Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
62. Kekuatan Formasi 4 Arah Mata Angin


__ADS_3

Efek dari ledakan keras itu juga mengenai dinding formasi, namun sama sekali tidak memberikan kerusakan pada dinding formasi.


Lui Meiyu, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo sudah menjauh dari ledakan sehingga mereka sama sekali tidak terkena dampak dari ledakan.


Xu Xuan dan Xu Huang yang berada di dalam dinding formasi, bengong melihat kekuatan dari formasi yang begitu kuat.


Benar-benar formasi luar biasa yang diciptakan oleh Qing Zhizun sang Dewa Formasi.


Lui Meiyu sendiri saat ini tidak tau harus melakukan apa, dia paham jika kekuatan menyerang dan bertahan dari susunan formasi itu sangatlah kuat, jika dia terus mengeluarkan kekuatannya maka cepat atau lambat energi Qi nya pasti akan terkuras habis.


Dan saat itulah kematian akan menjemputnya.


Ekspresi Lui Meiyu benar-benar buruk, sama dengan suasana hatinya, dia melotot menatap Xu Xuan dan Xu Huang yang berada di bagian dalam dinding formasi.


Apakah dia benar-benar harus kembali dengan tangan kosong?


Sudah pasti setelah ini Lui Meiyu akan menerima kemarahan dari Dewa Siluman.


Sementara itu, Xu Xuan dan Xu Huang kembali melakukan segel tangan secara bersamaan.


"Mata Angin Selatan : Feniks Api!"


Sebuah lingkaran susunan formasi kembali muncul namun kali ini telat di bagian atas dinding formasi.


Lingkaran formasi itu tiba-tiba mengeluarkan api yang membara, semakin lama semakin besar hingga membuat sebuah badai api raksasa.


Namun tiba-tiba badai api itu mulai berubah bentuk, dari badai api raksasa menjadi burung Feniks yang legendaris.


*KYIIIIIKKKK....!!


Burung Feniks itu mengeluarkan suara pekikan keras yang menggelegar, membuat semua anggota Sekte Pedang Ilahi merasa merinding.


Dengan cepat Feniks api pun melesat kearah Lui Meiyu dengan kecepatan tinggi.


Lui Meiyu bisa merasakan jika intensitas energi yang terdapat pada burung Feniks itu lebih besar dari naga petir sebelumnya.


Dia juga tidak bisa menggunakan teknik sebelumnya untuk menghisap burung Feniks itu, karena teknik itu tidak bisa digunakan secara terus menerus.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain!" gumam Lui Meiyu, bersamaan dengan aura kegelapan yang mulai keluar dari tubuhnya.


Tubuh Lui Meiyu mulai mengalami perubahan, rambutnya yang berwarna ungu kini bertambah semakin panjang, dua tanduk muncul di kepalanya, telinganya berubah menjadi lancip, kuku-kuku tajam dan panjang, serta kulitnya yang menjadi keunguan.


Penampilan Lui Meiyu sekarang sama sekali tidak mengurangi kecantikannya, bahkan sekarang dia seakan memiliki daya tarik tersendiri.


Ini adalah wujud asli dari Lui Meiyu, dia memang adalah seorang siluman.


(Note: Jika kalian ingin mengetahui seperti apa penampilan Lui Meiyu, maka bayangkan aja kaya Selena ML)


Perubahan tubuh Lui Meiyu terjadi sangat cepat, hanya sepersekian detik saja.


Lui Meiyu langsung menghimpun energi di seluruh tubuhnya, lalu dia memusatkan pada pedangnya.


Dengan cepat Lui Meiyu melakukan dua tebasan menyilang, mengeluarkan energi tebasan raksasa yang tidak kalah besarnya dengan Feniks api.


*BOOOOOMMMMM....!!!


Ledakan yang jauh lebih besar dari sebelumnya terjadi, ledakan itu menghasilkan gelombang angin kencang yang bahkan memaksa Lui Meiyu, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo mundur belasan meter kebelakang.


Efek ledakan yang begitu keras dan kuat, menyebabkan suara gemuruh besar yang m membuat orang-orang di bagian dalam lapisan dinding formasi menutup telinga.


