
Shin duduk di ruang makan, didepannya hanya ada meja yang cukup besar namun hanya setinggi sekitar 30 cm.
Shin masih duduk dengan santai sementara para istrinya sedang sibuk di dapur mempersiapkan masakan masing-masing.
Dalam beberapa tahun ini, Xun sama sekali tidak terkalahkan dalam lomba memasak dan itu membuat yang lainnya semakin berambisi untuk mengalahkan Xun.
Selama ini Shin selalu dihibur oleh para istrinya, dia sama sekali tidak pernah memberikan hadiah spesial semenjak mereka tunggu di wilayah terpencil ini.
Namun kali ini berbeda, Shin sudah menyiapkan satu hadiah untuk para istrinya dan dia yakin mereka pasti akan sangat menyukainya.
Shin tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi para istrinya setelah mengetahui hadiah yang akan dia berikan.
Waktu berlalu, akhirnya para istri Shin telah menyelesaikan masakan masing-masing. Mereka semua keluar dari dapur dengan membawa sebuah nampan yang berisi masakan mereka.
Terlihat mereka semua memakai celemek dan tidak lupa topi para chef. Itu semua Shin yang mendesainnya.
Shin memang sering menceritakan tentang dunia tempat kelahirannya yaitu Bumi, hal ini membuat para istri Shin sangat penasaran dan ingin pergi ke bumi.
Namun mereka tidak pernah menyuarakan keinginan mereka karena sadar jika itu tidak mungkin. Jika mereka mengatakan keinginan itu pada Shin maka suami mereka itu pasti akan berusaha untuk memenuhi keinginan mereka.
Mereka tidak ingin Shin memikirkan hal-hal rumit seperti itu karena saat ini Shin masih ingin hidup santai dan damai.
Sebagai istri, mereka harus mengerti Shin.
Harum semerbak aroma masakan para istrinya tercium oleh Shin, membuatnya tidak sabar ingin segera makan.
Hari seperti ini adalah hari kesukaan Shin, dimana tidak hanya merasakan masakan para istrinya, namun juga dapat mencium mereka semua secara bergiliran dalam waktu yang tidak berjauhan.
Tidak seperti waktu bergiliran yang itu, karena harus menunggu malam hari dahulu.
Shin sebenarnya menginginkan lebih dari sekedar ciuman, menginginkan semua istrinya disaat dan waktu yang bersamaan melakukan kegiatan 'senam' pemersatu bangsa.
Namun Shin tidak pernah menyuarakan keinginannya itu, karena takut para istrinya marah, jadi Shin hanya bisa memendam keinginannya itu.
Para istri Shin tersenyum manis lalu meletakkan semua masakan mereka diatas meja.
"Silahkan Shin Gege!" ucap mereka semua secara bersamaan.
__ADS_1
"Wah! Aroma masakan kalian benar-benar menggugah selera, aku jadi sangat lapar!" tanpa menunda, Shin langsung mulai memakan semua masakan yang ada di meja.
Semua makanan itu di masakan dengan penuh kasih sayang oleh para istrinya, Shin pastinya akan menghabiskan semua makanan itu.
Waktu pun berlalu, Shin akhirnya menghabiskan semua masakan para istrinya dengan sangat puas karena semua rasanya sangat enak.
Tidak seperti saat pertama kali dimana Ling dan Qin Zhiyun bisa di bilang sangat buruk dalam memasak. Masakan mereka berdua bahkan tidak bisa disebut sebagai makanan, akan lebih cocok menyebutnya sebuah racun.
Untung saja Shin kebal terhadap segala jenis racun, jadi dia bisa memakan masakan itu tanpa takut terbunuh. Namun tetap saja memakannya membuat Shin merasa tersiksa.
Tapi sekarang berbeda, dalam beberapa tahun ini para istrinya berlatih memasak dengan giat karena tidak ingin kalah dengan yang lainnya.
"Bagaimana Shin Gege?" para istri bertanya dengan mata berbinar, jelas berharap bisa mendapatkan peringkat pertama.
Shin memegang dagunya dengan mata terpejam, berpikir untuk menentukan peringkat para istrinya.
Setelah beberapa saat, Shin pun menentukan "Untuk peringkat pertama masih tidak berubah..."
