
Shin berkonsentrasi merasakan aliran energi didalam plat itu, seketika Shin merasakan aliran pemahaman hukum cahaya mengalir di kepalanya.
"Benda ini bisa membantu memahami hukum cahaya" Shin terkejut dengan kegunaan benda itu "Bagaimana cara membuat benda seperti ini?"
"Sebenarnya metode ini kami dapatkan dari teknik yang ditinggalkan oleh tuan Qing Juan! Sepertinya tuan Qing Juan sadar jika kami akan menemukan masalah ini, jadi dia meninggalkan teknik ini untuk kami para Elf!" Raja Yong mengeluarkan sebuah buku.
Buku itu tidak terlalu tebal, mungkin hanya berisi belasan lembar, pada sampul buku itu tertulis nama tekniknya bernama 'Indera Jiwa'.
Raja Yong memberikan buku itu pada Shin, Shin mengambilnya, membuka lalu membaca buku tersebut.
Setelah beberapa saat, Shin menutup kembali buku itu "Jadi ada teknik seperti ini, aku benar-benar tidak mengira akan ada metode seperti ini!"
Mempelajari teknik itu memungkinkan seseorang untuk mentransfer ingatan atau pengetahuan mereka, entah itu pemahaman suatu hukum ataupun teknik.
Para Elf menggunakan teknik itu untuk mentransfer energi pemahaman mereka pada suatu benda agar lebih kuda digunakan.
Namun tidak sembarang benda bisa digunakan, benda yang digunakan haruslah mampu untuk menahan energi yang ditransfer, jika tidak maka benda itu akan meledak.
Guei menjelaskan jika teknik itu adalah sesuatu yang umum untuk para Elf, semua Elf diwajibkan untuk menguasai teknik itu, agar lebih mudah dan praktis untuk dipelajari.
Meskipun begitu teknik ini tidak membantu seseorang untuk langsung memahami suatu teknik atau pemahaman dengan mudah, karena ini hanya mentransfer ingatan atau pengetahuan saja.
Mengingat belum tentu memahami.
"Jadi seperti itu" Shin mengelus dagunya "Yang mulia, boleh aku meminjam buku ini untuk ku pelajari!"
"Tidak perlu meminjam, kau ambil saja karena itu hanyalah satu dari sekian banyak salinan dari buku teknik Indera Jiwa" Raja Yong tidak mempermasalahkan hal itu.
"Kalau begitu aku berterima kasih pada yang mulia!"
Raja Yong menganggukkan kepalanya "Lalu kapan kau akan mulai melatih pemahaman hukum cahaya?"
"Lebih cepat lebih baik, aku akan mulai sekarang!" Shin pun berjalan memasuki area pemahaman.
Saat baru saja Shin melangkah memasuki wilayah pemahaman, tiba-tiba batu pemahaman hukum cahaya bereaksi dengan mengeluarkan cahaya terang dan energi yang menekan.
__ADS_1
Bahkan Shin yang sekarang berada ditingkat Martial God saja merasa tertekan oleh energi kuat pada batu pemahaman hukum cahaya tersebut.
Shin menjadi waspada, dia tidak tau kenapa ini terjadi namun yang pasti hal ini bukanlah sesuatu yang biasa.
Raja Yong dan Guei yang berada di bagian luar dari wilayah pemahaman juga dapat merasakan tekanan yang keluar dari batu pemahaman hukum cahaya, Guei bahkan hampir di buat berlutut karena tekanannya terlalu kuat.
Luo sendiri sekarang sudah berlutut satu kaki, berusaha sekuat tenaga menahan tekanan agar tidak membuatnya sujud.
"Tekanan yang begitu kuat! Apa yang terjadi sebenarnya?!" Raja Yong tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi.
Saat Shin memasuki wilayah pemahaman batu pemahaman hukum cahaya itu langsung bereaksi dengan mengeluarkan tekanan yang kuat, ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Tiba-tiba cahaya pada batu pemahaman hukum cahaya mulai meredup, hingga akhirnya terlihat pada jarak satu jengkal diatas batu pemahaman sebuah bola yang mengeluarkan cahaya kuning.