Sepertinya kekuatan bertahan dari susunan formasi itu lebih kuat dari pada kekuatan serangannya.


Lui Meiyu terengah-engah, energi Qi nya sudah hampir terkuras habis akibat mengeluarkan serangan tadi.


"Master Sekte, anda tidak apa-apa?" Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo bertanya dengan khawatir.


Ini baru pertama kalinya mereka melihat Lui Meiyu menunjukkan wujud aslinya.


Lui Meiyu tidak menjawab pertanyaan mereka berdua, dia justru mengatur nafasnya biar stabil.


Beberapa saat kemudian, tanpa mengatakan sepatah kata pun, Lui Meiyu langsung melesat terbang, pergi dari Sekte Pedang Ilahi.


Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo saling pandang selama beberapa saat, mereka bingung dengan Lui Meiyu.


Namun pada akhirnya mereka juga ikut pergi meninggalkan Sekte Pedang Ilahi.

__ADS_1


Xu Xuan dan Xu Huang menghela nafas lega melihat kepergian Lui Meiyu dan dua tetuanya.


Akhirnya masalah Sekte Pedang Ilahi selesai, meskipun ini tidak selamanya, entah kapan Lui Meiyu akan datang kembali.


"Setidaknya untuk saat ini masalahnya sudah selesai, tapi kota harus tetap waspada dengan kedatangan wanita itu nantinya!" ucap Xu Huang.


Xu Xuan menganggukkan kepalanya, lalu melihat kebawah kearah para anggota Sekte Pedang Ilahi yang dari awal hanya menonton saja.


Xu Xuan pun menggunakan energi Qi nya untuk memperbesar suaranya, memberitahukan pada para anggota Sekte Pedang Ilahi jika Lui Meiyu sudah mundur.


Semua orang merasa lega mendengar hal itu, awalnya mereka mengira jika ini akan menjadi akhir dari Sekte Pedang Ilahi.


Xu Xuan dan Xu Huang pun memerintahkan semua orang untuk melakukan aktivitas masing-masing secara normal.


***


Shin membuka matanya, dia menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang gelap gulita, sejauh mata memandang, hanya kegelapan yang terlihat.


"Dimana ini?" gumam Shin sambil menoleh kesegala arah.


Tiba-tiba muncul sebuah cahaya didepan Shin, melihat jika cahaya itu semakin lama semakin terang, sampai memaksa Shin menutup matanya.


Sampai akhirnya, Shin membuka matanya karena cahaya itu sudah menghilang, kini didepannya terlihat adanya Qing Zhizun.


"Guru! Dimana ini?" Shin bertanya, namun sama sekali tidak dijawab oleh Qing Zhizun.


Qing Zhizun melayang kearah Shin, terus melayang sampai tembus melewati tubuh Shin.


Shin berbalik dan melihat punggung Qing Zhizun yang masih terus melayang kedepan.


"Guru" Shin kembali memanggil Qing Zhizun, namun masih tidak dijawab oleh Qing Zhizun.


"HEI SIALAN!! APA KAU SUDAH MULAI TULI TIDAK MENDENGAR YANG AKU KATAKAN?!" Shin berteriak dengan kesal, dia sudah tidak tahan dengan Qing Zhizun.


Shin terus melihat punggung Qing Zhizun, sampai akhirnya tubuh Qing Zhizun tiba-tiba mengeluarkan cahaya, kemudian berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil.


Mulai dari kepala terus kebawah sampai kakinya, Qing Zhizun pun menghilang dari pandangan Shin, berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil yang terbang keatas, sampai tidak terlihat lagi oleh mata.

__ADS_1


Shin mendengus kesal "Huh, sudahlah tidak perlu memikirkan orang aneh itu! Dia pasti sengaja melakukan hal ini supaya aku berpikir dia sudah menghilang dan aku akan sedih" Shin kembali mendengus kesal "Jangan pikir aku akan tertipu oleh trik murahan mu!"


Shin berpikir Qing Zhizun sedang mengerjainya, supaya dia berpikir Qing Zhizun telah menghilang, dan jika Shin nanti sedih atau menangis maka Qing Zhizun akan menertawainya seperti orang gila.


__ADS_2