih dengan tulus.


"Tidak perlu dipikirkan!" ucap Shin kemudian melanjutkan "Feng'er, lebih baik kita masuk, aku ingin segera bertemu dengan ayah mertua!"


Mereka pun berjalan masuk.


***


Qin Feng membawa Shin dan Xun ke ruang tamu, lalu Qin Feng pergi mencari ayah dan ibunya.


Raja Qin Zhi dan permaisuri Hua Lin langsung bergegas setelah mendengar dari Qin Feng jika Shin datang berkunjung.


Sudah 5 tahun semenjak kepergian Shin dan putri mereka dan selama ini mereka masih belum mendengar kabar tentang Qin Zhiyun.

__ADS_1


Mereka berdua pun sampai di ruang tamu, melihat seorang pemuda tampan dan seorang lagi yang tidak terlihat jelas penampilannya karena jubah yang dia gunakan.


"Haha! Sudah lima tahun sejak terakhir kali aku melihat mu Shin, dan kau sudah menjadi lebih tampan dari sebelumnya!"


"Ayah mertua juga masih terlihat muda!" Shin berdiri lalu menangkupkan tangannya.


Raja Qin Zhi menaikkan alisnya, terakhir kali mereka bertemu, Shin masih memanggilnya yang mulia, namun sekarang telah berganti menjadi ayah mertua.


Permaisuri Hua Lin terkekeh mendengar perkataan Shin "Shin, seingat ku, kau masih belum menikahi Yun'er"


"Hehe! Ini adalah bukti jika aku pasti akan menikahinya, jadi ibu mertua tenang saja!"


"Mendengar mu mengatakan itu, artinya Yun'er baik-baik saja kan, dimana Yun'er sekarang? Kenapa dia tidak bersama mu?" tanya permaisuri Hua Lin.


"Aku akan menceritakan semua kejadian yang aku alami, tapi itu akan sangat panjang! Jadi aku akan menceritakannya secara singkat" Shin pun menceritakan tentang apa yang dia dan Qin Zhiyun alami selama lima tahun ini.


Shin tidak menceritakan tentang Benua Kegelapan, dia hanya bilang pergi ke suatu tempat yang berbahaya dan tidak membawa Qin Zhiyun bersamanya.


Raja Qin Zhi dan permaisuri Hua Lin bernafas lega setelah mendengar jika Qin Zhiyun baik-baik saja sekarang di Sekte Pedang Ilahi.


"Lalu selama 2 tahun terakhir apa saja yang terjadi di di Benua Langit?" tanya Shin.


Raja Yong pun menceritakan tentang kejadian-kejadian yang terjadi, dimana perang sudah dimulai, namun hanya dalam skala kecil.


Semua kekaisaran yang berada di Wilayah Timur diharuskan untuk mengirim minimal 1 kultivator tingkat Martial Anchestor untuk ikut berperang.


Namun karena Kekaisaran Awan yang sangat lemah, hanya kekaisaran kecil dipinggiran Wilayah Timur, dimana tidak pernah terlahir seorang kultivator tingkat Martial Anchestor, jadi Kekaisaran Awan tidak bisa ikut membantu dalam perang.


"Jika seperti itu situasinya maka aku harus segera pergi ke Sekte Pedang Ilahi"


"Memang harus begitu, dengan kekuatan mu yang sekarang, kau pasti akan sangat di butuhkan di sana!" Kaisar Qin Zhi menepuk bahu Shin.


"Maaf ayah mertua, aku tidak bisa tinggal lebih lama disini!" ucap Shin.


"Itu tidak masalah, dalam situasi seperti ini, tidak baik menunda waktu! Jadi semakin cepat kau sampai disana, maka akan semakin baik!"


"Kakak Shin sudah akan pergi?" Qin Feng terlihat sedih


"Maafkan aku Feng'er, aku tidak menemani mu berlatih untuk saat ini! Tapi nanti setelah aku kembali, aku pasti akan menemani mu berlatih!" Shin mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan lalu memberikannya pada Kaisar Qin Zhi "Ayah mertua, di dalam sana terdapat banyak sumber daya, ayah mertua bisa menggunakan itu untuk meningkatkan kultivasi mu dan juga Feng'er!"


"Terima kasih Shin!"


"Kalau begitu aku akan pergi dulu!"


Setelah berpamitan, Shin dan Xun pun pergi, terbang melesat cepat meninggalkan kekaisaran awan.

__ADS_1


__ADS_2