"Itu..." Shin melebarkan matanya, tubuhnya mulai gemetaran melihat bola cahaya itu, tanpa sadar dia mundur satu langkah.
"Ayah, apa sebenarnya itu? Kenapa bola cahaya itu mengeluarkan tekanan sekuat ini?" Guei mengalirkan energi Qi nya untuk menahan tekanan dari bola cahaya.
"Entahlah, aku baru pertama kali melihat hal ini! Dalam catatan-catatan kuno yang ada juga tidak pernah dijelaskan hal seperti ini"
"Luo'er!" Raja Yong menepuk bahu Luo, mengalirkan energi Qi meringankan tekanan yang diterima Luo.
Shin sendiri masih diam di tempatnya dengan tubuh gemetar, dia bisa merasakan jika bola cahaya itu memiliki jenis yang sama dengan lima bola energi yang berada didalam tubuhnya, nun bola cahaya itu mengandung kekuatan dari elemen cahaya.
Tiba-tiba bola cahaya itu melesat kearah Shin dengan kecepatan tinggi.
Shin melebarkan matanya, dia bisa menduga jika bola cahaya itu ingin masuk kedalam tubuhnya seperti lima bola energi sebelumnya.
Sesaat sebelum bola energi itu masuk ke tubuh Shin, pemuda itu melompat keatas hingga kakinya menapak pada langit-langit ruangan.
Dada Shin kembung kempis, takut jika bola cahaya itu masuk kedalam tubuhnya.
Shin masing mengingat saat dimana lima bola energi memasuki tubuhnya, rasa sakit yang dia derita benar-benar tidak bisa dijelaskan, suatu rasa sakit yang tidak ingin Shin rasakan kembali.
Wajah Shin pucat dengan keringat dingin membasahi wajahnya.
__ADS_1
Raja Yong dan yang lainnya melihat reaksi Shin, mereka berpikir bola cahaya itu pasti mengandung sesuatu yang buruk hingga membuat Shin terlihat begitu ketakutan.
Shin yang memiliki kekuatan diluar nalar, ternyata takut terhadap bola cahaya itu.
Apa sebenarnya bola cahaya itu?
Bola cahaya kembali melesat kearah Shin.
Shin melompat menjauh namun bola cahaya terus menerus mengejarnya.
Shin melihat kelantai, tembok dan langit-langit ruangan secara acak untuk menghindari kejaran bola cahaya.
Shin benar-benar tidak mengerti kenapa bola cahaya itu hanya mengincarnya padahal ada orang lain di ruangan ini.
"AAA...! MENJAUH DARI KU...!" Shin berteriak, terus menghindari bola cahaya.
Guei dan Luo masih kesulitan bergerak karena tekanan dari bola cahaya, hanya Raja Yong yang masih bisa bergerak, dia ingin menyelamatkan Shin namun masih menunggu momen yang tepat.
Hingga akhirnya Raja Yong melihat satu kesempatan, bola cahaya itu akan melesat tidak jauh darinya.
Raja Yong bersiap kemudian melompat menangkap bola cahaya dengan tangannya yang sudah dilapisi energi Qi.
Namun saat Raja Yong sudah yakin berhasil menangkap bola cahaya itu, bola cahaya ternyata tembus melewati tangannya, seakan bola cahaya itu adalah sebuah ilusi yang tidak bisa ditangkap.
"Apa?!" Raja Yong terkejut, dia mengejar bola cahaya itu namun bola cahaya terlalu cepat, dia saat ini mendapatkan tekanan dari bola cahaya sehingga gerakannya melambat, jadi tidak bisa mengejar bola cahaya.
Shin masih melompat kesegala arah, namun tidak sampai keluar sari ruangan itu.
"KENAPA?! KENAPA KAU HANYA MENGINCAR KU?! APA SALAH KU?!" Shin berteriak, masih berusaha kabur dari bola cahaya namun bola cahaya itu tidak berhenti mengejarnya.
"Sial! Sial! Sial!" Shin mengumpat keras dalam hatinya.
Entah sudah berapa lama Shin dikejar bola cahaya, hingga pada akhirnya bola cahaya berhasil memasuki tubuh Shin.
"Habislah sudah!"
__ADS_1