"Yeee!" Xun langsung bersorak gembira karena masih berada di peringkat pertama, sementara yang lainnya terlihat cemberut karena masih tidak bisa mengalahkan Xun.
"Peringkat kedua sedikit sulit untuk menentukan, tapi aku rasa lebih cocok diberikan pada Yue'er!"
Xiang Yue lahir di desa, jadi dia memiliki bakat alami dalam hal memasak. Peringkat kedua biasanya diduduki oleh Xiang Yue, hanya beberapa kali digantikan oleh Yin Yihua dan Bing Qiaoyu.
Shin pun kembali mengumumkan peringkat selanjutnya, dimana Yin Yihua peringkat 3, Bing Qiaoyu peringkat 4, Su Xianlin peringkat 5, Bai Lian peringkat 6, Qin Zhiyun peringkat 7 dan Ling peringkat terakhir.
Ling hanya cemberut karena kalah dari Qin Zhiyun, mereka berdua memang saingan dalam menduduki posisi terakhir.
Setelah semua peringkat di umumkan, kini giliran pembagian penghargaan. Meskipun memang semua yang para istrinya dapatkan adalah sama yaitu sebuah ciuman hangat, namun tetap saja, mendapatkan ciuman hangat lebih dulu dari para saudarinya membuat mereka merasa senang.
Shin pun memberikan ciuman hangat pada Xun terlebih dahulu, ciuman yang berlangsung selama beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan Xiang Yue hingga Ling menjadi yang terakhir mendapatkan ciuman hangat.
Shin tersenyum bahagia, inilah saat dimana dia bisa melakukan sesuatu yang panas pada semua istrinya dan itu tidak pernah membuatnya bosan.
Hasrat untuk melakukan senam pemersatu bangsa bersama para istrinya selalu muncul disaat seperti ini, namun rasa takut akan kemarahan para istrinya lebih besar, jadi Shin hanya bisa diam, memendam keinginannya itu.
"Sayang!" ucap Shin membuat semua istrinya menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Ada apa Shin Gege?" tanya mereka secara bersamaan.
Shin tersenyum kemudian mengatakan "Aku punya hadiah untuk kalian semua!"
"Hadiah apa?" para istri menjadi antusias mendengar perkataan Shin.
Selama ini mereka tidak pernah meminta sesuatu pada Shin, bersama dengan Shin setiap saat itu sudah membuat mereka semua merasa lebih dari cukup.
"Hadiah ini sangat spesial dan aku yakin kalian pasti akan menyukainya" Shin tersenyum misterius.
"Memangnya hadiah apa? Jangan buat kami penasaran Shin Gege!" ucap Su Xianlin.
"Aku sudah menemukan cara untuk kembali ke kampung halaman ku, yaitu Bumi! Jadi aku akan membawa kalian semua untuk ke bumi, bukankah kalian ingin sekali pergi kesana?" Shin tersenyum hangat.
Para istri terkejut mendengar itu, mereka menutup mulut sementara sebelum berhamburan memeluk Shin karena bahagia.
"Benarkah itu Shin Gege?"
"Apa Shin Gege tidak bohong?"
"Kami memang selalu ingin pergi ke sana, melihat langsung tanah kelahiran Shin Gege!"
Para istri mulai ribut mempertanyakan kebenaran perkataan Shin.
"Tentu saja aku tidak mungkin membohongi para istri ku tercinta!" Shin mengelus kepala mereka dengan lembut.
Hati mereka merasa hangat mendengar itu, lalu mereka melepaskan pelukan mereka.
"Kami juga memiliki hadiah untuk Shin Gege!" ucap mereka bersamaan.
"Oh, apa itu?" Shin kali ini yang merasa antusias.
Para istrinya terkekeh sementara.
"Malam ini..." mereka semua saling pandang untuk sementara sebelum dengan senyum manis menoleh kearah Shin lalu mengatakan "Kami semua akan melayani mu!"
Mata Shin langsung melebar, apakah dia tadi tidak salah dengar, keinginan terpendamnya akan terkabul.
__ADS_1
Shin menelan ludahnya membayangkan adegan Melakukan senam pemersatu bangsa bersama semua istrinya.